Arti Istilah I'll Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Dirangkum pada hari Ahad 15 September 2019 oleh Staf


I'll masuk ke dalam bahasa inggris atau english yaitu bahasa Jermanik yang pertama kali dituturkan di Inggris pada Abad Pertengahan Awal dan saat ini merupakan bahasa yang paling umum digunakan di seluruh dunia. Bahasa Inggris adalah bahasa ibu ketiga yang paling banyak dituturkan di seluruh dunia, setelah bahasa Mandarin dan bahasa Spanyol. Bahasa Inggris juga digunakan sebagai bahasa kedua dan bahasa resmi oleh Uni Eropa, Negara Persemakmuran, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta beragam organisasi lainnya.

Arti i-ll

I'll berarti 1 I shall 2 I will saya akan.

Peribahasa dengan kata i

Air susu dibalas dengan air tuba berarti kebaikan dibalas dengan kejahatan


Bagai duri dalam daging berarti sesuatu yang selalu menyakitkan hati atau mengganggu pikiran


Merentan hati berarti lekas marah (sakit hati, patah hati)


Sebagai durian pangsa menunjukkan bangsa sebagai durian menunjukkan pangsanya berarti kelakuan (perkataan dan sebagainya) seseorang menunjukkan tinggi rendahnya budi pekerti (asal dan sebagainya)


Seperti abu di atas tanggul berarti tidak tetap kedudukannya (sewaktu-waktu dapat dipecat dan sebagainya)


Seperti anjing terpanggang ekor berarti mendapat kesusahan yang amat sangat sehingga tidak keruan tingkah lakunya


Seperti disalak anjing bertuah berarti tidak dapat bertangguh lagi


Ada angin ada pohonnya hujan berpohon, panas berasal berarti segala hal ada asal mulanya (sebab-sebabnya)


Ada bangkai ada hering berarti jika ada perempuan lacur, banyak laki-laki yang datang


Ada beras, taruh dalam padi berarti rahasia hendaklah disimpan baik-baik


Ada biduk serempu pula berarti tidak puas dengan apa yang ada


Ada hari ada nasi berarti asal masih hidup, selalu akan beroleh rezeki


Ada hujan ada panas, ada hari boleh balas berarti selalu ada kesempatan untuk membalas dendam


Ada nyawa umur ada rezeki berarti selama masih hidup kita tentu masih sanggup berusaha


Ada nyawa, ada ikan berarti masih hidup, tetapi sudah hampir mati (dalam keadaan hampir mati)


Ada padi segala menjadi berarti orang kaya dapat mencapai apa yang diinginkannya


Ada rotan ada duri berarti dalam kesenangan tentu ada kesusahannya


Ada ubi ada talas, ada budi ada balas berarti kejahatan dibalas dengan kejahatan, kebaikan dibalas dengan kebaikan. Ada ubi ada talas, ada budi ada balas juga berarti barang siapa yang berbuat sesuatu tentu akan mendapat balasan yang setimpal


Ada udang berudang di balik batu berarti ada suatu maksud yang tersembunyi


Adagium berarti pepatah. Adagium juga berarti peribahasa
Contoh: Sebuah adagium latin menyatakan “ubi societas, ibi justicia”, artinya di mana ada masyarakat dan kehidupan di sana ada hukum (keadilan)


Adakah buaya menolak bangkai berarti orang jahat akan berbuat jahat kalau ada kesempatan


Adapun manikam itu jika dijatuhkan ke dalam limbahan sekalipun, niscaya tidak hilang cahayanya berarti orang yang asalnya baik jika ia miskin ataupun menjadi suruhan orang, tabiatnya, kelakuannya, dan budi bahasanya tetap baik


Adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah berarti pekerjaan (perbuatan) hendaklah selalu mengingat aturan adat dan agama (jangan bertentangan satu dengan yang lain)


Adat diisi janji dilabuh berarti adat harus dijalankan, persetujuan harus ditepati


Adat diisi, lembaga dituang berarti melakukan sesuatu menurut adat kebiasaan


Adat hidup tolong-menolong, syariat palu-memalu berarti dalam kehidupan sehari-hari harus saling menolong, dalam agama saling membantu


Adat pasang berturun naik berarti keadaan yang selalu berubah-ubah, terutama tentang kekayaan atau kedudukan seseorang


Adat periuk berkerak, adat lesung berdedak berarti jika seseorang ingin beroleh keuntungan dalam suatu pekerjaan, hendaklah ia dapat menanggung kesusahan


Adat teluk timbunan kapal berarti biasanya orang yang berpengaruh (berkuasa dan sebagainya) menjadi tempat orang meminta pertolongan (untuk menyelesaikan perkara dan sebagainya)


Aforisme berarti pernyataan yang padat dan ringkas tentang sikap hidup atau kebenaran umum (seperti peribahasa


Agih-agih kungkang berarti terlampau murah hati sehingga menderita kesusahan


Air beriak tanda tak dalam berarti orang yang banyak cakap (sombong dan sebagainya), biasanya kurang ilmunya


Air beriak tanda tak dalam berarti orang yang sombong, besar cakap, biasanya tidak berisi

Air besar batu bersibak berarti persaudaraan (keluarga) menjadi cerai-berai apabila terjadi perselisihan


Air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga berarti biasanya sifat anak menurut teladan orang tuanya


Air di daun keladi daun keladi dimandikan berarti sukar diajar atau dinasihati


Air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam berarti tidak enak makan dan minum (karena terlalu sedih dan sebagainya)


Air jernih ikannya jinak berarti negeri yang serba teratur dengan penduduknya yang serba baik, baik pula budi bahasanya


Air lalu berkubak tohor berarti uang yang diterimanya lekas habis untuk membayar utang dan sebagainya


Air tenang biasa menghanyutkan berarti orang yang pendiam biasanya banyak pengetahuannya


Air tenang menghanyutkan berarti orang yang pendiam, tetapi banyak pengetahuannya


Akal tak sekali tiba berarti tidak ada suatu usaha yang sekali terus jadi dan sempurna


Akik disangka batu berarti merasa terhina karena salah sangka


Alah kalah membeli, menang memakai berarti biarpun harganya mahal, tetapi dapat dipakai lama karena mutunya baik


Alah bisa karena oleh biasa berarti segala kesukaran dan sebagainya tidak akan terasa lagi setelah biasa


Alah bisa karena oleh biasa berarti teori dialahkan oleh praktik

Alah bisa karena biasa berarti kalah kepandaian oleh latihan. Alah bisa karena biasa juga berarti sesuatu yang sukar, kalau sudah biasa dikerjakan, tidak terasa sukar lagi


Alah bisa oleh karena biasa berarti sesuatu yang sukar, kalau sudah biasa dikerjakan, tidak terasa sukar lagi. Alah bisa oleh karena biasa juga berarti kalah kepandaian oleh latihan


Alah bisa tegal biasa berarti sesuatu menjadi biasa, dan tidak terasa sukar lagi. Alah bisa tegal biasa juga berarti pengalaman praktik lebih baik daripada teori


Alah di rumpun betung berarti kekalahan yang tidak memuaskan pihak yang kalah


Alah limau oleh benalu berarti orang yang merugikan atau menguasai orang atau tempatnya menumpang


Alah main, menang sarak berarti biarpun kalah main asal kehormatan diri terpelihara


Alah membeli menang memakai berarti barang yang baik memang mahal harganya, tetapi dapat lama dipakai


Alang-alang berdawat biarlah hitam berarti jika mengerjakan sesuatu janganlah tanggung-tanggung


Ampang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit berarti sudah tidak dapat didamaikan lagi (tentang perselisihan). Ampang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit juga berarti tidak mau berbalik. Ampang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit juga berarti tidak dapat ditawar lagi (tentang aturan)


Amra disangka kedondong berarti sesuatu yang baik disangka buruk


Anak ayam kehilangan induk berarti ribut dan bercerai-berai karena kehilangan tumpuan


Anak badak dihambat-hambat berarti dengan sengaja mencari bahaya


Anak baik, menantu molek berarti sangat berbahagia


Anak dipangku dilepaskan, beruk dalam rimba disusukan disusui berarti selalu membereskan (memikirkan) urusan orang lain, sedangkan urusan sendiri diabaikan


Anak sendiri disayangi, anak tiri dibengkengi berarti bagaimanapun adilnya seseorang, kepentingan sendiri juga yang diutamakan


Angan-angan menerawang langit berarti mencita-citakan segala sesuatu yang tinggi-tinggi


Angan-angan mengikat tubuh berarti bersusah hati karena memikirkan yang bukan-bukan


Angguk bukan, geleng ia berarti lain di mulut lain di hati


Angin berputar bersiru ombak bersabung berarti perkara yang sulit


Angin berputar ombak bersabung berarti sangat sulit (tentang perkara)


Angin tak dapat ditangkap, asap tak dapat digenggam berarti rahasia tidak selamanya dapat disembunyikan, akhirnya akan terbuka juga


Angkuh terbawa, tampan tinggal berarti baik rupanya, tetapi tidak baik sikapnya (olok-olok kepada orang yang pesolek)


Anjing ditepuk menjungkit ekor berarti orang hina (bodoh, miskin, dan sebagainya) kalau mendapat kebesaran menjadi sombong


Anjing menyalak di ekor pantat gajah berarti orang hina (lemah, kecil) hendak melawan orang berkuasa


Antan patah lesung hilang berarti tertimpa berbagai musibah (kecelakaan, kesusahan)


Antan patah, lesung hilang berarti kemalangan yang bertimbun-timbun

Apa gunanya kemenyan sebesar tungku kalau tidak dibakar berarti tidak ada gunanya ilmu pengetahuan yang disimpan saja kalau tidak diajarkan kepada orang lain atau tidak dipraktikkan (tidak dimanfaatkan)


Api makan sekam dedak berarti perbuatan jahat (dendam dan sebagainya) yang tidak tampak


Api padam puntung berasap berarti perkara yang sudah putus, tetapi timbul lagi


Api padam puntung hanyut berarti sudah habis (tamat) benar-benar


Arang habis besi binasa berarti pekerjaan yang telah banyak menghabiskan tenaga dan biaya, tetapi hasilnya tidak ada


Arang itu jikalau dibasuh dengan air mawar sekalipun, tiada akan putih berarti tabiat orang yang dasarnya sudah buruk, tidak akan dapat diperbaiki lagi


Asal ada kecil pun pada berarti kalau tidak mendapat banyak, sedikit pun cukup


Asal ada sama di hati, gajah terantai boleh dilepaskan berarti kalau sudah ada persetujuan, apa pun halangannya dapat diatasi


Asal ayam pulang ke lumbung, asal itik pulang ke pelimbahan berarti tabiat orang tidak akan berubah


Asal berinsang, ikanlah berarti tidak pilih-pilih (pekerjaan, makanan, perempuan, dan sebagainya)


Asal menugal adalah benih berarti setiap perbuatan tentu akan ada hasilnya (ada yang memperhatikan)


Asam di darat, ikan di laut garam di laut asam di gunung bertemu dalam belanga berarti laki-laki dan perempuan kalau jodoh bertemu juga akhirnya


Asing lubuk, asing ikannya berarti lain daerah, lain adatnya


Asing maksud, asing sampai berarti tidak sesuai dengan yang diharapkan


Atap rumbia ijuk perabung upih berarti barang yang baik bercampur dengan barang yang buruk


Aur ditanam, betung tumbuh berarti mendapat untung (laba) banyak


Aur ditarik sungsang berarti banyak sangkut-pautnya sehingga sukar dilaksanakan


Awak tikus hendak menampar kepala kucing berarti menghendaki sesuatu yang tidak mungkin diperoleh atau terjadi


Awak yang payah membelah ruyung, orang lain yang beroleh sagunya berarti kita yang berusaha dan bersusah payah, tetapi orang lain yang mendapat faedahnya


Ayam bertelur di padi berarti hidup senang dan mewah


Ayam ditambat disambar elang berarti malang sekali. Ayam ditambat disambar elang juga berarti bernasib buruk


Ayam hitam terbang malam berarti sukar ketahuan (tentang perkara dan sebagainya)


Ayam itik raja pada tempatnya berarti setiap orang berkuasa di tempatnya atau di lingkungannya


Ayam putih terbang siang berarti mudah ketahuan (tentang perkara dan sebagainya)


Babi merasa gulai berarti menyama-nyamai orang besar (kaya)


Bagai guna alu sesudah menumbuk dicampakkan berarti dihargai sewaktu diperlukan, setelah tidak berguna lagi dibuang


Bagai air di daun talas berarti selalu berubah-ubah (tidak tetap pendirian)


Bagai alu pencungkil duri berarti melakukan sesuatu yang tidak mungkin berhasil


Bagai anak sepat ketohoran berarti berbaring bermalas-malasan


Bagai anjing beranak enam berarti kurus sekali


Bagai anjing melintang denai berarti sangat gembira (sombong)


Bagai ayam dibawa kelampok berarti keheranan melihat sesuatu


Bagai balam dengan ketitir berarti perihal dua orang yang selalu bertengkar, masing-masing membanggakan dirinya


Bagai batu jatuh ke lubuk berarti hilang lenyap (orang yang meninggalkan tempat)


Bagai beliung dengan asahan berarti sangat karib (tidak pernah bercerai)


Bagai belut digetil ekor berarti lancar (cepat sekali)


Bagai belut diregang berarti seseorang yang tinggi kurus


Bagai belut kena ranjau getah berarti seseorang yang licik dan cerdik dapat juga tertangkap atau tertipu


Bagai bertanak di kuali berarti bermurah hati kepada orang lain sehingga mendatangkan kesusahan kepada diri sendiri


Bagai beruk kena ipuh berarti menggeliat-geliat karena kesakitan dan sebagainya


Bagai berumah di tepi tebing berarti selalu tidak aman hatinya


Bagai budak-budak makan pisang berarti tidak mudah ditipu dan sebagainya


Bagai bulan dengan matahari berarti sebanding. Bagai bulan dengan matahari juga berarti sesuai


Bagai bulan kesiangan berarti pucat dan lesu


Bagai bunyi cempedak jatuh berarti bunyi seperti barang berat jatuh


Bagai bunyi siamang kenyang berarti banyak bicara karena mendapat kesenangan


Bagai dawat dengan kertas berarti tidak pernah bercerai. Bagai dawat dengan kertas juga berarti tidak dapat dipisahkan


Bagai dekan di bawah pangkal buluh berarti seseorang yang pandai menyimpan rahasia


Bagai denai gajah lalu berarti hal yang tidak mungkin dapat disembunyikan


Bagai dientak alu luncung berarti dialahkan oleh orang lemah (bodoh)


Bagai dulang dengan tudung saji berarti sangat serasi


Bagai empedu lekat di hati berarti sangat karib, tidak terceraikan (tentang persahabatan, orang yang berkasih-kasihan, dan sebagainya)


Bagai gadis jolong bersubang berarti sombong atau sangat riang (karena baru saja menjadi kaya, berpangkat tinggi, dan sebagainya)


Bagai galah di tengah arus berarti menggigil keras


Bagai galah di tengah arus berarti selalu berkeluh kesah (gelisah dan sebagainya)

Bagai galah dijual berarti sudah habis hartanya (untuk berjudi dan sebagainya)


Bagai garam jatuh ke air berarti nasihat dan sebagainya yang mudah diterima


Bagai geluk tinggal di air berarti orang yang hanya menunggu bantuan orang lain


Bagai getah dibawa ke semak berarti makin kusut (tentang perkara)


Bagai ikan dalam keroncong berarti tidak tertolong lagi. Bagai ikan dalam keroncong juga berarti tidak ada harapan lagi untuk meloloskan diri


Bagai ikan kena tuba berarti banyak orang sakit atau mati dalam sebuah kampung (negeri)


Bagai ilak bercerai dengan benang berarti bercerai untuk selama-lamanya (tidak akan bertemu lagi)


Bagai inai dengan kuku berarti tidak pernah bercerai


Bagai itik pulang petang berarti sangat lambat (jalannya)


Bagai jampuk kesiangan hari berarti kebingungan atau termenung karena kehilangan akal


Bagai jawi ditarik keluan berarti menurut saja (karena tidak dapat melawan)


Bagai jawi terkurung berarti sangat gelisah atau kurang senang karena terpingit atau terikat oleh adat


Bagai kacang direbus satu berarti melonjak-lonjak kegirangan


Bagai kambing dibawa ke air berarti enggan sekali mengerjakan suatu pekerjaan


Bagai kambing harga dua kupang berarti berkelakuan yang kurang senonoh


Bagai kambing harga dua kupang berarti kekanak-kanakan

Bagai kapal tidak bertiang berarti perihal negeri atau perkumpulan (perhimpunan) yang tidak mempunyai pemimpin


Bagai kapas dibusur berarti putih bersih


Bagai keluan bebar petang berarti ramai-ramai berkerumun


Bagai kena santung pelalai berarti gadis yang lupa (tidak ingat) akan bersuami (karena diguna-gunai orang)


Bagai kerakap tumbuh di di atas batu, hidup enggan mati tak mau berarti hidup dalam kesukaran (kemelaratan) terus-menerus


Bagai kinantan hilang taji berarti seseorang yang telah kehilangan penghargaan


Bagai kucing dibawakan lidi berarti sangat ketakutan


Bagai kucing lepas senja berarti sukar dicari


Bagai kuku dengan daging berarti tidak terceraikan. Bagai kuku dengan daging juga berarti tidak pernah bercerai


Bagai kuku dengan isi berarti sukar diceraikan. Bagai kuku dengan isi juga berarti tidak pernah bercerai


Bagai langau di ekor gajah berarti selalu tunduk kepada kemauan orang besar atau orang pandai


Bagai manik putus talinya pengarang berarti perihal air mata yang bercucuran


Bagai melihat asam berarti ingin sekali


Bagai melulusi baju sempit bagai terbuang ke sisiran berarti seseorang yang merasa senang karena terlepas dari kesusahan


Bagai membakar tunam basah berarti hal mengajar anak yang bodoh, sukar dimengerti (diterima) pelajaran itu olehnya


Bagai menakik darah mati dari alu bagai menakik darah mati dari batu berarti bekerja keras tetapi sedikit hasilnya


Bagai mendapat durian runtuh berarti mendapat keuntungan yang tidak tersangka-sangka atau tidak dengan bersusah payah


Bagai menentang matahari berarti melawan atau menyanggah kekuatan atau kekuasaan yang jauh lebih tinggi daripada kuasa atau kekuatan penyanggah itu tentu akan binasa


Bagai menggenggam bara, terasa hangat dilepaskan berarti melakukan suatu pekerjaan setelah mendapatkan kesukaran, pekerjaan itu ditinggalkan


Bagai menghela rambut dalam tepung berarti pekerjaan yang sulit atau pekerjaan yang harus dikerjakan dengan hati-hati sekali


Bagai menghela tali jala berarti sangat berhati-hati


Bagai menyandang galas tiga berarti pekerjaan yang ringan, tetapi sukar melakukannya


Bagai menyesah kain dapat berarti memakai sesuatu barang (pinjaman) dengan sekehendak hati saja


Bagai menyukat belut berarti pekerjaan yang sia-sia


Bagai orang kena miang berarti gelisah sekali karena mendapat malu


Bagai pahat, tidak ditukul tidak makan berarti orang yang hanya mau bekerja apabila diperintah


Bagai pelita kehabisan minyak berarti tidak berseri-seri lagi


Bagai perian pecah berarti suara yang sember (tidak merdu)


Bagai pimping di lereng berarti orang yang tidak berpendirian tetap


Bagai pinang belah dua berarti sama besar, serupa benar


Bagai pintu tak berpasak, bagai perahu tak berkemudi berarti sesuatu yang membahayakan


Bagai pucuk enau dilancarkan diluncurkan berarti sangat lancar. Bagai pucuk enau dilancarkan diluncurkan juga berarti cepat sekali


Bagai pucuk pisang didiang berarti lemah sekali. Bagai pucuk pisang didiang juga berarti tidak bertenaga


Bagai rambut dibelah tujuh seribu berarti sedikit (kecil) sekali


Bagai rupa orang terkena beragih berarti bermuka masam karena rugi dan sebagainya (dalam perdagangan)


Bagai serangkak tertimbakan berarti berjalan miring karena cacat pada tubuhnya


Bagai serdadu pulang baris berarti orang yang kelihatannya selalu bergaya, tetapi pekerjaannya berat dan berbahaya


Bagai si bisu berasian bermimpi, terasa ada terkatakan tidak berarti tidak dapat mengatakan meskipun tahu (mengerti)


Bagai si kudung beroleh cincin berarti beroleh keuntungan, tetapi tidak dapat menikmatinya


Bagai si kudung pergi berbelut berarti pekerjaan yang dilaksanakan tidak berdasarkan kemampuan akan sia-sia


Bagai si lumpuh hendak merantau berarti tidak mungkin dikerjakan


Bagai siamang kurang kayu berarti sangat bersedih hati karena menderita kekurangan


Bagai tanduk bersendi gading berarti jodoh yang tidak sepadan


Bagai tanduk diberkas berarti sangat sukar untuk disatukan (karena tidak sepaham atau sependirian)


Bagai tikus membaiki labu berarti orang yang mencoba memperbaiki sesuatu yang tidak diketahuinya, akhirnya merusaknya


Bagai unta menyerahkan diri berarti amat patuh menurut perintah. Bagai unta menyerahkan diri juga berarti mengaku salah dan bertobat. Bagai unta menyerahkan diri juga berarti menyerah dan menurut


Bagaikan rama-rama masuk api berarti musnah dengan cepat


Bagaimana bunyi gendang, begitulah tarinya berarti menurut segala perintah untuk menyesuaikan diri dengan keadaan


Bagaimana ditanam, begitulah dituai berarti seseorang akan mendapat balasan seperti yang diperbuatnya


Baik berjagung-jagung sementara padi belum masak berarti lebih baik dipakai dulu yang ada sementara yang baru belum didapatkan


Baik rupa sepemandangan, baik bunyi sependengaran berarti cocok. Baik rupa sepemandangan, baik bunyi sependengaran juga berarti seia sekata


Bajak patah banting terambau berarti menderita kecelakaan bertimpa-timpa


Bajak selalu di tanah yang lembut berarti orang yang selalu menderita adalah orang yang lemah


Baji dahan membelah dahan berarti memboroskan harta tuannya


Baju indah dari balai, tiba di rumah menyarungkan berarti hukuman sudah diputuskan dan tidak boleh dibanding lagi


Bak ilmu padi, kian berisi kian runduk berarti selalu merendahkan diri (tidak sombong)


Bak mandi di air kiambang, pelak lepas gatal pun datang berarti sesuatu yang diperoleh sekalipun berguna juga, tetapi kemudian mendatangkan yang lebih menyiksa


Bak menanti orang dahulu, bak pelalah orang kudian berarti melakukan sesuatu yang sia-sia


Bak tengguli ditukar cuka berarti suatu kejadian yang bertukar dari keadaan yang menggembirakan ke keadaan yang menyedihkan


Bala lalu dibawa singgah berarti sengaja mencari kesusahan (kecelakaan)


Banyak menelan garam hidup berarti banyak pengalaman hidup


Barang siapa menggali lubang, ia akan terperosok ke dalamnya berarti siapa yang berniat (berbuat) jahat terhadap orang lain akan mendapat kecelakaan sendiri


Barang siapa yang berketuk ialah yang bertelur berarti siapa yang merasa tersindir, dialah yang berbuat seperti yang disindirkan itu


Batu hitam tak bersanding berarti tampaknya lemah lembut, tetapi keras hatinya (sukar mengalahkannya, melawannya, dan sebagainya)


Bau busuk tidak berbangkai berarti celaan (fitnah dan sebagainya) yang tidak benar


Becermin di air keruh berarti mencontoh perbuatan yang kurang baik


Belakang parang lagi jika diasah niscaya tajam berarti sebodoh bodohnya orang, jika berusaha dan belajar akan menjadi pandai


Belalang dapat menuai berarti dapat keuntungan tanpa disengaja


Belalang hendak menjadi elang berarti orang bodoh (hina) berlaku seperti orang pandai (terhormat)


Belanak bermain di atas karang berarti ombak besar (sehingga ikan belanak yang biasanya senang diam dalam pasir laut, naik ke permukaan laut)


Belukar sudah menjadi rimba berarti kesalahan yang tidak dapat diperbaiki lagi


Belum sudah diasapi kemenyan berarti belum (sudah) kawin


Belum beranak sudah ditimang, belum duduk sudah berlunjur berarti terlampau cepat gembira sebelum maksud tercapai


Belum beranak sudah ditimang berarti bersenang-senang sebelum maksudnya tercapai


Belum bergigi hendak mengunyah menggigit berarti hendak melakukan sesuatu, tetapi belum ada sarananya


Belum bertaji hendak berkokok berarti belum berilmu (kaya, kuasa, dan sebagainya) sudah hendak menyombongkan diri


Belum diajun sudah tertarung berarti baru hendak melakukan sesuatu sudah mendapat halangan


Belum dipanjat asap kemenyan berarti belum kawin


Belum punya kuku hendak mencubit berarti belum mempunyai kekuasaan sudah hendak mencari-cari kesalahan orang


Belum tahu di pedas lada berarti masih muda sekali. Belum tahu di pedas lada juga berarti belum berpengalaman


Belum tahu di pedas lada berarti belum berpengalaman

Belum tegak hendak berlari berarti lekas-lekas hendak marah, sebelum mengetahui benar kesalahan orang yang hendak dimarahi. Belum tegak hendak berlari juga berarti belum duduk sudah belunjur


Belum tentu hilir mudiknya berarti belum tentu keputusan atau kesudahan suatu hal atau perkara


Belum tentu si upik si buyungnya berarti belum tentu kesudahannya


Benci akan mencit rengkiang disunu berarti sebab takut akan bahaya yang kecil, dibuanglah keuntungan yang banyak


Berair rongkong berarti mendapat rezeki (keuntungan)


Berair rongkong berarti ada rezeki

Beraja di hati, bersultan di mata, beraja di mata, bersultan di hati berarti menurutkan kemauan sendiri


Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian berarti bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian


Beranak tiada berbidan berarti mendapat kesusahan (kecelakaan dan sebagainya) karena salahnya sendiri


Berani hilang tak hilang, berani mati tak mati berarti melakukan pekerjaan hendaklah jangan tanggung-tanggung atau takut-takut


Berani malu, takut mati berarti berani melakukan pekerjaan terlarang, setelah ketahuan baru menyesal


Berani menjual, berani membeli berani pegang, berani tanggung berarti jika berani mengatakan (memerintahkan), hendaknya berani melakukan juga


Berani sendok pengedang, air hangat direnanginya berarti perihal orang berani, tetapi bodoh


Berapa berat mata memandang, berat juga bahu memikul berarti betapapun menderita orang melihat, lebih menderita orang yang mengalami (kesusahan dan sebagainya)


Berarak ke tebing berarti melakukan pekerjaan yang mendatangkan kecelakaan atau kerugian


Berarak tidak berlari berarti berbuat sebagaimana mestinya


Berbilang dari esa, mengaji dari alif berarti mengerjakan sesuatu hendaknya dari permulaan (menurut aturan)


Berbilang dari esa, mengaji dari alif berarti melakukan sesuatu hendaknya dari permulaan

Berbuat jahat jangan sekali, terbawa cemar segala ahli berarti jangan sekali-kali berbuat jahat karena nama baik keluarga akan terbawa-bawa menjadi buruk


Berbukit di balik pendakian berarti lepas dari kesukaran yang satu mendapat kesukaran lain


Bercekak henti, silat terkenang berarti buah pikiran yang sudah terlambat tidak ada gunanya


Bercerai sudah, talak tidak berarti sudah berpisah, tetapi belum sah diceraikan


Bercerai tidak bertalak berarti pertalian suami istri yang tidak sah (kalau bercerai tidak perlu menjatuhkan talak)


Berdiang di abu dingin berarti tidak mendapat apa-apa (dari saudara, tuan rumah, dan sebagainya)


Berebut buluh tamiang belah berarti berkelahi memperebutkan sesuatu yang tidak berharga


Berebut buluh tamiang hanyut, tangan luka buluh tamiang tak dapat berarti dua orang yang memperebutkan sesuatu sampai luka-luka, tetapi tidak ada hasilnya


Berebut lontong tanpa isi berarti berlomba-lomba memperoleh sesuatu yang tidak berguna


Berendam sesayak air, berpaut sejengkal tali berarti penghidupan yang sangat susah (serba kekurangan)


Bergaduk diri, saku-saku diterbangkan angin berarti banyak membual, tetapi kantongnya kosong


Bergantung di ujung kuku berarti dalam keadaan yang sangat berbahaya


Bergantung pada rambut sehelai berarti berada dalam keadaan yang sangat sulit (bahaya)


Bergantung pada tali rapuh berarti menyandarkan hidupnya pada orang (jabatan, pekerjaan, dan sebagainya) yang lemah atau tidak tetap


Bergantung tidak bertali sehasta tali berarti perempuan yang ditinggalkan suaminya, tetapi tidak pula diceraikan


Bergantung tidak bertali sehasta tali berarti keadaan seorang gundik yang tidak sah

Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi berarti ilmu yang dituntut secara tidak sempurna, tidak akan berfaedah


Berhakim kependekand beruk berarti minta keadilan (pertimbangan) kepada orang yang rakus


Berjalan selangkah menghadap surut, berkata sepatah dipikirkan berarti selalu ingat-ingat (hati-hati) dalam melakukan pekerjaan apa pun

Berjalan selangkah menghadap surut, berkata sepatah dipikirkan berarti dalam berbuat sesuatu hendaklah kita mempertimbangkannya masak-masak

Berjanjang naik, bertangga turun berarti menurut derajat dan kedudukan masing-masing. Berjanjang naik, bertangga turun juga berarti menurut aturan yang lazim berlaku


Berkaing-kaing dulu maka makan berarti baru dapat makan sesudah bekerja berat (sukar hidupnya)


Berkata peliharakan lidah berarti hendaklah berhati-hati mengeluarkan perkataan


Berkata siang melihat-lihat, berkata malam mendengar-dengar berarti jika hendak membicarakan sesuatu, harus selalu berhati-hati


Berkayuh sambil ke hilir berarti sekali melakukan pekerjaan dua tiga maksud tercapai


Berkelahi di ekor alahan berarti mempertengkarkan sesuatu yang sudah beres (selesai) atau yang kurang penting


Berkelahi dalam kepuk berarti hal yang sukar diselesaikan


Berkelahi dalam mimpi berarti berlelah-lelah dengan sia-sia


Berkemudi di haluan, bergilir ke buritan berarti orang yang menurut perintah istrinya atau orang sebawahnya


Berkepanjangan bagai agam berarti perbuatan (perkataan) yang berlarut-larut


Berkeras tidak berkeris berarti bertindak keras, tetapi tidak mempunyai kekuatan untuk mempertahankan diri


Berkering air liur berarti perkataan (nasihat dan sebagainya) yang sia-sia


Berketuk di luar sangkar, bertanam di luar pagar berarti mengemukakan keterangan (keberatan dan sebagainya) sesudah diputuskan


Berkotakan bernegerikan, berkubukan betis berarti mengembara ke mana-mana (tidak tetap tempat tinggalnya)


Berkurai hendak memanjat kayu berarti sesuatu yang mustahil tercapai (terjadi dan sebagainya)


Berlaki anak semang berarti perempuan yang buruk kelakuannya


Berlayar atas angin berarti mendapat bantuan atau sokongan orang lain


Berlayar sambil memapan berarti menyelesaikan dua tiga pekerjaan sekaligus


Berlayar sampai ke pulau, berjalan sampai ke batas berarti segala usaha hendaklah diselesaikan sampai tercapai maksudnya


Berleleran bagai getah di lalang berarti tidak keruan (tentang percakapan atau pembicaraan)


Berlidah di lidah orang berarti hanya menurut perkataan orang


Berlurah di balik pendakian berarti maksud lain yang tersembunyi


Bermain air basah, bermain api lecur berarti tiap pekerjaan atau usaha ada susahnya


Bermain air basah, bermain api letup, bermain pisau luka berarti tiap perbuatan atau pekerjaan ada akibatnya (risikonya)


Bermalam di bawah nyiur pinang orang, kata orang diturut berarti hendaklah kita mengikuti adat-istiadat negeri yang kita tempati


Berminyak biar licin lecak berarti tanggung-tanggung. Berminyak biar licin lecak juga berarti setengah-setengah


Berminyak mukanya berarti senang. Berminyak mukanya juga berarti gembira


Bermulut di mulut orang berarti selalu meniru perkataan orang


Berniaga di ujung lidah berarti orang pandai yang tidak jujur


Beroleh badar tertimbakan berarti mendapat keuntungan yang tidak disangka-sangka


Beroleh lumpur di tempat yang kering berarti mendapat kesusahan yang tidak disangka-sangka


Berpaut sehasta tali berarti tidak dapat berbuat sekehendak hatinya


Berpilin-pilin bagai kelindan berarti sudah menjadi satu benar, tidak dapat diceraikan lagi


Bersaksi ke lutut berarti menjadikan sahabat (sanak saudara sendiri) sebagai saksi


Bersalai tidak berapi berarti mengandung (hamil), tetapi tidak bersuami


Bersandar di lemang hangat berarti berlindung kepada orang yang jahat (zalim dan sebagainya)


Bersarak serasa hilang, bercerai serasa mati berarti seseorang yang sangat rindu karena perceraian dengan kekasihnya


Bersawah seperempat piring, ke sawah sama dengan orang berarti orang miskin yang bertingkah laku sebagai orang kaya


Bersesak-sesak bagai ular tidur berarti seseorang yang disesakkan, seperti ditagih utang berulang-ulang


Bersua baji dengan matan tahan baji oleh kelidai berarti keras (berani, kuat) lawan keras (berani, kuat)


Bersua beliung dengan sangkal berarti sesuai benar (karena sepaham dan setujuan)


Bersukat darah, bertimbang daging dengan berarti berperang mati-matian (dengan)


Bersuluh menjemput api berarti bertanya tentang sesuatu yang sudah diketahui


Bersuluh tengah hari lagi terang lagi bersuluh berarti perkara yang sudah nyata (terang)


Bersuluh tengah hari lagi terang lagi bersuluh berarti menyia-nyiakan uang (tenaga dan sebagainya)

Bersurih bak sepasin, berjejak bak berkik, berbau bak embacang berarti ada tanda-tanda (bukti) yang nyata dan sah dalam suatu kejahatan


Bersurih bak sepasin, berjejak bak berkik, berbau bak embacang berarti kejahatan yang telah ada buktinya yang sah

Bersutan di mata beraja di hati berarti orang yang suka berbuat sesuka hati dan sewenang-wenang


Bertabur bijan ke tasik berarti membuang-buang uang (waktu dan tenaga)


Bertali boleh dieret, bertampuk boleh dijinjing berarti ada tanda (bukti) yang jelas atau yang boleh dipegang teguh


Bertali boleh dieret, bertampuk boleh dijinjing berarti perjanjian sudah erat dengan syarat-syaratnya

Bertanam biji hampa berarti sia-sia. Bertanam biji hampa juga berarti tidak dipedulikan


Bertanam tebu di bibir berarti mengeluarkan kata-kata manis (untuk membujuk dan sebagainya)


Bertanam tebu di bibir berarti mengeluarkan perkataan yang manis-manis (memuji-muji dan sebagainya), tetapi mempunyai maksud yang kurang baik

Bertandang membawa lapik berarti tamu yang berkunjung membawa bekal atau makanan sendiri ke tempat ia datang atau menumpang


Bertanjak baru bertinjau berarti melakukan sesuatu sebagaimana mestinya


Berteduh di bawah betung berarti mendapat pertolongan yang tidak mencukupi


Bertemu beliung dengan ruyung berarti sama-sama kuat (tentang permusuhan)


Bertemu teras dengan beliung berarti dua orang bertengkar yang sifatnya sama-sama keras


Bertepuk sebelah tangan tidak akan berbunyi berarti kasih sayang tidak mungkin datang dari satu pihak


Bertiraikan banir berarti tidak mempunyai rumah


Bertitah lalu sembah berlaku berarti jika kehendak orang lain kita turut, kehendak kita pun akan diturut juga


Bertohor air liur berarti sudah banyak memberi nasihat, tetapi tidak diindahkan


Bertopang pangkal seia berarti berbantah dapat menjadi dasar mencapai persetujuan


Bertukar beruk dengan cigak berarti sama saja halnya


Bertunggul ditarah, kesat diampelas berarti sudah beres (tentang perselisihan)


Besar berudu di kubangan, besar buaya di lautan berarti tiap-tiap orang besar berkuasa di tempat atau di lingkungan masing-masing


Besar bungkus tak berisi tong kosong nyaring bunyinya berarti orang yang besar cakap, tetapi kepandaiannya tidak ada


Besar kayu besar bahannya besar periuk besar keraknya berarti banyak penghasilan banyak pula belanjanya


Besar pasak daripada tiang berarti belanja lebih besar daripada pendapatan


Besar periuk besar kerak berarti makin banyak pendapatan, makin banyak pula pengeluaran


Besar senggulung daripada beban, besar pasak daripada tiang berarti besar belanja daripada pendapatan


Besi baik dibajai diringgiti berarti barang yang sudah baik ditambah baik lagi


Besi baik tiada berkarat budi baik tak dilupakan berarti perbuatan yang baik selamanya terpuji


Betung ditanam, aur tumbuh berarti mengharapkan sesuatu yang baik (menguntungkan), tetapi memperoleh yang sebaliknya


Biang menanti tembuk berarti perkara yang hampir mendapat keputusan


Biar berputih tulang, jangan berputih mata lebih baik berputih tulang daripada berputih mata berarti lebih baik mati daripada menanggung malu


Biar dahi berluluk asal tanduk mengena berarti apa pun akan dilakukan asal maksud tercapai


Biar kalah sabung asalkan menang sorak berarti biar harta habis asal hati senang (puas)


Biar lambat laga, asal menang berarti biar lambat asal selamat


Biar miskin asal cerdik, terlawan jua orang kaya berarti kebijaksanaan itu lebih utama daripada kekayaan


Biar putih tulang, jangan putih mata berarti lebih baik mati daripada mendapat malu


Biar singit jangan tertiarap berarti jika mendapat kerugian (kesusahan dan sebagainya), hendaklah diikhtiarkan agar tidak terlalu rugi dan sebagainya. Biar singit jangan tertiarap juga berarti tidak apa-apa rugi sedikit, asal jangan habis sama sekali (hartanya)


Biar sipi asal jangan sesat berarti jika telah menderita kerugian (kekalahan, kesusahan, dan sebagainya) hendaknya diusahakan supaya jangan terlampau menderita. Biar sipi asal jangan sesat juga berarti biar rugi sedikit, asal jangan rugi banyak


Biar telinga rabit, asal dapat bersubang berarti biar badan terasa sakit asal menjadi cantik


Biar tersengat, jangan tiarap berarti hendaklah diusahakan supaya jangan telanjur merugi dan sebagainya


Biar titik jangan tumpah berarti biar rugi sedikit asal jangan rugi banyak


Bibirnya bukan diretak panas berarti perkataannya (nasihatnya) tidak sia-sia


Bidal berarti peribahasa atau pepatah yang mengandung nasihat, peringatan, sindiran, dan sebagainya


Bidal berarti sarung jari dari logam (dipakai sebagai tudung ujung jari)
Contoh: Ketika menjahit kain yang tebal itu, ia memakai bidal

Biduk lalu kiambang bertaut berarti lekas berbaik atau berkumpul kembali (seperti perselisihan antara sanak keluarga)


Biduk lalu, kiambang bertaut berarti orang yang berkelahi atau bertengkar yang akhirnya berbaik dan berkumpul kembali (tentang orang ramai berkumpul)

Biduk tiris menanti karam berarti sudah tidak tertolong lagi


Bingung tak dapat diajar, cerdik tak dapat diikuti berarti berlagak pandai (tidak mau mendengarkan nasihat orang)


Bintang di langit boleh dibilang, tetapi arang di muka tak sadar berarti cela (kesalahan, keburukan, dan sebagainya) orang lain diketahui, tetapi cela sendiri tidak tahu


Bodoh-bodoh sepat, tak makan pancing emas berarti meskipun bodoh, dapat juga memilih mana yang baik dan mana yang buruk untuk dirinya


Bondong air bondong ikan berarti gerakan suatu perkumpulan selalu bergantung kepada kegiatan dan kecakapan pemimpinnya. Bondong air bondong ikan juga berarti orang banyak biasanya mengikuti jejak atau anjuran orang terkemuka (pemimpin)


Buah hati cahaya mata berarti dikatakan tentang anak yang sangat disayang


Buah manis berulat di dalamnya berarti perkataan yang manis-manis biasanya mengandung maksud yang kurang baik


Buah tangisan beruk berarti gadis cantik yang menjadi idaman anak bujang


Buaian diguncang, anak dicubit berarti perbuatan dan tutur kata yang baik untuk menutupi perbuatan atau maksud yang jahat


Buka kulit, ambil tampak isi berarti jujur dan terus terang (dalam perundingan dan sebagainya)


Bukan budak makan pisang berarti bukan orang yang dapat dipermainkan (ditipu)


Bukan tanahnya menjadi padi berarti bukan tampannya yang akan menjadi orang baik-baik


Bukit jadi paya berarti orang kaya (mulia) menjadi miskin (hina)


Bulan naik, matahari naik berarti mendapat untung di sana sini


Bulat air oleh pembuluh, bulat kata oleh mupakat berarti kata sepakat dapat diperoleh melalui perundingan


Bulat boleh digulingkan, pipih boleh dilayangkan berarti sudah sepakat benar. Bulat boleh digulingkan, pipih boleh dilayangkan juga berarti sudah putus mufakat


Bulu mata bagai seraut jatuh berarti alis yang melengkung, runcing bentuknya dan bagus


Bumi berputar zaman beredar berarti keadaan zaman selalu berubah


Bumi mana yang tak kena hujan berarti manusia mana yang tidak khilaf dan berbuat salah


Bumi tidak selebar daun kelor berarti dunia tidak sempit


Bunga dipetik perdu ditendang bunganya dipersunting, pangkalnya diberaki berarti hanya mau mengambil keuntungan saja (misalnya istri dikasihi, mertua dibenci)


Bunga yang layu balik kembang berarti orang yang sudah tua, tetapi suka bersolek seperti orang muda


Bunga yang layu balik kembang berarti mula-mula dicela akhirnya dipuji

Bungkuk baru betul, buta baru celik berarti orang hina (miskin) yang menjadi mulia (kaya) sehingga berbuat yang bukan-bukan


Bungkuk kail hendak mengena berarti tipu muslihat untuk mencari keuntungan


Bungkuk sejengkal tidak terkedang berarti tidak mau mendengar kata orang. Bungkuk sejengkal tidak terkedang juga berarti keras kepala


Buntat hendak jadi kemala berarti tidak tahu diri


Bunyi perempuan di air berarti ramai (gaduh sekali)


Buruk muka cermin dibelah berarti karena aibnya (kesalahannya) orang lain dipersalahkan


Buruk muka cermin dibelah berarti karena kesalahan (kebodohan) sendiri, orang lain dipersalahkan

Burung terbang dipipiskan lada berarti sudah bersiap untuk bersenang-senang dengan sesuatu yang belum lagi diperoleh


Busuk-busuk embacang embacang buruk kulit berarti kelihatannya tidak baik (bodoh dan sebagainya), tetapi sebenarnya baik sekali (pandai)


Busut juga yang ditimbun anai-anai berarti yang biasa bersalah juga yang dituduh orang dalam suatu kejahatan


Busut juga yang ditimbun anai-anai berarti orang yang kaya juga yang bertambah kekayaannya

Buta baru celik melihat berarti menjadi sombong karena beroleh kekayaan (pangkat dan sebagainya)


Buta kehilangan berarti dalam keadaan yang sangat sulit


Cacing hendak menjadi naga berarti orang hina hendak menyamai orang besar


Cacing menjadi ular naga berarti orang hina (miskin) menjadi orang besar (kaya)


Cakap berdegar-degar, tumit diketing berarti banyak mulut, tetapi penakut


Calak ganti asah menanti tukang belum datang berarti sesuatu yang dipakai untuk sementara waktu sebelum ada yang lebih baik (hanya sekadar untuk mencukupi kebuTuhan)


Campak bunga dibalas dengan campak tahi berarti memberi kebaikan dibalas dengan kejahatan


Cangkat sama didaki, lurah sama dituruni berarti sama-sama merasakan kesusahan atau kesenangan


Cari umbut kena buku berarti mencari yang baik, mendapat yang buruk


Carik-carik bulu ayam lama-lama bercantum juga berarti perkelahian sesama saudara akhirnya berbaik juga


Cekarau besar liang berarti orang yang suka menyombong atau membual


Cekarau besar liang berarti orang yang suka mencampuri urusan orang lain

Cekel berhabis, lapuk berteduh berarti terlampau kikir tidak berfaedah sebab pada akhirnya harta kekayaan itu akan habis juga


Cekur jerangau, ada lagi di ubun-ubun berarti masih sangat muda (belum berpengalaman)


Cencang dua segerai berarti sekali jalan dua pekerjaan selesai


Cencang putus tiang tumbuk berarti putusan yang mengikat


Coba-coba menanam mumbang, kalau tumbuh sunting negeri berarti kerjakan terus, barangkali ada hasilnya kelak


Condong ditumpil, lemah diaduk berarti orang yang dalam kesulitan uang dan sebagainya diberi pertolongan


Condong yang akan menimpa berarti perbuatan yang mendatangkan celaka


Daging gajah sama dilapah, daging tuma sama dicecah berarti banyak sama banyak, sedikit sama sedikit. Daging gajah sama dilapah, daging tuma sama dicecah juga berarti adil


Dahan pembaji batang berarti (orang kepercayaan yang) menyalahgunakan harta benda tuannya


Dahi kiliran taji berarti dahi yang licin


Dahi sehari bulan berarti dahi yang elok bentuknya


Dahulu bajak daripada jawi berarti sesuatu yang patut didahulukan dikemudiankan dan sebaliknya. Dahulu bajak daripada jawi juga berarti tidak menurut aturan yang biasa


Dahulu timah, sekarang besi berarti dikatakan tentang seseorang yang turun martabatnya (gengsinya atau kedudukannya). Dahulu timah, sekarang besi juga berarti orang kaya yang telah habis harta bendanya


Dalam laut boleh diajuk, dalam hati siapa tahu berarti apa yang tersembunyi di dalam hati seseorang tidak dapat kita ketahui


Dalam madu berisi empedu berarti dalam perkataan yang manis-manis biasanya berisi tipu daya yang tidak baik


Dapat durian runtuh berarti mendapat untung dengan tidak bersusah payah


Dapat kijang teruit berarti mendapat keuntungan tanpa harus bersusah payah


Darah baru setampuk pinang berarti masih muda sekali (belum banyak pengalaman)


Darah setampuk pinang berarti masih muda benar (belum berpengalaman, kurang akal)


Datang tidak berjemput, pulang tidak berantar berarti tidak diperlakukan sebagaimana mestinya (tentang tamu)


Degar degar merpati berarti perselisihan (antara suami istri) yang tidak menyebabkan renggang, melainkan justru merapatkan


Dekat dapat ditunjal, jauh dapat ditunjuk berarti perkataan atau pengakuan yang dapat dibuktikan kebenarannya


Dekat mencari indu, jauh mencari suku berarti jika merantau ke tempat yang dekat, kita mencari indu (orang yang seketurunan dengan kita), tetapi kalau kita merantau ke tempat yang jauh, kita mencari orang yang satu suku saja dengan kita sudah cukup


Dekat mencari suku, jauh mencari hindu berarti mencari pertalian keluarga. Dekat mencari suku, jauh mencari hindu juga berarti menyusur galur


Dekat tak tercapai jauh tak berantara berarti menginginkan sesuatu, tetapi tidak mampu untuk mendapatkannya


Dekat tak tercapai, jauh tak antara berarti sesuatu yang dekat dengan kita, tidak dapat kita ambil karena tiada upaya


Di luar bagai madu, di dalam bagai empedu berarti kelihatan bagus, tetapi sebenarnya tidak demikian halnya


Di luar merah di dalam pahit berarti kelihatan bagus, tetapi sebenarnya tidak demikian halnya


Di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung berarti harus menyesuaikan diri dengan adat dan keadaan tempat tinggal


Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung berarti menurutkan adat kebiasaan tempat yang didiami


Di mana kayu bengkok, di sanalah musang meniti berarti di tempat yang tidak terjaga, di situlah pencuri datang


Di mana pinggan pecah, di sana tembikar tinggal berarti di mana orang meninggal di situ dikuburkan


Di mana ranting dipatah, di situ air disauk berarti setiap orang hendaklah menurut adat kebiasaan di negeri tempat tinggalnya


Di mana tanah dipijak, di situ langit dijunjung berarti hendaklah mengikuti adat negeri yang didiami


Di mana tembilang terentak, di situlah cendawan tumbuh berarti di mana perkara atau perselisihan tumbuh, di situlah diselesaikan


Di manakah berteras kayu mahang berarti jangan mengharapkan sesuatu yang mustahil


Di muka di puncak hidung berarti dekat sekali di depan orang


Di padang orang berlari, di padang sendiri berjingkat berarti tabiat orang tamak, mau menerima pemberian orang, tetapi tidak mau memberi


Dialas bagai memengat berarti (kalau) berkata hendaknya jangan asal berkata saja


Diam di laut masin tidak, diam di bandar tak meniru berarti tidak mengikuti adat kebiasaan yang baik


Diam penggali berkarat, diam ubi berisi berarti pengetahuan dan sebagainya yang tidak dipakai lama-kelamaan akan hilang


Diam seribu basa berarti diam sama sekali (tidak berkata sepatah pun)


Diam-diam ubi berisi berarti pendiam atau diam, tetapi berpikir atau banyak pengetahuannya


Dianjak layu, dianggur mati berarti seseorang yang telah menetapkan katanya, tidak akan mengubah lagi ketetapan itu karena sudah menjadi adat rasam


Dianjak layu, dibubut mati berarti suatu kebenaran yang tidak boleh diubah lagi, yang harus dipakai terus


Dianjungkan seperti payung, ditambak seperti kasur berarti sangat. Dianjungkan seperti payung, ditambak seperti kasur juga berarti dimuliakan


Diasak layu, dicabut mati berarti sesuatu yang tetap dan tidak diubah-ubah lagi


Dibakar tak hangus direndam tak basah berarti sangat kikir


Dibakar tak hangus direndam tak basah berarti sangat kuasa

Diberi bertali panjang berarti diberi kebebasan yang seluas-luasnya. Diberi bertali panjang juga berarti dibiarkan berbuat sesuka hatinya


Diberi betis hendak paha berarti diberi sedikit lalu menginginkan yang banyak (semuanya)


Diberi kepala hendak bahu berarti diberi sedikit lalu minta banyak


Diberi kuku hendak mencekam berarti diberi kekuasaan, lalu hendak berbuat sewenang-wenang


Diberi kuku hendak mencengkam berarti baru diberi kekuasaan sedikit sudah hendak menindas orang lain


Diberi sejari hendak setelempap berarti orang yang diberi sedikit ingin lebih banyak lagi


Diberi sejengkal hendak sehasta diberi sehasta hendak sedepa berarti diberi sedikit lalu hendak minta lebih banyak lagi


Dibilang genap, dipagar ganjil berarti keli-hatannya beruntung, tetapi sebenarnya merugi


Dibuat karena Allah, menjadi murka Allah berarti dilakukan dengan maksud baik, tetapi disangka orang kurang atau tidak baik


Dibujuk ia menangis, ditendang ia tertawa berarti orang baru bekerja dengan baik dan sempurna sesudah ia dimarahi


Dicoba-coba bertanam mumbang, moga-moga tumbuh kelapa berarti dicoba-coba mengusahakan sesuatu yang moga-moga menjadi besar dan mendatangkan hasil


Dientak alu luncung berarti dikalahkan oleh orang bodoh


Digenggam takut mati, dilepaskan takut terbang berarti rasa gelisah, khawatir. Digenggam takut mati, dilepaskan takut terbang juga berarti kacau-balau


Diindang ditampi beras, dipilih antah satu-satu berarti jika hendak mencari istri atau menantu hendaklah diselidiki betul-betul sebelumnya


Diiringi menyepak, dikemudiankan menanduk berarti serba menyusahkan orang (misalnya tidak diajak berunding marah, diajak berunding pendiriannya tidak tegas)


Dijual sayak, dibeli tempurung berarti sama saja halnya, pekerjaan baru, tetapi tidak berbeda dari pekerjaan lama


Dikatakan berhuma lebar, sesapan di halaman berarti memegahkan kekayaan (keberanian dan sebagainya), tetapi tidak ada tanda-tanda kekayaan (keberaniannya)


Dikati sama berat, diuji sama merah berarti seimbang derajatnya (kedudukannya, pangkatnya, dan sebagainya)


Dikerkah dia menampar pipi, dibakar dia melilit puntung berarti selalu hendak membalas kepada orang yang berbuat jahat


Dilengah dimabuk beruk berayun berarti merasa senang (asyik) akan sesuatu yang tidak ada gunanya


Dilihat pulut, ditanak berderai berarti apa yang kelihatan di luar (pada lahirnya) berlainan dengan keadaan sebenarnya (seperti kelihatannya pandai, sebenarnya tidak tahu apa-apa)


Diminta tebu diberi teberau berarti diberi sesuatu yang berlainan dengan yang dijanjikan


Dinding teretas, tangga terpasang berarti sudah nyata (terbukti) bahwa seseorang kecurian


Dinding teretas, tangga terpasang berarti sesuatu yang telah cukup buktinya

Dipilih antah satu-satu berarti dipilih atau diperiksa dengan saksama


Diraih siku ngilu, direngkuh lutut sakit berarti serba salah dalam suatu pekerjaan yang sangat sulit, dikerjakan berbahaya tidak dikerjakan berbahaya pula


Dirintang siamang berbual berarti asyik melihat sesuatu yang tidak berguna untuk menghabiskan waktu


Disangka panas sampai petang, kiranya hujan tengah hari berarti disangka akan senang atau mulia selamanya, tetapi tiba-tiba ditimpa musibah sehingga jatuh melarat


Disangka tiada akan mengaram, ombak yang kecil diabaikan berarti tiada mengindahkan bahaya yang kecil, akhirnya tertimpa bencana besar


Diserakkan padi awak diimbaukan orang lain berarti orang lain dipelihara, keluarga sendiri disia-siakan


Disigai sampai ke langit tinggi disigai, besar ditebang berarti suatu perkara diselidiki secara tuntas. Disigai sampai ke langit tinggi disigai, besar ditebang juga berarti diselidiki (diusut) sebaik-baiknya


Disisih bagai antah berarti diasingkan dari yang lain. Disisih bagai antah juga berarti tidak disukai


Ditebuk dikerobok tikus berarti sudah hilang kegadisannya (sudah tidak gadis lagi)


Ditetak belah, dipalu belah, tembikar juga akan jadinya berarti walau bagaimanapun disiksa dan disakiti akhirnya kalau mati tetap jadi mayat


Ditindih yang berat, dililit yang panjang berarti tidak dapat melepaskan diri dari kekuasaan orang (kemalangan dan sebagainya)


Diuji sama merah, dalam hati ditail sama berat berarti sudah cocok benar (tentang suami istri)


Dengan sesendok madu dapat lebih banyak ditangkap serangga daripada dengan cuka sesendok berarti dengan mulut manis serta ramah-tamah lebih banyak diperoleh sahabat (kawan) daripada dengan perkataan yang tajam dan muka yang masam


Daripada cempedak lebih baik nangka, daripada tidak, lebih baik ada berarti benda yang sedikit (kurang baik) pun jadilah daripada tidak sama sekali


Daripada hidup bercermin bangkai lebih baik mati berkalang tanah berarti daripada menanggung malu lebih baik mati


Daripada hidup bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup berlumur tahi, lebih baik mati bertimbun bunga berarti daripada hidup menanggung malu, lebih baik mati


Dari jung turun ke sampan berarti turun pangkat. Dari jung turun ke sampan juga berarti turun martabat


Dari lecah lari ke duri berarti menghindarkan diri dari kesukaran, mendapat yang lebih besar


Duduk berkisar, tegak berpaling berarti memungkiri janji (perkataan dan sebagainya yang pernah diucapkan atau dijanjikan)


Duduk bersama lapang-lapang, duduk seorang sempit-sempit berarti masalah jika dibicarakan dengan banyak orang, akan ada jalan keluarnya atau akan menjadi mudah, sedangkan jika dipendam dan dipikir sendiri akan menemukan jalan buntu


Duduk di ambung-ambung taji berarti selalu merasa khawatir (gelisah)


Duduk meraut ranjau, tegak meninjau jarak duduk meraut ranjau, berdiri melihat musuh berarti selalu bekerja dengan waspada


Duduk meraut ranjau, tegak meninjau jarak berarti selalu bekerja (tidak membuang-buang waktu)


Duduk sama rendah, tegak berdiri sama tinggi berarti sejajar kedudukannya (tingkatnya atau martabatnya)


Duduk seorang bersempit-sempit, duduk bersama berlapang-lapang berarti dengan musyawarah atau secara gotong royong segala sesuatunya mudah dilaksanakan


Elok kata dalam mufakat, buruk kata di luar mufakat berarti apa yang hendak dikerjakan sebaiknya dibicarakan dulu dengan teman sejawat atau kaum keluarga, dan sebagainya


Elok lenggang di tempat datar berarti bersuka hati harus pada tempat atau pada waktu yang layak


Emas berpeti, kerbau berkandang berarti harta benda harus di simpan baik-baik di tempatnya masing-masing


Embun di ujung rumput berarti sesuatu yang lekas hilang (bersifat tidak tetap)


Empang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit berarti sudah tidak dapat didamaikan lagi (tentang perselisihan). Empang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit juga berarti tidak dapat dikurangi sedikit juga (tentang aturan)


Emping berantah berarti orang yang kebal, tidak mempan benda tajam (besi dan sebagainya)


Emping terserak hari hujan berarti sangat sial. Emping terserak hari hujan juga berarti bernasib buruk


Enak lauk dikunyah-kunyah, enak kata diperkatakan berarti merundingkan sesuatu hendaknya berkali-kali supaya hasilnya baik


Enau mencari memanjat sigai berarti perempuan mencari laki-laki


Enggan seribu daya, mau sepatah kata berarti kalau tidak suka (tidak mau) terhadap sesuatu biasanya banyak jawab dan alasannya


Epigram berarti peribahasa yang padat dan penuh kearifan, sering mengandung paradoks


Esa hilang, dua terbilang berarti berusaha terus dengan keras hati hingga maksud tercapai


Gadai terdorong kependekand cina berarti terlanjur sehingga tidak boleh dicabut kembali


Gaharu dibakar kemenyan berbau berarti memperlihatkan kelebihannya supaya dipercaya orang


Gajah berjuang sama gajah, pelanduk kancil mati di tengah-tengah berarti jika terjadi pertengkaran (peperangan) antara orang (negara) besar, orang kecil (negara kecil) yang celaka


Gajah lalu dibeli, rusa tidak terbeli berarti mengerjakan sesuatu yang penting dengan melupakan hal-hal yang kecil yang sebenarnya sangat perlu untuk menyelesaikan sesuatu yang penting itu


Gajah mati karena gadingnya berarti orang yang mendapat kecelakaan atau binasa karena keunggulannya (tabiatnya atau perbuatannya)


Gajah mati tulang setimbun berarti orang kaya (besar dan sebagainya) mati, banyak peninggalannya


Galas terdorong kependekand cina berarti sesuatu yang sudah terlanjur (ti-dak dapat dicabut kembali)


Gali lubang tutup lubang berarti berutang untuk membayar utang yang lain


Gamak-gamak seperti menyambal berarti hanya dengan coba-coba atau kira-kira saja


Ganti menggantikan tikar lepas bantal berganti tikar berarti mengawini istri kakak atau adik yang meninggal atau menikahi suami kakak atau adik yang meninggal


Garam di kulumnya tak hancur berarti orang yang pandai menyimpan rahasia


Garam di laut, asam di gunung bertemu dalam belanga juga berarti laki-laki dan perempuan kalau jodoh bertemu juga akhirnya


Garam kami tak masin padanya berarti perkataan kami tidak diindahkannya


Gedang sebagai dilambuk-lambuk, tinggi sebagai dijunjung berarti sangat dimuliakan


Geleng seperti patung kenyang berarti berjalan dengan sombong. Geleng seperti patung kenyang juga berarti cong-kak


Gemuk membuang lemak, cerdik membuang kawan berarti tidak mau menolong atau bergaul dengan keluarganya


Genting menanti putus, biang menanti tembuk berarti perkara yang hampir putus (selesai)


Genting putus, biang menanti tembuk berarti perkara yang sudah putus (tidak boleh diubah lagi)


Geruh tak mencium bau berarti kecelakaan datang tanpa memberitahu (kecelakaan tidak dapat diketahui lebih dahulu)


Getah terbangkit kuaran tiba berarti salah perhitungan atau ran-cangan


Gigi dengan lidah adakalanya bergigit juga berarti suami istri (sanak saudara, sahabat karib, dan sebagainya) adakalanya bertengkar juga


Gigi tanggal rawan murah berarti keinginan timbul setelah tidak ada kesempatan lagi


Gila di abun-abun berarti mengharapkan sesuatu yang mustahil


Gombang di lebuh berarti congkak


Gombang di lebuh berarti elok di luar di dalamnya tidak

Gula di mulut, ikan dalam belanga berarti sudah dalam kekuasaan kita


Gunung juga yang dilejang panas berarti biasanya orang yang sudah kaya yang mendapat untung atau bertambah kaya


Gunung juga yang dilejang panas berarti orang yang telah berbuat kejahatan

Guru kencing berdiri, murid kencing berlari berarti kelakuan murid (orang bawahan) selalu mencontoh guru (orang atas-annya)


Habis beralur maka beralu-alu berarti jika dengan jalan musyawarah tidak dicapai kata sepakat, barulah dengan jalan kekerasan


Habis geli oleh gelitik, habis bisa oleh biasa berarti (barang) yang kurang menyenangkan dan sebagainya akan hilang apabila telah biasa atau telah menjadi kebiasaan


Habis kapak berganti beliung berarti sangat rajin bekerja


Habis manis sepah dibuang berarti sesudah tidak berguna lagi, lalu dibuang (tidak dipedulikan lagi dan sebagainya)


Habis manis sepah dibuang berarti mengabaikan (menyia-nyiakan) seseorang yang sudah tidak diharapkan apa-apa lagi dari dirinya

Habis miang karena bergeser berarti segala kesukaran (ketakutan, malu, dan sebagainya) akan hilang sesudah menjadi kebiasaan


Habis pati ampas dibuang berarti sesudah tidak berguna lagi lalu dibuang (tidak dipedulikan lagi)


Habis perkara,nasi sudah menjadi bubur berarti tidak ada gunanya dibicarakan lagi


Habis umpan kerong tak dapat berarti usaha yang mendatangkan kerugian


Hancur badan dikandung tanah, budi baik terkenang jua berarti budi bahasa yang baik tidak akan dilupakan orang


Hangat hangat tahi ayam berarti kemauan yang tidak tetap atau tidak kuat


Hangus tiada berapi, karam tiada berair berarti menderita kesusahan yang amat sangat


Hanyut dipintasi, lulus diselami, hilang dicari berarti menolong orang pada waktu kesusahan


Harapan tak putus sampai jerat tersentak rantus berarti tidak mau berputus asa sampai saat terakhir


Harapkan guruh guntur di langit, air di tempayan ditumpahkan berarti mengharapkan sesuatu yang belum tentu, barang yang telah ada dilepaskan


Harimau ditakuti karena giginya berarti orang besar dan berpangkat hanya ditakuti orang karena kekuasaan dan pangkatnya


Harimau mati karena belangnya berarti mendapat kecelakaan karena memperlihatkan keunggulannya


Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, orang mati meninggalkan nama berarti orang baik akan selalu meninggalkan nama baik, sedangkan orang jahat akan meninggalkan nama buruk


Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading berarti orang yang berjasa akan selalu disebut-sebut orang walaupun telah mati


Harimau mengaum takkan menangkap berarti orang yang mengancam dan sebagainya dengan perkataan keras, biasanya tidak sampai berbuat apa-apa


Harimau menunjukkan belangnya berarti orang yang memperlihatkan kekuasaannya


Harum menghilangkan bau berarti keburukan tidak kelihatan karena tertutup oleh nama (perbuatan) yang baik


Hati sebagai baling-baling berarti tidak tetap pendirian


Hati bagai baling-baling baling-baling di atas bukit berarti tidak tetap hatinya (pendiriannya)


Hati bak serangkak dibungkus berarti orang yang sangat berharap akan mendapat sesuatu yang diingininya


Hati gajah sama dilapah, hati kuman tungau sama dicecah dicecap berarti perolehan (laba) yang banyak dibagi sama banyak, perolehan (laba) yang sedikit dibagi juga sama sedikit


Hati gajah sama dilapah, hati tuma tungau sama dicecah berarti laba atau rugi sama-sama dirasakan (dibagi secara adil)


Hati gatal mata digaruk berarti sangat ingin, tetapi tidak kuasa menyampaikan keinginannya itu. Hati gatal mata digaruk juga berarti menyalahkan orang yang tidak bersalah


Hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai berarti orang yang hidup hemat akan menjadi kaya, orang rajin belajar akan menjadi pandai


Hendak berminyak-minyak air berarti memuji-muji seseorang sesudah orang itu difitnah dan dicemarkan namanya


Hendak megah, berlawan lebih berarti makin banyak musuh makin besar kemasyhurannya


Hendak menangguk ikan, tertangguk batang berarti mengharapkan untung, tetapi yang diperoleh kerugian


Hendak menggaruk tidak berkuku berarti hendak berbuat sesuatu, tetapi tidak berkemampuan


Hendak mulia bertabur urai berarti jika orang ingin mendapatkan kemuliaan atau ingin mulia di mata orang lain, hendaklah berani mengeluarkan uang, jangan kikir


Hendak terbang tiada bersayap berarti hendak berbuat sesuatu, tetapi tidak ada sarana


Hendak ulam pucuk menjulai pucuk dicinta ulam tiba berarti mendapat sesuatu yang lebih daripada yang dikehendaki


Hidung dicium pipi digigit berarti kasih sayang yang semu, pura-pura saja


Hidung laksana kuntum seroja, dada seperti mawar merekah berarti perihal menyatakan keelokan bentuk hidung dan dada perempuan


Hidung seperti dasun tunggal berarti bentuk hidung yang bagus, bulat di muka dan lancip ke belakang. Hidung seperti dasun tunggal juga berarti mancung


Hidung tak mancung, pipi tersorong-sorong berarti orang yang tidak turut campur dalam suatu pekerjaan menjadi susah dan yang patut susah berdiam diri


Hidup bertimba uang berarti hidup boros (serba mewah, banyak membelanjakan uang)


Hidup di ujung gurung orang berarti orang yang hidup melarat


Hidup dikandung adat, mati dikandung tanah berarti selama hidup orang harus taat pada adat kebiasaan dalam masyarakat


Hidup dua muara berarti hidup dengan dua mata pencaharian


Hidup kayu berbuah, hidup manusia biar berjasa berarti pada waktu kita hidup sebaiknya berbuat baik untuk diri sendiri dan untuk masyarakat


Hidup sandar-menyandar umpama aur dengan tebing berarti perihal orang berlaki istri yang berkasih-kasihan. Hidup sandar-menyandar umpama aur dengan tebing juga berarti perihal orang bersahabat yang setia dan saling menolong


Hidup segan mati tak hendak berarti hidup yang merana (karena sakit terus-menerus, melarat, sengsara, dan sebagainya)


Hidup segan, mati tak embuh berarti hidup merana, selalu sakit-sakit saja


Hidup seperti musang berarti tentang orang jahat (pencuri) yang pada siang hari tidak kelihatan tetapi pada malam hari merayap mencari mangsanya


Hidup tidak karena doa, mati tidak karena sumpah berarti orang harus berusaha dengan tenaga dan pikiran sendiri dan tidak mengharapkan pertolongan orang lain


Hilang bini boleh dicari, hilang budi badan celaka berarti apabila kutukan orang tuanya belum dicabut, celakalah hidupnya nanti


Hilang di mata di hati jangan berarti biarpun telah pergi jauh, jangan melupakan orang yang ditinggalkan


Hilang dicari, terapung direnangi, terbenam diselami berarti hal atau perkara yang tersembunyi, lalu diperiksa


Hilang geli karena gelitik berarti kecanggungan akan hilang apabila telah menjadi kebiasaan


Hilang kabus, teduh hujan berarti telah senang (aman dan sebagainya) kembali sehabis menderita kesusahan dan sebagainya


Hilang kilat dalam kilau berarti (kepandaian, kebesaran, dan sebagainya) tidak menonjol lagi sesudah berada bersama orang-orang pandai, orang-orang terkenal, dan sebagainya


Hilang rona karena penyakit, hilang bangsa tidak beruang berarti orang yang tidak berharta (beruang) kurang dihargai orang


Hilang satu sepuluh gantinya berarti sekali-kali janganlah putus asa


Hilang sepuh tampak senam berarti tampak kejahatannya sesudah terbuka kedoknya


Hilang tak bercari, lulus tak berselami berarti tidak dipedulikan lagi


Hilang tak tentu rimbanya, mati tak tentu kuburnya berarti hilang lenyap tanpa bekas. Hilang tak tentu rimbanya, mati tak tentu kuburnya juga berarti pergi tidak pernah kembali, bahkan tidak ada kabar beritanya lagi


Hilir malam mudik tak singgah, daun nipah dikatakan daun abu berarti merasa malu, segan, dan sebagainya karena sudah berutang budi atau karena perkariban


Hinggap bak langau, titik bak hujan berarti suatu hal yang tiba-tiba saja terjadi, tanpa diketahui lebih dahulu


Hitam bagai pantat belanga berarti sangat buruk (tentang tabiat seseorang)


Hitam di atas putih berarti dengan tertulis, tidak hanya dengan perkataan (tentang perjanjian dan sebagainya)


Hitam dikatakan putih, putih dikatakan hitam berarti tidak mengatakan yang sebenarnya (yang baik dikatakan buruk dan sebaliknya)


Hitam mata itu mana boleh bercerai dengan putihnya berarti orang yang sedang bercinta tidak mudah dipisahkan


Hitam sebagai kuali berarti sangat hitam


Hitam seperti dawat berarti hitam berkilat-kilat


Hitam tahan tempa, putih tahan sesah berarti tetap tidak berubah. Hitam tahan tempa, putih tahan sesah juga berarti tahan uji


Hitam, hitam gagak, putih, putih udang kapai hitam, hitam bendi, putih, putih sadah berarti yang hina tetap hina meskipun cantik rupanya dan yang mulia tetap mulia meskipun buruk rupanya


Hitam, hitam gula jawa berarti hitam tetapi manis


Hitam, hitam kereta api, putihputih kapur sirih berarti jangan disangka yang buruk rupanya itu selamanya kurang harganya, malah yang indah kelihatan itu adakalanya kurang harganya


Hitam, hitam tahi minyak dimakan juga, putih-putih ampas kelapa dibuang berarti barang yang buruk tetapi berguna disimpan, barang yang bagus tetapi tidak berguna dibuang


Hoperibahasairo berarti kantor utama


Hujan berbalik ke langit berarti orang berkuasa (pandai, kaya, dan sebagainya) minta tolong kepada orang yang lemah (bodoh, miskin, dan sebagainya)


Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, baik jua di negeri sendiri hujan keris lembing di negeri kita, hujan emas perak di negeri orang, baik berarti sebaik-baik negeri orang tidak sebaik negeri sendiri


Hujan jatuh ke pasir berarti kebaikan yang tidak terbalas


Hujan menimpa bumi berarti kita tidak dapat melepaskan diri dari perintah orang yang berkuasa


Hujan panas permainan hari, senang susah permainan hidup berarti telah biasa bahwa kehidupan manusia ada kalanya susah, ada kalanya senang


Hujan tak sekali jatuh, simpai tak sekali erat berarti suatu pekerjaan tidak dapat diselesaikan sekaligus. Hujan tak sekali jatuh, simpai tak sekali erat juga berarti keberuntungan dan kebahagiaan itu tidak sekali datang


Hujan tempat berteduh, panas tempat berlindung berarti orang yang selalu memberi pertolongan kepada orang banyak


Hulu mujur pandai bertenggang bertengkar, hulu baik pandai memakai berarti pandai hidup dan pandai bergaul


Iba akan kacang sebuah, tak jadi memengat berarti karena sayang akan barang yang sedikit, tidak jadi mengerjakan hal yang diinginkan dan menyenangkan hati


Ibarat menegakkan benang basah berarti melakukan sesuatu yang tidak akan berhasil. Ibarat menegakkan benang basah juga berarti melakukan sesuatu yang tidak mungkin dapat dikerjakan


Ijuk tak bersagar lurah tak berbatu berarti seseorang yang tidakada sanak saudaranya yang dimalui (ditakuti) orang


Ijuk tidak bersagar berarti keluarga yang tidak mempunyai laki-laki yang disegani orang


Ikan belum dapat, airnya sudah keruh berarti pelaksanaan kerja yang tidak tepat (keadaan menjadi buruk sebelum pekerjaan itu selesai)


Ikan biar dapat, serampang jangan pokah berarti maksud sampai, perkakas tidak rusak


Ikan biar dapat, serampang jangan pukah berarti biar tercapai maksudnya, tetapi jangan ada sesuatu yang merugikan


Ikan di hulu, tuba di hilir berarti perbuatan yang sia-sia


Ikan di laut, asam di gunung, bertemu dalam belanga berarti biarpun tinggal berjauhan, kalau sudah jodoh akan menjadi suami istri juga


Ikan gantung, kucing tunggu berarti kesal melihat barang yang diingini, tetapi tidak mungkin didapat


Ikan lagi di laut, lada garam sudah dalam sengkalan berarti bersiap-siap mengecap hasil pekerjaan yang belum pasti berhasil


Ikan pulang ke lubuk berarti telah kembali ke tempat (asalnya) yang dicintainya
Contoh: Ikan pulang ke lubuk setajau


Ikan sekambu rusak oleh ikan seekor berarti hanya karena keburukan sedikit (kecil), semuanya ikut menjadi buruk


Ikan terkilat, jala tiba berarti sangat pandai dan tajam dalam menangkap perkataan orang


Ikan terkilat, jala tiba berarti tindakan yang cepat dilakukan (untuk menghadapi sesuatu)

Ikhtiar menjalani untung menyudahi berarti orang harus berusaha, jika ingin mencapai suatu maksud (tercapai atau tidaknya bergantung kepada nasib)


Ikut hati mati, ikut mata buta berarti jika selalu menuruti nafsu, akhirnya akan mendapat celaka


Ikut hati mati, ikut rasa binasa berarti jika hanya menuruti hawa nafsu tentu akan celaka


Ilmu padi, makin berisi makin runduk berarti makin banyak pengetahuan makin rendah hati


Inai tertepung, kuku tanggal berarti sesuatu yang sudah selesai dikerjakan, tetapi akhirnya ada kesukaran (kesusahan dan sebagainya)


Indah kabar dari rupa berarti biasanya kabar lebih baik daripada keadaan yang sebenarnya


Ingat sebelum kena, berhemat sebelum habis berarti ikhtiar harus dijalankan sebelum terlambat


Ingin buah manggis hutan, masak ranum tergantung tinggi berarti ingin akan sesuatu, tetapi amat susah diperoleh


Intan disangka batu kelikir berarti tidak pandai menghargai sesuatu. Intan disangka batu kelikir juga berarti tidak mengetahui harga (nilai) sesuatu dengan sebenarnya


Isi lemak dapat ke orang, tulang bulu pulang ke kita berarti orang lain mendapat senangnya, kita mendapat susahnya saja


Itik berenang di laut air, mati kehausan berarti menderita kesusahan karena tidak dapat (atau tidak mendapat kesempatan memanfaatkan kekayaan yang ada


Itik bertaji berarti sangat penakut, tetapi sombong


Izin prinsiperibahasaank berarti izin yang diberikan dalam rangka persetujuan untuk melakukan persiapan pendirian bank umum


Jadi abu arang berarti sudah usang atau basi (tentang pembicaraan dan sebagainya)


Jadi alas cakap berarti sebagai imbalan jasa yang telah dibuat


Jadi bumi langit berarti menjadi orang tempat menggantungkan nasib dan harapan


Jadi kain basahan berarti sudah menjadi miskin (hina). Jadi kain basahan juga berarti hilang kekayaannya (kemuliaannya dan sebagainya)


Jadi mata telinga jadi kaki tangan berarti seseorang yang menjadi harapan atau kepercayaan, yang selalu memberi pertolongan


Jahit sudah kelindan putus berarti telah selesai sama sekali


Janda belum berlaki berarti gadis yang dipermainkan oleh laki-laki lalu ditinggalkan


Jangan dilepaskan tangan kanan, sebelum tangan kiri berpegang berarti jangan melepaskan pekerjaan yang ada sebelum mendapat pekerjaan (pencaharian) yang baru


Jangan diperlebar timba ke perigi, kalau tak putus, genting berarti jangan diulang-ulang perbuatan yang jahat, lambat laun akan mendapat bencana jua


Jangan diperlelarkan timba perigi, kalau tak putus genting berarti kejahatan itu jika diulang-ulang akhirnya mencelakakan juga


Jangan ditentang matahari condong, takut terturut jalan tak berintis berarti hendaklah kita selalu ingat dan cermat, jangan teperdaya atau tergoda akan sesuatu yang elok, tetapi mungkin mendatangkan bahaya


Jangat liat kurang panggang berarti tidak dapat diajar


Janji sampai, sukatan penuh berarti sudah sampai ajalnya


Jaras dikatakan raga jarang berarti mencela orang lain, padahal diri sendiri ada celanya juga


Jatuh di atas tilam berarti mendapat kesenangan hidup


Jatuh diimpit tangga berarti ditimpa kesukaran berturut-turut


Jauh bau bunga, dekat bau tahi berarti sanak saudara yang apabila jauh selalu terkenang, apabila dekat selalu bertengkar


Jauh berjalan banyak dilihat, lama hidup banyak dirasa berarti sudah berpengalaman banyak


Jauh berjalan banyak dilihat berarti kalau bepergian ke mana-mana akan memperoleh banyak pengalaman


Jauh dapat ditunjuk, dekat dapat ditunjal berarti apa yang dikatakan dapat dibuktikan kebenarannya


Jauh di mata di hati jangan berarti biarpun tempat berjauhan, jangan lupa-melupakan


Jauh di mata, dekat di hati berarti bertempat tinggal tidak berdekatan, tetapi jiwa (hati) selalu merasa dekat


Jauh panggang dari api berarti tidak kena. Jauh panggang dari api juga berarti tidak benar (tentang jawaban, sindiran). Jauh panggang dari api juga berarti banyak bedanya


Jauh panggang dari api berarti tindakan yang tidak sesuai dengan maksudnya. Jauh panggang dari api juga berarti tawaran yang jauh di bawah harga

Jelatang di hulu air berarti sesuatu yang selalu menyusahkan


Jerat halus kelindan sutra berarti tipu muslihat yang sangat halus


Jerih menentang boleh, rugi menentang laba berarti suka menolong (mengeluarkan uang) karena ingin mendapat pertolongan (keuntungan)


Jika belalang ada seekor, jika emas ada miang berarti segalanya ada aturannya sendiri


Jika benih yang baik jatuh ke laut, menjadi pulau berarti orang yang berketurunan baik, ke mana pun perginya akan bersifat baik juga


Jika kasih akan padi, buanglah rumput berarti jika kasih kepada anak istri, berhentilah mengasihi perempuan lain


Jika langkah sudah terlangkahkan, berpantang dihela surut berarti suatu pekerjaan yang telah dimulai dengan saksama, sekali-kali jangan dihentikan sebelum tujuan tercapai


Jika pisau tiada berbaja, makin dikikir bertambah tumpul berarti anak yang dungu, makin diajar makin bodoh


Jika tak lalu dandang di air, di gurun dirangkakkan ditanjakkan berarti menggunakan segala daya upaya untuk mencapai maksud


Jika takut dilimbur pasang, jangan berumah di tepi pantai berarti kalau takut mendapat kesusahan, jangan mengerjakan hal-hal yang berbahaya


Jika tidak pecah ruyung, di mana boleh mendapat sagu berarti tidak akan tercapai maksud kalau tidak mau berusaha


Jikalau di hulu airnya keruh, tak dapat tidak di hilirnya keruh juga berarti jika seseorang jahat asalnya, jahat juga kelakuannya


Jikalau tidak berada-ada ada berada, ada mengada, masakan tempua bersarang rendah berarti jika tidak ada sebab-sebabnya (sesuatu yang tersembunyi), tentu tidak akan terjadi yang luar biasa


Jinak-jinak merpati berarti kelihatannya ramah dan mudah didapat, tetapi sebenarnya tidak (tentang wanita)


Jiwa bergantung di ujung rambut berarti selalu gelisah karena tidak tentu nasibnya


Jual sutra beli mastuli berarti kehilangan sesuatu yang berharga mendapat pengganti yang lebih baik


Jumbai bertenun sampai ke bunjainya berarti mengerjakan sesuatu harus sampai selesai


Kacang lupa akan kulitnya berarti tidak tahu diri. Kacang lupa akan kulitnya juga berarti lupa akan asalnya


Kadok naik junjung berarti orang hina (miskin dan sebagainya) merasa mulia (kaya)


Kail sebentuk, umpan seekor, sekali putus, sehari berhanyut berarti berbuat sesuatu dengan tidak memikirkan hal-hal yang mungkin menghambat usahanya (seperti pergi jauh tidak cukup bekal, berniaga tidak cukup modal)


Kain basah kering di pinggang berarti miskin sekali


Kain dalam lipatan berarti perempuan yang berbuat jahat (mesum) dengan sembunyi- sembunyi


Kain lama dicampak buang, kain baru pula dicari berarti menceraikan istri tua dan mencari istri muda


Kain pendindingmiang, uang pendindingmalu berarti segala sesuatu hendaknya digunakan sebagaimana mestinya, jangan kikir


Kain sehelai berganti-ganti berarti perihal sangat miskin suami istri


Kaki naik, kepala turun berarti selalu sibuk bekerja


Kaki terdorongbadan merasa, lidah terdorongemas padahannya berarti segala janji harus ditepati


Kaki terdorongbadan merasa, lidah terdorongemas padahannya berarti apa yang telah dikatakan harus dilaksanakan

Kaki terdorongbadan merasa, lidah terdorongemas padahannya berarti jika berbuat sesuatu harus berani menanggung akibatnya

Kaki tertarung, inai padahannya mulut terdorong, emas padahannya berarti harus berani menanggung akibat perbuatan atau janji sendiri


Kaki untut dipakaikan gelang berarti memakai sesuatu untuk memperelok diri, tetapi malah bertambah buruk


Kalah jadi abu, menang jadi arang berarti pertengkaran tidak akan menguntungkan pihak mana pun


Kalau bangkai galikan kuburnya, kalau hidup sediakan buaiannya berarti lebih baik menunggu dengan tenang apa yang akan terjadi, lalu mempertimbangkan langkah apa yang akan diambil


Kalau di bawah melompat, lalu di atas menyusup berarti menyesuaikan diri dengan adat kebiasaan penduduk tempat tinggalnya


Kalau guru makan berdiri, maka murid makan berlari berarti kelakuan murid mencontoh kelakuan guru, biasanya dalam hal yang tidak baik


Kalau kena tampar, biar dengan tangan yang pakai cincin, kalau kena tendang, biar dengan kaki yang pakai kasut berarti jika diberi malu oleh perempuan, lebih baik oleh perempuan baik-baik daripada oleh perempuan jalang


Kalau laba bercikun-cikun, buruk diberi tahu orang berarti apabila beroleh kesenangan diam saja, tetapi apabila menderita kesusahan berkeluh kesah atau minta tolong kepada orang lain


Kalau menampi jangan tumpah padinya berarti mengerjakan sesuatu dengan sebaik-baiknya


Kalau pandai menggulai badar pun menjadi tenggiri berarti orang yang pandai, meskipun kurang alat syaratnya, dapat juga mengerjakan sesuatu dengan baik


Kalau pandai menggulai, badar jadi tenggiri berarti kalau pandai mengatur (menyusun dan sebagainya), barang yang kurang baik pun akan menjadi baik juga. Kalau pandai menggulai, badar jadi tenggiri juga berarti ikan sia. Kalau pandai menggulai, badar jadi tenggiri juga berarti ikan sia-sia


Kalau pandai meniti buih, selamat badan sampai ke seberang berarti jika dapat mengatasi kesukaran tentu maksud dapat dicapai


Kalau sorok lebih dahulu daripada tokok, tidak mati babi berarti kalau lagak atau bual yang didahulukan, maksud tidak akan tercapai


Kalau tak ada angin, takkan pokok bergoyang berarti jika tak ada sebab, tidak akan sesuatu terjadi


Kalau tak ada api, masakan ada asap berarti barang sesuatu yang terjadi, pasti ada sebabnya


Kalau takut dilimbur pasang, jangan berumah di tepi pantai berarti kalau takut akan akibatnya, jangan melakukan pekerjaan itu


Kapak menelan beliung berarti yang baik ditukar dengan yang buruk


Kapal besar ditunda jongkong berarti orang berkuasa yang menurut perintah orang kecil


Karam tidak berair berarti mendapat bencana tanpa sebab


Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang penggalan berarti cinta kasih anak kepada ibu tidak sebanyak cinta kasih ibu kepada anak


Kasihkan anak tangan-tangankan, kasihkan bini tinggal-tinggalkan sayang di anak dibenci, sayang di negeri ditinggalkan berarti yang disayangi itu hendaknya jangan terlalu dimanjakan;


Kata dahulu bertepati, kata kemudian kata bercari berarti sesuatu yang telah dijanjikan (ditentukan) dahulu harus ditepati, sedangkan hal yang timbul kemudian (belakangan) harus dimufakatkan lagi


Kata dahulu bertepati, kata kemudian kata bercari berarti janji harus ditepati dan hanya boleh diubah setelah diperoleh kebulatan kata pula

Katak hendak jadi lembu berarti orang hina (miskin, rendah) hendak menyamai orang besar (kaya dan sebagainya). Katak hendak jadi lembu juga berarti congkak. Katak hendak jadi lembu juga berarti sombong


Kawan gelak banyak, kawan menangis jarang bersua berarti sahabat di waktu senang banyak, sahabat di waktu susah (melarat) sedikit


Ke bukit sama mendaki, ke lurah sama menurun berarti seia sekata


Ke gunung tak dapat angin berarti akan mendapat keuntungan tetapi gagal


Ke hulu kena bubu, ke hilir kena tengkalak berarti tidak dapat terhindar dari bahaya


Ke hulu menongkah surut, ke hilir menongkah pasang berarti selalu sial


Ke langit tak sampai, ke bumi tak nyata berarti setengah-setengah, kepalang tanggung di dalam menyelesaikan pekerjaan atau mempelajari ilmu


Ke mana angin yang deras ke situ condongnya berarti tidak teguh pendirian


Ke mana dialih, lesung berdedak juga berarti sesuatu yang memang merugikan (menyusahkan), di mana pun akan merugikan juga


Ke mana kelok lilin, ke sana kelok loyang berarti tidak punya pendirian, selalu mengikut kata orang lain


Ke mana tumpah hujan dari bubungan, kalau tidak ke cucuran atap berarti anak akan menurut sifat atau teladan orang tuanya


Ke mudik tentu hulunya, ke hilir tentu muaranya berarti suatu maksud atau niat hendaklah tentu wujud atau tujuannya. Ke mudik tentu hulunya, ke hilir tentu muaranya juga berarti kokoh, baik dalam soal yang kecil-kecil maupun dalam soal yang besar-besar


Ke sawah tidak berlubuk, ke ladang tidak berarang berarti mendapat untung dan sebagainya tidak dengan bersusah payah. Ke sawah tidak berlubuk, ke ladang tidak berarang juga berarti tercapai maksudnya


Ke sawah tidak berluluk, ke ladang tidak berarang berarti tidak mau bekerja. Ke sawah tidak berluluk, ke ladang tidak berarang juga berarti pemalas


Ke sungai sambil mandi berarti sekali bekerja dua tiga pekerjaan terselesaikan


Kecil dikandung ibu, besar dikandung adat, mati dikandung tanah berarti manusia itu selalu terikat oleh tata tertib masyarakat, tidak pernah bebas sama sekali


Kecil tapak tangan, nyiru ditadahkan berarti ingin mendapat sebanyak-banyaknya


Kecil teranja-anja, besar terbawa-bawa sudah tua terubah tidak berarti segala sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dari kecil sukar untuk mengubahnya


Kecil-kecil anak kalau sudah besar onak berarti anak itu selagi kecil menyenangkan hati, tetapi kalau sudah besar menyusahkan hati (karena kelakuannya dan sebagainya)


Kecil-kecil cabai rawit berarti tampaknya kecil, tetapi cerdik (pemberani, membahayakan)


Kecil-kecil cabai rawit berarti kecil tetapi ampuh (berani)

Kecil-kecil lada api padi, kutu berarti kecil tetapi berani (pandai dan sebagainya)


Kelam bagai malam dua puluh tujuh berarti suatu hal atau perkara yang sangat gelap, tidak ada bayangan sedikit pun bagaimana akan memeriksa dan menyelidikinya


Kelam disigi lekung ditinjau berarti segala hal yang kurang terang harus diselidiki baik-baik


Keledai hendak dijadikan kuda berarti orang bodoh hendak disamakan dengan orang pandai


Kelekatu hendak terbang ke langit berarti hendak mencapai sesuatu yang tidak mungkin


Kelihatan asam kelatnya berarti kelihatan sifatnya yang kurang baik


Kelik-kelik dalam baju berarti musuh dalam selimut


Keluar tak mengganjilkan, masuk tak menggenapkan masuk tidak genap, keluar tidak ganjil berarti hal (orang) yang tidak terpandang atau tidak diperhitungkan sedikit juga dalam masyarakat


Kemiri jatuh ke pangkalnya berarti beroleh tempat yang pantas. Kemiri jatuh ke pangkalnya juga berarti kembali ke tempat asalnya


Kena kecipak orang berbelut berarti terlibat dalam perkara orang lain. Kena kecipak orang berbelut juga berarti turut menderita akibat kesalahan orang lain


Kena kelikir berarti berada di bawah kekuasaan seseorang


Kepak singkat, terbang hendak tinggi berarti kemampuan sedikit, cita-cita tinggi


Kepala sama berbulu, pendapat berlain-lainan berarti setiap orang berlainan pendapatnya


Kepala sama hitam berbulu, pendapat berlain-lain berarti tiap orang berlain-lain pendapatnya


Keperagawatian santan di kuku berarti mencari keuntungan dengan jalan yang sukar sekali


Kera menegurkan tahinya berarti membukakan kehinaan sendiri


Kera menjadi monyet berarti sama saja halnya


Kerajinan kependekand yang kasih sayang berarti sesuatu yang tidak mungkin terjadi


Kerak nasi membusut jantan berarti banyak sekali sisanya (sesudah perayaan dan sebagainya)


Keras bagai batu, tinggi bagai bukit berarti tidak mau menurut perintah


Keras ditakik, lunak disudu berarti segala perintah hendaklah diberikan dengan penuh kebijaksanaan


Kerbau punya susu, sapi punya nama berarti seseorang yang berbuat kebaikan atau bersusah payah, tetapi orang lain yang mendapat pujian


Kerbau runcing tanduk berarti orang yang telah terkenal kejahatannya


Kerbau seratus dapat digembalakan, manusia seorang tiada terkawal berarti menjaga seorang perempuan lebih sukar daripada menjaga binatang yang banyak


Kerosok ular di rumpun bambu berarti tidak perlu takut akan gertakan atau ancaman orang


Kesat daun pimping berarti dikatakan kepada orang yang tidak selamanya lemah saja (kalau perlu dapat bertindak keras juga)


Kesturi mati karena baunya berarti mendapat kecelakaan karena perbuatannya sendiri


Ketahuan hina mulianya berarti mengetahui kedudukan yang sebenarnya


Ketika gagak putih, bangau hitam berarti zaman dahulu sekali


Kicang-kecoh ciak berarti perkara yang akan diperiksa hendaklah ada buktinya


Kilat di dalam kilau berarti ada maksud tertentu yang terselubung dalam perkataan (gerak-gerik dan sebagainya)


Kini gatal besok digaruk berarti pertolongan yang datangnya terlambat


Kita di pangkal merawal dia di ujung merawal berarti tanggungan kita lebih berat daripada tanggungannya


Kita semua mati, tetapi kubur masing-masing berarti lain orang lain pikirannya


Koperibahasaal berarti sundulan terhadap bola (dalam sepak bola). Koperibahasaal juga berarti perbuatan mengekop bola
Contoh: Gol kedua diciptakan dengan koperibahasaal


Koyak tak berbunyi berarti melakukan sesuatu yang kurang baik, tetapi tidak diketahui orang


Karena mata buta, karena hati mati berarti orang yang menurutkan hawa nafsunya akhirnya binasa


Karena mulut bisa binasa berarti mendapat celaka karena perkataannya


Karena nila setitik, rusak susu sebelanga berarti hanya karena keburukan yang sedikit, semuanya menjadi buruk


Karena pijatan mati tuma berarti mendapat (ke)celaka(an) karena berteman dengan orang jahat atau karena (ke)salah(an) orang lain


Kuah tumpah tertuang ke nasi berarti dikatakan kepada anak yang dikawinkan dengan kemenakan


Kuah tumpah tertuang ke nasi berarti sudah sewajarnya

Kuat ikan karena radai kuat burung karena sayap, kuat ketam karena sepit berarti tiap-tiap orang ada kekuatannya (kelebihannya) sendiri


Kuat ketam karena sepit, kuat burung karena sayap, kuat ikan karena radai berarti merasa kuat (berkuasa) karena ada keunggulan atau kelebihan


Kuat ketam karena sepit, kuat burung karena sayap, kuat ikan karena radai berarti tiap-tiap orang sedikit banyak ada kuasanya

Kuat ketam karena sepit berarti seseorang ditakuti hanya selama ia berkuasa


Kuat sepit karena kempa berarti orang kuat dalam suatu perkara karena ada yang menolong di belakangnya


Kucing pergi tikus menari berarti jika kepala (kantor, perusahaan, dan sebagainya) pergi bawahannya bersuka ria


Kuda pelejang bukit berarti orang yang menjadi kaki tangan (alat, perkakas) orang lain


Kudis menjadi tokak berarti perkara yang kecil menjadi besar


Kuman beri bertali berarti melakukan sesuatu yang tidak mungkin


Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak berarti kesalahan (kekurangan) orang lain walaupun kecil sekali akan kelihatan, tetapi kesalahan (kekurangan) sendiri (meskipun besar) tidak kelihatan


Kumbang tidak seekor bunga tidak sekaki berarti masih banyak pria (wanita) lain tempat menambatkan hati


Kundur tidak melata pergi, labu tidak melata mari berarti persetujuan atau persahabatan harus datang dari kedua belah pihak


Kuning oleh kunyit, hitam oleh arang berarti mudah dihasut atau dipuji


Kurang taksir, hilang laba berarti kurang hati-hati mungkin akan mendatangkan kerugian (kesusahan dan sebagainya)


Kurang-kurang bubur, lebih-lebih sudu sudu yang lebih berarti perkara kecil yang dibesar-besarkan karena menjadi buah bibir orang. Kurang-kurang bubur, lebih-lebih sudu sudu yang lebih juga berarti sedikit pengetahuan, tetapi cakap besar


Kusut diselesaikan, keruh diperjernih berarti perselisihan hendaklah diselesaikan secara baik-baik


Laba sama dibagi, rugi sama diterjuni berarti bersahabat sehidup semati


Laba tertinggal, harta lingkap berarti tidak beroleh laba sama sekali, bahkan modalnya ikut habis


Lading tajam sebelah berarti selalu mau menerima pemberian, tetapi segan memberi


Lagi ada jangan dimakan, sudah habis baru dimakan berarti sewaktu ada pencaharian, jangan diganggu harta simpanannya, tetapi apabila tiada pencaharian lagi, barulah dipergunakan harta simpanan itu


Lagi lauk lagi nasi berarti makin kaya, makin banyak kenalan (sahabat)


Lagi murah, lagi menawar makin murah, makin menawar berarti makin diberi, makin banyak lagi yang diminta


Lain bengkak, lain bernanah berarti seseorang yang bersalah, orang lain yang menanggung atau menderita akibatnya


Lain bengkak, lain menanah berarti lain orang yang bersalah, lain pula orang yang menerima hukuman


Lain biduk, lain di galang berarti jawaban yang bersalahan dengan pertanyaan (tidak menjawab barang apa yang ditanyakan)


Lain di mulut, lain di hati berarti yang dikatakan berbeda dengan isi hatinya


Lain dulang lain kaki, lain orang lain hati berarti tiap-tiap orang berlainan kesukaannya


Lain gatal lain digaruk berarti lain yang ditanya lain yang dijawab


Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya berarti tiap-tiap negeri ada adat istiadatnya sendiri


Lain padang lain belalang berarti tiap-tiap negeri berlainan aturan dan adatnya


Lain sakit lain diobat, lain luka lain dibebat berarti jawab yang berlainan dengan apa yang ditanyakan. Lain sakit lain diobat, lain luka lain dibebat juga berarti yang diberikan berlainan dengan yang diminta


Lain yang diagak lain yang kena berarti yang dimaksudkan berlainan dengan yang didapat


Laki pulang kelaparan, dagang lalu ditanakkan berarti lebih banyak mengindahkan urusan orang lain daripada urusan sendiri


Laksana bunga dadap, sungguh merah berbau tidak berarti orang yang rupanya elok, tetapi tidak berbudi bahasa


Laksana jentayu menantikan hujan berarti sangat merindukan sesuatu (kekasih dan sebagainya)


Laksana manau, seribu kali embat haram tak patah berarti menunjukkan sesuatu yang teguh dan kuat


Laksana mengaprit di tengah laut, dipukul ombak jatuh ke tepi berarti orang yang belum mantap kedudukannya atau belum bernasib baik dalam mengadu untung


Laksana mestika gamat berarti perihal kelakuan, atau tabiat, atau perkataan yang baik


Lalu lulus ujung, lalu lulus kelindan berarti jika maksud yang utama sudah tercapai, maksud yang lain akan tercapai juga


Lalu penjahit, lalu kelindan berarti kalau usaha yang pertama berhasil, usaha yang berikut pun akan berhasil


Lancar kaji karena diulang, pasar jalan karena diturut berarti kepandaian atau kemahiran didapat karena rajin berlatih


Lapuk oleh kain sehelai berarti dalam hidupnya hanya beristri (bersuami) seorang


Laut budi tepian akal berarti seseorang yang banyak ilmu dan bijaksana


Laut ditembak, darat kena berarti lain yang diperoleh dari yang diharapkan


Laut ditimba akan kering berarti betapa pun banyaknya harta, jika selalu dibelanjakan, akhirnya akan habis juga


Laut madu berpantaikan sakar gula berarti perkataan yang manis keluar dari mulut orang yang baik rupanya


Laut mana yang tak berombak, bumi mana yang tak ditimpa hujan berarti bagaimanapun manusia tidak akan luput dari kekhilafan (kesalahan)


Layang-layang putus talinya berarti seseorang yang sudah putus harapan, sudah tidak berdaya lagi, hanya terserah kepada nasib


Layar menimpa tiang berarti kawan menjadi lawan


Lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup bercermin bangkai berarti lebih baik mati daripada menanggung malu


Lebih berharga mutiara sebutir daripada pasir sepantai berarti seseorang yang baik, meskipun ia tidak kaya, jauh lebih berharga dan mulia daripada orang kaya yang jahat dan jahil


Lemak manis jangan ditelan, pahit jangan dimuntahkan berarti suatu perundingan, jikalau baik sekalipun jangan terus diterima dan jika kurang baik jangan pula terus ditolak, hendaklah dipikirkan dalam-dalam dan ditimbang baik-baik dahulu baik jeleknya


Lemak penyelar daging berarti memboroskan harta benda tuannya


Lempar batu sembunyi tangan berarti melakukan sesuatu (kegiatan dan sebagainya), tetapi kemudian berdiam diri seolah-olah tidak tahu-menahu


Lempar batu sembunyi tangan berarti berbuat kurang baik kepada orang, lalu berpura-pura tidak tahu

Lengan bagai lilin dituang berarti lengan yang indah bentuknya


Lengan seperti sulur bakung berarti lengan yang halus di ujung, besar di tengah, dan bulat di pangkalnya


Lepas bantal berganti tikar berarti seorang laki-laki kawin dengan saudara perempuan atau keluarga istrinya yang meninggal


Lepas dari mulut harimau jatuh ke mulut buaya berarti lepas dari bahaya yang besar, lalu jatuh ke dalam bahaya yang lebih besar lagi


Lesung mencari alu berarti perempuan mencari laki-laki


Lewat dari manis, masam, lewat dari harum, busuk berarti perihal orang yang mula-mula berkasih-kasihan sangat mesra, tetapi kemudian, selalu berselisih dan bertengkar


Licin bagai belut berarti cerdik dan licik sehingga susah menghadapinya (menangkapnya)


Licin karena minyak berminta, elok karena kain berselang berarti sindiran untuk merendahkan orang yang angkuh karena harta atau barang yang dipinjam


Lidah tak bertulang berarti mudah saja mengatakan (menjanjikan) sesuatu, yang berat adalah melaksanakannya


Lidah tidak bertulang berarti asal berkata, mudah berjanji mudah pula mengingkarinya


Lihat anak pandang menantu berarti segala urusan anak hendaklah ditimbang-timbang dahulu apakah hal itu akan menimbulkan keadaan yang tidak baik pada menantu sekalipun hal itu akan menguntungkan anak sendiri. Lihat anak pandang menantu juga berarti setiap pekerjaan hendaklah ditimbang-timbang, jika baik bagi diri sendiri dan baik pula bagi orang lain, pekerjaan itu baru dilakukan


Lihat anak, pandang menantu berarti pekerjaan (hal dan sebagainya) hendaklah ditimbang, di samping baik bagi diri sendiri hendaknya baik juga bagi orang lain

Limau masak sebelah, perahu karam sekerat berarti aturan (hukum dan sebagainya) yang tidak adil, membeda-bedakan golongan, kedudukan, dan sebagainya, tidak sama rata


Lonjak bagai labu dibenam berarti orang yang sombong


Lopak jadi perigi berarti naik derajat (orang miskin menjadi kaya dan sebagainya)


Lubuk akal lautan tepian ilmu budi berarti sangat luas dan banyak pengetahuannya


Lubuk dalam, si kitang yang empunya berarti setiap orang berkuasa di lingkungan sendiri


Lubuk menjadi pantai, pantai menjadi lubuk berarti segala sesuatu tiada tetap


Lulus jarum lulus kelindan berarti jika maksud yang satu sudah tercapai maksud yang lain dapat diharapkan tercapai pula


Lulus tidak berselam, hilang tidak bercari berarti orang yang menderita sengsara, tetapi tidak ada yang mau menolong


Lunak disudu, keras ditakik berarti yang penurut diperlakukan dengan lemah lembut, sedangkan yang melawan harus ditindak dengan tegas


Lunak disudu, keras tekik berarti waktu memberi perintah (menguasai), orang yang halus diperlakukan dengan cara halus, orang yang membantah diperlakukan dengan keras


Lunak gigi dari lidah berarti sangat lemah lembut (merendahkan diri dan sebagainya)


Lunak gigi dari lidah berarti lemah lembut

Lupa kacang akan kulitnya berarti tidak tahu diri. Lupa kacang akan kulitnya juga berarti lupa akan asalnya


Lupak jadi perigi berarti naik derajat (kedudukan) seperti orang miskin menjadi kaya


Lurus bagai piarit berarti orang yang tampak baik, tetapi berhati jahat


Mabuk agak-agak kira-kira berarti tidak berbuat apa-apa, hanya melamun, asyik berangan-angan


Mabuk di enggang lalu berarti sangat tertarik hatinya kepada orang yang belum dikenal


Madu satu tong, jika rembes, rembesnya pun madu jua berarti jika baik asalnya, turunannya pun baik juga:


Mahal dibeli, sukar dijual mahal tak dapat dibeli, murah tak dapat diminta berarti sesuatu yang sukar diperoleh


Makan bersabitkan berarti orang yang senang, tiada bekerja dan dapat makan minum yang cukup, misalnya dari istri yang kaya dan pemurah


Makan hati berulam jantung berarti bersusah hati karena perbuatan salah seorang teman karib


Makan sudah terhidang, jamu belum jua datang berarti gadis yang telah besar, sudah patut bersuami, tetapi orang belum ada yang datang meminangnya


Makanan enggang akan dimakan pipit berarti hendak melakukan sesuatu yang tidak sepadan dengan tarafnya (kesanggupan dan sebagainya)


Maksim berarti pernyataan ringkas yang mengandung ajaran atau kebenaran umum tentang sifat-sifat manusia. Maksim juga berarti aforisme. Maksim juga berarti peribahasa


Maksud bagai maksud manau berarti menghendaki sesuatu yang tidak mungkin tercapai


Malam berselimut embun, siang bertudung awan berarti tidak berumah karena miskin sekali


Malang celaka raja genggang, anak terbeli tunjang hilang berarti hal orang yang malang, waktu diperoleh maksud yang kedua, yang sudah di tangan hilang pula


Malang tak boleh ditolak, mujur tak boleh diraih berarti nasib buruk tidak dapat dicari-cari


Maling berteriak maling berarti mendahului orang menyorakkan suatu kesalahan (kejahatan) supaya tidak dituduh orang


Malu kalau anak harimau menjadi anak kucing kambing berarti tidak sepatutnya kalau anak orang baik-baik atau pandai menjadi jahat atau bodoh


Malu tercoreng di kening dahi berarti mendapat malu besar


Malu tercoreng pada kening berarti malu yang tidak dapat dihilangkan lagi karena sudah diketahui orang banyak


Mana busuk yang tidak berbau berarti kejahatan (kesalahan) akhirnya akan ketahuan juga


Mandi berendam tak basah berarti berbuat sesuatu tanpa mengacuhkan teguran atau peringatan


Mandi berendam tak basah berarti tidak menaruh perasaan (belas kasihan)

Mandi berlenggang perut berarti upacara selamatan dan mandi pada waktu hamil tujuh bulan


Mandi dalam cupak berarti serba tanggung (tidak cukup)


Mandi sedirus berarti mendapat pujian yang belum pada tempatnya


Manikam sudah menjadi sekam berarti tidak berguna lagi. Manikam sudah menjadi sekam juga berarti tidak berharga lagi


Manis daging berarti orang yang biasa dituduh melakukan salah satu kejahatan, padahal ia tidak bersalah


Manis jangan lekas ditelan, pahit jangan lekas dimuntahkan berarti segala sesuatu hendaknya ditimbang baik-baik dahulu sebelum diterima atau ditolak


Manis mulutnya bercakap seperti sautan manisan, di dalam bagai empedu berarti mulut manis (perkataan yang manis-manis) biasanya berisi tipu semu di dalamnya


Manis seperti gula derawa, manis bagai gula jawa berarti berpatutan, ibarat dua orang suami-istri yang sama elok rupanya


Manusia mati meninggalkan nama harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading berarti orang terkenal walaupun sudah meninggal, ia masih tetap dikenang


Manusia mengikhtiarkan, Allah menakdirkan berarti ikhtiar atau akal budi ada di tangan manusia, jadi orang harus bekerja sekeras-kerasnya untuk mencapai tujuannya, tetapi berhasil tidaknya usaha itu bergantung pada takdir Tuhan


Manusia tahan kias, binatang tahan palu berarti mengajar manusia dengan sindiran sudah cukup, tetapi mengajar binatang harus dengan pukulan


Manusia tertarik oleh tanah airnya, anjing tertarik oleh piringnya berarti orang yang berakal itu jauh pemandangannya, tetapi orang yang bodoh hanya memikirkan keperluan perutnya, kalau ia telah kenyang sudah tidak menghendaki apa-apa lagi


Mara hinggap mara terbang, enggang lalu ranting patah berarti seseorang yang tidak berbuat suatu kesalahan, tetapi pada waktu terjadi suatu kejahatan ia yang dituduh berbuat kesalahan itu


Mara jangan dipukat, rezeki jangan ditolak berarti jangan mencari-cari bahaya atau kecelakaan


Marah akan tikus rengkiang dibakar berarti karena takut (tidak suka dan sebagainya) pada sesuatu yang kecil, dibuangnya (dirusakkannya) sesuatu yang lebih besar dan berharga, yang melibatkan sesuatu yang kecil tersebut


Masak buah rumbia berarti perkara yang mustahil terjadi, atau yang tidak mungkin diperoleh


Masak di luar mentah di dalam berarti orang yang kelihatan baik pada lahirnya, tetapi hatinya jahat. Masak di luar mentah di dalam juga berarti mulut manis, tetapi hati busuk


Masak malam, mentah pagi siang berarti suatu hal yang telah putus (sudah jadi), tetapi tidak lama kemudian berubah


Masih berbau pupuk jeringau berarti masih muda sekali (belum berpengalaman)


Masin lidahnya perkataanya berarti perkataannya selalu dituruti (dikabulkan) orang


Masin lidahnya perkataanya berarti pandai berkata-kata

Masin mulutnya berarti apa yang dikatakannya terjadi


Masuk dari kuping kiri keluar lewat kuping kanan berarti tidak mendengarkan nasihat


Masuk kandang kambing mengembik, masuk kandang kerbau menguak berarti menyesuaikan diri dengan tempat dan keadaan


Masuk ke telinga kanan, keluar ke telinga kiri berarti tidak dimasukkan ke dalam ingatan (tentang nasihat, pelajaran)


Masuk lima keluar sepuluh berarti belanja yang dikeluarkan jauh lebih besar daripada penghasilan (pendapatan)


Masuk sarang harimau berarti terperangkap ke dalam suatu bahaya besar


Masuk tak genap, keluar tak ganjil berarti orang yang tidak berharga dalam masyarakat


Masuk tiga, keluar empat berarti pengeluaran lebih besar daripada pendapatan


Mata memandang apa hendak sakit, bahu memikul timpa perasaan seberapa berat mata menentang, berat jua bahu memikul berarti berapa jua susah orang melihat suatu penderitaan yang ditanggung oleh orang lain, terlebih susah jua orang yang menanggungnya


Mata tidur, bantal terjaga berarti seorang istri yang berlaku serong ketika suaminya sangat percaya akan kelurusannya


Matahari itu bolehkah ditutup dengan nyiru berarti suatu kebenaran yang nyata itu dapatkah dilindungkan atau disembunyikan


Mati anak berkalang bapak, mati bapak berkalang anak berarti anak dan bapak wajib tolong-menolong


Mati ayam, mati tungaunya berarti jika tuannya celaka, anak buahnya ikut merasakan celaka juga


Mati berkafan cindai berarti mati dengan nama baik (terhormat)


Mati dicatuk katak berarti orang yang berkuasa dikalahkan oleh orang yang lemah


Mati dikandung tanah berarti mati (dipendam di dalam tanah)


Mati enau tinggal di rimba berarti orang kecil jika sudah mati namanya tidak akan disebut-sebut lagi


Mati gajah tidak dapat belalainya, mati harimau tidak dapat belangnya berarti tahu melakukan perbuatan jahat dan tahu pula menyembunyikan dan menghilangkannya


Mati ikan karena umpan, mati sahaya karena budi berarti manusia dapat dibujuk atau dikuasai dengan budi atau mulut manis


Mati kuang karena bunyi berarti mendapat bencana karena kesombongan (perbuatan) sendiri


Mati kuau karena bunyinya berarti mendapat kecelakaan karena kata-katanya sendiri


Mati puyuh hendakkan ekor berarti menghendaki sesuatu yang tidak mungkin tercapai


Mati rusa karena tanduknya berarti sesuatu yang menjadi kemegahan itu, kadang-kadang mencelakakan


Mati seladang berarti saling setia sampai tua. Mati seladang juga berarti sehidup semati (tentang suami istri)


Mati semut karena gula manisan berarti orang yang mendapat bencana (tertipu dan sebagainya) karena bujuk dan rayuan yang menyenangkan


Mati tidak akan menyesal, luka tidak akan menyiuk berarti sudah berketetapan hati untuk melakukan sesuatu dan tidak akan menyesal atau mengumpat kemudian jika timbul peristiwa yang tidak baik karena perbuatan itu


Mati-mati berdawat biar hitam mati-mati mandi biar basah berarti tiap-tiap pekerjaan janganlah dilakukan kepalang tanggung, janganlah diusahakan separuh jalan melainkan dikerjakan sampai pada kesudahannya


Mati-mati berminyak biar licin berarti setiap pekerjaan janganlah kepalang, jangan diusahakan separuh jalan, tetapi dikerjakan sampai selesai


Mati-mati mandi biar basah berarti jangan kepalang tanggung


Melakabkan kucing di dapur berarti berbuat aniaya dengan cara yang mudah


Melanggar benang hitam berarti melanggar pantangan. Melanggar benang hitam juga berarti melanggar adat resam


Melangkahi ular berarti melakukan sesuatu yang berbahaya


Melanting menuju tampuk, berkata menuju benar berarti dalam rapat (perundingan), kita harus menggunakan dasar kebenaran dan kejujuran


Melanting menuju tampuk berarti setiap usaha ada maksudnya


Melekatkan kersik ke buluh berarti melakukan pekerjaan dengan susah payah, tetapi sia-sia


Melepaskan anjing terjepit berarti menolong orang yang tidak tahu membalas budi


Meletakkan api di bubungan berarti sengaja mencari bahaya


Meludah ke langit, muka juga yang basah berarti melawan atau membantah orang yang berkuasa, akhirnya diri sendiri yang mendapat kesusahan atau kesulitan


Melukut di tepi gantang berarti perkara kecil yang tidak mendapat perhatian


Melukut tinggal sekam melayang berarti yang baik tetap, yang buruk akan hilang


Melulur bersetungging berarti mengerjakan sesuatu karena terpaksa (malu, takut, dan sebagainya)


Memagar diri bagai aur berarti hanya memikirkan diri sendiri


Memahat di dalam baris, berkata dalam pusaka berarti mengerjakan sesuatu sebagaimana mestinya


Memakan habis-habisan, menyuruh hilang-hilang berarti jika merahasiakan sesuatu, hendaklah dilakukan dengan sebaik-baiknya


Memakuk dengan punggung lading berarti sangat menyakiti hati orang


Memalit rembes menampung titik berarti biar sedikit diterima juga


Memancing di air keruh berarti mencari keuntungan dalam keadaan yang kacau


Memancing dalam belanga berarti mencari keuntungan dalam lingkungan keluarga (kawan sendiri)


Memanggang tiada angus berarti beberapa kali menempuh bahaya, tetapi selalu selamat


Memanjat bersengkelit berarti belum berpengalaman


Memasang pelita tengah hari berarti menerangkan apa-apa yang sudah tidak perlu diterangkan lagi


Memasukkan minyak tanah berarti menghasut


Membalik-balik mayat di kubur berarti menyebut-nyebut nama orang yang sudah meninggal


Membandarkan air ke bukit berarti mengerjakan sesuatu dengan sia-sia


Membangkit batang terendam berarti mengangkat kembali nama orang yang sudah lama hilang dari ingatan. Membangkit batang terendam juga berarti mengulangi perkara yang sudah lama dilupakan


Membangkit batang terendam berarti mengadakan (memunculkan) sesuatu yang telah lama hilang (seperti mengangkat penghulu yang telah lama tidak ada)

Membasuh najis dengan malu berarti membuang malu dengan jalan yang lebih hina


Membawakan cupak ke negeri orang berarti memakai adat-istiadat sendiri di negeri orang


Membekali budak lari berarti dua kali merugi


Membeli kerbau bertuntun berarti membeli sesuatu tanpa dilihat dahulu. Membeli kerbau bertuntun juga berarti kawin dengan gadis yang belum dikenal


Membeli kerbau di padang berarti membeli sesuatu dengan tidak melihat barang yang akan dibelinya


Membeli kucing dalam karung berarti membeli sesuatu tidak dengan melihat barangnya


Memberi lauk kependekand orang membantai berarti memberi pertolongan kepada orang yang tidak perlu ditolong (orang kaya dan sebagainya)


Membesarkan kerak nasi berarti menambah-nambah belanja yang tidak perlu


Membuang bunga ke jirat berarti membuang-buang tenaga (uang, waktu, dan sebagainya) dengan sia-sia


Memegang besi panas berarti bekerja dengan diliputi rasa khawatir


Memikul di bahu, menjunjung di kepala berarti mengerjakan sesuatu menurut aturan


Memilin kacang hendak mengebat, memilin jering hendak berisi berarti melakukan perbuatan atau tindakan dengan maksud tertentu


Meminta tanduk kependekand kuda berarti menghendaki sesuatu yang tidak mungkin didapat


Memperlapang kandang musang, mempersempit kandang ayam berarti memberi kesempatan baik kepada orang yang bermaksud jahat


Mempertinggi semangat anjing berarti memperbaiki nama orang jahat (tentu sia-sia)


Mempertinggi tempat jatuh, memperdalam tempat kena berarti sengaja membesar-besarkan kesalahan sendiri sehingga mendapat hukuman (kerugian) yang berat


Menabur menanam biji di atas batu berarti sia-sia belaka, seperti memberikan nasihat kepada orang yang tidak mau mengindahkan


Menabur bijan ke tasik berarti sia-sia saja (seperti berbuat kebaikan kepada orang yang tidak tahu membalas budi)


Menahan jerat di tempat genting berarti mengambil keuntungan dari kesusahan atau penderitaan orang lain


Menahan lukah di penggentingan berarti mencari untung pada waktu ada kerusuhan dan sebagainya


Menaikkan air ke gurun berarti melakukan pekerjaan yang sukar sekali


Menaikkan bandar sondai berarti melakukan pekerjaan yang sukar


Menambak gunung menggarami laut berarti memberi pertolongan kepada orang yang sekali-kali tidak memerlukannya


Menambak gunung, menggarami air laut berarti memberi bantuan kepada orang yang sama sekali tidak perlu dibantu


Menambat tidak bertali berarti pria dan wanita yang hidup sebagai suami istri, tetapi tidak menikah


Menampalkan kersik ke buluh berarti menasihati orang dengan sia-sia


Menangguk di air keruh berarti mencari keuntungan dan sebagainya ketika ada kekacauan (perselisihan dan sebagainya)


Menangis daun bangun-bangun hendak sama dengan hilir air berarti perbuatan yang sia-sia hendak menyamai orang lain yang melebihi dirinya


Menanti putih gagak hitam berarti mengharap sesuatu yang tidak mungkin didapat


Menantikan ara tak bergetah berarti mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin terpenuhi


Menantikan kucing bertanduk berarti mengharapkan sesuatu yang mustahil


Menantikan menguar-nguarkan bertelur berarti mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin diperoleh


Menari merentak di ladang orang berarti bersenang-senang memakai harta orang atau di rumah orang lain


Mencabik baju di dada berarti menceritakan aib (sendiri) kepada orang lain


Mencabik baju di dada berarti membuka rahasia keluarga sendiri

Mencari belalang atas akar berarti pekerjaan yang sia-sia


Mencari jejak dalam air berarti melakukan perbuatan yang sia-sia


Mencari kutu dalam ijuk berarti melakukan pekerjaan yang sia-sia


Mencari lantai terjungkat berarti mencari-cari kesalahan orang


Mencari umbut dalam batu berarti melakukan pekerjaan yang sia-sia


Mencari yang sehasta sejengkal berarti menyelidiki jauh dekatnya perhubungan kerabat


Mencencangkan lading patah berarti membanggakan sesuatu yang tidak ada harganya sama sekali


Mencit seekor, penggada seratus berarti berhadapan dengan lawan yang banyak (lebih kuat dan sebagainya):


Menconteng arang di muka berarti memberi malu


Mencungkil kuman dengan alu berarti melakukan pekerjaan yang sia-sia


Mendabih menampung darah berarti sangat tamak


Mendapat beroleh hidung panjang berarti mendapat malu atau kecewa


Mendapat badai tertimbakan berarti mendapat untung yang tidak disangka-sangka


Mendapat panjang hidung berarti mendapat malu


Mendapat pisang berkubak berarti mendapat keuntungan yang banyak dengan mudah


Mendapat sama berlaba, kehilangan sama merugi berarti suka duka sama-sama dipikul


Mendapati tanah terbalik berarti mendapati mayat sudah terkubur


Mendebik mata parang berarti menentang orang yang berkuasa


Mendukung biawak hidup berarti melakukan sesuatu atau mempunyai anak (istri dan sebagainya) yang sangat menyusahkan


Menebang menuju pangkal, melanting menuju tampuk berarti setiap tindakan yang dilakukan harus ada maksud dan tujuannya


Menegakkan juek-juek sesudah menyabit berarti sesudah perkara (pekerjaan) selesai, baru teringat akan cara yang terbaik untuk menyelesaikannya


Menegakkan sumpit tak berisi berarti perbuatan yang sia-sia belaka


Menempong menuju jih berarti langsung mengenai sasarannya (maksudnya)


Menengadah ke langit hijau berarti tidak ada harapan akan mendapat pertolongan


Menengadah membilang layar, menangkup membilang lantai berarti pikirkan baik-baik sebelum melakukan pekerjaan


Menepak nyamuk menjadi daki berarti melawan orang yang lemah tidak akan mendapat nama baik


Menepik mata pedang berarti melawan orang yang berkuasa


Mengadu buku jari mengadu buku lima berarti bertinju. Mengadu buku jari mengadu buku lima juga berarti berkelahi


Mengadu buku lidah berarti berbantah. Mengadu buku lidah juga berarti bertengkar mulut


Mengail berumpan, berkata bertipuan berarti kalau menghendaki sesuatu dari orang lain, harus pandai mengambil hatinya


Mengail dalam belanga, menggunting dalam lipatan berarti mempergunakan kesempatan untuk keuntungan pribadi tanpa memikirkan nasib kawan akibat perbuatan itu


Mengairi sawah orang berarti menguntungkan orang lain


Mengajar orang tua makan dadih berarti mengajar orang yang lebih pandai


Mengalangkan leher, minta disembelih berarti mengharapkan kesusahan (kecelakaan)


Mengambil bungkal kurang berarti merasa tersinggung oleh perkataan orang lain


Menganggungkan bagai rumput tengah jalan berarti hidup yang serba susah (sakit, miskin, dan sebagainya)


Mengata dulang paku serpih, mengata orang awak yang lebih berarti mencela orang, tetapi diri sendiri ternyata lebih buruk daripada yang dicela


Mengaut laba dengan siku berarti selalu hendak mencari untung sebanyak-banyaknya


Mengebat erat-erat, membuhul mati-mati berarti membuat aturan (perjanjian) dengan sempurna


Mengembalikan manikam ke dalam cembulnya berarti memikirkan kembali apa-apa yang telah dikatakan


Mengembang ketiak amis berarti menceritakan keburukan kaum keluarga sendiri


Mengendap di balik lalang sehelai berarti menyembunyikan sesuatu atau bersembunyi di tempat yang mudah diketahui orang


Mengepit daun kunyit berarti memuji-muji diri sendiri


Mengepit kepala harimau berarti menakut-nakuti orang lain


Menggali lubang menutup lubang berarti meminjam uang untuk membayar utang


Menggaut laba dengan siku berarti selalu hendak mencari untung banyak, tidak peduli apakah orang lain akan menderita karena perbuatannya itu


Menggenggam erat membuhul mati berarti memegang janji (putusan, nasihat, dan sebagainya) erat-erat


Menggenggam tiada tiris berarti sangat menghemat


Menggeriak bagai anak nangui berarti orang yang beranak banyak, tetapi malas mencari nafkah


Menggolek batang terguling berarti melakukan pekerjaan yang mudah


Menggunting dalam lipatan berarti mencelakakan kawan (saudara dan sebagainya) sendiri


Menggunting dalam lipatan berarti mencelakakan kawan sendiri

Menghadapkan bedil pulang berarti merugikan (mencelakakan) keluarga sendiri


Menghapuskan arang di muka berarti menghilangkan malu


Menghasta kain sarung berarti perbuatan yang sia-sia


Menghendaki urat lesung berarti menghendaki sesuatu yang tidak mungkin


Mengilan di hati, terkalang di mata berarti terasa (terbayang) dalam hati dan sulit dihilangkan


Mengisap mencarak, mencucup benak berarti terlalu banyak mengambil keuntungan dari orang lain (mengisap darah)


Mengisi gantang pesuk berarti melakukan pekerjaan yang siasia


Mengisi perian bubus berarti pekerjaan yang sia-sia


Menguak-nguak bagai hidung gajah berarti bernapas terengah-engah


Mengukir langit berarti mengerjakan sesuatu yang sia-sia


Mengukur baju di badan sendiri berarti menentukan baik buruknya sesuatu menurut perasaan diri sendiri


Mengungkit batu di bencah berarti melakukan pekerjaan yang sukar


Mengunyah orang bergigi berarti mengajar (memberitahu) orang yang sudah tahu


Mengusir asap, meninggalkan api berarti mencari sesuatu yang kurang penting dan meninggalkan yang lebih penting


Menimbang sama berat berarti menjatuhkan hukuman dengan adil, tidak berat sebelah


Menjangkau sehabis tangan berarti berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapai maksud


Menjaring angin berarti perbuatan yang sia-sia belaka


Menjemur bangkai ke atas bukit berarti memperlihatkan cela (aib, cacat) sendiri


Menjilat air liur berarti berbalik memuji sesuatu yang sebelumnya telah dicela. Menjilat air liur juga berarti menarik kembali ucapan (janji dan sebagainya) yang pernah dikatakan


Menjilat keluan bagai kerbau berarti sangat kecewa karena tak sampai maksudnya


Menjilat ludah berarti menarik kembali apa yang sudah dikatakan (memuji-muji apa yang dicela atau diumpat)


Menjilat ludah berarti menarik kembali apa yang telah diucapkan

Menjual bedil kependekand lawan berarti mencelakakan diri sendiri


Menjual petai hampa berarti membual. Menjual petai hampa juga berarti beromong kosong


Menohok kawan seiring, menggunting dalam lipatan berarti mencelakakan teman sendiri


Menohok kawan seiring berarti mencelakakan kawan sendiri


Menumbuk di lesung, bertanak di periuk berarti adat itu berdasar pada kebiasaan yang sudah semestinya


Menumbuk di periuk, bertanak di lesung berarti melakukan sesuatu yang menyalahi kebiasaan


Menunggu angin lalu berarti menunggu dengan sia-sia


Menunggu laut kering berarti pekerjaan yang sia-sia


Menunjukkan ilmu kependekand orang menetak berarti nasihat yang baik itu tidak berguna bagi orang yang tidak mau menggunakannya


Menyandang lukah tiga berarti melakukan pekerjaan yang sulit meskipun tidak berat


Menyanyikan lagu lama kuno berarti mengutarakan pendapat yang telah usang atau sudah sering dikatakan orang


Menyauk kering-kering, membeli habis-habis berarti jika menyelidiki (menuntut ilmu dan sebagainya), hendaknya sedalam-dalamnya


Menyeladang bagai panas di padang berarti suatu kejadian yang terjadi secara merata di mana-mana


Menyelami air dalam tonggak berarti amat sukar mengajuk hati orang


Menyimpan embacang busuk berarti menyimpan rahasia yang sudah diketahui orang banyak (rahasia umum)


Menyinggung mata bisul orang berarti mengenai apa yang paling sakit (peka) bagi seseorang


Menyisip padi dengan ilalang berarti mencampurkan sesuatu yang buruk pada yang baik


Menyurat di atas air berarti melakukan pekerjaan yang sia-sia


Menyuruk di balik lalang sehelai menyuruk di balik lumbung berarti menyembunyikan sesuatu yang mudah atau sudah diketahui orang


Menyuruk hilang-hilang, memakan habis-habis berarti menyembunyikan suatu kehendak sesempurna-sempurnanya


Meraih pangkur ke dada berarti insaf akan dirinya


Meraih pangkur ke dada berarti merasa tersinggung

Meraih pekung ke dada berarti sengaja mencari kesusahan (malu dan sebagainya)


Meraih pekung ke dada berarti sengaja mencari malu atau bencana

Merantau di sudut dapur, merantau ke ujung bendul berarti pergi mencari penghidupan ke tempat yang tidak berapa jauh


Merapat sambil berlayar berlayar sambil memapan berarti sekali melakukan pekerjaan, dua tiga maksud tercapai


Merawal memulang bukit, cerana menengah kota berarti sudah nyata sekali ingin mengajukan suatu permintaan


Merayap-rayap seperti kangkung di ulak jamban berarti cepat berkembang biak


Merdesa di perut kenyang berarti adat yang halus hanya dapat dilakukan apabila orang berkecukupan atau kaya


Meremas santan di kuku berarti meminta sesuatu kepada orang yang tidak punya (menghendaki sesuatu yang tidak mungkin diperoleh)


Metode kalimat berarti metode dalam mengajarkan membaca yang dimulai dengan melatih anak didik mengenal kata-kata atau peribahasa dalam kalimat


Miang tergeser kena miang, terlanggar kena rabasnya berarti dikatakan kepada orang yang berkuasa, tidak dapat orang (rakyat) bersalah sedikit pun kepadanya


Minta dedak kependekand orang mengubik berarti minta pertolongan dan sebagainya kepada orang yang tidak punya


Monyet mendapat bunga, adakah ia tahu akan faedah bunga itu? berarti tidak tahu menghargai suatu barang yang bagus


Mudah juga pada yang ada, sukar jua pada yang tidak berarti pada orang kaya adat apa pun juga mudah diisinya, sedangkan pada yang miskin segalanya susah


Mudik menyongsong arus, hilir menyongsong pasang berarti tentang usaha yang mendapat rintangan dari kiri dan kanan namun diteruskan juga


Mujur sepanjang hari malang sekejap mata berarti jika malang akan menimpa, dalam sesaat saja mungkin terjadi, tetapi jika hendak mujur harus menunggu lama


Mujur tidak boleh diraih, malang tidak boleh ditolak berarti tidak dapat berbuat apa-apa lagi kalau takdir sudah demikian


Muka bagai ditampar dengan kulit babi berarti hal orang yang tidak tahu malu. Muka bagai ditampar dengan kulit babi juga berarti seseorang yang kelihatannya senang dan kaya, tetapi yang sebenarnya hidup dengan utang


Muka licin, ekor berkedal berarti lahirnya tampak baik, tetapi batinnya jahat


Mulut bagai ekor ayam diembus berarti seseorang yang mulutnya tidak berhenti-henti berkata (tidak pernah diam, selalu saja bergerak-gerak)


Mulut bajan boleh ditutup, mulut manusia tidak berarti rahasia jangan terlalu lekas dipercayakan kepada orang karena mulut manusia tidak dapat ditutup


Mulut disuapi pisang, pantat dikait dengan onak mulut manis hati berkait berarti manis perkataannya, tetapi jahat maksudnya


Mulut kamu, harimau kamu berarti keselamatan dan harga diri kita bergantung pada perkataan kita sendiri


Mulut kapuk dapat ditutup, mulut orang tidak berarti rahasia jangan dipercayakan kepada orang lain


Mulut manis jangan percaya, lepas dari tangan jangan diharap berarti jangan percaya kepada orang yang manis perkataannya, barang atau uang yang dipinjamkan kepada orang yang bersifat demikian, tidak dapat diharapkan kembali lagi


Mulut manis mematahkan tulang berarti perkataan yang lemah lembut dapat menyebabkan orang lain tunduk (menurut)


Mulut satu lidah bertopang berarti perkataan berbeda dengan isi hati


Mumbang ditebuk tupai berarti dikatakan kepada anak perempuan yang masih kecil, tetapi sudah rusak


Murah di mulut, mahal di timbangan berarti banyak janji, tetapi janji itu tidak ditepati


Musang terjun, lantai terjungkat berarti terdapat tanda-tanda kejahatan yang telah diperbuat


Musim kemarau menghilirkan baluk berarti melakukan usaha yang tidak sesuai dengan musimnya (waktunya)


Musuh dalam selimut berarti musuh yang amat dekat (dari lingkungan keluarga sendiri dan sebagainya)


Musuh jangan dicari-cari, bersua jangan dielakkan berarti jangan dicari-cari permusuhan itu, tetapi jika ia datang jangan pula berasa takut


Nafsu nafsi, raja di mata, sultan di hati berarti berbuat sekehendak hati sendiri


Napas tidak sampai kehidung berarti sibuk sekali


Nasi habis budi bersua berarti sahabat yang pada akhirnya kelihatan pekertinya yang buruk


Nasi habis budi bersua berarti sesudah mendapat kesusahan, barulah ingat akan sahabatnya

Nasi sama ditanak, kerak dimakan seorang berarti pekerjaan dilakukan bersama-sama, tetapi keuntungannya diambil sendiri


Nasi sudah menjadi bubur berarti yang sudah telanjur, tidak dapat diperbaiki atau diubah lagi


Nasi tersaji di lutut berarti keuntungan yang diperoleh dengan mudah


Nasi tersendok tidak termakan berarti tidak dapat merasakan (mengenyam) apa yang didapatnya. Nasi tersendok tidak termakan juga berarti belum menjadi rezekinya


Neraca palingan bungkal, hati palingan tuhan berarti pikiran atau pendirian orang mudah berubah-ubah


Neraca yang palingan, bungkal yang piawai berarti sangat adil dalam memberikan hukuman atau putusan (hakim)


Nibung bangsai bertaruk muda berarti orang tua yang bertingkah laku seperti anak muda


Nyamuk mati gatal tak lepas berarti menaruh dendam kepada orang yang berbuat jahat meskipun orang itu sudah dihukum


Nyawa bergantung di ujung kuku berarti dalam keadaan yang sulit dan berbahaya


Obat jauh penyakit hampir berarti dalam kesusahan sukar mendapatkan pertolongan. Obat jauh penyakit hampir juga berarti berada dalam kesukaran


Ombak yang kecil jangan diabaikan berarti perkara kecil yang mungkin mendatangkan bahaya perlu diperhatikan juga


Ombaknya kedengaran, pasirnya tidak kelihatan berarti telah kedengaran beritanya, tetapi belum ada buktinya


Orang beraja di hatinya berarti menurutkan rasa (sesuka) hati masing-masing


Orang berdendang di pentasnya berarti orang laki-laki berkuasa dalam rumah tangganya


Orang berdendangdi pentasnya berarti orang berkuasa di rumahnya masing-masing


Orang dahaga diberi air berarti menolong orang yang kesusahan. Orang dahaga diberi air juga berarti memberi pelajaran kepada orang yang sungguh-sungguh ingin menambah pengetahuannya


Orang haus diberi air, orang lapar diberi nasi berarti mendapat apa yang sangat diinginkan


Orang mandi bersiselam, awak mandi bertimba berarti orang mendapat keuntungan besar berlimpah-limpah, kita mendapat keuntungan kecil saja


Orang mengantuk disorongkan bantal berarti memperoleh apa yang diinginkannya


Orang muda selendang dunia, orang kaya suka dimakan berarti (untuk puji-pujian) orang muda perhiasan dunia, orang kaya yang pemurah


Orang pembuat periuk, bertanak di tembikar berarti yang membuatnya sendiri biasanya tidak memakai buatannya yang baik, melainkan memakai buatannya yang buruk-buruk


Orang penggamang mati jatuh berarti siapa yang tidak memiliki keberanian tidak akan sampai maksudnya


Orang timpang jangan dicacat, ingat-ingat hari belakang berarti kecelakaan yang menimpa seseorang jangan terlalu dibicarakan karena boleh jadi kita mengalami hal yang sama di kemudian hari


Orang tua diajar makan pisang berarti orang yang sudah tahu (ahli, pandai) tidak usah diajari


Pacet hendak menjadi ular berarti orang hina (miskin) berlaku sebagai orang besar (kaya). Pacet hendak menjadi ular juga berarti berharapkan yang bukan-bukan


Padang perahu di lautan, padang hati dipikirkan berarti demikian luas pikiran manusia, berapa banyak pikiran masuk di dalamnya tidak akan penuh


Padi dikebat dengan daunnya berarti mengusahakan sesuatu dengan modal sendiri


Padi masak, jagung mengupih berarti keuntungan yang diperoleh dengan berlipat ganda


Padi segenggam dengan senang hati lebih baik daripada padi selumbung dengan bersusah hati berarti kesenangan hati lebih berharga daripada kekayaan


Padi sekepuk hampa, emas seperti loyang, kerbau sekandang jalang berarti seseorang yang tampak kaya, tetapi sebenarnya miskin


Padi selumbung dimakan orang banyak berarti penghibur bagi istri yang suaminya beristri lebih daripada satu


Pagar makan padi berarti orang yang merusakkan barang yang diamanatkan kepadanya


Pahit dahulu, manis kemudian berarti hendaklah ditentukan syarat-syarat yang nyata dahulu supaya tidak timbul perselisihan di belakang (dalam membuat perjanjian)


Pahit meninggal berarti orang yang kelihatannya baik, tetapi sebenarnya curang


Paksa tekukur, padi rebah, paksa tikus, lengkiang terbuka berarti sesuatu yang baik atau yang dikehendaki (diingini)


Panas setahun dihapuskan oleh hujan sehari berarti kebaikan yang banyak hilang karena kesalahan yang sedikit saja


Panas tidak sampai petang berarti bertambah susah


Pandai berminyak air berarti pandai memainkan kata (mengambil muka, menjilat) untuk mencapai suatu maksud


Patah batu hatinya berarti tidak mau berusaha (bekerja) lagi


Patah kemudi dengan bamnya berarti putus harapan. Patah kemudi dengan bamnya juga berarti tidak ada harapan sama sekali


Patah kemudi dengan ebamnya berarti sudah tidak ada harapan lagi


Patah lidah alamat kalah, patah keris alamat mati berarti tidak pandai membela perkaranya (tanda akan kalah dalam berperkara)


Patah tumbuh hilang berganti berarti yang hilang (mati) selalu ada penggantinya


Patah tumbuh hilang berganti berarti seorang pemimpin apabila meninggal tentu akan ada penggantinya

Pati berarti tepung halus dari endapan ubi, singkong, dan sebagainya yang diparut. Pati juga berarti hati batang sagu dan sebagainya setelah diremas-remas dengan air
Contoh: Ia membuat pati singkong, pati sagu


Pati berarti yang terpenting atau yang terutama. Pati juga berarti pokok isi. Pati juga berarti inti sari
Contoh: Pati pembicaraan, pati kata bukanlah hanya peribahasa semata-mata

Pati berarti kematian
Contoh: Denda pati, denda karena membunuh orang

Payah-payah dilamun ombak, tercapai juga tanah tepi berarti setelah beberapa lama menanggung susah, akhirnya tercapai juga cita-citanya


Pecah kapi, putus suai berarti tidak dapat diperbaiki lagi. Pecah kapi, putus suai juga berarti menderita malu yang bertubi-tubi


Pecah menanti sebab, retak menanti belah berarti sekadar menanti kesempatan untuk membalas dendam


Pecak boleh dilayangkan, bulat boleh digulingkan, batu segiling pecak setepik berarti sudah mendapat kata sepakat untuk melaksanakan suatu pekerjaan


Pejatian awak, kepantangan orang berarti berselisih pendapat dengan orang banyak


Pekak pembakar meriam berarti tiap-tiap orang ada gunanya


Pelanduk di cerang rimba pelanduk di dalam cerang berarti sangat gelisah ketakutan


Pelanduk di dalam cerang di cerang rimba berarti kehilangan akal atau gelisah sekali (karena ketakutan, menghadapi bahaya, dan sebagainya)


Pelanduk melupakan jerat, tetapi jerat tak melupakan pelanduk berarti orang yang berutang biasanya mudah lupa akan yang berpiutang, sebaliknya yang berpiutang tidak lupa akan orang yang berutang kepadanya


Pelanduk melupakan jerat, tetapi jerat tidak melupakan pelanduk berarti sudah lupa akan bahaya, tetapi sebenarnya bahaya masih tetap mengancam


Pelanduk membuang kujajing berarti sesuatu yang aneh dan tidak masuk akal


Pelegiran berarti dialog bersambut yang sering disisipi peribahasa, bangsalan, atau paparegan untuk bersenang-senang


Pelesit dua sejinjang berarti perempuan yang bersuami dua


Pengaduan berdengar, salah bertimbang berarti keluh kesah mendapat perhatian dari orang yang berkuasa


Pengayuh sama di tangan, perahu sama di air berarti tidak perlu takut-takut (rendah diri) karena sama kekuatannya


Pepat di luar, rancung pancunya di dalam berarti baik (suci dan sebagainya) pada lahirnya, tetapi batinnya (hatinya) jahat


Pepat kuku seperti bulan tiga hari berarti amat elok bentuk atau tokohnya


Pepatah petitih berarti berbagai-bagai peribahasa


Perahu papan bermuat intan berarti sesuatu yang tidak layak diperjodohkan


Perahu sudah di tangan, perahu sudah di air berarti sudah siap sedia segala keperluan untuk melakukan suatu pekerjaan


Perang bermalaikat, sabung berjuara berarti Tuhanlah yang menentukan kalah menang


Pergi berempap, pulang eban berarti pulang pokok (tidak beruntung dan tidak merugi)


Pergi tempat bertanya, pulang tempat berberita berkenaan dengan orang cerdik pandai berarti jika akan berangkat, hendaklah meminta nasihatnya dahulu, dan jika pulang, hendaklah memberi laporan kepadanya


Peribahasa berarti kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu (dalam peribahasa termasuk juga bidal, ungkapan, perumpamaan)


Peribahasa berarti ungkapan atau kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku

Perkawinan tempat mati berarti perkawinan yang sungguh-sungguh dilakukan sesuai dengan cita-cita hidup berumah tangga yang bahagia


Permata lekat di pangkur berarti tidak pada tempatnya


Petitih berarti peribahasa. Petitih juga berarti pepatah


Pijatan menjadi kura-kura berarti orang hina (bodoh) yang menjadi orang besar


Pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna berarti apabila hendak melakukan atau mengerjakan sesuatu, hendaknya dipertimbangkan lebih dahulu baik buruknya


Pikir itu pelita hati berarti menggunakan akal budi dan mempertimbangkan segala sesuatu dengan baik menjadikan seseorang lebih bijaksana


Pilih-pilih ruas, terpilih pada buku terkena buku buluh berarti mendapat yang buruk karena terlalu memilih


Pilih-pilih ruas, terpilih pada buku berarti karena terlampau menghendaki yang baik, akhirnya mendapat yang buruk


Pinang pulang ke tampuknya berarti sudah pada tempatnya. Pinang pulang ke tampuknya juga berarti sudah cocok benar


Pinggan tak retak nasi tak dingin berarti cermat dalam melakukan suatu pekerjaan


Pipinya sebagai pauh dilayang berarti pipinya amat elok


Pipit meminang anak enggang berarti orang miskin (berderajat rendah) meminang orang kaya (berderajat tinggi dan sebagainya)


Pipit menelan jagung berarti mendapat kesusahan karena hendak menyamai orang kaya (besar dan sebagainya)


Pipit pekak makan berhujan berarti sangat rajin


Pisang tidak berbuah dua kali berarti nasib baik biasanya hanya ditemui satu kali


Pukul anak sindir menantu berarti mengata-ngatai (mencela) seseorang, tetapi perkataan itu ditujukan kepada orang lain


Punggur rebah belatuk menumpang mati berarti jika orang yang menjadi pelindung (seperti majikan dan sebagainya) jatuh, anak buahnya pun akan menderita akibatnya

Punggur rebah, belatuk menumpang mati berarti bencana yang menimpa orang besar, orang bawahannya turut terkena akibat buruknya

Pusat jala pumpunan ikan berarti (menjadi) tempat berkumpul atau menjadi pusat berbagai-bagai hal (urusan). Pusat jala pumpunan ikan juga berarti pusat pemerintahan


Putih tapaknya lari berarti berlari cepat (karena ketakutan)


Putus kelikir, rompong hidung berarti sesuatu yang hendak dikuasai menjadi terlepas sama sekali


Puyu di air jernih berarti hidup dalam kesenangan


Raja adil raja disembah, raja lalim raja disanggah berarti raja yang adil disayangi dan raja yang zalim dibenci


Rajin mengais tembolok berisi berarti kalau rajin bekerja (mencari nafkah), rezeki akan bertambah


Ramai beragam, rimbun menyelara berarti setiap orang mempunyai pendapat dan kegemaran masing-masing


Rambut sama hitam, hati masing-masing berarti setiap orang mempunyai pendapat (kemauan) masing-masing


Rasa tak mengapa hidung dikeluani berarti orang yang kurang pikir atas sesuatu yang terjadi pada dirinya sehingga mendapat susah juga


Rasam minyak ke minyak, rasam air ke air berarti orang mencari (kembali kepada) golongannya masing-masing


Rebung tak miang, bemban pula miang berarti orang yang tidak turut campur dalam suatu pekerjaan menjadi susah, tetapi yang patut susah malahan berdiam diri


Rebung tidak jauh dari rumpun berarti tabiat anak tidak jauh berbeda dari tabiat orang tuanya


Rendah bilang-bilang disuruki, tinggi kayu ara dilangkahi berarti berbuat sesuatu atau menghadapi seseorang hendaklah menurut patutnya


Rendah gunung tinggi harapan berarti harapan yang sangat besar


Rentak sedegam, langkah sepijak berarti seia sekata. Rentak sedegam, langkah sepijak juga berarti mufakat


Retak menanti belah berarti perselisihan yang akan menjadi perkelahian (perang, perceraian, dan sebagainya)


Retak menanti belah berarti perkara kecil yang mungkin menjadi besar. Retak menanti belah juga berarti tinggal menantikan timbulnya bencana yang lebih besar (kematian dan sebagainya)

Retak-retak mentimun berarti retak halus-halus di luar saja


Rezeki elang tak akan dapat dimakan oleh musang burung pipit berarti setiap orang ada keuntungannya masing-masing


Rindu jadi batasnya maka manis tak jadi cuka berarti jangan terlalu mesra bergaul dengan seseorang sebab pergaulan seperti itu kerap kali menimbulkan dendam kesumat


Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul berarti persahabatan yang karib, baik dalam kesenangan maupun dalam kesusahan


Ringan tulang, berat perut berarti barang siapa yang rajin bekerja, tentu mendapat rezeki


Rongkong menghadap mudik berarti mudah mendapat rezeki


Rugi menentang laba, jerih menentang boleh berarti supaya maksud kita tercapai, kita harus mau berusaha (bersusah payah) dahulu


Rumah gedang ketirisan berarti istri yang tidak mampu mendatangkan kebahagiaan kepada suami


Rumah sudah, tukul berbunyi berarti memajukan keterangan dan sebagainya sesudah perkara diputuskan


Rumah terbakar tikus habis ke luar berarti uang habis, tetapi yang dikehendaki tidak diperoleh


Rumah terbakar tikus habis ke luar berarti apabila terjadi kerusakan di suatu daerah, semua penduduknya berbondong-bondong pindah ke tempat lain

Rumput mencari kuda berarti perempuan yang mencari laki-laki


Runcing tanduk bengkak kening berarti sudah terkenal jahatnya


Runcing tanduk berarti sudah terkenal kejahatannya


Rupa boleh diubah, tabiat dibawa mati berarti terlalu susah mengubah perangai yang sudah menjadi tabiat


Rupa harimau, hati tikus berarti kelihatannya gagah berani, tetapi sebenarnya penakut


Rusak tapai karena ragi berarti usaha yang gagal karena kurang hati-hati mengerjakannya


Sabung selepas hari petang berarti untung-untungan (usaha atau percobaan terakhir)


Sakit kepala panjang rambut, patah selera banyak makan berarti lahirnya tidak suka, tetapi sebenarnya suka sekali


Sakit kepala panjang rambut berarti pura-pura sakit kepala


Sakit menimpa, sesal terlambat berarti sesudah terlanjur (terjadi), menyesal tidak ada gunanya


Salah cotok melantingkan berarti jika berbuat salah, harus mau memperbaikinya


Sama lebur sama binasa berarti bersahabat sehidup semati


Sambil berdendangbiduk hilir berarti melakukan dua pekerjaan bersama-sama (sekaligus)


Sambil berdiangnasi masak berarti sekali menggarap suatu tugas, dua tiga maksud sekaligus tercapai


Sambil menyelam minum air berarti menyelesaikan dua tiga pekerjaan sekaligus


Sambil menyeruduk menyuruk galas lalu berarti sambil bersenang-senang, maksud atau keuntungan tercapai


Sampah itu di tepi juga berarti orang yang hina biasanya tidak diindahkan orang


Sampai titik darah yang penghabisan berarti sampai meninggal


Sampan ada pengayuh tidak berarti hendak melakukan sesuatu, tetapi tidak lengkap syarat-syaratnya


Sarap sehelai dituilkan, batu sebuah digulingkan berarti sangat teliti (dalam pemeriksaan)


Satu juga gendang berbunyi berarti tidak berubah. Satu juga gendang berbunyi juga berarti selalu sama saja


Sauk menyauk air mandikan diri berarti hidup dengan usahanya sendiri


Sawah berpematang berpiring ladang berbintalak berarti segala sesuatu ada batasnya


Sayap singkat, terbang hendak jauh berarti hendak berbuat sesuatu yang melebihi kemampuan


Sebagai aur dengan tebing berarti sangat karib (tentang persahabatan). Sebagai aur dengan tebing juga berarti sangat berkasih-kasihan (tentang suami istri)


Sebagai ayam diasak malam berarti tidak berdaya lagi


Sebagai bisul hampir memecah berarti menghadapi suatu kesulitan yang hampir terhindar (hampir teratasi)


Sebagai dawat dengan kertas berarti pasangan yang sesuai benar


Sebagai di rumah induk bako berarti merasa senang dan aman


Sebagai duri landak berarti kecil dan runcing (tentang jari)


Sebagai garam dengan asam berarti sudah sesuai benar (tentang pria dan wanita) dan tentu menjadi jodoh


Sebagai kepiting batu berarti sangat kikir


Sebagai kera dapat canggung berarti merapatkan dirinya kepada orang yang telah memberi pertolongan


Sebagai kunyit dengan kapur berarti mudah dan lekas mesra (bercampur, berpadu, bersetuju)


Sebagai minyak dengan air berarti tidak dapat bersatu (karena bermusuhan dan sebagainya)


Sebagai orang mabuk gadung berarti rupa seseorang yang lemah dan pucat karena mengidap penyakit


Sebagai pancang diguncang arus berarti orang yang tidak tetap pendiriannya


Sebagai petai sisa pengait berarti tidak berguna sama sekali


Sebagai sadur menimbulkan senam berarti kelihatan keadaan (maksud, tabiat) yang sebenarnya


Sebab buah dikenal pohonnya berarti dari perbuatan atau perangai seseorang dapat diketahui asalnya


Sebaik-baiknya hidup teraniaya berarti sekali-kali jangan merugikan atau mencelakakan orang lain sekalipun kita dirugikan atau dicelakakannya


Sebelum ajal berpantang mati berarti sebelum tiba waktunya tidak akan mati


Sebesar-besarnya bumi ditampar tak kena berarti perkara yang kelihatannya mudah, tetapi sebenarnya susah menyelesaikan


Sebuah lesung ada seekor ayam jantannya atau pemimpinnya berarti tiap-tiap kaum ada seorang penghulunya atau seorang cerdik pandainya yang akan melindungi kaum itu dari kejahatan orang lain


Sebusuk-busuk daging dikincah dimakan juga, seharum-harum tulang dibuang berarti jika keluarga berbuat ulah akan dimarahi, tetapi setelah itu diampuni, jika orang lain berbuat salah tidak dimaafkan sedikit pun juga


Seciap bak ayam, sedencing bak besi berarti seia sekata


Secupak tak jadi segantang berarti sesuatu yang tetap dan tidak dapat diubah lagi


Sedangkan bah kapal tak hanyut, ini pula kemarau panjang berarti sedangkan waktu berpencaharian tidak tercapai maksudnya, apalagi waktu menganggur


Sedap dahulu pahit kemudian berarti bersenang-senang dahulu, akhirnya mendapat kesusahan


Sedatar saja lurah dengan bukit berarti menyamaratakan orang. Sedatar saja lurah dengan bukit juga berarti tidak membeda-bedakan kaya atau miskin dan sebagainya


Sedia payung sebelum hujan berarti bersiap sedia sebelum terjadi yang kurang baik


Sedikit hujan banyak yang basah berarti kecelakaan yang kecil membawa akibat yang besar


Segala senang hati berarti sangat senang


Segar dipakai, layu dibuang berarti sesuatu yang dihargai hanya pada waktu baik (bagus) saja


Segenggam digunungkan, setitik dilautkan berarti sangat dihargai


Sehabis kelahi teringat silat berarti sesudah persoalan (pekerjaan) selesai, teringat cara yang baik untuk menyelesaikannya


Sehari selembar benang, lama-lama jadi sehelai kain berarti hal perbuatan orang yang sabar dan tidak lekas putus asa, sedikit demi sedikit lama-lama berhasil juga


Sehari selembar benang, lama-lama menjadi sehelai kain berarti pekerjaan sulit yang dikerjakan dengan penuh kesabaran, lama-lama akan berhasil juga


Sehina semalu berarti seia sekata. Sehina semalu juga berarti senasib


Sehina semalu berarti seia sekata. Sehina semalu juga berarti senasib

Seidas bagai benang, sebentuk bagai cincin berarti dua orang yang sejodoh benar


Seikat bagai sirih, serumpun bagai serai berarti seia sekata. Seikat bagai sirih, serumpun bagai serai juga berarti sehina semalu. Seikat bagai sirih, serumpun bagai serai juga berarti bersama-sama menanggung untung dan rugi atau senang dan derita


Seiring bertukar jalan sekandang tidak sebau, seia bertukar sebut berarti berlainan pendapat (caranya) meskipun maksudnya sama


Seiring bertukar jalan, seia bertukar sebut berarti kedua pihak semaksud dan sepaham, tetapi berlain cara melaksanakannya


Sejengkal menjadi sehasta cakapan sejengkal dibawa sehasta berarti melebih-lebihkan hal yang sebenarnya


Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui berarti sekali melakukan suatu pekerjaan, beberapa maksud tercapai


Sekam menjadi hampa berat berarti tidak akan merugikan sedikit jua


Sekebat bagai sirih berarti sepakat dalam perkumpulan (rapat)


Sekepal menjadi gunung, setitik menjadi laut berarti dari sedikit menjadi banyak. Sekepal menjadi gunung, setitik menjadi laut juga berarti perkara yang kecil dibesar-besarkan


Sekudung limbat, sekudung lintah berarti tidak tetap pendiriannya


Selama gagak hitam, selama air hilir berarti selama-lamanya


Selama hayat dikandung badan berarti selama (masih) hidup


Selapik seketiduran berarti sangat akrab (tentang persahabatan)

Selapik seketiduran berarti (sahabat) karib sekali

Seliang bagai tebu, serumpun bagai serai berarti seia sekata. Seliang bagai tebu, serumpun bagai serai juga berarti rukun


Semanis manis gula ada pasir di dalamnya manis-manis gula berpasir jua, sepahit-pahit jadam menjadi obat berarti bujuk rayu yang lemah-lembut adalah berisi tipu dan perkataan yang keras itu kadang-kadang menjadi kebajikan diri


Sembunyi tuma kepala tersuruk, ekor kelihatan berarti menutup-nutupi perbuatan jahat yang sudah diketahui orang


Sembunyi-sembunyi puyuh berarti sembunyi tuma


Sembunyi-sembunyi puyuh berarti sengaja tidak mau tahu akan perkara (bahaya dan sebagainya) yang sungguh (akan) terjadi

Semisal udang dalam tangguk berarti sedang dalam kesusahan (kesukaran)


Semut dipijak tidak mati, gajah diarung bergelimpangan semut terpijak tidak mati, alu tertarung patah tiga berarti perihal cara berjalan seorang perempuan yang baik lagi teratur (tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat)


Sendok berdengar-dengar, nasi habis budi dapat berarti karena pekerjaan dilakukan kurang hati-hati, akhirnya mendapat malu karena rahasia terbuka kepada orang lain


Sendok dan periuk lagi berantuk sendok dengan belanga lagi berlaga berarti sahabat baik (suami istri dan sebagainya) adakalanya berselisih juga


Seorang budi-budian, seorang tabung seruas berarti dua orang yang sangat berbeda tabiatnya (seorang banyak akal liciknya, seorang lagi lurus hati)


Seorang ke hilir seorang ke mudik berarti tidak ada persesuaian perasaan dan pikiran antara laki bini, sahabat, dan sebagainya


Sepala-pala mandi biarlah basah berarti mengerjakan sesuatu janganlah tanggung-tanggung


Sepandai-pandai membungkus yang busuk berbau juga berarti perbuatan yang salah, meskipun dirahasiakan, lama-lama akan ketahuan juga


Sepandai-pandai tupai melompat, sekali gawal juga berarti sepandai-pandai orang, ada kalanya ia salah (keliru) juga


Sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu gawal juga berarti sepandai-pandai orang, sekali-sekali keliru juga


Sepandai-pandai tupai meloncat, sekali gawal terjatuh juga berarti sepandai-pandai seseorang, ada kalanya berbuat salah (keliru) juga


Sepanjang tali beruk berarti terlalu panjang sehingga membosankan (tentang pidato, doa yang panjang)


Sepasin dapat bersiang berarti mendapat keuntungan tidak dengan sengaja


Sepenggalah matahari naik berarti kira-kira pukul 08.00 atau 09.00


Seperti katak di bawah tempurung berarti sangat picik pengetahuannya. Seperti katak di bawah tempurung juga berarti kurang luas pandangannya


Sepesan anak, anaknya beranak menggigit pula berarti cepat sekali berkembang biak (bertambah banyak)


Serigala berbulu domba berarti orang yang kelihatannya bodoh dan penurut, tetapi sebenarnya kejam, jahat, dan curang


Serigala dengan anggur berarti sikap seseorang yang mencela sesuatu yang sangat diingininya dan berusaha memperolehnya, tetapi gagal


Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih berarti seia sekata. Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih juga berarti rukun sekali


Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih berarti seia sekata. Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih juga berarti rukun sekali

Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu berarti bersatu hati dalam segala hal


Sesak berundur-undur, hendak lari malu, hendak menghambat tak lalu berarti sudah tidak dapat melawan, tetapi pura-pura masih sanggup bertahan


Sesal pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna berarti pikir dulu masak-masak (baik-baik) sebelum berbuat sesuatu (agar tidak menyesal kelak)


Sesal dahulu yang bertuah, sesal kemudian yang celaka berarti setiap perbuatan hendaklah ditimbang masak-masak agar tidak menyesal


Sesat surut, terlangkah kembali berarti memperbaiki kesalahan yang telah dibuat


Setali tiga uang berarti sama saja. Setali tiga uang juga berarti tidak ada bedanya


Setali tiga uang berarti sama saja

Setinggi-tinggi bangau terbang, surutnya ke kubangan berarti sejauh-jauh orang merantau, akhirnya kembali ke tempat asalnya (kampung halamannya) juga


Setinggi-tinggi melambung, surutnya ke tanah juga berarti biar ke mana pun perginya, akhirnya pulang ke kampung halaman juga


Seukur mata dengan telinga berarti seturut penglihatan dan pendengaran


Si cebol hendak mencapai bulan bintang berarti menghendaki sesuatu yang mustahil tercapai


Sia-sia menjaring angin, terasa ada tertangkap tidak berarti jangan mengharapkan sesuatu yang bukan-bukan supaya tidak kecewa


Sia-sia negeri alah berarti pekerjaan yang dilakukan tidak hati-hati mendatangkan kerugian atau bahaya


Sia-sia utang tumbuh berarti jika berbuat dengan tidak hati-hati akan banyak utangnya


Siang bagai hari, terang bagai bulan berarti sudah nyata sekali (tentang kesalahan dan sebagainya). Siang bagai hari, terang bagai bulan juga berarti terang sekali


Siang bernapas, malam berembun malam berselimut embun, siang bertudung awan berarti sangat miskin (tidak punya rumah)


Siapa berkotek, siapa bertelur berarti siapa yang bersuara terdahulu, biasanya dialah yang berbuat


Siapa gatal, dialah menggaruk berarti siapa berkehendak dialah yang harus berbuat


Siapa lama tahan, menang berarti apabila bekerja dengan tekun dan rajin, tidak tergesa-gesa, lama-kelamaan kerja yang sulit sekali pun akan selesai juga dengan baik


Siapa makan lada, ialah berasa pedas berarti barang siapa yang bersalah akan merasa tersinggung (oleh sindiran dan sebagainya)


Siapa melejang siap patah berarti siapa yang bersikeras hendak beroleh barang (pekerjaan), dialah yang harus menderita rugi (kesukaran dan sebagainya)


Subur karena dipupuk, besar karena diambak. Subur karena dipupuk, besar karena diambak; besar diambak, tinggi dianjung juga berarti besar diambak, tinggi dianjung berarti orang besar atau tinggi kedudukannya karena dimuliakan oleh anak buahnya atau pengikutnya


Sudah arang-arang hendak minyak pula berarti sesudah dicemarkan nama seseorang, hendak bermanis-manis pula kepada orang itu


Sudah biasa makan emping berarti sudah berpengalaman


Sudah biasa makan kerak berarti sudah biasa mengalami kesukaran


Sudah dapat gading bertuah, tanduk tiada berguna lagi berarti setelah mendapatkan yang lebih baik, yang kurang baik ditinggalkan


Sudah di depan mata berarti sudah dekat (hampir datang)


Sudah dieban dihela pula berarti menderita berbagai-bagai kemalangan (kecelakaan dan sebagainya) terus-menerus


Sudah diheban dihela pula berarti menderita berbagai kecelakaan terus-menerus


Sudah dikecek, dikecong pula berarti dua kali tertipu


Sudah genap bilangannya berarti sudah sampai ajalnya


Sudah jatuh ditimpa tangga berarti mendapat kesusahan (kecelakaan) secara berturut-turut


Sudah lulus maka hendak melantai berarti sudah celaka baru ingat


Sudah makan, bismilah berarti suatu pekerjaan atau rundingan yang dilakukan terbalik, jadi tidak mengikuti aturan


Sudah masuk angin berarti perihal suatu perkara yang sudah dicampuri orang lain sehingga tidak benar lagi


Sudah mati kutunya berarti sudah hilang kekuatannya. Sudah mati kutunya juga berarti tidak berbuat apa-apa lagi


Sudah mengilang membajak pula berarti tidak henti-hentinya bekerja (menderita kesusahan dan sebagainya)


Sudah tahu peria pahit berarti penyesalan yang sia-sia (sebab sudah tahu kurang baik, tetapi diperbuat juga)


Sudah terlalu hilir malam, apa hendak dikata lagi berarti perbuatan salah yang telanjur


Sudah tidak tersudu oleh angsa, baharu diberikan kependekand itik berarti orang kecil hanya beroleh apa-apa yang tidak dapat digunakan oleh orang besar


Sudu-sudu di tepi jalan dipanjat kena durinya, disinggung kena rabasnya, ditakik kena getahnya berarti orang yang tidak dapat dikalahkan


Sukar kaji pada orang alim, sukar uang pada orang kaya berarti orang pandai biasanya baru mau memutuskan suatu persoalan apabila sudah mempertimbangkan dalam-dalam. Sukar kaji pada orang alim, sukar uang pada orang kaya juga berarti orang kaya baru mau mengeluarkan uang kalau ada untungnya


Sukat air menjadi batu berarti tidak mungkin


Suku tak boleh dianjak, malu tak boleh diagih berarti orang yang sekaum harus sehina semalu (hina seorang hina semuanya, malu seorang malu semuanya)


Sumbing melukai, retak melampaui tara garis berarti kesalahan besar


Sumur digali air terbit berarti beroleh sesuatu lebih daripada yang diharapkan


Sungguhpun kawat yang dibentuk, ikan di laut yang diadang berarti sungguhpun tampaknya tidak ada suatu maksud, tetapi ada juga yang dituju


Syariat palu-memalu, hakikat balas-membalas berarti baik dibalas dengan baik, jahat dibalas dengan jahat


Syariat palu-memalu, pada hakikatnya adalah balas-membalas berarti kebaikan harus dibalas dengan kebaikan


Tabuhan meminang anak labah-labah berarti tidak seimbang (tentang perjodohan)


Tahu di angin berkisar berarti tahu akan perubahan hati (maksud, keinginan) seseorang


Tahu di angin turun naik berarti tahu akan gelagat sesuatu yang akan terjadi


Tahu di asin garam berarti banyak pengalaman


Tahu di dalam lubuk berarti tahu benar akan seluk beluk suatu perkara


Tahu makan tahu simpan berarti dapat menyimpan rahasia baik-baik


Tak ber pucuk di atas enau berarti sangat angkuh (selalu memandang rendah kepada orang lain)


Tak ada beras yang akan ditanak berarti tidak ada kelebihan yang pantas dikemukakan


Tak ada gading yang tak retak berarti tidak ada sesuatu yang tidak ada cacatnya


Tak ada guruh bagi orang pekak, tak ada kilat bagi orang buta berarti bagi orang yang sangat bodoh pidato yang bagus dan dalam isinya tidak ada faedahnya


Tak ada kusut yang tak selesai berarti tidak ada perselisihan yang tidak dapat didamaikan


Tak ada padi yang bernas setangkai berarti tidak ada satu pun yang sempurna


Tak air talang dipancung berarti tidak segan melakukan apa saja untuk mencapai maksudnya


Tak akan takkan lari gunung dikejar, hilang kabut tampaklah dia berarti jangan tergesa-gesa dalam mengerjakan (mencapai) sesuatu yang telah pasti


Tak beban batu digalas tiada beban mencari beban berarti sudah senang mencari kesusahan (kesukaran)


Tak beras antah dikisik berarti melakukan segala sesuatu asal maksud tercapai


Tak berasak lenggang dari ketiak berarti tidak berubah-ubah (itu-itu juga, dia-dia juga)


Tak berkain sehelai benang berarti serba kekurangan (miskin sekali)


Tak emas bungkal diasah berarti tidak peduli apa pun diperbuat, asal tercapai maksudnya


Tak jauh rebung dari rumpunnya berarti tabiat anak tidak akan berbeda jauh dengan orang tuanya


Tak kan lari gunung dikejar, hilang kabut tampaklah dia berarti sesuatu yang sudah pasti (diperoleh) sehingga tidak perlu tergopoh-gopoh (diburu-buru) benar dalam mengerjakannya


Tak lapuk di hujan, tak lekang di panas berarti tetap selamanya. Tak lapuk di hujan, tak lekang di panas juga berarti tidak mengalami perubahan


Tak putus dirundung malang berarti tiada putusnya, tiada henti-hentinya mendapat celaka


Tak sungguh seluang melaut, akhirnya balik ke tepi juga berarti tidak betah tinggal di perantauan. Tak sungguh seluang melaut, akhirnya balik ke tepi juga juga berarti orang yang meninggalkan kaumnya (keluarganya), tetapi akhirnya kembali juga


Tak tanduk telinga dipulas berarti tindakan apa pun dilakukan asal dapat merugikan lawan (membalas dendam)


Tak tentu hilir mudiknya berarti tidak tentu ujung pangkalnya, tidak tentu asal muasalnya


Tak tentu hilirnya, tidak berketentuan hulu hilirnya berarti tidak tentu maksud dan tujuannya


Tak terkayuhkan lagi biduk hilir berarti sudah lemah sekali (tak kuasa lagi melanjutkan usaha)


Takut akan lumpur, lari ke duri berarti menghindarkan diri dari kesusahan yang kecil, jatuh ke dalam kesusahan yang lebih besar


Takut di hantu, terpeluk ke bangkai berarti mendapat kesusahan (kecelakaan) karena takut akan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditakuti


Takut titik lalu tumpah berarti karena segan merugi sedikit, jadi menderita kerugian besar


Takutkan tuma, dibuangkan kain berarti sayang akan sesuatu yang tidak berharga, tetapi dapat kerugian besar


Tali busur tidak selamanya dapat diregang berarti orang tidak selamanya bekerja terus-menerus, tetapi mesti ada istirahatnya


Tali jangan putus, kaitan jangan rekah berarti perkara harus diputus seadil-adilnya agar kedua belah pihak yang beperkara sama-sama senang


Tali putus keluan putus berarti anak muda (gadis) yang telah bebas berbuat sekehendak hatinya setelah orang yang menjaganya (orang tuanya) meninggal


Tali tiga lembar tak suang-suang putus berarti bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh


Tali yang tiga lembar itu tak suang-suang putus berarti bersatu teguh, bercerai runtuh


Tampak gabak di hulu gabak di hulu tanda akan hujan berarti ada tanda-tanda akan terjadi sesuatu


Tampuk bertangkai berarti ada bukti (keterangan, alasan, jaminan) yang kuat


Tampuknya masih bergetah berarti masih cukup penghidupannya


Tanah lembah kandungan air, kayu bengkok titian kera berarti kejahatan tidak terjadi kalau tidak disebabkan oleh keadaan lain


Tanam lalang tak akan tumbuh padi berarti melakukan kejahatan, kejahatan juga balasnya


Tanduk di berkas berarti sesuatu yang tidak dapat dikerjakan


Tanduk di kepala tak dapat digelengkan berarti tidak dapat mengelakkan diri dari kewajiban yang harus dikerjakan


Tangan kanan jangan percaya akan tangan kiri berarti jangan selamanya percaya begitu saja kepada sahabat karena kerap kali sahabat juga yang mencelakakan kita


Tangan mencencang memetik, menetak bahu memikul berarti siapa yang salah harus menanggung hukuman


Tangan mencencang bahu memikul berarti siapa yang bersalah harus dihukum. Tangan mencencang bahu memikul juga berarti perbuatan jahat harus diberi hukuman yang setimpal


Tangan mencencang bahu memikul berarti siapa bersalah harus berani menerima hukuman. Tangan mencencang bahu memikul juga berarti siapa yang berbuat harus berani bertanggung jawab

Tangan menetak mencencang bahu memikul berarti harus berani menanggung kesalahan yang telah diperbuat


Tangguk lerek dengan bingkainya berarti suami istri yang hidup rukun sampai tua


Tarik muka dua belas berarti menunjukkan air muka yang tidak keruan. Tarik muka dua belas juga berarti kecewa atau kesal


Taruh beras dalam padi berarti menyimpan rahasia baik-baik


Tebu masuk di mulut gajah berarti binasa sama sekali (sudah tidak tertolong lagi)


Tegak sama tinggi, duduk sama rendah berarti sama tingkatnya (derajat kedudukannya)


Teguh berpaling, duduk berkisar berarti berlainan dengan apa yang telah dikatakan atau dijanjikan


Telaga di bawah gunung berarti perempuan yang mendatangkan untung kepada suaminya


Telaga mencari timba berarti perempuan mencari laki-laki


Telah berasap hidungnya berarti telah memperoleh keuntungan setelah lama menderita kekurangan


Telah busuk maka dipeda berarti berbuat sesuatu yang telah terlambat


Telah dapat gading bertuah, terbuang tanduk kerbau mati berarti karena mendapat yang lebih baik, yang lama atau yang kurang baik dibuang


Telah dijual, maka dibeli berarti pikirkan masak-masak sebelum mengerjakan sesuatu


Telah habis maka dimakan berarti sewaktu ada pencaharian, jangan diganggu harta simpanannya, tetapi apabila tiada pencaharian lagi, barulah dipergunakan harta simpanan itu


Telah jadi indarus berarti telah kalah. Telah jadi indarus juga berarti kalah main (judi dan sebagainya)


Telah karam maka bertimba berarti baru ingat atau menyesal sesudah menderita kemalangan


Telah mati yang bergading berarti telah meninggal orang yang berkuasa (disegani)


Telah mengguncang girik berarti sudah tua sekali


Telah meraba-raba tepi kain berarti sudah sakit payah. Telah meraba-raba tepi kain juga berarti sudah hampir meninggal


Telah penuh sebagai bersukat berarti habis kesabaran


Telunjuk lurus, kelingking berkait berarti lahirnya baik, tetapi batinnya jahat


Telunjuk mencocok merosok, menikam mata jari berarti merusakkan (mengambil, mencari, dan sebagainya) barang yang sebenarnya harus dijaga


Telur di ujung tanduk berarti dalam keadaan yang sangat sulit (berbahaya)


Tempat makan jangan dibenahi berarti kita jangan berbuat tidak senonoh di tempat kita menumpang. Tempat makan jangan dibenahi juga berarti jangan berbuat jahat kepada orang yang berlaku baik kepada kita


Tempayan tertiarap dalam air berarti orang yang tidak mau mendengarkan nasihat (pengajaran)


Tepung kena ragi berarti sudah terjadi (berjalan baik-baik)


Terajar pada banting pincang berarti tidak ada gunanya mengajar orang yang keras kepala


Teralang-alang bagaikan sampah dalam mata berarti hinaan dan sebagainya yang selalu teringat dan terasa di dalam hati


Terang bagai bulan berarti sudah nyata sekali (tentang kesalahan). Terang bagai bulan juga berarti terang sekali


Terban bumi tempat berpijak berarti hilang harapan


Terbang bertumpu hinggap mencekam berarti jika merantau hendaklah menghubungi (mencari) kaum kerabat tempat menumpangkan diri


Terbayan disangka tubuh berarti mengharapkan sesuatu yang belum pasti


Terbayan tidak sepanjang badan berarti berbuat sesuatu yang melebihi dari (tidak sesuai dengan) kemampuannya


Terbulang ayam betina berarti orang yang disangka berani dan sebagainya, ternyata tidak


Tercacak seperti lembing tergadai berarti tertegak dan terdiam tercengang-cengang


Tercincang puar bergerak andilau berarti jika seseorang dihina, tentu keluarga atau kaumnya akan turut tersinggung juga


Terconteng arang di muka berarti mendapat malu


Tercoreng arang di dahi kening, muka berarti mendapat malu


Tercubit paha kiri, paha kanan pun berasa sakit berarti jika salah seorang anggota keluarga menderita sesuatu, anggota yang lain pun turut merasakan


Terdesak padang ke rimba berarti hilang akal


Tergantung tidak bertali berarti perempuan yang tidak diurus lagi oleh suaminya, tetapi tidak dapat meminta cerai


Tergerenyeng-gerenyeng bagai anjing disua antan berarti seorang penakut yang menepi-nepi karena ingin lari


Terikat kaki tangan berarti tidak bebas (berkuasa) lagi


Terjual terbeli berarti apa yang disuruhkan kepada orang lain, hendaknya dapat dikerjakan sendiri juga


Terkalang di mata, terasa di hati berarti ada sesuatu yang akan dikemukakan, tetapi belum tersampaikan (terkatakan)


Terlampau dikadang mentah berarti karena terlampau diperbagus, sebaliknya malahan menjadi buruk


Terlindung oleh sanggul berarti laki-laki yang serba kalah oleh istrinya


Terlongsong perahu boleh balik, terlongsong cakap tak boleh balik berarti perkataan yang tajam kerap kali menjadikan celaka diri dan tidak dapat ditarik kembali, sebab itu jika orang hendak berucap, hendaklah dipikirkan lebih dahulu


Termakan di cirit berendang berarti termakan guna-guna sehingga dikuasai benar oleh orang lain


Termakan di rambut berarti amat susah


Termakan di sadah berarti sangat kesal hati (karena tertipu dan sebagainya)


Terpecak peluh di muka berarti malu sekali


Terpegang di abu hangat berarti mendapat atau mencampuri sesuatu yang menyusahkan saja


Terpeluk di batang dedap berarti malang. Terpeluk di batang dedap juga berarti sial


Terpijak bara hangat berarti sangat gelisah. Terpijak bara hangat juga berarti tidak dapat tenang


Terpijak bayang-bayang berarti waktu tengah hari kira-kira pukul 12.00


Terpijak benang arang hitam tampak berarti berbuat sesuatu harus berani menanggung akibat


Tersabung akan induk ayam tersabung akan itik berarti sangat kecewa (tidak sesuai dengan dugaan semula)


Tersendeng-sendeng bagai sepat di bawah mengkuang berarti orang yang kecil dan hina hendak mendekat kepada orang besar dan mulia, nyatanya kelihatan takut dan malu


Tersesak padang ke rimba ke tebing berarti sudah habis akal (tidak berdaya lagi)


Tersesak undang kependekand yang runcing tiada dapat bertenggang lagi berarti habis akal budi (bicara). Tersesak undang kependekand yang runcing tiada dapat bertenggang lagi juga berarti habis ikhtiar sehingga tidak dapat berupaya lagi


Tersingit-singit bagai katung di bawah reba berarti sangat merendahkan diri seperti orang kecil (orang bawahan) yang takut dan malu hendak mendekati orang besar atau berkedudukan tinggi


Tertambat hati terpaut sayang berarti sangat cinta


Tertangkap di ikan kalang berarti berhadapan dengan orang pandai, kaya, berani, dan sebagainya


Tertangkup sama termakan tanah, telentang sama terminum air berarti sama-sama dalam suka dan duka


Tertelentang berisi air, tertiarap berisi tanah berarti perihal orang yang terlalu miskin (lemah), tiada berdaya


Tertelentang sama terminum air, tertelungkup sama termakan tanah berarti seia sekata. Tertelentang sama terminum air, tertelungkup sama termakan tanah juga berarti sama-sama merasakan keberuntungan atau kerugian


Tertimbun dikais, terbenam diselam berarti suatu hal (perkara) yang tersembunyi, diperiksa dan diselidiki dengan cermat


Tertumbuk biduk dikelokkan, tertumbuk kata dipikiri berarti jangan putus asa


Tiada beban batu digalas berarti mencari kesukaran (kesusahan)


Tiada berketentuan hulu hilirnya berarti tidak tentu maksud dan tujuannya


Tiada berkubak yang tiada berkodok berarti tidak ada negeri yang tidak ada keburukannya


Tiada kayu janjang dikeping berarti suatu hal yang tidak dapat ditangguhkan, kalau tidak, akan mendatangkan malu


Tiada mengetahui hulu hilirnya berarti tidak mengetahui ujung pangkalnya (tidak tahu apa-apa dalam suatu urusan)


Tiada raja menolak sembah berarti tidak ada orang yang tidak suka dihormati


Tiada rotan akar pun berguna jadi berarti kalau tidak ada yang baik, yang kurang baik pun boleh juga (meskipun kurang baik dapat dipakai juga)


Tiada terbawa sekam segantang berarti sangat lemah (tidak berkekuatan)


Tiada terempang peluru oleh lalang berarti kehendak orang yang berkuasa tidak tertahan oleh orang yang lemah


Tiang pandak hendak menyamai tiang panjang berarti hendak meniru-niru perbuatan orang besar atau kaya, akhirnya diri binasa


Tiba di perut dikempiskan, tiba di mata dipicingkan, tiba di dada dibusungkan berarti perbuatan tidak adil (seperti terhadap a bersikap keras, terhadap b bersikap lembut)


Tiba di rusuk menjeriau berarti sudah pada tempatnya. Tiba di rusuk menjeriau juga berarti sudah kena benar (tentang jawaban dan sebagainya)


Tidak ada orang menggaruk ke luar badan berarti biasanya orang berpihak kepada kaum keluarganya (golongannya) apabila ada perselisihan


Tidak berluluk mengambil cekarau berarti mendapat untung tidak dengan bersusah payah


Tidak dibawa orang sehilir semudik berarti tidak dibawa orang bergaul (tersisih) dalam masyarakat karena suatu sebab atau karena tingkah lakunya tidak disetujui masyarakat


Tidak hujan lagi becek, ini pula hujan berarti sedangkan kita tidak berbuat saja disangka orang, terlebih pula kalau kita benar-benar berbuat


Tidak kekal bunga karang berarti hal kekayaan (kemuliaan, hasil, dan sebagainya) yang tidak berlangsung lama


Tidak kelih mau tengok berarti ingin mendapat sesuatu, tetapi segan berusaha


Tidak makan benang berarti tidak masuk akal. Tidak makan benang juga berarti tidak benar


Tidak makan siku-siku berarti cakap orang yang berleleran saja, tiada langsung ke tujuannya


Tidak makan siku-siku berarti tidak baik. Tidak makan siku-siku juga berarti tidak patut

Tidak mati oleh belanda berarti seseorang yang sangat kaya sekalipun dagangannya rugi, ia tidak akan jatuh miskin


Tidak tahu antah terkunyah berarti tidak merasa melakukan sesuatu yang tidak patut


Tidak terindang dedak basah berarti perkara (perselisihan dan sebagainya) yang sangat sulit penyelesaiannya


Tidur bertilam air mata berarti sangat sedih karena merindukan kekasih


Tidur bertilam pasir berarti tidur di mana saja (karena tidak bertempat tinggal)


Tidur di atas miang enjelai berarti tidak dapat tenang (selalu gelisah)


Tidur tak lelap, makan tak kenyang berarti sangat gelisah (karena bersusah hati, banyak pikiran, dan sebagainya)


Timur beralih ke sebelah barat berarti laki-laki yang menurut pada perintah istrinya


Tinggal kelopak salak berarti sangat papa. Tinggal kelopak salak juga berarti sangat miskin


Tinggal sehelai sepinggang berarti tinggal pakaian yang melekat pada tubuhnya. Tinggal sehelai sepinggang juga berarti menjadi miskin


Tinggi banir tempat berlindung berarti setiap hal yang istimewa ada faedahnya asal tahu menggunakannya


Tinggi gelepur rendah laga berarti banyak cakapnya, tetapi tidak ada isinya (hasilnya, pekerjaannya). Tinggi gelepur rendah laga juga berarti sombong


Tinggi terbawa oleh ruasnya berarti seseorang yang masih bodoh walaupun sudah besar


Tingkalak menghadap mudik, lukah menghadap hilir berarti segala sesuatu menurut adatnya (sifatnya, kelazimannya)


Tohok lembing ke semak berarti (perbuatan yang) sia-sia


Tohok raja tidak dapat dielakkan berarti sukar menolak kehendak orang yang berkuasa


Tolak tangga berayun kaki berarti membuang kehidupan yang sudah enak


Tong kosong nyaring bunyinya berarti orang yang bodoh biasanya banyak bualnya (cakapnya)


Tua-tua keladi kelapa berarti dikatakan kepada orang yang makin tua makin baik atau makin buruk (kelakuannya)


Tua-tua keladi kelapa berarti dikatakan kepada orang yang makin tua makin baik atau makin buruk (kelakuannya)

Tuah anjing, celaka kuda berarti nasib manusia tidak sama, ada yang beruntung dan ada pula yang celaka (tidak beruntung)


Tuah ayam boleh dilihat, tuah manusia siapa tahu berarti tidak ada orang yang dapat menentukan nasib seseorang


Tuah melambung tinggi, celaka menimpa, celaka sebesar gunung berarti berilmu tinggi, tetapi tidak mempunyai pekerjaan yang tetap sehingga hidupnya selalu susah juga


Tuak terbeli, tunjang hilang berarti mendapat celaka (kekecewaan dan sebagainya)


Tuak terbeli, tunjang hilang berarti mendapat celaka (kekecewaan dan sebagainya)

Tuba habis, ikan tak dapat berarti pekerjaan yang sia-sia (tidak mendapat untung, bahkan mendapat rugi)


Tunggang hilang berani mati berarti tidak takut apa pun


Tunjuk lurus, kelingking berkait berarti lahirnya tampak baik, tetapi hatinya jahat


Ucap habis niat sampai berarti semua yang dikatakan langsung dilaksanakan


Udang hendak mengatai ikan berarti tidak insaf akan aibnya sendiri


Udang tak tahu di bungkuknya berarti tidak tahu akan cacat dan celanya sendiri


Uir-uir minta getah berarti orang yang melakukan suatu perbuatan yang membahayakan diri sendiri


Ujung jarum halus kelindan sutra berarti tipu muslihat yang sangat halus


Ukur baju di badan sendiri berarti menganggap atau menilai orang lain sama dengan anggapan atau penilaian terhadap diri sendiri


Ulam mencari sambal berarti perempuan yang mencari laki-laki


Umpama air digenggam tiada tiris berarti hal orang yang sangat kikir, tidak sedikit pun terbuka tangannya untuk menolong orang yang sengsara


Umpama ayakan dawai berarti pekerjaan yang dilakukan dengan tidak cermat


Umpan habis, ikan tak kena berarti usaha yang tidak mendatangkan hasil sedikit juga, bahkan merugi


Umpan seumpan, kail sebentuk berarti melakukan suatu usaha dengan tidak cukup alat dan syaratnya


Umpat tidak membunuh, puji tidak mengenyang berarti baik celaan maupun pujian tidak perlu dihiraukan


Umur setahun jagung darah setampuk pinang berarti masih sangat muda. Umur setahun jagung darah setampuk pinang juga berarti belum berpengalaman


Unjuk yang tidak diberikan berarti berjanji akan memberi sesuatu, tetapi hanya kata-kata (tidak dipenuhi)


Untung ada tuah tiada berarti ada kekayaan, tetapi tidak bahagia hidupnya. Untung ada tuah tiada juga berarti murah rezekinya, tetapi selalu habis saja


Untung sabut timbul, untung batu tenggelam berarti tidak seorang pun yang dapat menghindari nasibnya


Usang dibarui, lapuk dikajangi berarti mana-mana yang kurang baik diperbaiki


Utang pinjam kayu ara berarti (utang yang akan dibayar apabila kayu ara tidak bergetah) utang yang tidak akan dibayar


Utang emas boleh dibayar utang budi dibawa mati berarti budi baik orang hanya dapat dibalas dengan kebaikan pula


Utang emas dapat dibayar, utang budi dibawa mati berarti kebaikan hati orang akan diingat selama-lamanya


Utang selilit sebelit pinggang utang tiap helai bulu berarti utangnya banyak sekali


Wau melawan angin berarti perbuatan yang sia-sia


Yang berbaris yang berpahat, yang bertakuk yang bertebang berarti dikerjakan sebagaimana biasanya


Yang bertakuk yang ditebang, yang bergaris yang dipahat berarti sudah menurut aturan (adat) yang biasa


Yang bulat datang bergolek, yang pipih datang melayang berarti keun-tungan (kesenangan dan sebagainya) datang dari mana-mana


Yang dikandung berceceran, yang dikejar tiada dapat berarti barang yang sudah dimiliki hilang atau habis, sedangkan yang dicari tidak didapat


Yang dikejar tiada dapat, yang dikandung berceceran berarti karena mengharapkan keuntungan yang lain, yang sudah ada binasa dan habis


Yang dikejar tidak dapat, yang dikandung berceceran berarti yang diharapkan tidak diperoleh, bahkan yang telah ada menjadi hilang


Yang enggang sama enggang juga, yang pipit sama pipit juga berarti lebih baik berkumpul (berjodoh dan sebagainya) dengan orang yang sama derajatnya (tingkatannya)


Yang lahir menunjukkan yang batin berarti kelakuan orang menunjukkan tabiatnya atau perasaan hatinya


Yang merah saga, yang kurik kundi berarti yang indah dan yang baik ialah budi bahasa, bukan rupa atau wajah


Yang pipit sama pipit, yang enggang sama enggang berarti bergolong-golong menurut derajat atau pangkat masing-masing. Yang pipit sama pipit, yang enggang sama enggang juga berarti persahabatan (perjodohan) baru sempurna kalau sama tingkat derajatnya


Yang rebah ditindih berarti yang sudah celaka (miskin) bertambah celaka (miskin)


Yang secupak takkan jadi segantang berarti sesuatu yang sudah pasti (tidak dapat diubah lagi)


Yang sesukat tak akan jadi segantang berarti nasib orang tidak dapat diubah


Yang teguh disokong, yang rebah ditindih berarti yang sudah kuat (kaya dan sebagainya) dibantu, sedang yang lemah (miskin dan sebagainya) ditindas


Yang terbujur lalu, yang terlintang patah berarti siapa yang tidak melawan akan selamat, yang menentang akan binasa (sesuatu yang harus diturut)


Zaman beralih musim bertukar berarti segala sesuatu hendaknya disesuaikan dengan keadaan zaman


Maxim berarti kb. peribahasa, pepatah.

Demikian arti, makna, pengertian dan definisi dari istilah i'll menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan juga rangkuman dari berbagai sumber lainnya.

Semoga dapat bermanfaat. Anda dapat memberikan kritik dan saran melalui halaman Hubungi Kami.

Terima kasih