Arti Istilah Mengada-ada Menurut KBBI

Dirangkum pada hari Jumat 23 Agustus 2019 oleh Staf


gambar ilustrasi arti mengada-ada

Mengada-ada memiliki 3 arti. Mengada-ada berasal dari kata dasar ada. Mengada-ada adalah sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda. Mengada-ada memiliki arti dalam kelas verba atau kata kerja sehingga mengada-ada dapat menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya.

Berikut adalah arti dari "mengada-ada":

Dasar: ada
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: verba
Ragam: -
Lain: -
Arti: Mengada-ada berarti berkata (meminta, berpikir) yang bukan-bukan. Mengada-ada juga berarti membuat-buat
Contoh: Jangan kamu mengada-ada

Dasar: ada
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: verba
Ragam: -
Lain: -
Arti: Mengada-ada berarti melebih-lebihkan. Mengada-ada juga berarti mempersangat. Mengada-ada juga berarti membohong. Mengada-ada juga berarti membual
Contoh: Jangan dipercaya semua omongannya, dia suka mengada-ada

Dasar: ada
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: verba
Ragam: -
Lain: -
Arti: Mengada-ada berarti menyusahkan (karena selalu meminta dan sebagainya yang bukan-bukan)
Contoh: Mengapa anak-anak selalu mengada-ada

Peribahasa dengan kata mengada-ada

Ada angin ada pohonnya hujan berpohon, panas berasal berarti segala hal ada asal mulanya (sebab-sebabnya)


Ada bangkai ada hering berarti jika ada perempuan lacur, banyak laki-laki yang datang


Ada beras, taruh dalam padi berarti rahasia hendaklah disimpan baik-baik


Ada biduk serempu pula berarti tidak pernah merasa puas, selalu menginginkan yang lain


Ada biduk serempu pula berarti tidak puas dengan apa yang ada

Ada gula ada semut berarti di mana banyak kesenangan di si-tulah banyak orang datang


Ada gula ada semut berarti orang akan berdatangan ke tempat yang menyenangkan

Ada hari ada nasi berarti asal masih hidup, selalu akan beroleh rezeki


Ada hujan ada panas, ada hari boleh balas berarti selalu ada kesempatan untuk membalas dendam


Ada nyawa umur ada rezeki berarti selama masih hidup kita tentu masih sanggup berusaha


Ada nyawa, ada ikan berarti masih hidup, tetapi sudah hampir mati (dalam keadaan hampir mati)


Ada padi segala menjadi berarti orang kaya dapat mencapai apa yang diinginkannya


Ada rotan ada duri berarti dalam kesenangan tentu ada kesusahannya


Ada rupa ada harga berarti harga barang ditentukan oleh keadaan barang


Ada sampan hendak berenang berarti sengaja berpayah-payah padahal sebenarnya tidak perlu berbuat begitu


Ada uang ada barang berarti jika sanggup membayar banyak akan mendapat barang yang lebih baik


Ada ubi ada talas, ada budi ada balas berarti kejahatan dibalas dengan kejahatan, kebaikan dibalas dengan kebaikan. Ada ubi ada talas, ada budi ada balas juga berarti barang siapa yang berbuat sesuatu tentu akan mendapat balasan yang setimpal


Ada udang berudang di balik batu berarti ada suatu maksud yang tersembunyi


Adagium berarti pepatah. Adagium juga berarti peribahasa
Contoh: Sebuah adagium latin menyatakan “ubi societas, ibi justicia”, artinya di mana ada masyarakat dan kehidupan di sana ada hukum (keadilan)


Adakah buaya menolak bangkai berarti orang jahat akan berbuat jahat kalau ada kesempatan


Adapun manikam itu jika dijatuhkan ke dalam limbahan sekalipun, niscaya tidak hilang cahayanya berarti orang yang asalnya baik jika ia miskin ataupun menjadi suruhan orang, tabiatnya, kelakuannya, dan budi bahasanya tetap baik


Adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah berarti pekerjaan (perbuatan) hendaklah selalu mengingat aturan adat dan agama (jangan bertentangan satu dengan yang lain)


Adat dagang tahan tawar berarti sudah biasa bahwa barang dagangan boleh ditawar


Adat diisi janji dilabuh berarti adat harus dijalankan, persetujuan harus ditepati


Adat diisi lembaga dituang berarti hendaklah segala sesuatu dilakukan menurut kebiasaan


Adat diisi, lembaga dituang berarti melakukan sesuatu menurut adat kebiasaan

Adat hidup tolong-menolong, syariat palu-memalu berarti dalam kehidupan sehari-hari harus saling menolong, dalam agama saling membantu


Adat pasang berturun naik berarti keadaan yang selalu berubah-ubah, terutama tentang kekayaan atau kedudukan seseorang


Adat periuk berkerak, adat lesung berdedak berarti jika seseorang ingin beroleh keuntungan dalam suatu pekerjaan, hendaklah ia dapat menanggung kesusahan


Adat sepanjang jalan, cupak sepanjang betung berarti segala sesuatu ada tata caranya


Adat teluk timbunan kapal berarti biasanya orang yang berpengaruh (berkuasa dan sebagainya) menjadi tempat orang meminta pertolongan (untuk menyelesaikan perkara dan sebagainya)


Anak badak dihambat-hambat berarti dengan sengaja mencari bahaya


Api padam puntung berasap berarti perkara yang sudah putus, tetapi timbul lagi


Api padam puntung hanyut berarti sudah habis (tamat) benar-benar


Arang itu jikalau dibasuh dengan air mawar sekalipun, tiada akan putih berarti tabiat orang yang dasarnya sudah buruk, tidak akan dapat diperbaiki lagi


Asal ada kecil pun pada berarti kalau tidak mendapat banyak, sedikit pun cukup


Asal ada sama di hati, gajah terantai boleh dilepaskan berarti kalau sudah ada persetujuan, apa pun halangannya dapat diatasi


Asal menugal adalah benih berarti setiap perbuatan tentu akan ada hasilnya (ada yang memperhatikan)


Ayam itik raja pada tempatnya berarti setiap orang berkuasa di tempatnya atau di lingkungannya


Badak makan anak berarti ayah membuang anaknya karena takut akan musnah kebesarannya (pada raja-raja zaman dahulu)


Bagai si bisu berasian bermimpi, terasa ada terkatakan tidak berarti tidak dapat mengatakan meskipun tahu (mengerti)


Belum tahu di pedas lada berarti masih muda sekali. Belum tahu di pedas lada juga berarti belum berpengalaman


Belum tahu di pedas lada berarti belum berpengalaman

Beranak tiada berbidan berarti mendapat kesusahan (kecelakaan dan sebagainya) karena salahnya sendiri


Bergantung pada rambut sehelai berarti berada dalam keadaan yang sangat sulit (bahaya)


Bergantung pada tali rapuh berarti menyandarkan hidupnya pada orang (jabatan, pekerjaan, dan sebagainya) yang lemah atau tidak tetap


Berjalan selangkah menghadap surut, berkata sepatah dipikirkan berarti selalu ingat-ingat (hati-hati) dalam melakukan pekerjaan apa pun


Berjalan selangkah menghadap surut, berkata sepatah dipikirkan berarti dalam berbuat sesuatu hendaklah kita mempertimbangkannya masak-masak

Berlayar menentang mengadang, menuju pulau berarti setiap usaha harus ada tujuannya


Bernapas ke luar badan berarti lebih percaya pada pendapat orang lain daripada percaya pada pendapat sendiri


Beroleh badar tertimbakan berarti mendapat keuntungan yang tidak disangka-sangka


Besar pasak daripada tiang berarti belanja lebih besar daripada pendapatan


Besar senggulung daripada beban, besar pasak daripada tiang berarti besar belanja daripada pendapatan


Besi baik tiada berkarat budi baik tak dilupakan berarti perbuatan yang baik selamanya terpuji


Biar berputih tulang, jangan berputih mata lebih baik berputih tulang daripada berputih mata berarti lebih baik mati daripada menanggung malu


Bintang di langit boleh dibilang, tetapi arang di muka tak sadar berarti cela (kesalahan, keburukan, dan sebagainya) orang lain diketahui, tetapi cela sendiri tidak tahu


Burung terbang dipipiskan lada berarti sesuatu yang belum tentu diperoleh sudah dirancang pemakaiannya


Burung terbang dipipiskan lada berarti sudah bersiap untuk bersenang-senang dengan sesuatu yang belum lagi diperoleh

Cakap berlauk-lauk, makan dengan sambal lada berarti cakapnya seperti orang berada, padahal sesungguhnya hidupnya serba kekurangan


Cekur jerangau, ada lagi di ubun-ubun berarti masih sangat muda (belum berpengalaman)


Dahulu bajak daripada jawi berarti sesuatu yang patut didahulukan dikemudiankan dan sebaliknya. Dahulu bajak daripada jawi juga berarti tidak menurut aturan yang biasa


Di padang orang berlari, di padang sendiri berjingkat berarti tabiat orang tamak, mau menerima pemberian orang, tetapi tidak mau memberi


Disangka tiada akan mengaram, ombak yang kecil diabaikan berarti tiada mengindahkan bahaya yang kecil, akhirnya tertimpa bencana besar


Dengan sesendok madu dapat lebih banyak ditangkap serangga daripada dengan cuka sesendok berarti dengan mulut manis serta ramah-tamah lebih banyak diperoleh sahabat (kawan) daripada dengan perkataan yang tajam dan muka yang masam


Daripada cempedak lebih baik nangka, daripada tidak, lebih baik ada berarti benda yang sedikit (kurang baik) pun jadilah daripada tidak sama sekali


Daripada hidup bercermin bangkai lebih baik mati berkalang tanah berarti daripada menanggung malu lebih baik mati


Daripada hidup bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup berlumur tahi, lebih baik mati bertimbun bunga berarti daripada hidup menanggung malu, lebih baik mati


Gadai terdorong kependekand cina berarti terlanjur sehingga tidak boleh dicabut kembali


Garam kami tak masin padanya berarti perkataan kami tidak diindahkannya


Gigi dengan lidah adakalanya bergigit juga berarti suami istri (sanak saudara, sahabat karib, dan sebagainya) adakalanya bertengkar juga


Hancur badan dikandung tanah, budi baik terkenang jua berarti budi bahasa yang baik tidak akan dilupakan orang


Hangus tiada berapi, karam tiada berair berarti menderita kesusahan yang amat sangat


Hendak terbang tiada bersayap berarti hendak berbuat sesuatu, tetapi tidak ada sarana


Hidung laksana kuntum seroja, dada seperti mawar merekah berarti perihal menyatakan keelokan bentuk hidung dan dada perempuan


Hidup dikandung adat, mati dikandung tanah berarti selama hidup orang harus taat pada adat kebiasaan dalam masyarakat


Hilang bini boleh dicari, hilang budi badan celaka berarti apabila kutukan orang tuanya belum dicabut, celakalah hidupnya nanti


Hitam, hitam gagak, putih, putih udang kapai hitam, hitam bendi, putih, putih sadah berarti yang hina tetap hina meskipun cantik rupanya dan yang mulia tetap mulia meskipun buruk rupanya


Ikan lagi di laut, lada garam sudah dalam sengkalan berarti bersiap-siap mengecap hasil pekerjaan yang belum pasti berhasil


Jika belalang ada seekor, jika emas ada miang berarti segalanya ada aturannya sendiri


Jika pisau tiada berbaja, makin dikikir bertambah tumpul berarti anak yang dungu, makin diajar makin bodoh


Jikalau tidak berada-ada ada berada, ada mengada, masakan tempua bersarang rendah berarti jika tidak ada sebab-sebabnya (sesuatu yang tersembunyi), tentu tidak akan terjadi yang luar biasa


Kaki terdorongbadan merasa, lidah terdorongemas padahannya berarti segala janji harus ditepati


Kaki terdorongbadan merasa, lidah terdorongemas padahannya berarti apa yang telah dikatakan harus dilaksanakan

Kaki terdorongbadan merasa, lidah terdorongemas padahannya berarti jika berbuat sesuatu harus berani menanggung akibatnya

Kaki tertarung, inai padahannya mulut terdorong, emas padahannya berarti harus berani menanggung akibat perbuatan atau janji sendiri


Kalau pandai menggulai badar pun menjadi tenggiri berarti orang yang pandai, meskipun kurang alat syaratnya, dapat juga mengerjakan sesuatu dengan baik


Kalau pandai menggulai, badar jadi tenggiri berarti kalau pandai mengatur (menyusun dan sebagainya), barang yang kurang baik pun akan menjadi baik juga. Kalau pandai menggulai, badar jadi tenggiri juga berarti ikan sia. Kalau pandai menggulai, badar jadi tenggiri juga berarti ikan sia-sia


Kalau pandai meniti buih, selamat badan sampai ke seberang berarti jika dapat mengatasi kesukaran tentu maksud dapat dicapai


Kalau sorok lebih dahulu daripada tokok, tidak mati babi berarti kalau lagak atau bual yang didahulukan, maksud tidak akan tercapai


Kalau tak ada angin, takkan pokok bergoyang berarti jika tak ada sebab, tidak akan sesuatu terjadi


Kalau tak ada api, masakan ada asap berarti barang sesuatu yang terjadi, pasti ada sebabnya


Kata adat berarti ujar-ujar (kata-kata kias, peribahasa, dan sebagainya). Kata adat juga berarti yang bertalian dengan adat


Ke sawah berlumpur ke ladang berarang berarti tiap pekerjaan ada kesukarannya


Ke sawah tidak berlubuk, ke ladang tidak berarang berarti mendapat untung dan sebagainya tidak dengan bersusah payah. Ke sawah tidak berlubuk, ke ladang tidak berarang juga berarti tercapai maksudnya


Ke sawah tidak berluluk, ke ladang tidak berarang berarti tidak mau bekerja. Ke sawah tidak berluluk, ke ladang tidak berarang juga berarti pemalas


Kecil dikandung ibu, besar dikandung adat, mati dikandung tanah berarti manusia itu selalu terikat oleh tata tertib masyarakat, tidak pernah bebas sama sekali


Kecil tapak tangan, nyiru ditadahkan berarti ingin mendapat sebanyak-banyaknya


Kecil-kecil lada api padi, kutu berarti kecil tetapi berani (pandai dan sebagainya)


Kerbau seratus dapat digembalakan, manusia seorang tiada terkawal berarti menjaga seorang perempuan lebih sukar daripada menjaga binatang yang banyak


Kuat ikan karena radai kuat burung karena sayap, kuat ketam karena sepit berarti tiap-tiap orang ada kekuatannya (kelebihannya) sendiri


Kuat ketam karena sepit, kuat burung karena sayap, kuat ikan karena radai berarti merasa kuat (berkuasa) karena ada keunggulan atau kelebihan


Kuat ketam karena sepit, kuat burung karena sayap, kuat ikan karena radai berarti tiap-tiap orang sedikit banyak ada kuasanya

Ladang yang berpunya berarti perempuan yang sudah kawin


Lagi ada jangan dimakan, sudah habis baru dimakan berarti sewaktu ada pencaharian, jangan diganggu harta simpanannya, tetapi apabila tiada pencaharian lagi, barulah dipergunakan harta simpanan itu


Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya berarti tiap-tiap negeri atau bangsa berlainan adat kebiasaannya


Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya berarti tiap-tiap negeri ada adat istiadatnya sendiri

Lain padang lain belalang berarti tiap-tiap negeri berlainan aturan dan adatnya


Laksana bunga dadap, sungguh merah berbau tidak berarti orang yang rupanya elok, tetapi tidak berbudi bahasa


Lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup bercermin bangkai berarti lebih baik mati daripada menanggung malu


Lebih berharga mutiara sebutir daripada pasir sepantai berarti seseorang yang baik, meskipun ia tidak kaya, jauh lebih berharga dan mulia daripada orang kaya yang jahat dan jahil


Malu tercoreng pada kening berarti malu yang tidak dapat dihilangkan lagi karena sudah diketahui orang banyak


Mati seladang berarti beristri seorang saja


Mati seladang berarti saling setia sampai tua. Mati seladang juga berarti sehidup semati (tentang suami istri)

Melonjak badar, melonjak gerundang berarti meniru-niru lagak (cara hidup) orang besar atau orang kaya


Memanggang tiada angus berarti beberapa kali menempuh bahaya, tetapi selalu selamat


Membeli kerbau di padang berarti membeli sesuatu dengan tidak melihat barang yang akan dibelinya


Menari merentak di ladang orang berarti bersenang-senang memakai harta orang atau di rumah orang lain


Mencabik baju di dada berarti menceritakan aib (sendiri) kepada orang lain


Mencabik baju di dada berarti membuka rahasia keluarga sendiri

Mencit seekor, penggada seratus berarti berhadapan dengan lawan yang banyak (lebih kuat dan sebagainya):


Mendapat badai tertimbakan berarti mendapat untung yang tidak disangka-sangka


Menengadah ke langit hijau berarti tidak ada harapan akan mendapat pertolongan


Menengadah membilang layar, menangkup membilang lantai berarti pikirkan baik-baik sebelum melakukan pekerjaan


Menggenggam tiada tiris berarti sangat menghemat


Menghadapkan bedil pulang berarti merugikan (mencelakakan) keluarga sendiri


Mengukur baju di badan sendiri berarti menentukan baik buruknya sesuatu menurut perasaan diri sendiri


Menyeladang bagai panas di padang berarti suatu kejadian yang terjadi secara merata di mana-mana


Merah padam mukanya berarti marah sekali


Meraih pangkur ke dada berarti insaf akan dirinya


Meraih pangkur ke dada berarti merasa tersinggung

Meraih pekung ke dada berarti sengaja mencari kesusahan (malu dan sebagainya)


Meraih pekung ke dada berarti sengaja mencari malu atau bencana

Minta pucuk pada alu menghendaki pucuk alu berarti menghendaki sesuatu yang tidak mungkin tercapai


Minta sisik pada limbat berarti menghendaki sesuatu yang mustahil tercapai


Monyet mendapat bunga, adakah ia tahu akan faedah bunga itu? berarti tidak tahu menghargai suatu barang yang bagus


Mudah juga pada yang ada, sukar jua pada yang tidak berarti pada orang kaya adat apa pun juga mudah diisinya, sedangkan pada yang miskin segalanya susah


Mulut telanjur terdorong emas tantangannya padahannya berarti perkataan (janji) yang sudah diucapkan harus ditepati


Mulut terdorong, emas padahannya berarti perkataan yang telah terucapkan, emaslah tentangannya (janji harus ditepati)


Orang terpegang pada hulunya, awak terpegang pada matanya berarti dalam perjanjian atau perkara orang lebih kuat pendiriannya daripada kita


Padang perahu di lautan, padang hati dipikirkan berarti demikian luas pikiran manusia, berapa banyak pikiran masuk di dalamnya tidak akan penuh


Padi segenggam dengan senang hati lebih baik daripada padi selumbung dengan bersusah hati berarti kesenangan hati lebih berharga daripada kekayaan


Pecah anak buyung, tempayan ada berarti tidak akan kekurangan perempuan untuk dijadikan istri


Pilih-pilih ruas, terpilih pada buku terkena buku buluh berarti mendapat yang buruk karena terlalu memilih


Pilih-pilih ruas, terpilih pada buku terkena buku buluh berarti mendapat yang buruk karena terlalu memilih

Pilih-pilih ruas, terpilih pada buku berarti karena terlampau menghendaki yang baik, akhirnya mendapat yang buruk


Rongkong menghadap mudik berarti mudah mendapat rezeki


Sampan ada pengayuh tidak berarti hendak melakukan sesuatu, tetapi tidak lengkap syarat-syaratnya


Satu nyawa, dua badan berarti sehidup semati


Sawah berpematang berpiring ladang berbintalak berarti segala sesuatu ada batasnya


Sebuah lesung ada seekor ayam jantannya atau pemimpinnya berarti tiap-tiap kaum ada seorang penghulunya atau seorang cerdik pandainya yang akan melindungi kaum itu dari kejahatan orang lain


Selama hayat dikandung badan berarti selama (masih) hidup


Selama hayat dikandung badan berarti selama masih hidup

Semanis manis gula ada pasir di dalamnya manis-manis gula berpasir jua, sepahit-pahit jadam menjadi obat berarti bujuk rayu yang lemah-lembut adalah berisi tipu dan perkataan yang keras itu kadang-kadang menjadi kebajikan diri


Sia-sia menjaring angin terasa ada tertangkap tidak berarti jangan mengharapkan yang bukan-bukan karena akan mengecewakan saja


Sia-sia menjaring angin, terasa ada tertangkap tidak berarti jangan mengharapkan sesuatu yang bukan-bukan supaya tidak kecewa

Siapa makan lada, ialah berasa pedas berarti barang siapa yang bersalah akan merasa tersinggung (oleh sindiran dan sebagainya)


Seperti batang mengkudu, dahulu buah daripada bunga berarti perihal orang yang mau lekas marah sebelum diketahui benar kesalahan orang yang hendak dimarahinya


Seperti menepung tiada berberas berarti banyak cakap, tidak berisi


Seperti orang mati jika tiada orang mengangkat bila akan bergerak berarti seseorang yang daif yang tidak mempunyai daya upaya, jika tiada orang menolongnya niscaya akan makin susah


Sudah dapat gading bertuah, tanduk tiada berguna lagi berarti setelah mendapatkan yang lebih baik, yang kurang baik ditinggalkan


Sudah terantuk baru tengadah berarti sesudah merugi (menderita kecelakaan) baru sadar


Sudah terantuk, baru tengadah berarti baru ingat sesudah merugi

Sukar kaji pada orang alim, sukar uang pada orang kaya berarti orang pandai biasanya baru mau memutuskan suatu persoalan apabila sudah mempertimbangkan dalam-dalam. Sukar kaji pada orang alim, sukar uang pada orang kaya juga berarti orang kaya baru mau mengeluarkan uang kalau ada untungnya


Sungguhpun kawat yang dibentuk, ikan di laut yang diadang berarti sungguhpun tampaknya tidak ada suatu maksud, tetapi ada juga yang dituju


Syariat palu-memalu, pada hakikatnya adalah balas-membalas berarti kebaikan harus dibalas dengan kebaikan


Tak ada beras yang akan ditanak berarti tidak ada kelebihan yang pantas dikemukakan


Tak ada gading yang tak retak berarti tidak ada sesuatu yang tidak ada cacatnya


Tak ada guruh bagi orang pekak, tak ada kilat bagi orang buta berarti bagi orang yang sangat bodoh pidato yang bagus dan dalam isinya tidak ada faedahnya


Tak ada kusut yang tak selesai berarti tidak ada perselisihan yang tidak dapat didamaikan


Tak ada laut yang tak berombak berarti setiap pekerjaan (usaha) selalu ada risiko dan kesukarannya


Tak ada padi yang bernas setangkai berarti tidak ada satu pun yang sempurna


Tak ada pendekar yang tak bulus berarti tidak ada orang yang tidak pernah membuat kesalahan


Tak ada pendekaryang tak bulus berarti tidak ada orang yang tidak pernah membuat kesalahan


Tak beban batu digalas tiada beban mencari beban berarti sudah senang mencari kesusahan (kesukaran)


Tegak pada yang datang berarti tetap pendiriannya. Tegak pada yang datang juga berarti tetap memegang keadilan (kebenaran)


Terajar pada banting pincang berarti tidak ada gunanya mengajar orang yang keras kepala


Terbayan sepanjang badan berarti tepat benar menurut keadaannya (harapannya, kemampuannya, dan sebagainya)


Terbayan tidak sepanjang badan berarti berbuat sesuatu yang melebihi dari (tidak sesuai dengan) kemampuannya


Tercacak seperti lembing tergadai berarti tertegak dan terdiam tercengang-cengang


Terdesak padang ke rimba berarti hilang akal


Terlampau dikadang mentah berarti karena terlampau diperbagus, sebaliknya malahan menjadi buruk


Termakan di sadah berarti sangat kesal hati (karena tertipu dan sebagainya)


Tersesak padang ke rimba ke tebing berarti sudah habis akal (tidak berdaya lagi)


Tersesak undang kependekand yang runcing tiada dapat bertenggang lagi berarti habis akal budi (bicara). Tersesak undang kependekand yang runcing tiada dapat bertenggang lagi juga berarti habis ikhtiar sehingga tidak dapat berupaya lagi


Tiada beban batu digalas berarti mencari kesukaran (kesusahan)


Tiada berketentuan hulu hilirnya berarti tidak tentu maksud dan tujuannya


Tiada berkubak yang tiada berkodok berarti tidak ada negeri yang tidak ada keburukannya


Tiada kayu janjang dikeping berarti suatu hal yang tidak dapat ditangguhkan, kalau tidak, akan mendatangkan malu


Tiada mengetahui hulu hilirnya berarti tidak mengetahui ujung pangkalnya (tidak tahu apa-apa dalam suatu urusan)


Tiada raja menolak sembah berarti tidak ada orang yang tidak suka dihormati


Tiada rotan akar pun berguna jadi berarti kalau tidak ada yang baik, yang kurang baik pun boleh juga (meskipun kurang baik dapat dipakai juga)


Tiada terbawa sekam segantang berarti sangat lemah (tidak berkekuatan)


Tiada terempang peluru oleh lalang berarti kehendak orang yang berkuasa tidak tertahan oleh orang yang lemah


Tiba di perut dikempiskan, tiba di mata dipicingkan, tiba di dada dibusungkan berarti perbuatan tidak adil (seperti terhadap a bersikap keras, terhadap b bersikap lembut)


Tidak ada orang menggaruk ke luar badan berarti biasanya orang berpihak kepada kaum keluarganya (golongannya) apabila ada perselisihan


Tingkalak menghadap mudik, lukah menghadap hilir berarti segala sesuatu menurut adatnya (sifatnya, kelazimannya)


Ukur baju di badan sendiri berarti menganggap atau menilai orang lain sama dengan anggapan atau penilaian terhadap diri sendiri


Umpama air digenggam tiada tiris berarti hal orang yang sangat kikir, tidak sedikit pun terbuka tangannya untuk menolong orang yang sengsara


Untung ada tuah tiada berarti ada kekayaan, tetapi tidak bahagia hidupnya. Untung ada tuah tiada juga berarti murah rezekinya, tetapi selalu habis saja


Yang dikandung berceceran, yang dikejar tiada dapat berarti barang yang sudah dimiliki hilang atau habis, sedangkan yang dicari tidak didapat


Yang dikejar tiada dapat, yang dikandung berceceran berarti karena mengharapkan keuntungan yang lain, yang sudah ada binasa dan habis


Adage berarti (Kata benda) artinya pepatah, peribahasa.

Demikian arti, makna, pengertian dan definisi dari istilah mengada-ada menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan juga rangkuman dari berbagai sumber lainnya.

Semoga dapat bermanfaat. Anda dapat memberikan kritik dan saran melalui halaman Hubungi Kami.

Terima kasih

Pencarian


Arti Antonim Sinonim
Rima

Daftar Isi

Rima
Antonim
Sinonim
Arti Kata
Arti Istilah
Arti Peribahasa
Arti Tanggal


Terkait

Sinonim Istilah Mengada-ada
Rima Istilah Mengada-ada


Instal Aplikasi Apaarti

Untuk akses lebih cepat dan mudah