Arti Kata Elu Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Dirangkum pada hari Ahad 22 September 2019 oleh Staf


Elu memiliki 1 arti. Elu memiliki arti dalam kelas verba atau kata kerja sehingga elu dapat menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya.

Arti elu

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: verba
Ragam: -
Lain: -
Arti: Elu berarti longok

Kata dengan kata dasar elu

Mengelukan berarti mengeluarkan kepala (dari jendela dan sebagainya) hendak melihat sesuatu
Contoh: Ia mengelukan kepalanya sambil memanggil penjual koran yang lewat

Mengelukan berarti menjemput (menyambut) dengan meriah kedatangan tamu dan sebagainya
Contoh: Anak-anak sekolah ikut mengelukan tamu negara itu

Istilah dengan kata dasar elu

Mengelu-elukan berarti mengelukan

Peribahasa dengan kata elu

Adat teluk timbunan kapal berarti biasanya orang yang berpengaruh (berkuasa dan sebagainya) menjadi tempat orang meminta pertolongan (untuk menyelesaikan perkara dan sebagainya)

Ayam bertelur di padi berarti hidup senang dan mewah

Bagai belut digetil ekor berarti lancar (cepat sekali)

Bagai belut diregang berarti seseorang yang tinggi kurus

Bagai belut kena ranjau getah berarti seseorang yang licik dan cerdik dapat juga tertangkap atau tertipu

Bagai geluk tinggal di air berarti orang yang hanya menunggu bantuan orang lain

Bagai jawi ditarik keluan berarti menurut saja (karena tidak dapat melawan)

Bagai keluan bebar petang berarti ramai-ramai berkerumun

Bagai melulusi baju sempit bagai terbuang ke sisiran berarti seseorang yang merasa senang karena terlepas dari kesusahan

Bagai menyukat belut berarti pekerjaan yang sia-sia

Bagai si kudung pergi berbelut berarti pekerjaan yang dilaksanakan tidak berdasarkan kemampuan akan sia-sia

Baik berjagung-jagung sementara padi belum masak berarti lebih baik dipakai dulu yang ada sementara yang baru belum didapatkan

Barang siapa yang berketuk ialah yang bertelur berarti siapa yang merasa tersindir, dialah yang berbuat seperti yang disindirkan itu

Baru belum beranjur sudah tertarung berarti baru akan dimulai sudah mendapat rintangan

Belukar sudah menjadi rimba berarti kesalahan yang tidak dapat diperbaiki lagi

Belum sudah diasapi kemenyan berarti belum (sudah) kawin

Belum beranak sudah ditimang, belum duduk sudah berlunjur berarti terlampau cepat gembira sebelum maksud tercapai

Belum beranak sudah ditimang berarti bersenang-senang sebelum maksudnya tercapai

Belum bergigi hendak mengunyah menggigit berarti hendak melakukan sesuatu, tetapi belum ada sarananya

Belum bertaji hendak berkokok berarti belum berilmu (kaya, kuasa, dan sebagainya) sudah hendak menyombongkan diri

Belum diajun sudah tertarung berarti baru hendak melakukan sesuatu sudah mendapat halangan

Belum dipanjat asap kemenyan berarti belum kawin

Belum duduk belunjur dulu berarti sudah bergirang hati lebih dahulu sebelum tercapai apa yang dikehendaki

Belum duduk sudah belunjur berarti sudah bergirang hati dulu sebelum tercapai yang dikehendaki

Belum duduk sudah mengunjungkan berarti sudah bergirang hati sebelum tercapai apa yang diinginkannya

Belum punya kuku hendak mencubit berarti belum mempunyai kekuasaan sudah hendak mencari-cari kesalahan orang

Belum tahu di pedas lada berarti masih muda sekali. Belum tahu di pedas lada juga berarti belum berpengalaman

Belum tahu di pedas lada berarti belum berpengalaman

Belum tegak hendak berlari berarti lekas-lekas hendak marah, sebelum mengetahui benar kesalahan orang yang hendak dimarahi. Belum tegak hendak berlari juga berarti belum duduk sudah belunjur

Belum tentu hilir mudiknya berarti belum tentu keputusan atau kesudahan suatu hal atau perkara

Belum tentu si upik si buyungnya berarti belum tentu kesudahannya

Berguru dahulu sebelum bergurau berarti belajar dahulu sebelum bersenang-senang

Berselubung sama bungkuk, melompat sama patah berarti (persahabatan yang) seia sekata, sehina semalu

Bersesapan belukar berarti pekerjaan yang tidak sempurna

Calak ganti asah menanti tukang belum datang berarti sesuatu yang dipakai untuk sementara waktu sebelum ada yang lebih baik (hanya sekadar untuk mencukupi kebuTuhan)

Dari semak ke belukar berarti meninggalkan sesuatu yang buruk, mendapatkan yang buruk pula

Dari semak ke belukar berarti sama saja halnya

Ikan belum dapat, airnya sudah keruh berarti pelaksanaan kerja yang tidak tepat (keadaan menjadi buruk sebelum pekerjaan itu selesai)

Ingat sebelum kena, berhemat sebelum habis berarti ikhtiar harus dijalankan sebelum terlambat

Janda belum berlaki berarti gadis yang dipermainkan oleh laki-laki lalu ditinggalkan

Jangan dilepaskan tangan kanan, sebelum tangan kiri berpegang berarti jangan melepaskan pekerjaan yang ada sebelum mendapat pekerjaan (pencaharian) yang baru

Keluar tak mengganjilkan, masuk tak menggenapkan masuk tidak genap, keluar tidak ganjil berarti hal (orang) yang tidak terpandang atau tidak diperhitungkan sedikit juga dalam masyarakat

Kena kecipak orang berbelut berarti terlibat dalam perkara orang lain. Kena kecipak orang berbelut juga berarti turut menderita akibat kesalahan orang lain

Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak berarti kesalahan (kekurangan) orang lain walaupun kecil sekali akan kelihatan, tetapi kesalahan (kekurangan) sendiri (meskipun besar) tidak kelihatan

Licin bagai belut berarti cerdik dan licik sehingga susah menghadapinya (menangkapnya)

Makan sudah terhidang, jamu belum jua datang berarti gadis yang telah besar, sudah patut bersuami, tetapi orang belum ada yang datang meminangnya

Masuk dari kuping kiri keluar lewat kuping kanan berarti tidak mendengarkan nasihat

Masuk ke telinga kanan, keluar ke telinga kiri berarti tidak dimasukkan ke dalam ingatan (tentang nasihat, pelajaran)

Masuk lima keluar sepuluh berarti belanja yang dikeluarkan jauh lebih besar daripada penghasilan (pendapatan)

Masuk tak genap, keluar tak ganjil berarti orang yang tidak berharga dalam masyarakat

Masuk tiga, keluar empat berarti pengeluaran lebih besar daripada pendapatan

Mayang menolak seludang berarti melupakan orang yang telah memelihara sejak kecil

Meludah ke langit, muka juga yang basah berarti melawan atau membantah orang yang berkuasa, akhirnya diri sendiri yang mendapat kesusahan atau kesulitan

Melukut di tepi gantang berarti perkara kecil yang tidak mendapat perhatian

Melukut tinggal sekam melayang berarti yang baik tetap, yang buruk akan hilang

Melulur bersetungging berarti mengerjakan sesuatu karena terpaksa (malu, takut, dan sebagainya)

Menantikan menguar-nguarkan bertelur berarti mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin diperoleh

Menjilat keluan bagai kerbau berarti sangat kecewa karena tak sampai maksudnya

Padi segenggam dengan senang hati lebih baik daripada padi selumbung dengan bersusah hati berarti kesenangan hati lebih berharga daripada kekayaan

Padi selumbung dimakan orang banyak berarti penghibur bagi istri yang suaminya beristri lebih daripada satu

Pelanduk melupakan jerat, tetapi jerat tak melupakan pelanduk berarti orang yang berutang biasanya mudah lupa akan yang berpiutang, sebaliknya yang berpiutang tidak lupa akan orang yang berutang kepadanya

Pelanduk melupakan jerat, tetapi jerat tidak melupakan pelanduk berarti sudah lupa akan bahaya, tetapi sebenarnya bahaya masih tetap mengancam

Rasa tak mengapa hidung dikeluani berarti orang yang kurang pikir atas sesuatu yang terjadi pada dirinya sehingga mendapat susah juga

Sebelum ajal berpantang mati berarti tidak akan mati sebelum sampai waktunya

Sebelum ajal berpantang mati berarti sebelum tiba waktunya tidak akan mati

Sedia payung sebelum hujan berarti bersiap sedia sebelum terjadi yang kurang baik

Sekerat ular sekerat belut berarti orang yang bermuka dua (ikut ke sana kemari)

Seludang menolakkan mayang berarti memperlihatkan atau kelihatan kecantikannya (isi hatinya, kesombongannya, dan sebagainya)

Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih berarti seia sekata. Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih juga berarti rukun sekali

Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih berarti seia sekata. Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih juga berarti rukun sekali

Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu berarti bersatu hati dalam segala hal

Siapa berkotek, siapa bertelur berarti siapa yang bersuara terdahulu, biasanya dialah yang berbuat

Seperti belut pulang ke lumpur berarti kembali ke tempat yang diinginkan (disenangi)

Seperti melukut di tepi gantang berarti tidak dapat berbuat apa-apa

Sumbing melukai, retak melampaui tara garis berarti kesalahan besar

Tak sungguh seluang melaut, akhirnya balik ke tepi juga berarti tidak betah tinggal di perantauan. Tak sungguh seluang melaut, akhirnya balik ke tepi juga juga berarti orang yang meninggalkan kaumnya (keluarganya), tetapi akhirnya kembali juga

Takut di hantu, terpeluk ke bangkai berarti mendapat kesusahan (kecelakaan) karena takut akan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditakuti

Tali putus keluan putus berarti anak muda (gadis) yang telah bebas berbuat sekehendak hatinya setelah orang yang menjaganya (orang tuanya) meninggal

Teluknya dalam, rantaunya sakti berarti tidak mudah dikalahkan

Telunjuk lurus kelingking berkait berarti pada lahirnya kelihatan baik, tetapi dalam hati tampak busuk

Telunjuk lurus, kelingking berkait berarti lahirnya tampak baik, tetapi di dalam hatinya terkandung maksud jahat

Telunjuk lurus, kelingking berkait berarti lahirnya baik, tetapi batinnya jahat

Telunjuk mencocok merosok, menikam mata jari berarti merusakkan (mengambil, mencari, dan sebagainya) barang yang sebenarnya harus dijaga

Telur di ujung tanduk berarti keadaan yang amat sulit

Telur di ujung tanduk berarti dalam keadaan yang sangat sulit (berbahaya)

Telur sesangkak, pecah satu pecah semua berarti bersatu hati dalam segala hal

Terpecak peluh di muka berarti malu sekali

Terpeluk di batang dedap berarti malang. Terpeluk di batang dedap juga berarti sial

Tertelentang sama terminum air, tertelungkup sama termakan tanah berarti seia sekata. Tertelentang sama terminum air, tertelungkup sama termakan tanah juga berarti sama-sama merasakan keberuntungan atau kerugian

Tiada terempang peluru oleh lalang berarti kehendak orang yang berkuasa tidak tertahan oleh orang yang lemah

Demikian arti, makna, pengertian dan definisi dari kata elu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan juga rangkuman dari berbagai sumber lainnya.

Semoga dapat bermanfaat. Anda dapat memberikan kritik dan saran melalui halaman Hubungi Kami.

Terima kasih