Arti Istilah Au Ah Gelap Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Dirangkum pada hari Rabu 18 September 2019 oleh Staf


Au ah gelap masuk ke dalam bahasa gaul atau bahasa ABG yaitu ragam bahasa Indonesia nonstandar yang lazim digunakan oleh anak muda. Sintaksis dan morfologi ragam ini memanfaatkan sintaksis dan morfologi bahasa Indonesia.

Arti au ah gelap

Arti:

Au ah gelap adalah tidak mau tau dengan apa yang terjadi.

Contoh:

A: kemaren gue denger si C jadian ya ama si D ?

B: au ah gelap

A: hadeh

Peribahasa dengan kata au

Air di daun keladi daun keladi dimandikan berarti sukar diajar atau dinasihati


Alah limau oleh benalu berarti orang yang merugikan atau menguasai orang atau tempatnya menumpang


Apa gunanya kemenyan sebesar tungku kalau tidak dibakar berarti tidak ada gunanya ilmu pengetahuan yang disimpan saja kalau tidak diajarkan kepada orang lain atau tidak dipraktikkan (tidak dimanfaatkan)


Arang itu jikalau dibasuh dengan air mawar sekalipun, tiada akan putih berarti tabiat orang yang dasarnya sudah buruk, tidak akan dapat diperbaiki lagi


Asam di darat, ikan di laut garam di laut asam di gunung bertemu dalam belanga berarti laki-laki dan perempuan kalau jodoh bertemu juga akhirnya


Aur ditanam, betung tumbuh berarti mendapat untung (laba) banyak


Aur ditarik sungsang berarti banyak sangkut-pautnya sehingga sukar dilaksanakan


Bagai air di daun talas berarti selalu berubah-ubah (tidak tetap pendirian)


Bagai belut kena ranjau getah berarti seseorang yang licik dan cerdik dapat juga tertangkap atau tertipu


Bagai kerakap tumbuh di di atas batu, hidup enggan mati tak mau berarti hidup dalam kesukaran (kemelaratan) terus-menerus


Bagai langau di ekor gajah berarti selalu tunduk kepada kemauan orang besar atau orang pandai


Bagai pucuk enau dilancarkan diluncurkan berarti sangat lancar. Bagai pucuk enau dilancarkan diluncurkan juga berarti cepat sekali


Bagai si lumpuh hendak merantau berarti tidak mungkin dikerjakan


Bajak patah banting terambau berarti menderita kecelakaan bertimpa-timpa


Bau busuk tidak berbangkai berarti celaan (fitnah dan sebagainya) yang tidak benar


Baunya setahun pelayaran berarti berbau busuk sekali


Berendam sesayak air, berpaut sejengkal tali berarti penghidupan yang sangat susah (serba kekurangan)


Berguru dahulu sebelum bergurau berarti belajar dahulu sebelum bersenang-senang


Berjalan sampai ke batas, berlayar sampai ke pulau berarti segala usaha hendaknya sampai kepada maksudnya


Berlayar menentang mengadang, menuju pulau berarti setiap usaha harus ada tujuannya


Berlayar sampai ke pulau, berjalan sampai ke batas berarti segala usaha hendaklah diselesaikan sampai tercapai maksudnya


Bermain air basah, bermain api letup, bermain pisau luka berarti tiap perbuatan atau pekerjaan ada akibatnya (risikonya)


Berpaut sehasta tali berarti tidak dapat berbuat sekehendak hatinya


Bersurih bak sepasin, berjejak bak berkik, berbau bak embacang berarti ada tanda-tanda (bukti) yang nyata dan sah dalam suatu kejahatan


Bersurih bak sepasin, berjejak bak berkik, berbau bak embacang berarti kejahatan yang telah ada buktinya yang sah

Bertandang ke surau berarti bertamu ke rumah orang dengan tidak mendapat jamuan apa-apa


Bertanjak baru bertinjau berarti melakukan sesuatu sebagaimana mestinya


Besar berudu di kubangan, besar buaya di lautan berarti tiap-tiap orang besar berkuasa di tempat atau di lingkungan masing-masing


Betung ditanam, aur tumbuh berarti mengharapkan sesuatu yang baik (menguntungkan), tetapi memperoleh yang sebaliknya


Biduk lalu kiambang bertaut berarti lekas berbaik atau berkumpul kembali (seperti perselisihan antara sanak keluarga)


Biduk lalu, kiambang bertaut berarti orang yang berkelahi atau bertengkar yang akhirnya berbaik dan berkumpul kembali (tentang orang ramai berkumpul)

Bulu mata bagai seraut jatuh berarti alis yang melengkung, runcing bentuknya dan bagus


Bumi tidak selebar daun kelor berarti dunia tidak sempit


Busuk kerbau, jatuh berdebuk berarti perbuatan yang kurang baik lambat laun akan ketahuan orang lain juga


Cakap berlauk-lauk, makan dengan sambal lada berarti cakapnya seperti orang berada, padahal sesungguhnya hidupnya serba kekurangan


Cekarau besar liang berarti orang yang suka menyombong atau membual


Cekarau besar liang berarti orang yang suka mencampuri urusan orang lain

Cekur jerangau, ada lagi di ubun-ubun berarti masih sangat muda (belum berpengalaman)


Coba-coba menanam mumbang, kalau tumbuh sunting negeri berarti kerjakan terus, barangkali ada hasilnya kelak


Dalam laut boleh diajuk, dalam hati siapa tahu berarti apa yang tersembunyi di dalam hati seseorang tidak dapat kita ketahui


Dekat dapat ditunjal, jauh dapat ditunjuk berarti perkataan atau pengakuan yang dapat dibuktikan kebenarannya


Dekat mencari indu, jauh mencari suku berarti jika merantau ke tempat yang dekat, kita mencari indu (orang yang seketurunan dengan kita), tetapi kalau kita merantau ke tempat yang jauh, kita mencari orang yang satu suku saja dengan kita sudah cukup


Dekat mencari suku, jauh mencari hindu berarti mencari pertalian keluarga. Dekat mencari suku, jauh mencari hindu juga berarti menyusur galur


Dekat tak tercapai jauh tak berantara berarti menginginkan sesuatu, tetapi tidak mampu untuk mendapatkannya


Dekat tak tercapai, jauh tak antara berarti sesuatu yang dekat dengan kita, tidak dapat kita ambil karena tiada upaya


Di mana ranting dipatah, di situ air disauk berarti setiap orang hendaklah menurut adat kebiasaan di negeri tempat tinggalnya


Diam di laut masin tidak, diam di bandar tak meniru berarti tidak mengikuti adat kebiasaan yang baik


Diminta tebu diberi teberau berarti diberi sesuatu yang berlainan dengan yang dijanjikan


Diserakkan padi awak diimbaukan orang lain berarti orang lain dipelihara, keluarga sendiri disia-siakan


Duduk meraut ranjau, tegak meninjau jarak duduk meraut ranjau, berdiri melihat musuh berarti selalu bekerja dengan waspada


Duduk meraut ranjau, tegak meninjau jarak berarti selalu bekerja (tidak membuang-buang waktu)


Emas berpeti, kerbau berkandang berarti harta benda harus di simpan baik-baik di tempatnya masing-masing


Enak lauk dikunyah-kunyah, enak kata diperkatakan berarti merundingkan sesuatu hendaknya berkali-kali supaya hasilnya baik


Enau mencari memanjat sigai berarti perempuan mencari laki-laki


Enggan seribu daya, mau sepatah kata berarti kalau tidak suka (tidak mau) terhadap sesuatu biasanya banyak jawab dan alasannya


Gaharu dibakar kemenyan berbau berarti memperlihatkan kelebihannya supaya dipercaya orang


Garam di laut, asam di gunung bertemu dalam belanga juga berarti laki-laki dan perempuan kalau jodoh bertemu juga akhirnya


Geruh tak mencium bau berarti kecelakaan datang tanpa memberitahu (kecelakaan tidak dapat diketahui lebih dahulu)


Harimau ditakuti karena giginya berarti orang besar dan berpangkat hanya ditakuti orang karena kekuasaan dan pangkatnya


Harimau mati karena belangnya berarti mendapat kecelakaan karena memperlihatkan keunggulannya


Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, orang mati meninggalkan nama berarti orang baik akan selalu meninggalkan nama baik, sedangkan orang jahat akan meninggalkan nama buruk


Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading berarti orang yang berjasa akan selalu disebut-sebut orang walaupun telah mati


Harimau mengaum takkan menangkap berarti orang yang mengancam dan sebagainya dengan perkataan keras, biasanya tidak sampai berbuat apa-apa


Harimau menunjukkan belangnya berarti orang yang memperlihatkan kekuasaannya


Harum menghilangkan bau berarti keburukan tidak kelihatan karena tertutup oleh nama (perbuatan) yang baik


Hati gajah sama dilapah, hati kuman tungau sama dicecah dicecap berarti perolehan (laba) yang banyak dibagi sama banyak, perolehan (laba) yang sedikit dibagi juga sama sedikit


Hati gajah sama dilapah, hati tuma tungau sama dicecah berarti laba atau rugi sama-sama dirasakan (dibagi secara adil)


Hidup sandar-menyandar umpama aur dengan tebing berarti perihal orang berlaki istri yang berkasih-kasihan. Hidup sandar-menyandar umpama aur dengan tebing juga berarti perihal orang bersahabat yang setia dan saling menolong


Hilang kilat dalam kilau berarti (kepandaian, kebesaran, dan sebagainya) tidak menonjol lagi sesudah berada bersama orang-orang pandai, orang-orang terkenal, dan sebagainya


Hilir malam mudik tak singgah, daun nipah dikatakan daun abu berarti merasa malu, segan, dan sebagainya karena sudah berutang budi atau karena perkariban


Hinggap bak langau, titik bak hujan berarti suatu hal yang tiba-tiba saja terjadi, tanpa diketahui lebih dahulu


Ikan di laut, asam di gunung, bertemu dalam belanga berarti biarpun tinggal berjauhan, kalau sudah jodoh akan menjadi suami istri juga


Ikan lagi di laut, lada garam sudah dalam sengkalan berarti bersiap-siap mengecap hasil pekerjaan yang belum pasti berhasil


Itik berenang di laut air, mati kehausan berarti menderita kesusahan karena tidak dapat (atau tidak mendapat kesempatan memanfaatkan kekayaan yang ada


Jangan diperlebar timba ke perigi, kalau tak putus, genting berarti jangan diulang-ulang perbuatan yang jahat, lambat laun akan mendapat bencana jua


Jangan diperlelarkan timba perigi, kalau tak putus genting berarti kejahatan itu jika diulang-ulang akhirnya mencelakakan juga


Jauh bau bunga, dekat bau tahi berarti sanak saudara yang apabila jauh selalu terkenang, apabila dekat selalu bertengkar


Jauh berjalan banyak dilihat, lama hidup banyak dirasa berarti sudah berpengalaman banyak


Jauh berjalan banyak dilihat berarti kalau bepergian ke mana-mana akan memperoleh banyak pengalaman


Jauh dapat ditunjuk, dekat dapat ditunjal berarti apa yang dikatakan dapat dibuktikan kebenarannya


Jauh di mata di hati jangan berarti biarpun tempat berjauhan, jangan lupa-melupakan


Jauh di mata, dekat di hati berarti bertempat tinggal tidak berdekatan, tetapi jiwa (hati) selalu merasa dekat


Jauh panggang dari api berarti tidak kena. Jauh panggang dari api juga berarti tidak benar (tentang jawaban, sindiran). Jauh panggang dari api juga berarti banyak bedanya


Jauh panggang dari api berarti tindakan yang tidak sesuai dengan maksudnya. Jauh panggang dari api juga berarti tawaran yang jauh di bawah harga

Jika benih yang baik jatuh ke laut, menjadi pulau berarti orang yang berketurunan baik, ke mana pun perginya akan bersifat baik juga


Jika pisau tiada berbaja, makin dikikir bertambah tumpul berarti anak yang dungu, makin diajar makin bodoh


Jikalau di hulu airnya keruh, tak dapat tidak di hilirnya keruh juga berarti jika seseorang jahat asalnya, jahat juga kelakuannya


Jikalau tidak berada-ada ada berada, ada mengada, masakan tempua bersarang rendah berarti jika tidak ada sebab-sebabnya (sesuatu yang tersembunyi), tentu tidak akan terjadi yang luar biasa


Kalau bangkai galikan kuburnya, kalau hidup sediakan buaiannya berarti lebih baik menunggu dengan tenang apa yang akan terjadi, lalu mempertimbangkan langkah apa yang akan diambil


Kalau di bawah melompat, lalu di atas menyusup berarti menyesuaikan diri dengan adat kebiasaan penduduk tempat tinggalnya


Kalau getah meleleh, kalau daun melayang berarti dalam keadaan sulit hanya sanak saudara kitalah yang selalu dekat pada kita, sedangkan orang lain akan menjauh


Kalau guru makan berdiri, maka murid makan berlari berarti kelakuan murid mencontoh kelakuan guru, biasanya dalam hal yang tidak baik


Kalau kena tampar, biar dengan tangan yang pakai cincin, kalau kena tendang, biar dengan kaki yang pakai kasut berarti jika diberi malu oleh perempuan, lebih baik oleh perempuan baik-baik daripada oleh perempuan jalang


Kalau kubuka tempayan budu, baharu tahu berarti kalau kubuka rahasiamu, tentu engkau akan malu


Kalau laba bercikun-cikun, buruk diberi tahu orang berarti apabila beroleh kesenangan diam saja, tetapi apabila menderita kesusahan berkeluh kesah atau minta tolong kepada orang lain


Kalau menampi jangan tumpah padinya berarti mengerjakan sesuatu dengan sebaik-baiknya


Kalau pandai menggulai badar pun menjadi tenggiri berarti orang yang pandai, meskipun kurang alat syaratnya, dapat juga mengerjakan sesuatu dengan baik


Kalau pandai menggulai, badar jadi tenggiri berarti kalau pandai mengatur (menyusun dan sebagainya), barang yang kurang baik pun akan menjadi baik juga. Kalau pandai menggulai, badar jadi tenggiri juga berarti ikan sia. Kalau pandai menggulai, badar jadi tenggiri juga berarti ikan sia-sia


Kalau pandai meniti buih, selamat badan sampai ke seberang berarti jika dapat mengatasi kesukaran tentu maksud dapat dicapai


Kalau sorok lebih dahulu daripada tokok, tidak mati babi berarti kalau lagak atau bual yang didahulukan, maksud tidak akan tercapai


Kalau tak ada angin, takkan pokok bergoyang berarti jika tak ada sebab, tidak akan sesuatu terjadi


Kalau tak ada api, masakan ada asap berarti barang sesuatu yang terjadi, pasti ada sebabnya


Kalau takut dilimbur pasang, jangan berumah di tepi pantai berarti kalau takut akan akibatnya, jangan melakukan pekerjaan itu


Ke mana tumpah hujan dari bubungan, kalau tidak ke cucuran atap berarti anak akan menurut sifat atau teladan orang tuanya


Kecil-kecil anak kalau sudah besar onak berarti anak itu selagi kecil menyenangkan hati, tetapi kalau sudah besar menyusahkan hati (karena kelakuannya dan sebagainya)


Kelam disigi lekung ditinjau berarti segala hal yang kurang terang harus diselidiki baik-baik


Kerbau menanduk anak berarti hanya pura-pura saja. Kerbau menanduk anak juga berarti tidak dengan sungguh-sungguh


Kerbau punya susu, sapi punya nama berarti seseorang yang berbuat kebaikan atau bersusah payah, tetapi orang lain yang mendapat pujian


Kerbau runcing tanduk berarti orang yang telah terkenal kejahatannya


Kerbau seratus dapat digembalakan, manusia seorang tiada terkawal berarti menjaga seorang perempuan lebih sukar daripada menjaga binatang yang banyak


Kesat daun pimping berarti dikatakan kepada orang yang tidak selamanya lemah saja (kalau perlu dapat bertindak keras juga)


Kesturi mati karena baunya berarti mendapat kecelakaan karena perbuatannya sendiri


Ketika gagak putih, bangau hitam berarti zaman dahulu sekali


Kilat di dalam kilau berarti ada maksud tertentu yang terselubung dalam perkataan (gerak-gerik dan sebagainya)


Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak berarti kesalahan (kekurangan) orang lain walaupun kecil sekali akan kelihatan, tetapi kesalahan (kekurangan) sendiri (meskipun besar) tidak kelihatan


Lagi lauk lagi nasi berarti makin kaya, makin banyak kenalan (sahabat)


Laksana bunga dadap, sungguh merah berbau tidak berarti orang yang rupanya elok, tetapi tidak berbudi bahasa


Laksana manau, seribu kali embat haram tak patah berarti menunjukkan sesuatu yang teguh dan kuat


Laksana mengaprit di tengah laut, dipukul ombak jatuh ke tepi berarti orang yang belum mantap kedudukannya atau belum bernasib baik dalam mengadu untung


Laut budi tepian akal berarti seseorang yang banyak ilmu dan bijaksana


Laut ditembak, darat kena berarti lain yang diperoleh dari yang diharapkan


Laut ditimba akan kering berarti betapa pun banyaknya harta, jika selalu dibelanjakan, akhirnya akan habis juga


Laut madu berpantaikan sakar gula berarti perkataan yang manis keluar dari mulut orang yang baik rupanya


Laut mana yang tak berombak, bumi mana yang tak ditimpa hujan berarti bagaimanapun manusia tidak akan luput dari kekhilafan (kesalahan)


Lepas dari mulut harimau jatuh ke mulut buaya berarti lepas dari bahaya yang besar, lalu jatuh ke dalam bahaya yang lebih besar lagi


Limau masak sebelah, perahu karam sekerat berarti aturan (hukum dan sebagainya) yang tidak adil, membeda-bedakan golongan, kedudukan, dan sebagainya, tidak sama rata


Lubuk akal lautan tepian ilmu budi berarti sangat luas dan banyak pengetahuannya


Maksud bagai maksud manau berarti menghendaki sesuatu yang tidak mungkin tercapai


Malang tak berbau berarti kecelakaan tidak dapat diketahui sebelumnya


Malu kalau anak harimau menjadi anak kucing kambing berarti tidak sepatutnya kalau anak orang baik-baik atau pandai menjadi jahat atau bodoh


Mana busuk yang tidak berbau berarti kejahatan (kesalahan) akhirnya akan ketahuan juga


Manis mulutnya bercakap seperti sautan manisan, di dalam bagai empedu berarti mulut manis (perkataan yang manis-manis) biasanya berisi tipu semu di dalamnya


Manusia mati meninggalkan nama harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading berarti orang terkenal walaupun sudah meninggal, ia masih tetap dikenang


Masih berbau pupuk jeringau berarti masih muda sekali (belum berpengalaman)


Masuk kandang kambing mengembik, masuk kandang kerbau menguak berarti menyesuaikan diri dengan tempat dan keadaan


Masuk sarang harimau berarti terperangkap ke dalam suatu bahaya besar


Mati ayam, mati tungaunya berarti jika tuannya celaka, anak buahnya ikut merasakan celaka juga


Mati enau tinggal di rimba berarti orang kecil jika sudah mati namanya tidak akan disebut-sebut lagi


Mati gajah tidak dapat belalainya, mati harimau tidak dapat belangnya berarti tahu melakukan perbuatan jahat dan tahu pula menyembunyikan dan menghilangkannya


Mati kuau karena bunyinya berarti mendapat kecelakaan karena kata-katanya sendiri


Memagar diri bagai aur berarti hanya memikirkan diri sendiri


Membeli kerbau bertuntun berarti membeli sesuatu tanpa dilihat dahulu. Membeli kerbau bertuntun juga berarti kawin dengan gadis yang belum dikenal


Membeli kerbau di padang berarti membeli sesuatu dengan tidak melihat barang yang akan dibelinya


Memberi lauk kependekand orang membantai berarti memberi pertolongan kepada orang yang tidak perlu ditolong (orang kaya dan sebagainya)


Membuang garam ke laut berarti melakukan suatu pekerjaan yang tidak ada gunanya (seperti memberi sesuatu kepada orang kaya)


Membuang garam ke laut berarti pekerjaan yang sia-sia belaka

Membungkus tulang dengan daun talas berarti menyembunyikan rahasia dengan tidak berhati-hati


Menambak gunung menggarami laut berarti memberi pertolongan kepada orang yang sekali-kali tidak memerlukannya


Menambak gunung, menggarami air laut berarti memberi bantuan kepada orang yang sama sekali tidak perlu dibantu


Menambak ke laut berarti pekerjaan sia-sia


Menangis daun bangun-bangun hendak sama dengan hilir air berarti perbuatan yang sia-sia hendak menyamai orang lain yang melebihi dirinya


Mencencang lauk tengah helat berarti membukakan rahasia sendiri di hadapan orang banyak


Menengadah ke langit hijau berarti tidak ada harapan akan mendapat pertolongan


Mengaut laba dengan siku berarti selalu hendak mencari untung sebanyak-banyaknya


Mengepit daun kunyit berarti memuji-muji diri sendiri


Mengepit kepala harimau berarti menakut-nakuti orang lain


Menggaut laba dengan siku berarti selalu hendak mencari untung banyak, tidak peduli apakah orang lain akan menderita karena perbuatannya itu


Menghambat kerbau berlabuh berarti mencegah sesuatu yang akan mendatangkan keuntungan atau kesenangan kepada orang


Menjangkau sehabis tangan berarti berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapai maksud


Menjilat keluan bagai kerbau berarti sangat kecewa karena tak sampai maksudnya


Menunggu laut kering berarti pekerjaan yang sia-sia


Menyauk kering-kering, membeli habis-habis berarti jika menyelidiki (menuntut ilmu dan sebagainya), hendaknya sedalam-dalamnya


Merantau di sudut dapur, merantau ke ujung bendul berarti pergi mencari penghidupan ke tempat yang tidak berapa jauh


Mulut bau madu, pantat bawa sengat berarti mulut manis, tetapi hati busuk


Mulut kamu, harimau kamu berarti keselamatan dan harga diri kita bergantung pada perkataan kita sendiri


Musim kemarau menghilirkan baluk berarti melakukan usaha yang tidak sesuai dengan musimnya (waktunya)


Obat jauh penyakit hampir berarti dalam kesusahan sukar mendapatkan pertolongan. Obat jauh penyakit hampir juga berarti berada dalam kesukaran


Orang haus diberi air, orang lapar diberi nasi berarti mendapat apa yang sangat diinginkan


Padang perahu di lautan, padang hati dipikirkan berarti demikian luas pikiran manusia, berapa banyak pikiran masuk di dalamnya tidak akan penuh


Padi dikebat dengan daunnya berarti mengusahakan sesuatu dengan modal sendiri


Padi sekepuk hampa, emas seperti loyang, kerbau sekandang jalang berarti seseorang yang tampak kaya, tetapi sebenarnya miskin


Pandang jauh dilayangkan, pandang dekat ditukikkan berarti memeriksa dengan teliti


Pendekar elak jauh berarti orang yang sangat hati-hati dan senantiasa bersiap mengelakkan bahaya yang mengancam


Pipinya sebagai pauh dilayang berarti pipinya amat elok


Pulau sudah lenyap, daratan sudah tenggelam berarti sudah tidak ada harapan lagi (gagal sama sekali)


Rebung tidak jauh dari rumpun berarti tabiat anak tidak jauh berbeda dari tabiat orang tuanya


Redup atau panas keras berarti hidup atau mati. Redup atau panas keras juga berarti untung-untungan


Rupa harimau, hati tikus berarti kelihatannya gagah berani, tetapi sebenarnya penakut


Sauk menyauk air mandikan diri berarti hidup dengan usahanya sendiri


Sayap singkat, terbang hendak jauh berarti hendak berbuat sesuatu yang melebihi kemampuan


Sebagai aur dengan tebing berarti sangat karib (tentang persahabatan). Sebagai aur dengan tebing juga berarti sangat berkasih-kasihan (tentang suami istri)


Sebuah lesung ada seekor ayam jantannya atau pemimpinnya berarti tiap-tiap kaum ada seorang penghulunya atau seorang cerdik pandainya yang akan melindungi kaum itu dari kejahatan orang lain


Sedangkan bah kapal tak hanyut, ini pula kemarau panjang berarti sedangkan waktu berpencaharian tidak tercapai maksudnya, apalagi waktu menganggur


Seekor kerbau berkubang, sekandang kena luluknya berarti seorang berbuat salah, semua terbawa-bawa (terkena akibatnya)


Seekor kerbau berlumpur semuanya berlabur berarti seorang berbuat jahat, seluruh keluarganya beroleh nama yang buruk


Segan bergalah hanyut serantau berarti jika tidak mau berusaha, (kita) akan mendapat bencana


Segenggam digunungkan, setitik dilautkan berarti sangat dihargai


Seiring bertukar jalan sekandang tidak sebau, seia bertukar sebut berarti berlainan pendapat (caranya) meskipun maksudnya sama


Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui berarti sekali melakukan suatu pekerjaan, beberapa maksud tercapai


Sekepal menjadi gunung, setitik menjadi laut berarti dari sedikit menjadi banyak. Sekepal menjadi gunung, setitik menjadi laut juga berarti perkara yang kecil dibesar-besarkan


Sepandai-pandai membungkus yang busuk berbau juga berarti perbuatan yang salah, meskipun dirahasiakan, lama-lama akan ketahuan juga


Setinggi-tinggi bangau terbang, surutnya ke kubangan berarti sejauh-jauh orang merantau, akhirnya kembali ke tempat asalnya (kampung halamannya) juga


Singkap daun ambil isi buah berarti (berkata) dengan terus terang


Seperti ayam pulang ke pautan berarti sudah pada tempatnya


Seperti baung dipukul berarti menjerit-jerit


Seperti embun di atas daun berarti selalu berubah (tentang niat, maksud)


Seperti harimau menyembunyikan kuku berarti (ungkapan untuk) orang yang menyembunyikan kepandaiannya dan sebagainya


Seperti ikan baung dekat pemandian berarti amat rakus (segala sesuatu yang ada dimakan)


Seperti katak ditimpa kemarau berarti berkeluh kesah tidak keruan (hiruk-pikuk dan sebagainya). Seperti katak ditimpa kemarau juga berarti sangat gaduh


Seperti kerbau dicocok hidung berarti menurut saja


Seperti kodok ditimpa kemarau berarti berkeluh kesah tidak keruan


Seperti lepat dengan daun berarti tidak dapat berpisah antara satu dan yang lain


Seperti limau masak seulas berarti (orang) yang menonjol di antara saudara-saudaranya (lebih pandai, kaya, dan sebagainya)


Seperti mengilang manau berarti perbuatan yang sukar dilaksanakan. Seperti mengilang manau juga berarti sukar sekali


Sumbing melukai, retak melampaui tara garis berarti kesalahan besar


Sungguhpun kawat yang dibentuk, ikan di laut yang diadang berarti sungguhpun tampaknya tidak ada suatu maksud, tetapi ada juga yang dituju


Tak ber pucuk di atas enau berarti sangat angkuh (selalu memandang rendah kepada orang lain)


Tak ada laut yang tak berombak berarti setiap pekerjaan (usaha) selalu ada risiko dan kesukarannya


Tak jauh rebung dari rumpunnya berarti tabiat anak tidak akan berbeda jauh dengan orang tuanya


Tak sungguh seluang melaut, akhirnya balik ke tepi juga berarti tidak betah tinggal di perantauan. Tak sungguh seluang melaut, akhirnya balik ke tepi juga juga berarti orang yang meninggalkan kaumnya (keluarganya), tetapi akhirnya kembali juga


Telah dapat gading bertuah, terbuang tanduk kerbau mati berarti karena mendapat yang lebih baik, yang lama atau yang kurang baik dibuang


Teluknya dalam, rantaunya sakti berarti tidak mudah dikalahkan


Tercincang puar bergerak andilau berarti jika seseorang dihina, tentu keluarga atau kaumnya akan turut tersinggung juga


Terlampau dikadang mentah berarti karena terlampau diperbagus, sebaliknya malahan menjadi buruk


Terlampau panggang angus berarti kalau terlampau meninggi-ninggikan diri, akhirnya akan jatuh juga


Tertambat hati terpaut sayang berarti sangat cinta


Tiba di rusuk menjeriau berarti sudah pada tempatnya. Tiba di rusuk menjeriau juga berarti sudah kena benar (tentang jawaban dan sebagainya)


Tidak berluluk mengambil cekarau berarti mendapat untung tidak dengan bersusah payah


Tidak kelih mau tengok berarti ingin mendapat sesuatu, tetapi segan berusaha


Wau melawan angin berarti perbuatan yang sia-sia


Demikian arti, makna, pengertian dan definisi dari istilah au ah gelap menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan juga rangkuman dari berbagai sumber lainnya.

Semoga dapat bermanfaat. Anda dapat memberikan kritik dan saran melalui halaman Hubungi Kami.

Terima kasih