Arti Kata Bagai Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Dirangkum pada hari Jumat 20 September 2019 oleh Staf


Bagai memiliki 3 arti. Bagai adalah sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda. Bagai memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga bagai dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan dan partikel yaitu kata yang tidak tertakluk pada perubahan bentuk dan hanya berfungsi menampilkan unsur yang diiringinya. Bagai termasuk dalam ragam bahasa klasik.

Arti bagai

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: nomina
Ragam: klasik
Lain: -
Arti: Bagai berarti jenis. Bagai juga berarti macam
Contoh: Permata sembilan bagai

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: nomina
Ragam: -
Lain: -
Arti: Bagai berarti sama. Bagai juga berarti persamaan. Bagai juga berarti banding
Contoh: Tidak ada bagainya

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: partikel
Ragam: -
Lain: -
Arti: Bagai berarti kata depan untuk menyatakan perbandingan. Bagai juga berarti seperti. Bagai juga berarti laksana
Contoh: Bagai kucing dan anjing

Kata dengan kata dasar bagai

Bagaikan berarti kata depan untuk menyatakan perbandingan. Bagaikan juga berarti seperti. Bagaikan juga berarti laksana
Contoh: Terdengar suara membahana bagaikan bumi akan runtuh


Berbagai berarti mempunyai persamaan. Berbagai juga berarti berbanding. Berbagai juga berarti bertara
Contoh: Parasnya elok tiada berbagai


Berbagai berarti bermacam-macam. Berbagai juga berarti berjenis-jenis
Contoh: Berbagai daya upaya telah dilakukan, berbagaiberbagai cara telah dicoba

Keberbagaian berarti keadaan beraneka ragam. Keberbagaian juga berarti keadaan bervariasi. Keberbagaian juga berarti kecenderungan berubah-ubah. Keberbagaian juga berarti variabilitas


Membagaikan berarti memperolok-olokkan. Membagaikan juga berarti menghinakan


Sebagai berarti kata depan untuk menyatakan hal yang serupa. Sebagai juga berarti sama. Sebagai juga berarti semacam (itu)
Contoh: Perabot rumah tangga ialah kursi, meja, lemari, dan sebagainya


Sebagai berarti kata depan untuk menyatakan perbandingan. Sebagai juga berarti seperti. Sebagai juga berarti seakan-akan. Sebagai juga berarti seolah-olah
Contoh: Kelakuannya sebagai orang udik masuk kota

Sebagai berarti seharusnya. Sebagai juga berarti sepatutnya. Sebagai juga berarti sewajarnya. Sebagai juga berarti semestinya
Contoh: Ia diperlakukan dengan sebagainya

Sebagai berarti jadi (menjadi)
Contoh: Ia diangkat sebagai gubernur

Sebagai berarti kata depan untuk menyatakan status. Sebagai juga berarti berlaku seperti. Sebagai juga berarti selaku
Contoh: Sebagai orang tua, ia harus bertanggung jawab atas anak-anaknya

Sebagai berarti lihat bagai

Istilah dengan kata dasar bagai

Bagai minyak dengan air berarti tidak dapat hidup rukun. Bagai minyak dengan air juga berarti tidak dapat bersatu


Berbagai-bagai berarti bermacam-macam


Berbagai-bagai berarti berjenis-jenis

Memperbagai-bagaikan berarti mengata-ngatai sekehendak hati. Memperbagai-bagaikan juga berarti memperolok-olokkan


Peribahasa dengan kata bagai

Bagai duri dalam daging berarti sesuatu yang selalu menyakitkan hati atau mengganggu pikiran


Sebagai durian pangsa menunjukkan bangsa sebagai durian menunjukkan pangsanya berarti kelakuan (perkataan dan sebagainya) seseorang menunjukkan tinggi rendahnya budi pekerti (asal dan sebagainya)


Bagai guna alu sesudah menumbuk dicampakkan berarti dihargai sewaktu diperlukan, setelah tidak berguna lagi dibuang


Bagai air di daun talas berarti selalu berubah-ubah (tidak tetap pendirian)


Bagai alu pencungkil duri berarti melakukan sesuatu yang tidak mungkin berhasil


Bagai anak sepat ketohoran berarti berbaring bermalas-malasan


Bagai anjing beranak enam berarti kurus sekali


Bagai anjing melintang denai berarti sangat gembira (sombong)


Bagai ayam dibawa kelampok berarti keheranan melihat sesuatu


Bagai balam dengan ketitir berarti perihal dua orang yang selalu bertengkar, masing-masing membanggakan dirinya


Bagai batu jatuh ke lubuk berarti hilang lenyap (orang yang meninggalkan tempat)


Bagai beliung dengan asahan berarti sangat karib (tidak pernah bercerai)


Bagai belut digetil ekor berarti lancar (cepat sekali)


Bagai belut diregang berarti seseorang yang tinggi kurus


Bagai belut kena ranjau getah berarti seseorang yang licik dan cerdik dapat juga tertangkap atau tertipu


Bagai bertanak di kuali berarti bermurah hati kepada orang lain sehingga mendatangkan kesusahan kepada diri sendiri


Bagai beruk kena ipuh berarti menggeliat-geliat karena kesakitan dan sebagainya


Bagai berumah di tepi tebing berarti selalu tidak aman hatinya


Bagai budak-budak makan pisang berarti tidak mudah ditipu dan sebagainya


Bagai bulan dengan matahari berarti sebanding. Bagai bulan dengan matahari juga berarti sesuai


Bagai bulan kesiangan berarti pucat dan lesu


Bagai bunyi cempedak jatuh berarti bunyi seperti barang berat jatuh


Bagai bunyi siamang kenyang berarti banyak bicara karena mendapat kesenangan


Bagai dawat dengan kertas berarti tidak pernah bercerai. Bagai dawat dengan kertas juga berarti tidak dapat dipisahkan


Bagai dekan di bawah pangkal buluh berarti seseorang yang pandai menyimpan rahasia


Bagai denai gajah lalu berarti hal yang tidak mungkin dapat disembunyikan


Bagai dientak alu luncung berarti dialahkan oleh orang lemah (bodoh)


Bagai dulang dengan tudung saji berarti sangat serasi


Bagai empedu lekat di hati berarti sangat karib, tidak terceraikan (tentang persahabatan, orang yang berkasih-kasihan, dan sebagainya)


Bagai gadis jolong bersubang berarti sombong atau sangat riang (karena baru saja menjadi kaya, berpangkat tinggi, dan sebagainya)


Bagai galah di tengah arus berarti menggigil keras


Bagai galah di tengah arus berarti selalu berkeluh kesah (gelisah dan sebagainya)

Bagai galah dijual berarti sudah habis hartanya (untuk berjudi dan sebagainya)


Bagai garam jatuh ke air berarti nasihat dan sebagainya yang mudah diterima


Bagai geluk tinggal di air berarti orang yang hanya menunggu bantuan orang lain


Bagai getah dibawa ke semak berarti makin kusut (tentang perkara)


Bagai ikan dalam keroncong berarti tidak tertolong lagi. Bagai ikan dalam keroncong juga berarti tidak ada harapan lagi untuk meloloskan diri


Bagai ikan kena tuba berarti banyak orang sakit atau mati dalam sebuah kampung (negeri)


Bagai ilak bercerai dengan benang berarti bercerai untuk selama-lamanya (tidak akan bertemu lagi)


Bagai inai dengan kuku berarti tidak pernah bercerai


Bagai itik pulang petang berarti sangat lambat (jalannya)


Bagai jampuk kesiangan hari berarti kebingungan atau termenung karena kehilangan akal


Bagai jawi ditarik keluan berarti menurut saja (karena tidak dapat melawan)


Bagai jawi terkurung berarti sangat gelisah atau kurang senang karena terpingit atau terikat oleh adat


Bagai kacang direbus satu berarti melonjak-lonjak kegirangan


Bagai kambing dibawa ke air berarti enggan sekali mengerjakan suatu pekerjaan


Bagai kambing harga dua kupang berarti berkelakuan yang kurang senonoh


Bagai kambing harga dua kupang berarti kekanak-kanakan

Bagai kapal tidak bertiang berarti perihal negeri atau perkumpulan (perhimpunan) yang tidak mempunyai pemimpin


Bagai kapas dibusur berarti putih bersih


Bagai keluan bebar petang berarti ramai-ramai berkerumun


Bagai kena santung pelalai berarti gadis yang lupa (tidak ingat) akan bersuami (karena diguna-gunai orang)


Bagai kerakap tumbuh di di atas batu, hidup enggan mati tak mau berarti hidup dalam kesukaran (kemelaratan) terus-menerus


Bagai kinantan hilang taji berarti seseorang yang telah kehilangan penghargaan


Bagai kucing dibawakan lidi berarti sangat ketakutan


Bagai kucing lepas senja berarti sukar dicari


Bagai kuku dengan daging berarti tidak terceraikan. Bagai kuku dengan daging juga berarti tidak pernah bercerai


Bagai kuku dengan isi berarti sukar diceraikan. Bagai kuku dengan isi juga berarti tidak pernah bercerai


Bagai langau di ekor gajah berarti selalu tunduk kepada kemauan orang besar atau orang pandai


Bagai manik putus talinya pengarang berarti perihal air mata yang bercucuran


Bagai melihat asam berarti ingin sekali


Bagai melulusi baju sempit bagai terbuang ke sisiran berarti seseorang yang merasa senang karena terlepas dari kesusahan


Bagai membakar tunam basah berarti hal mengajar anak yang bodoh, sukar dimengerti (diterima) pelajaran itu olehnya


Bagai menakik darah mati dari alu bagai menakik darah mati dari batu berarti bekerja keras tetapi sedikit hasilnya


Bagai mendapat durian runtuh berarti mendapat keuntungan yang tidak tersangka-sangka atau tidak dengan bersusah payah


Bagai menentang matahari berarti melawan atau menyanggah kekuatan atau kekuasaan yang jauh lebih tinggi daripada kuasa atau kekuatan penyanggah itu tentu akan binasa


Bagai menggenggam bara, terasa hangat dilepaskan berarti melakukan suatu pekerjaan setelah mendapatkan kesukaran, pekerjaan itu ditinggalkan


Bagai menghela rambut dalam tepung berarti pekerjaan yang sulit atau pekerjaan yang harus dikerjakan dengan hati-hati sekali


Bagai menghela tali jala berarti sangat berhati-hati


Bagai menyandang galas tiga berarti pekerjaan yang ringan, tetapi sukar melakukannya


Bagai menyesah kain dapat berarti memakai sesuatu barang (pinjaman) dengan sekehendak hati saja


Bagai menyukat belut berarti pekerjaan yang sia-sia


Bagai orang kena miang berarti gelisah sekali karena mendapat malu


Bagai pahat, tidak ditukul tidak makan berarti orang yang hanya mau bekerja apabila diperintah


Bagai pelita kehabisan minyak berarti tidak berseri-seri lagi


Bagai perian pecah berarti suara yang sember (tidak merdu)


Bagai pimping di lereng berarti orang yang tidak berpendirian tetap


Bagai pinang belah dua berarti sama besar, serupa benar


Bagai pintu tak berpasak, bagai perahu tak berkemudi berarti sesuatu yang membahayakan


Bagai pucuk enau dilancarkan diluncurkan berarti sangat lancar. Bagai pucuk enau dilancarkan diluncurkan juga berarti cepat sekali


Bagai pucuk pisang didiang berarti lemah sekali. Bagai pucuk pisang didiang juga berarti tidak bertenaga


Bagai rambut dibelah tujuh seribu berarti sedikit (kecil) sekali


Bagai rupa orang terkena beragih berarti bermuka masam karena rugi dan sebagainya (dalam perdagangan)


Bagai serangkak tertimbakan berarti berjalan miring karena cacat pada tubuhnya


Bagai serdadu pulang baris berarti orang yang kelihatannya selalu bergaya, tetapi pekerjaannya berat dan berbahaya


Bagai si bisu berasian bermimpi, terasa ada terkatakan tidak berarti tidak dapat mengatakan meskipun tahu (mengerti)


Bagai si kudung beroleh cincin berarti beroleh keuntungan, tetapi tidak dapat menikmatinya


Bagai si kudung pergi berbelut berarti pekerjaan yang dilaksanakan tidak berdasarkan kemampuan akan sia-sia


Bagai si lumpuh hendak merantau berarti tidak mungkin dikerjakan


Bagai siamang kurang kayu berarti sangat bersedih hati karena menderita kekurangan


Bagai tanduk bersendi gading berarti jodoh yang tidak sepadan


Bagai tanduk diberkas berarti sangat sukar untuk disatukan (karena tidak sepaham atau sependirian)


Bagai tikus membaiki labu berarti orang yang mencoba memperbaiki sesuatu yang tidak diketahuinya, akhirnya merusaknya


Bagai unta menyerahkan diri berarti amat patuh menurut perintah. Bagai unta menyerahkan diri juga berarti mengaku salah dan bertobat. Bagai unta menyerahkan diri juga berarti menyerah dan menurut


Bagaikan rama-rama masuk api berarti musnah dengan cepat


Bagaimana bunyi gendang, begitulah tarinya berarti menurut segala perintah untuk menyesuaikan diri dengan keadaan


Bagaimana ditanam, begitulah dituai berarti seseorang akan mendapat balasan seperti yang diperbuatnya


Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi berarti ilmu yang dituntut secara tidak sempurna, tidak akan berfaedah


Berkepanjangan bagai agam berarti perbuatan (perkataan) yang berlarut-larut


Berleleran bagai getah di lalang berarti tidak keruan (tentang percakapan atau pembicaraan)


Berpilin-pilin bagai kelindan berarti sudah menjadi satu benar, tidak dapat diceraikan lagi


Bersesak-sesak bagai ular tidur berarti seseorang yang disesakkan, seperti ditagih utang berulang-ulang


Bulu mata bagai seraut jatuh berarti alis yang melengkung, runcing bentuknya dan bagus


Di luar bagai madu, di dalam bagai empedu berarti kelihatan bagus, tetapi sebenarnya tidak demikian halnya


Dialas bagai memengat berarti (kalau) berkata hendaknya jangan asal berkata saja


Disisih bagai antah berarti diasingkan dari yang lain. Disisih bagai antah juga berarti tidak disukai


Gedang sebagai dilambuk-lambuk, tinggi sebagai dijunjung berarti sangat dimuliakan


Hati sebagai baling-baling berarti tidak tetap pendirian


Hati bagai baling-baling baling-baling di atas bukit berarti tidak tetap hatinya (pendiriannya)


Hitam bagai pantat belanga berarti sangat buruk (tentang tabiat seseorang)


Hitam sebagai kuali berarti sangat hitam


Kelam bagai malam dua puluh tujuh berarti suatu hal atau perkara yang sangat gelap, tidak ada bayangan sedikit pun bagaimana akan memeriksa dan menyelidikinya


Keras bagai batu, tinggi bagai bukit berarti tidak mau menurut perintah


Lengan bagai lilin dituang berarti lengan yang indah bentuknya


Licin bagai belut berarti cerdik dan licik sehingga susah menghadapinya (menangkapnya)


Lonjak bagai labu dibenam berarti orang yang sombong


Lurus bagai piarit berarti orang yang tampak baik, tetapi berhati jahat


Maksud bagai maksud manau berarti menghendaki sesuatu yang tidak mungkin tercapai


Manis mulutnya bercakap seperti sautan manisan, di dalam bagai empedu berarti mulut manis (perkataan yang manis-manis) biasanya berisi tipu semu di dalamnya


Manis seperti gula derawa, manis bagai gula jawa berarti berpatutan, ibarat dua orang suami-istri yang sama elok rupanya


Memagar diri bagai aur berarti hanya memikirkan diri sendiri


Menganggungkan bagai rumput tengah jalan berarti hidup yang serba susah (sakit, miskin, dan sebagainya)


Menggeriak bagai anak nangui berarti orang yang beranak banyak, tetapi malas mencari nafkah


Menguak-nguak bagai hidung gajah berarti bernapas terengah-engah


Menjilat keluan bagai kerbau berarti sangat kecewa karena tak sampai maksudnya


Menyeladang bagai panas di padang berarti suatu kejadian yang terjadi secara merata di mana-mana


Misai bertaring bagai panglima, sebulan sekali tak membunuh orang berarti rupa saja yang hebat dan garang, tetapi berhati penakut


Muka bagai ditampar dengan kulit babi berarti hal orang yang tidak tahu malu. Muka bagai ditampar dengan kulit babi juga berarti seseorang yang kelihatannya senang dan kaya, tetapi yang sebenarnya hidup dengan utang


Mulut bagai ekor ayam diembus berarti seseorang yang mulutnya tidak berhenti-henti berkata (tidak pernah diam, selalu saja bergerak-gerak)


Pipinya sebagai pauh dilayang berarti pipinya amat elok


Sebagai aur dengan tebing berarti sangat karib (tentang persahabatan). Sebagai aur dengan tebing juga berarti sangat berkasih-kasihan (tentang suami istri)


Sebagai ayam diasak malam berarti tidak berdaya lagi


Sebagai bisul hampir memecah berarti menghadapi suatu kesulitan yang hampir terhindar (hampir teratasi)


Sebagai dawat dengan kertas berarti pasangan yang sesuai benar


Sebagai di rumah induk bako berarti merasa senang dan aman


Sebagai duri landak berarti kecil dan runcing (tentang jari)


Sebagai garam dengan asam berarti sudah sesuai benar (tentang pria dan wanita) dan tentu menjadi jodoh


Sebagai kepiting batu berarti sangat kikir


Sebagai kera dapat canggung berarti merapatkan dirinya kepada orang yang telah memberi pertolongan


Sebagai kunyit dengan kapur berarti mudah dan lekas mesra (bercampur, berpadu, bersetuju)


Sebagai minyak dengan air berarti tidak dapat bersatu (karena bermusuhan dan sebagainya)


Sebagai orang mabuk gadung berarti rupa seseorang yang lemah dan pucat karena mengidap penyakit


Sebagai pancang diguncang arus berarti orang yang tidak tetap pendiriannya


Sebagai petai sisa pengait berarti tidak berguna sama sekali


Sebagai sadur menimbulkan senam berarti kelihatan keadaan (maksud, tabiat) yang sebenarnya


Seidas bagai benang, sebentuk bagai cincin berarti dua orang yang sejodoh benar


Seikat bagai sirih, serumpun bagai serai berarti seia sekata. Seikat bagai sirih, serumpun bagai serai juga berarti sehina semalu. Seikat bagai sirih, serumpun bagai serai juga berarti bersama-sama menanggung untung dan rugi atau senang dan derita


Sekebat bagai sirih berarti sepakat dalam perkumpulan (rapat)


Seliang bagai tebu, serumpun bagai serai berarti seia sekata. Seliang bagai tebu, serumpun bagai serai juga berarti rukun


Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih berarti seia sekata. Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih juga berarti rukun sekali


Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih berarti seia sekata. Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih juga berarti rukun sekali

Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu berarti bersatu hati dalam segala hal


Siang bagai hari, terang bagai bulan berarti sudah nyata sekali (tentang kesalahan dan sebagainya). Siang bagai hari, terang bagai bulan juga berarti terang sekali


Seperti kepiting tidak tahu bungkuknya sebagai udang tak tahu bungkuknya berarti orang yang tidak tahu akan cacatnya, tidak sadar akan kebodohan dan kekurangannya


Telah penuh sebagai bersukat berarti habis kesabaran


Teralang-alang bagaikan sampah dalam mata berarti hinaan dan sebagainya yang selalu teringat dan terasa di dalam hati


Terang bagai bulan berarti sudah nyata sekali (tentang kesalahan). Terang bagai bulan juga berarti terang sekali


Tergerenyeng-gerenyeng bagai anjing disua antan berarti seorang penakut yang menepi-nepi karena ingin lari


Tersendeng-sendeng bagai sepat di bawah mengkuang berarti orang yang kecil dan hina hendak mendekat kepada orang besar dan mulia, nyatanya kelihatan takut dan malu


Tersingit-singit bagai katung di bawah reba berarti sangat merendahkan diri seperti orang kecil (orang bawahan) yang takut dan malu hendak mendekati orang besar atau berkedudukan tinggi


Demikian arti, makna, pengertian dan definisi dari kata bagai menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan juga rangkuman dari berbagai sumber lainnya.

Semoga dapat bermanfaat. Anda dapat memberikan kritik dan saran melalui halaman Hubungi Kami.

Terima kasih