Arti Istilah Mak Su Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Dirangkum pada hari Sabtu 21 September 2019 oleh Staf


Mak su memiliki 1 arti. Mak su berasal dari kata dasar mak.

Arti mak su

Dasar: mak
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: -
Ragam: -
Lain: -
Arti: Mak su berarti kata sapaan akrab untuk adik ibu atau bapak yang bungsu. Mak su juga berarti inang

Arti kata mak

Mak berarti orang tua perempuan. Mak juga berarti ibu
Contoh: Sambil menangis anak kecil itu memanggil-manggil maknya

Mak berarti kata sapaan untuk perempuan yang patut disebut ibu atau dianggap sepadan dengan ibu

Istilah dengan kata dasar mak

Mak angkat berarti ibu yang bertindak (mendidik, mengurusi, dan sebagainya) sebagai ibu kandung. Mak angkat juga berarti ibu angkat


Mak bungsu berarti kata sapaan akrab untuk adik perempuan yang bungsu dari ibu atau bapak


Mak cik berarti mak kecil. Mak cik juga berarti bibi


Mak kandung berarti ibu sendiri


Mak kecil berarti kata sapaan akrab untuk adik perempuan ibu atau bapak. Mak kecil juga berarti bibi


Mak kopek berarti inang


Mak lung berarti kata sapaan akrab untuk saudara ibu atau bapak yang sulung


Mak muda berarti mak kecil


Mak muda berarti bini muda

Mak ngah berarti nama panggilan kekerabatan untuk saudara ibu atau bapak yang tengah


Mak saudara berarti kata sapaan akrab untuk saudara perempuan ibu atau saudara perempuan bapak


Mak su berarti kata sapaan akrab untuk adik ibu atau bapak yang bungsu. Mak su juga berarti inang


Mak tiri berarti ibu tiri


Mak tua berarti kata sapaan akrab untuk kakak perempuan ibu atau kakak perempuan bapak


Mak tua berarti bini yang tua

Mak ua berarti mak tua


Mak uda berarti mak muda


Mak uda berarti bini yang muda

Peribahasa dengan kata mak

Air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam berarti tidak enak makan dan minum (karena terlalu sedih dan sebagainya)


Alah kalah membeli, menang memakai berarti biarpun harganya mahal, tetapi dapat dipakai lama karena mutunya baik


Alah membeli menang memakai berarti barang yang baik memang mahal harganya, tetapi dapat lama dipakai


Api makan sekam dedak berarti perbuatan jahat (dendam dan sebagainya) yang tidak tampak


Asing maksud, asing sampai berarti tidak sesuai dengan yang diharapkan


Badak makan anak berarti ayah membuang anaknya karena takut akan musnah kebesarannya (pada raja-raja zaman dahulu)


Bagai budak-budak makan pisang berarti tidak mudah ditipu dan sebagainya


Bagai getah dibawa ke semak berarti makin kusut (tentang perkara)


Bagai pahat, tidak ditukul tidak makan berarti orang yang hanya mau bekerja apabila diperintah


Berkaing-kaing dulu maka makan berarti baru dapat makan sesudah bekerja berat (sukar hidupnya)


Bodoh-bodoh sepat, tak makan pancing emas berarti meskipun bodoh, dapat juga memilih mana yang baik dan mana yang buruk untuk dirinya


Bukan budak makan pisang berarti bukan orang yang dapat dipermainkan (ditipu)


Cakap berlauk-lauk, makan dengan sambal lada berarti cakapnya seperti orang berada, padahal sesungguhnya hidupnya serba kekurangan


Makan hati berulam jantung berarti bersusah hati karena perbuatan salah seorang teman karib


Makan masak mentah berarti tidak membedakan halal dan haram


Makan sudah terhidang, jamu belum jua datang berarti gadis yang telah besar, sudah patut bersuami, tetapi orang belum ada yang datang meminangnya


Makan upas berulam racun berarti orang yang dalam kesusahan dan duka cita karena diliputi marabahaya yang besar


Makanan enggang akan dimakan pipit berarti hendak melakukan sesuatu yang tidak sepadan dengan tarafnya (kesanggupan dan sebagainya)


Maksim berarti pernyataan ringkas yang mengandung ajaran atau kebenaran umum tentang sifat-sifat manusia. Maksim juga berarti aforisme. Maksim juga berarti peribahasa


Maksud bagai maksud manau berarti menghendaki sesuatu yang tidak mungkin tercapai


Malu makan perut lapar berarti kalau tidak mau berikhtiar, tidak akan mendapat kemajuan


Memakan habis-habisan, menyuruh hilang-hilang berarti jika merahasiakan sesuatu, hendaklah dilakukan dengan sebaik-baiknya


Memakuk dengan punggung lading berarti sangat menyakiti hati orang


Mengajar orang tua makan dadih berarti mengajar orang yang lebih pandai


Menyuruk hilang-hilang, memakan habis-habis berarti menyembunyikan suatu kehendak sesempurna-sempurnanya


Minum serasa duri, makan serasa lilin, tidur tak lena, mandi tak basah berarti hal orang yang sangat bersusah hati sehingga segala sesuatunya tidak berasa enak


Nasi sama ditanak, kerak dimakan seorang berarti pekerjaan dilakukan bersama-sama, tetapi keuntungannya diambil sendiri


Nasi tersendok tidak termakan berarti tidak dapat merasakan (mengenyam) apa yang didapatnya. Nasi tersendok tidak termakan juga berarti belum menjadi rezekinya


Orang muda selendang dunia, orang kaya suka dimakan berarti (untuk puji-pujian) orang muda perhiasan dunia, orang kaya yang pemurah


Orang tua diajar makan pisang berarti orang yang sudah tahu (ahli, pandai) tidak usah diajari


Padi selumbung dimakan orang banyak berarti penghibur bagi istri yang suaminya beristri lebih daripada satu


Pagar makan padi berarti orang yang merusakkan barang yang diamanatkan kepadanya


Pagar makan tanaman berarti orang yang merusakkan barang yang diamanatkan (dititipkan) kepadanya


Patah selera banyak makan berarti pura-pura tidak mau, sebenarnya suka sekali


Pipit pekak makan berhujan berarti sangat rajin


Rezeki elang tak akan dapat dimakan oleh musang burung pipit berarti setiap orang ada keuntungannya masing-masing


Rindu jadi batasnya maka manis tak jadi cuka berarti jangan terlalu mesra bergaul dengan seseorang sebab pergaulan seperti itu kerap kali menimbulkan dendam kesumat


Sakit kepala panjang rambut, patah selera banyak makan berarti lahirnya tidak suka, tetapi sebenarnya suka sekali


Sebusuk-busuk daging dikincah dimakan juga, seharum-harum tulang dibuang berarti jika keluarga berbuat ulah akan dimarahi, tetapi setelah itu diampuni, jika orang lain berbuat salah tidak dimaafkan sedikit pun juga


Senjata makan tuan berarti sesuatu yang direncanakan untuk mencelakakan orang lain, tetapi berbalik mengenai diri sendiri


Seorang makan cempedak, semua kena getahnya berarti seorang berbuat salah, semua dianggap bersalah juga


Seorang makan cempedak, semuanya lumus oleh getahnya berarti seorang yang bersalah, semuanya mendapat nama yang tidak baik


Seorang makan nangka, semua kena getahnya berarti seorang yang berbuat kesalahan demi memenuhi kesenangannya, tetapi orang lain turut menanggung akibatnya


Seperlunya maka hendak menutup lubang berarti sesudah mendapat celaka, baru ingat akan ikhtiar


Siapa makan lada, ialah berasa pedas berarti barang siapa yang bersalah akan merasa tersinggung (oleh sindiran dan sebagainya)


Siapa yang makan cabai, dialah yang berasa pedas kepedasan berarti siapa yang berbuat kurang baik akan merasakan akibatnya


Siapa yang makan cabai, dialah yang berasa pedas kepedasan berarti siapa yang merasa tersindir berarti telah berbuat seperti yang disindirkan itu

Seperti api makan di dalam sekam berarti perasaan cinta kasih (dendam dan sebagainya) yang tersembunyi


Seperti bisai makan sepinggan berarti berpatutan (sesuai) benar


Seperti gunting makan di ujung berarti perlahan-lahan (diam-diam tidak kentara), tetapi mengena atau tercapai apa yang dimaksudkan


Seperti toman makan anak berarti orang yang berbuat cabul (sumbang)


Sudah biasa makan emping berarti sudah berpengalaman


Sudah biasa makan kerak berarti sudah biasa mengalami kesukaran


Sudah kenyang makan kerak berarti sudah banyak pengalaman


Sudah lulus maka hendak melantai berarti sudah celaka baru ingat


Sudah makan, bismilah berarti suatu pekerjaan atau rundingan yang dilakukan terbalik, jadi tidak mengikuti aturan


Tahu makan tahu simpan berarti dapat menyimpan rahasia baik-baik


Telah busuk maka dipeda berarti berbuat sesuatu yang telah terlambat


Telah dijual, maka dibeli berarti pikirkan masak-masak sebelum mengerjakan sesuatu


Telah habis maka dimakan berarti sewaktu ada pencaharian, jangan diganggu harta simpanannya, tetapi apabila tiada pencaharian lagi, barulah dipergunakan harta simpanan itu


Telah karam maka bertimba berarti baru ingat atau menyesal sesudah menderita kemalangan


Tempat makan jangan dibenahi berarti kita jangan berbuat tidak senonoh di tempat kita menumpang. Tempat makan jangan dibenahi juga berarti jangan berbuat jahat kepada orang yang berlaku baik kepada kita


Termakan di cirit berendang berarti termakan guna-guna sehingga dikuasai benar oleh orang lain


Termakan di rambut berarti amat susah


Termakan di sadah berarti sangat kesal hati (karena tertipu dan sebagainya)


Tertangkup sama termakan tanah, telentang sama terminum air berarti sama-sama dalam suka dan duka


Tertelentang sama terminum air, tertelungkup sama termakan tanah berarti seia sekata. Tertelentang sama terminum air, tertelungkup sama termakan tanah juga berarti sama-sama merasakan keberuntungan atau kerugian


Tidak makan benang berarti tidak masuk akal. Tidak makan benang juga berarti tidak benar


Tidak makan siku-siku berarti cakap orang yang berleleran saja, tiada langsung ke tujuannya


Tidak makan siku-siku berarti tidak baik. Tidak makan siku-siku juga berarti tidak patut

Tidur tak lelap, makan tak kenyang berarti sangat gelisah (karena bersusah hati, banyak pikiran, dan sebagainya)


Tohok lembing ke semak berarti (perbuatan yang) sia-sia


Demikian arti, makna, pengertian dan definisi dari istilah mak su menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan juga rangkuman dari berbagai sumber lainnya.

Semoga dapat bermanfaat. Anda dapat memberikan kritik dan saran melalui halaman Hubungi Kami.

Terima kasih