Arti Istilah Mengata-ngatai Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Dirangkum pada hari Selasa 17 September 2019 oleh Staf


Mengata-ngatai memiliki 1 arti. Mengata-ngatai berasal dari kata dasar kata. Mengata-ngatai memiliki arti dalam kelas verba atau kata kerja sehingga mengata-ngatai dapat menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya.

Arti mengata-ngatai

Dasar: kata
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: verba
Ragam: -
Lain: -
Arti: Mengata-ngatai berarti mengatai

Arti kata kata

Kata berarti turun. Kata juga berarti menurun
Contoh: Katabolisme

Kata berarti bawah
Contoh: Katakomba

Peribahasa dengan kata kata

Bagai si bisu berasian bermimpi, terasa ada terkatakan tidak berarti tidak dapat mengatakan meskipun tahu (mengerti)


Berjalan peliharakan kaki, berkata peliharakan lidah berarti ingat-ingat selalu dalam berbuat sesuatu


Berjalan selangkah menghadap surut, berkata sepatah dipikirkan berarti selalu ingat-ingat (hati-hati) dalam melakukan pekerjaan apa pun


Berjalan selangkah menghadap surut, berkata sepatah dipikirkan berarti dalam berbuat sesuatu hendaklah kita mempertimbangkannya masak-masak

Berkata peliharakan lidah berarti hendaklah berhati-hati mengeluarkan perkataan


Berkata siang melihat-lihat, berkata malam mendengar-dengar berarti jika hendak membicarakan sesuatu, harus selalu berhati-hati


Berkata-kata dengan lutut berarti berkata-kata dengan orang bodoh


Bermalam di bawah nyiur pinang orang, kata orang diturut berarti hendaklah kita mengikuti adat-istiadat negeri yang kita tempati


Bulat air oleh pembuluh, bulat kata oleh mupakat berarti kata sepakat dapat diperoleh melalui perundingan


Dikatakan berhuma lebar, sesapan di halaman berarti memegahkan kekayaan (keberanian dan sebagainya), tetapi tidak ada tanda-tanda kekayaan (keberaniannya)


Duduk dengan sukatan berarti kaya. Duduk dengan sukatan juga berarti berada


Elok kata dalam mufakat, buruk kata di luar mufakat berarti apa yang hendak dikerjakan sebaiknya dibicarakan dulu dengan teman sejawat atau kaum keluarga, dan sebagainya


Enak lauk dikunyah-kunyah, enak kata diperkatakan berarti merundingkan sesuatu hendaknya berkali-kali supaya hasilnya baik


Enggan seribu daya, mau sepatah kata berarti kalau tidak suka (tidak mau) terhadap sesuatu biasanya banyak jawab dan alasannya


Gayung bersambut, kata berjawab berarti menangkis serangan orang. Gayung bersambut, kata berjawab juga berarti menjawab (melayani) perkataan orang


Hilir malam mudik tak singgah, daun nipah dikatakan daun abu berarti merasa malu, segan, dan sebagainya karena sudah berutang budi atau karena perkariban


Hitam dikatakan putih, putih dikatakan hitam berarti tidak mengatakan yang sebenarnya (yang baik dikatakan buruk dan sebaliknya)


Janji sampai, sukatan penuh berarti sudah sampai ajalnya


Jaras dikatakan raga jarang berarti mencela orang lain, padahal diri sendiri ada celanya juga


Kata adat berarti ujar-ujar (kata-kata kias, peribahasa, dan sebagainya). Kata adat juga berarti yang bertalian dengan adat


Kata berjawab, gayung bersambut berarti membalas kecaman dengan cepat dan tepat


Kata dahulu bertepati, kata kemudian kata bercari berarti sesuatu yang telah dijanjikan (ditentukan) dahulu harus ditepati, sedangkan hal yang timbul kemudian (belakangan) harus dimufakatkan lagi


Kata dahulu bertepati, kata kemudian kata bercari berarti janji harus ditepati dan hanya boleh diubah setelah diperoleh kebulatan kata pula

Katak hendak jadi lembu berarti orang hina (miskin, rendah) hendak menyamai orang besar (kaya dan sebagainya). Katak hendak jadi lembu juga berarti congkak. Katak hendak jadi lembu juga berarti sombong


Masin lidahnya perkataanya berarti perkataannya selalu dituruti (dikabulkan) orang


Masin lidahnya perkataanya berarti pandai berkata-kata

Mati dicatuk katak berarti orang yang berkuasa dikalahkan oleh orang yang lemah


Melanting menuju tampuk, berkata menuju benar berarti dalam rapat (perundingan), kita harus menggunakan dasar kebenaran dan kejujuran


Memahat di dalam baris, berkata dalam pusaka berarti mengerjakan sesuatu sebagaimana mestinya


Menembak beralamat, berkata bertujuan berarti suatu perbuatan (pekerjaan) harus ada maksudnya


Mengail berumpan, berkata bertipuan berarti kalau menghendaki sesuatu dari orang lain, harus pandai mengambil hatinya


Seperti katak di bawah tempurung berarti sangat picik pengetahuannya. Seperti katak di bawah tempurung juga berarti kurang luas pandangannya


Seperti katak ditimpa kemarau berarti berkeluh kesah tidak keruan (hiruk-pikuk dan sebagainya). Seperti katak ditimpa kemarau juga berarti sangat gaduh


Sudah terlalu hilir malam, apa hendak dikata lagi berarti perbuatan salah yang telanjur


Sukatannya sudah penuh berarti sudah sampai ajalnya


Tertumbuk biduk dikelokkan, tertumbuk kata dipikiri berarti jangan putus asa


Demikian arti, makna, pengertian dan definisi dari istilah mengata-ngatai menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan juga rangkuman dari berbagai sumber lainnya.

Semoga dapat bermanfaat. Anda dapat memberikan kritik dan saran melalui halaman Hubungi Kami.

Terima kasih