Arti Kata G Menurut KBBI

Dirangkum pada hari Rabu 21 Agustus 2019 oleh Staf


gambar ilustrasi arti g

G memiliki 2 arti. G adalah sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda. G memiliki arti dalam bidang ilmu musik. G memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga g dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan. G masuk ke dalam bahasa gaul atau bahasa ABG yaitu ragam bahasa Indonesia nonstandar yang lazim digunakan oleh anak muda. Sintaksis dan morfologi ragam ini memanfaatkan sintaksis dan morfologi bahasa Indonesia.

Berikut adalah arti dari "g":

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: nomina
Ragam: -
Lain: -
Arti: G berarti huruf ke-7 abjad indonesia

Dasar: -
Bidang: musik
Jenis: -
Kelas: nomina
Ragam: -
Lain: -
Arti: G berarti nada ke-5 dalam tangga nada c mayor

Arti: G berarti gue.

Contoh: kok bisa?, g gitu.

Peribahasa dengan kata g

Air susu dibalas dengan air tuba berarti kebaikan dibalas dengan kejahatan


Bagai duri dalam daging berarti sesuatu yang selalu menyakitkan hati atau mengganggu pikiran


Sebagai durian pangsa menunjukkan bangsa sebagai durian menunjukkan pangsanya berarti kelakuan (perkataan dan sebagainya) seseorang menunjukkan tinggi rendahnya budi pekerti (asal dan sebagainya)


Seperti abu di atas tanggul berarti tidak tetap kedudukannya (sewaktu-waktu dapat dipecat dan sebagainya)


Seperti anjing terpanggang ekor berarti mendapat kesusahan yang amat sangat sehingga tidak keruan tingkah lakunya


Seperti disalak anjing bertuah berarti tidak dapat bertangguh lagi


Ada angin ada pohonnya hujan berpohon, panas berasal berarti segala hal ada asal mulanya (sebab-sebabnya)


Ada bangkai ada hering berarti jika ada perempuan lacur, banyak laki-laki yang datang


Ada gula ada semut berarti orang akan berdatangan ke tempat yang menyenangkan


Ada padi segala menjadi berarti orang kaya dapat mencapai apa yang diinginkannya


Ada rupa ada harga berarti harga barang ditentukan oleh keadaan barang


Ada sampan hendak berenang berarti sengaja berpayah-payah padahal sebenarnya tidak perlu berbuat begitu


Ada uang ada barang berarti jika sanggup membayar banyak akan mendapat barang yang lebih baik


Ada udang berudang di balik batu berarti ada suatu maksud yang tersembunyi


Adagium berarti pepatah. Adagium juga berarti peribahasa
Contoh: Sebuah adagium latin menyatakan “ubi societas, ibi justicia”, artinya di mana ada masyarakat dan kehidupan di sana ada hukum (keadilan)


Adakah buaya menolak bangkai berarti orang jahat akan berbuat jahat kalau ada kesempatan


Adapun manikam itu jika dijatuhkan ke dalam limbahan sekalipun, niscaya tidak hilang cahayanya berarti orang yang asalnya baik jika ia miskin ataupun menjadi suruhan orang, tabiatnya, kelakuannya, dan budi bahasanya tetap baik


Adat dagang tahan tawar berarti sudah biasa bahwa barang dagangan boleh ditawar


Adat diisi, lembaga dituang berarti melakukan sesuatu menurut adat kebiasaan


Adat hidup tolong-menolong, syariat palu-memalu berarti dalam kehidupan sehari-hari harus saling menolong, dalam agama saling membantu


Adat pasang berturun naik berarti keadaan yang selalu berubah-ubah, terutama tentang kekayaan atau kedudukan seseorang


Adat periuk berkerak, adat lesung berdedak berarti jika seseorang ingin beroleh keuntungan dalam suatu pekerjaan, hendaklah ia dapat menanggung kesusahan


Adat sepanjang jalan, cupak sepanjang betung berarti segala sesuatu ada tata caranya


Agih-agih kungkang berarti terlampau murah hati sehingga menderita kesusahan


Air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga berarti biasanya sifat anak menurut teladan orang tuanya


Air tenang biasa menghanyutkan berarti orang yang pendiam biasanya banyak pengetahuannya


Air tenang menghanyutkan berarti orang yang pendiam, tetapi banyak pengetahuannya


Akik disangka batu berarti merasa terhina karena salah sangka


Alah kalah membeli, menang memakai berarti biarpun harganya mahal, tetapi dapat dipakai lama karena mutunya baik


Alah bisa tegal biasa berarti sesuatu menjadi biasa, dan tidak terasa sukar lagi. Alah bisa tegal biasa juga berarti pengalaman praktik lebih baik daripada teori


Alah di rumpun betung berarti kekalahan yang tidak memuaskan pihak yang kalah


Alah main, menang sarak berarti biarpun kalah main asal kehormatan diri terpelihara


Alah membeli menang memakai berarti barang yang baik memang mahal harganya, tetapi dapat lama dipakai


Alah menang tak tahu, bersorak boleh berarti perihal seseorang yang tidak ikut campur dalam dua pihak yang sedang berbantah, tetapi hanya ikut mengejek pihak yang telah tentu kalah


Alah sabung menang sorak berarti biarpun kalah, masih tinggi juga cakapnya


Alang berjawab, tepuk berbalas berarti baik dibalas dengan baik, jahat dibalas dengan jahat


Alang-alang berdawat biarlah hitam berarti jika mengerjakan sesuatu janganlah tanggung-tanggung


Ampang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit berarti sudah tidak dapat didamaikan lagi (tentang perselisihan). Ampang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit juga berarti tidak mau berbalik. Ampang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit juga berarti tidak dapat ditawar lagi (tentang aturan)


Amra disangka kedondong berarti sesuatu yang baik disangka buruk


Anak ayam kehilangan induk berarti ribut dan bercerai-berai karena kehilangan tumpuan


Anak dipangku dilepaskan, beruk dalam rimba disusukan disusui berarti selalu membereskan (memikirkan) urusan orang lain, sedangkan urusan sendiri diabaikan


Anak orang, anak orang juga berarti seseorang yang asing bagi kita akan tetap asing juga


Anak sendiri disayangi, anak tiri dibengkengi berarti bagaimanapun adilnya seseorang, kepentingan sendiri juga yang diutamakan


Angan lalu paham bertumbuk berarti menurut pikiran (dugaan dan sebagainya) mungkin untuk dikerjakan, tetapi sukar dilaksanakan (misalnya kekurangan alat atau syarat)


Angan lalu, paham tertumbuk berarti suatu hal yang banyak halangannya meskipun tampaknya dapat dilakukan dengan mudah


Angan-angan menerawang langit berarti mencita-citakan segala sesuatu yang tinggi-tinggi


Angan-angan mengikat tubuh berarti bersusah hati karena memikirkan yang bukan-bukan


Angguk bukan, geleng ia berarti lain di mulut lain di hati


Angin berputar bersiru ombak bersabung berarti perkara yang sulit


Angin berputar ombak bersabung berarti sangat sulit (tentang perkara)


Angin tak dapat ditangkap, asap tak dapat digenggam berarti rahasia tidak selamanya dapat disembunyikan, akhirnya akan terbuka juga


Angkuh terbawa, tampan tinggal berarti baik rupanya, tetapi tidak baik sikapnya (olok-olok kepada orang yang pesolek)


Anjing ditepuk menjungkit ekor berarti orang hina (bodoh, miskin, dan sebagainya) kalau mendapat kebesaran menjadi sombong


Anjing menyalak di ekor pantat gajah berarti orang hina (lemah, kecil) hendak melawan orang berkuasa


Antan patah lesung hilang berarti tertimpa berbagai musibah (kecelakaan, kesusahan)


Antan patah, lesung hilang berarti kemalangan yang bertimbun-timbun

Apa gunanya kemenyan sebesar tungku kalau tidak dibakar berarti tidak ada gunanya ilmu pengetahuan yang disimpan saja kalau tidak diajarkan kepada orang lain atau tidak dipraktikkan (tidak dimanfaatkan)


Api padam puntung berasap berarti perkara yang sudah putus, tetapi timbul lagi


Api padam puntung hanyut berarti sudah habis (tamat) benar-benar


Arang habis besi binasa berarti pekerjaan yang telah banyak menghabiskan tenaga dan biaya, tetapi hasilnya tidak ada


Arang itu jikalau dibasuh dengan air mawar sekalipun, tiada akan putih berarti tabiat orang yang dasarnya sudah buruk, tidak akan dapat diperbaiki lagi


Asal ada sama di hati, gajah terantai boleh dilepaskan berarti kalau sudah ada persetujuan, apa pun halangannya dapat diatasi


Asal ayam pulang ke lumbung, asal itik pulang ke pelimbahan berarti tabiat orang tidak akan berubah


Asal berinsang, ikanlah berarti tidak pilih-pilih (pekerjaan, makanan, perempuan, dan sebagainya)


Asal menugal adalah benih berarti setiap perbuatan tentu akan ada hasilnya (ada yang memperhatikan)


Asam di darat, ikan di laut garam di laut asam di gunung bertemu dalam belanga berarti laki-laki dan perempuan kalau jodoh bertemu juga akhirnya


Asing lubuk, asing ikannya berarti lain daerah, lain adatnya


Asing maksud, asing sampai berarti tidak sesuai dengan yang diharapkan


Atap rumbia ijuk perabung upih berarti barang yang baik bercampur dengan barang yang buruk


Aur ditanam, betung tumbuh berarti mendapat untung (laba) banyak


Aur ditarik sungsang berarti banyak sangkut-pautnya sehingga sukar dilaksanakan


Awak tikus hendak menampar kepala kucing berarti menghendaki sesuatu yang tidak mungkin diperoleh atau terjadi


Awak yang payah membelah ruyung, orang lain yang beroleh sagunya berarti kita yang berusaha dan bersusah payah, tetapi orang lain yang mendapat faedahnya


Ayam ditambat disambar elang berarti malang sekali. Ayam ditambat disambar elang juga berarti bernasib buruk


Ayam hitam terbang malam berarti sukar ketahuan (tentang perkara dan sebagainya)


Ayam laga sekandang berarti berkelahi atau bertengkar dengan keluarga sendiri atau teman seperguruan


Ayam putih terbang siang berarti mudah ketahuan (tentang perkara dan sebagainya)


Babi merasa gulai berarti menyama-nyamai orang besar (kaya)


Bagai guna alu sesudah menumbuk dicampakkan berarti dihargai sewaktu diperlukan, setelah tidak berguna lagi dibuang


Bagai air di daun talas berarti selalu berubah-ubah (tidak tetap pendirian)


Bagai alu pencungkil duri berarti melakukan sesuatu yang tidak mungkin berhasil


Bagai anak sepat ketohoran berarti berbaring bermalas-malasan


Bagai anjing beranak enam berarti kurus sekali


Bagai anjing melintang denai berarti sangat gembira (sombong)


Bagai ayam dibawa kelampok berarti keheranan melihat sesuatu


Bagai balam dengan ketitir berarti perihal dua orang yang selalu bertengkar, masing-masing membanggakan dirinya


Bagai batu jatuh ke lubuk berarti hilang lenyap (orang yang meninggalkan tempat)


Bagai beliung dengan asahan berarti sangat karib (tidak pernah bercerai)


Bagai belut digetil ekor berarti lancar (cepat sekali)


Bagai belut diregang berarti seseorang yang tinggi kurus


Bagai belut kena ranjau getah berarti seseorang yang licik dan cerdik dapat juga tertangkap atau tertipu


Bagai bertanak di kuali berarti bermurah hati kepada orang lain sehingga mendatangkan kesusahan kepada diri sendiri


Bagai beruk kena ipuh berarti menggeliat-geliat karena kesakitan dan sebagainya


Bagai berumah di tepi tebing berarti selalu tidak aman hatinya


Bagai budak-budak makan pisang berarti tidak mudah ditipu dan sebagainya


Bagai bulan dengan matahari berarti sebanding. Bagai bulan dengan matahari juga berarti sesuai


Bagai bulan kesiangan berarti pucat dan lesu


Bagai bunyi cempedak jatuh berarti bunyi seperti barang berat jatuh


Bagai bunyi siamang kenyang berarti banyak bicara karena mendapat kesenangan


Bagai dawat dengan kertas berarti tidak pernah bercerai. Bagai dawat dengan kertas juga berarti tidak dapat dipisahkan


Bagai dekan di bawah pangkal buluh berarti seseorang yang pandai menyimpan rahasia


Bagai denai gajah lalu berarti hal yang tidak mungkin dapat disembunyikan


Bagai dientak alu luncung berarti dialahkan oleh orang lemah (bodoh)


Bagai dulang dengan tudung saji berarti sangat serasi


Bagai empedu lekat di hati berarti sangat karib, tidak terceraikan (tentang persahabatan, orang yang berkasih-kasihan, dan sebagainya)


Bagai gadis jolong bersubang berarti sombong atau sangat riang (karena baru saja menjadi kaya, berpangkat tinggi, dan sebagainya)


Bagai galah di tengah arus berarti menggigil keras


Bagai galah di tengah arus berarti selalu berkeluh kesah (gelisah dan sebagainya)

Bagai galah dijual berarti sudah habis hartanya (untuk berjudi dan sebagainya)


Bagai garam jatuh ke air berarti nasihat dan sebagainya yang mudah diterima


Bagai geluk tinggal di air berarti orang yang hanya menunggu bantuan orang lain


Bagai getah dibawa ke semak berarti makin kusut (tentang perkara)


Bagai ikan dalam keroncong berarti tidak tertolong lagi. Bagai ikan dalam keroncong juga berarti tidak ada harapan lagi untuk meloloskan diri


Bagai ikan kena tuba berarti banyak orang sakit atau mati dalam sebuah kampung (negeri)


Bagai ilak bercerai dengan benang berarti bercerai untuk selama-lamanya (tidak akan bertemu lagi)


Bagai inai dengan kuku berarti tidak pernah bercerai


Bagai itik pulang petang berarti sangat lambat (jalannya)


Bagai jampuk kesiangan hari berarti kebingungan atau termenung karena kehilangan akal


Bagai jawi ditarik keluan berarti menurut saja (karena tidak dapat melawan)


Bagai jawi terkurung berarti sangat gelisah atau kurang senang karena terpingit atau terikat oleh adat


Bagai kacang direbus satu berarti melonjak-lonjak kegirangan


Bagai kambing dibawa ke air berarti enggan sekali mengerjakan suatu pekerjaan


Bagai kambing harga dua kupang berarti berkelakuan yang kurang senonoh


Bagai kambing harga dua kupang berarti kekanak-kanakan

Bagai kapal tidak bertiang berarti perihal negeri atau perkumpulan (perhimpunan) yang tidak mempunyai pemimpin


Bagai kapas dibusur berarti putih bersih


Bagai keluan bebar petang berarti ramai-ramai berkerumun


Bagai kena santung pelalai berarti gadis yang lupa (tidak ingat) akan bersuami (karena diguna-gunai orang)


Bagai kerakap tumbuh di di atas batu, hidup enggan mati tak mau berarti hidup dalam kesukaran (kemelaratan) terus-menerus


Bagai kinantan hilang taji berarti seseorang yang telah kehilangan penghargaan


Bagai kucing dibawakan lidi berarti sangat ketakutan


Bagai kucing lepas senja berarti sukar dicari


Bagai kuku dengan daging berarti tidak terceraikan. Bagai kuku dengan daging juga berarti tidak pernah bercerai


Bagai kuku dengan isi berarti sukar diceraikan. Bagai kuku dengan isi juga berarti tidak pernah bercerai


Bagai langau di ekor gajah berarti selalu tunduk kepada kemauan orang besar atau orang pandai


Bagai manik putus talinya pengarang berarti perihal air mata yang bercucuran


Bagai melihat asam berarti ingin sekali


Bagai melulusi baju sempit bagai terbuang ke sisiran berarti seseorang yang merasa senang karena terlepas dari kesusahan


Bagai membakar tunam basah berarti hal mengajar anak yang bodoh, sukar dimengerti (diterima) pelajaran itu olehnya


Bagai menakik darah mati dari alu bagai menakik darah mati dari batu berarti bekerja keras tetapi sedikit hasilnya


Bagai mendapat durian runtuh berarti mendapat keuntungan yang tidak tersangka-sangka atau tidak dengan bersusah payah


Bagai menentang matahari berarti melawan atau menyanggah kekuatan atau kekuasaan yang jauh lebih tinggi daripada kuasa atau kekuatan penyanggah itu tentu akan binasa


Bagai menggenggam bara, terasa hangat dilepaskan berarti melakukan suatu pekerjaan setelah mendapatkan kesukaran, pekerjaan itu ditinggalkan


Bagai menghela rambut dalam tepung berarti pekerjaan yang sulit atau pekerjaan yang harus dikerjakan dengan hati-hati sekali


Bagai menghela tali jala berarti sangat berhati-hati


Bagai menyandang galas tiga berarti pekerjaan yang ringan, tetapi sukar melakukannya


Bagai menyesah kain dapat berarti memakai sesuatu barang (pinjaman) dengan sekehendak hati saja


Bagai menyukat belut berarti pekerjaan yang sia-sia


Bagai orang kena miang berarti gelisah sekali karena mendapat malu


Bagai pahat, tidak ditukul tidak makan berarti orang yang hanya mau bekerja apabila diperintah


Bagai pelita kehabisan minyak berarti tidak berseri-seri lagi


Bagai perian pecah berarti suara yang sember (tidak merdu)


Bagai pimping di lereng berarti orang yang tidak berpendirian tetap


Bagai pinang belah dua berarti sama besar, serupa benar


Bagai pintu tak berpasak, bagai perahu tak berkemudi berarti sesuatu yang membahayakan


Bagai pucuk enau dilancarkan diluncurkan berarti sangat lancar. Bagai pucuk enau dilancarkan diluncurkan juga berarti cepat sekali


Bagai pucuk pisang didiang berarti lemah sekali. Bagai pucuk pisang didiang juga berarti tidak bertenaga


Bagai rambut dibelah tujuh seribu berarti sedikit (kecil) sekali


Bagai rupa orang terkena beragih berarti bermuka masam karena rugi dan sebagainya (dalam perdagangan)


Bagai serangkak tertimbakan berarti berjalan miring karena cacat pada tubuhnya


Bagai serdadu pulang baris berarti orang yang kelihatannya selalu bergaya, tetapi pekerjaannya berat dan berbahaya


Bagai si bisu berasian bermimpi, terasa ada terkatakan tidak berarti tidak dapat mengatakan meskipun tahu (mengerti)


Bagai si kudung beroleh cincin berarti beroleh keuntungan, tetapi tidak dapat menikmatinya


Bagai si kudung pergi berbelut berarti pekerjaan yang dilaksanakan tidak berdasarkan kemampuan akan sia-sia


Bagai si lumpuh hendak merantau berarti tidak mungkin dikerjakan


Bagai siamang kurang kayu berarti sangat bersedih hati karena menderita kekurangan


Bagai tanduk bersendi gading berarti jodoh yang tidak sepadan


Bagai tanduk diberkas berarti sangat sukar untuk disatukan (karena tidak sepaham atau sependirian)


Bagai tikus membaiki labu berarti orang yang mencoba memperbaiki sesuatu yang tidak diketahuinya, akhirnya merusaknya


Bagai unta menyerahkan diri berarti amat patuh menurut perintah. Bagai unta menyerahkan diri juga berarti mengaku salah dan bertobat. Bagai unta menyerahkan diri juga berarti menyerah dan menurut


Bagaikan rama-rama masuk api berarti musnah dengan cepat


Bagaimana bunyi gendang, begitulah tarinya berarti menurut segala perintah untuk menyesuaikan diri dengan keadaan


Bagaimana ditanam, begitulah dituai berarti seseorang akan mendapat balasan seperti yang diperbuatnya


Bahasa menunjukkan bangsa berarti budi bahasa atau perangai serta tutur kata menunjukkan sifat dan tabiat seseorang (baik buruk kelakuan menunjukkan tinggi rendah asal atau keturunan)


Baik berjagung-jagung sementara padi belum masak berarti lebih baik dipakai dulu yang ada sementara yang baru belum didapatkan


Baik rupa sepemandangan, baik bunyi sependengaran berarti cocok. Baik rupa sepemandangan, baik bunyi sependengaran juga berarti seia sekata


Bajak patah banting terambau berarti menderita kecelakaan bertimpa-timpa


Bajak selalu di tanah yang lembut berarti orang yang selalu menderita adalah orang yang lemah


Bajak sudah terdorong ke bancah berarti sudah terlanjur (tidak dapat kembali)


Baju indah dari balai, tiba di rumah menyarungkan berarti hukuman sudah diputuskan dan tidak boleh dibanding lagi


Bak mandi di air kiambang, pelak lepas gatal pun datang berarti sesuatu yang diperoleh sekalipun berguna juga, tetapi kemudian mendatangkan yang lebih menyiksa


Bak menanti orang dahulu, bak pelalah orang kudian berarti melakukan sesuatu yang sia-sia


Bak tengguli ditukar cuka berarti suatu kejadian yang bertukar dari keadaan yang menggembirakan ke keadaan yang menyedihkan


Bala lalu dibawa singgah berarti sengaja mencari kesusahan (kecelakaan)


Banyak menelan garam hidup berarti banyak pengalaman hidup


Banyak orang banyak ragamnya berarti tiap-tiap orang mempunyai pendapat (kemauan) sendiri-sendiri


Barang siapa menggali lubang, ia akan terperosok ke dalamnya berarti siapa yang berniat (berbuat) jahat terhadap orang lain akan mendapat kecelakaan sendiri


Barang siapa yang berketuk ialah yang bertelur berarti siapa yang merasa tersindir, dialah yang berbuat seperti yang disindirkan itu


Barang tergenggam jatuh terlepas berarti sesuatu yang sudah dikuasai (dimiliki), terlepas lagi (menderita kemalangan)


Baru belum beranjur sudah tertarung berarti baru akan dimulai sudah mendapat rintangan


Batang betung beruas-ruas berarti sangat jujur. Batang betung beruas-ruas juga berarti lurus hati


Batu hitam tak bersanding berarti tampaknya lemah lembut, tetapi keras hatinya (sukar mengalahkannya, melawannya, dan sebagainya)


Bau busuk tidak berbangkai berarti celaan (fitnah dan sebagainya) yang tidak benar


Beban berat senggulung batu berarti melakukan pekerjaan yang berat dan sukar, sedangkan alat untuk melaksanakannya atau membantunya kurang baik


Belakang parang lagi jika diasah niscaya tajam berarti sebodoh bodohnya orang, jika berusaha dan belajar akan menjadi pandai


Belalang dapat menuai berarti dapat keuntungan tanpa disengaja


Belalang hendak menjadi elang berarti orang bodoh (hina) berlaku seperti orang pandai (terhormat)


Belanak bermain di atas karang berarti ombak besar (sehingga ikan belanak yang biasanya senang diam dalam pasir laut, naik ke permukaan laut)


Belum beranak sudah ditimang, belum duduk sudah berlunjur berarti terlampau cepat gembira sebelum maksud tercapai


Belum beranak sudah ditimang berarti bersenang-senang sebelum maksudnya tercapai


Belum bergigi hendak mengunyah menggigit berarti hendak melakukan sesuatu, tetapi belum ada sarananya


Belum diajun sudah tertarung berarti baru hendak melakukan sesuatu sudah mendapat halangan


Belum duduk sudah mengunjungkan berarti sudah bergirang hati sebelum tercapai apa yang diinginkannya


Belum tegak hendak berlari berarti lekas-lekas hendak marah, sebelum mengetahui benar kesalahan orang yang hendak dimarahi. Belum tegak hendak berlari juga berarti belum duduk sudah belunjur


Belum tentu si upik si buyungnya berarti belum tentu kesudahannya


Benci akan mencit rengkiang disunu berarti sebab takut akan bahaya yang kecil, dibuanglah keuntungan yang banyak


Berair rongkong berarti mendapat rezeki (keuntungan)


Berair rongkong berarti ada rezeki

Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian berarti bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian


Berani hilang tak hilang, berani mati tak mati berarti melakukan pekerjaan hendaklah jangan tanggung-tanggung atau takut-takut


Berani menjual, berani membeli berani pegang, berani tanggung berarti jika berani mengatakan (memerintahkan), hendaknya berani melakukan juga


Berani sendok pengedang, air hangat direnanginya berarti perihal orang berani, tetapi bodoh


Berapa berat mata memandang, berat juga bahu memikul berarti betapapun menderita orang melihat, lebih menderita orang yang mengalami (kesusahan dan sebagainya)


Berarak ke tebing berarti melakukan pekerjaan yang mendatangkan kecelakaan atau kerugian


Berbilang dari esa, mengaji dari alif berarti mengerjakan sesuatu hendaknya dari permulaan (menurut aturan)


Berbilang dari esa, mengaji dari alif berarti melakukan sesuatu hendaknya dari permulaan

Berbuat jahat jangan sekali, terbawa cemar segala ahli berarti jangan sekali-kali berbuat jahat karena nama baik keluarga akan terbawa-bawa menjadi buruk


Bercekak henti, silat terkenang berarti buah pikiran yang sudah terlambat tidak ada gunanya


Berdiang di abu dingin berarti tidak mendapat apa-apa (dari saudara, tuan rumah, dan sebagainya)


Berebut buluh tamiang belah berarti berkelahi memperebutkan sesuatu yang tidak berharga


Berebut buluh tamiang hanyut, tangan luka buluh tamiang tak dapat berarti dua orang yang memperebutkan sesuatu sampai luka-luka, tetapi tidak ada hasilnya


Berebut lontong tanpa isi berarti berlomba-lomba memperoleh sesuatu yang tidak berguna


Berendam sesayak air, berpaut sejengkal tali berarti penghidupan yang sangat susah (serba kekurangan)


Bergaduk diri, saku-saku diterbangkan angin berarti banyak membual, tetapi kantongnya kosong


Bergantung di ujung kuku berarti dalam keadaan yang sangat berbahaya


Bergantung pada rambut sehelai berarti berada dalam keadaan yang sangat sulit (bahaya)


Bergantung pada tali rapuh berarti menyandarkan hidupnya pada orang (jabatan, pekerjaan, dan sebagainya) yang lemah atau tidak tetap


Bergantung tidak bertali sehasta tali berarti perempuan yang ditinggalkan suaminya, tetapi tidak pula diceraikan


Bergantung tidak bertali sehasta tali berarti keadaan seorang gundik yang tidak sah

Berguru dahulu sebelum bergurau berarti belajar dahulu sebelum bersenang-senang


Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi berarti ilmu yang dituntut secara tidak sempurna, tidak akan berfaedah


Berhitung nasib peruntungan berarti membicarakan nasib


Beriak tanda tak dalam, berguncang tanda tak penuh berarti orang yang suka menyombong pertanda kurang dalam pengetahuannya


Berjalan selangkah menghadap surut, berkata sepatah dipikirkan berarti selalu ingat-ingat (hati-hati) dalam melakukan pekerjaan apa pun


Berjalan selangkah menghadap surut, berkata sepatah dipikirkan berarti dalam berbuat sesuatu hendaklah kita mempertimbangkannya masak-masak

Berjanjang naik, bertangga turun berarti menurut derajat dan kedudukan masing-masing. Berjanjang naik, bertangga turun juga berarti menurut aturan yang lazim berlaku


Berkaing-kaing dulu maka makan berarti baru dapat makan sesudah bekerja berat (sukar hidupnya)


Berkata siang melihat-lihat, berkata malam mendengar-dengar berarti jika hendak membicarakan sesuatu, harus selalu berhati-hati


Berkata-kata dengan lutut berarti berkata-kata dengan orang bodoh


Berkemudi di haluan, bergilir ke buritan berarti orang yang menurut perintah istrinya atau orang sebawahnya


Berkepanjangan bagai agam berarti perbuatan (perkataan) yang berlarut-larut


Berkering air liur berarti perkataan (nasihat dan sebagainya) yang sia-sia


Berketuk di luar sangkar, bertanam di luar pagar berarti mengemukakan keterangan (keberatan dan sebagainya) sesudah diputuskan


Berkotakan bernegerikan, berkubukan betis berarti mengembara ke mana-mana (tidak tetap tempat tinggalnya)


Berlaki anak semang berarti perempuan yang buruk kelakuannya


Berlayar atas angin berarti mendapat bantuan atau sokongan orang lain


Berlayar bernakhoda, berjalan dengan yang tua berarti setiap mengerjakan sesuatu hendaklah menuruti nasihat (petunjuk) orang yang ahli atau yang berpengalaman


Berlayar menentang mengadang, menuju pulau berarti setiap usaha harus ada tujuannya


Berleleran bagai getah di lalang berarti tidak keruan (tentang percakapan atau pembicaraan)


Berlidah di lidah orang berarti hanya menurut perkataan orang


Bermalam di bawah nyiur pinang orang, kata orang diturut berarti hendaklah kita mengikuti adat-istiadat negeri yang kita tempati


Bermulut di mulut orang berarti selalu meniru perkataan orang


Berniaga di ujung lidah berarti orang pandai yang tidak jujur


Beroleh lumpur di tempat yang kering berarti mendapat kesusahan yang tidak disangka-sangka


Berpilin-pilin bagai kelindan berarti sudah menjadi satu benar, tidak dapat diceraikan lagi


Bersandar di lemang hangat berarti berlindung kepada orang yang jahat (zalim dan sebagainya)


Bersarak serasa hilang, bercerai serasa mati berarti seseorang yang sangat rindu karena perceraian dengan kekasihnya


Bersawah seperempat piring, ke sawah sama dengan orang berarti orang miskin yang bertingkah laku sebagai orang kaya


Berselubung sama bungkuk, melompat sama patah berarti (persahabatan yang) seia sekata, sehina semalu


Bersesak-sesak bagai ular tidur berarti seseorang yang disesakkan, seperti ditagih utang berulang-ulang


Bersua baji dengan matan tahan baji oleh kelidai berarti keras (berani, kuat) lawan keras (berani, kuat)


Bersua beliung dengan sangkal berarti sesuai benar (karena sepaham dan setujuan)


Bersukat darah, bertimbang daging dengan berarti berperang mati-matian (dengan)


Bersuluh tengah hari lagi terang lagi bersuluh berarti perkara yang sudah nyata (terang)


Bersuluh tengah hari lagi terang lagi bersuluh berarti menyia-nyiakan uang (tenaga dan sebagainya)

Bersurih bak sepasin, berjejak bak berkik, berbau bak embacang berarti ada tanda-tanda (bukti) yang nyata dan sah dalam suatu kejahatan


Bertali boleh dieret, bertampuk boleh dijinjing berarti ada tanda (bukti) yang jelas atau yang boleh dipegang teguh

Berteduh di bawah betung berarti mendapat pertolongan yang tidak mencukupi

Bertemu beliung dengan ruyung berarti sama-sama kuat (tentang permusuhan)


Bertemu muka dengan tedung berarti bertemu (berharap-harap) antara dua orang yang sama-sama kuat (pandai)


Bertemu muka dengan tedung berarti bertemu (berharap-harap) antara dua orang yang sama-sama kuat (pandai)

Bertemu mura dengan tedung berarti sama-sama pandai (kuat dan sebagainya)


Bertemu ruas dengan buku berarti sesuai benar. Bertemu ruas dengan buku juga berarti serasi


Bertemu ruas dengan buku berarti sudah jodohnya (seorang laki-laki dengan perempuan)

Bertemu teras dengan beliung berarti dua orang bertengkar yang sifatnya sama-sama keras


Bertepuk sebelah tangan tidak akan berbunyi berarti kasih sayang tidak mungkin datang dari satu pihak


Bertepuk sebelah tangan berarti tidak bersambut dengan baik, hanya dari sebelah pihak (tentang kebaikan atau cinta kasih)


Bertepuk sebelah tangan berarti kasih sayang yang datang dari sebelah pihak

Bertopang pangkal seia berarti berbantah dapat menjadi dasar mencapai persetujuan


Bertukar beruk dengan cigak berarti sama saja halnya


Bertunggul ditarah, kesat diampelas berarti sudah beres (tentang perselisihan)


Besar berudu di kubangan, besar buaya di lautan berarti tiap-tiap orang besar berkuasa di tempat atau di lingkungan masing-masing


Besar bungkus tak berisi tong kosong nyaring bunyinya berarti orang yang besar cakap, tetapi kepandaiannya tidak ada


Besar kapal besar gelombang berarti makin tinggi pangkatnya atau makin besar perniagaannya, makin banyak pula risikonya


Besar pasak daripada tiang berarti belanja lebih besar daripada pendapatan


Besar senggulung daripada beban, besar pasak daripada tiang berarti besar belanja daripada pendapatan


Besi baik dibajai diringgiti berarti barang yang sudah baik ditambah baik lagi


Betapa pun lurus paku, ujungnya berkelok juga berarti orang yang jahat, biarpun kelihatan baik, hatinya tetap jahat juga


Betung ditanam, aur tumbuh berarti mengharapkan sesuatu yang baik (menguntungkan), tetapi memperoleh yang sebaliknya


Biang menanti tembuk berarti perkara yang hampir mendapat keputusan


Biar berputih tulang, jangan berputih mata lebih baik berputih tulang daripada berputih mata berarti lebih baik mati daripada menanggung malu


Biar dahi berluluk asal tanduk mengena berarti apa pun akan dilakukan asal maksud tercapai


Biar kalah sabung asalkan menang sorak berarti biar harta habis asal hati senang (puas)


Biar lambat laga, asal menang berarti biar lambat asal selamat


Biar miskin asal cerdik, terlawan jua orang kaya berarti kebijaksanaan itu lebih utama daripada kekayaan


Biar putih tulang, jangan putih mata berarti lebih baik mati daripada mendapat malu


Biar singit jangan tertiarap berarti jika mendapat kerugian (kesusahan dan sebagainya), hendaklah diikhtiarkan agar tidak terlalu rugi dan sebagainya. Biar singit jangan tertiarap juga berarti tidak apa-apa rugi sedikit, asal jangan habis sama sekali (hartanya)


Biar sipi asal jangan sesat berarti jika telah menderita kerugian (kekalahan, kesusahan, dan sebagainya) hendaknya diusahakan supaya jangan terlampau menderita. Biar sipi asal jangan sesat juga berarti biar rugi sedikit, asal jangan rugi banyak


Biar telinga rabit, asal dapat bersubang berarti biar badan terasa sakit asal menjadi cantik


Biar tersengat, jangan tiarap berarti hendaklah diusahakan supaya jangan telanjur merugi dan sebagainya


Biar titik jangan tumpah berarti biar rugi sedikit asal jangan rugi banyak


Biduk lalu kiambang bertaut berarti lekas berbaik atau berkumpul kembali (seperti perselisihan antara sanak keluarga)


Biduk lalu, kiambang bertaut berarti orang yang berkelahi atau bertengkar yang akhirnya berbaik dan berkumpul kembali (tentang orang ramai berkumpul)

Bingung tak dapat diajar, cerdik tak dapat diikuti berarti berlagak pandai (tidak mau mendengarkan nasihat orang)


Bintang di langit boleh dibilang, tetapi arang di muka tak sadar berarti cela (kesalahan, keburukan, dan sebagainya) orang lain diketahui, tetapi cela sendiri tidak tahu


Bodoh-bodoh sepat, tak makan pancing emas berarti meskipun bodoh, dapat juga memilih mana yang baik dan mana yang buruk untuk dirinya


Bondong air bondong ikan berarti gerakan suatu perkumpulan selalu bergantung kepada kegiatan dan kecakapan pemimpinnya. Bondong air bondong ikan juga berarti orang banyak biasanya mengikuti jejak atau anjuran orang terkemuka (pemimpin)


Buah tangisan beruk berarti gadis cantik yang menjadi idaman anak bujang


Buaian diguncang, anak dicubit berarti perbuatan dan tutur kata yang baik untuk menutupi perbuatan atau maksud yang jahat


Bukan budak makan pisang berarti bukan orang yang dapat dipermainkan (ditipu)


Bulat boleh digulingkan, pipih boleh dilayangkan berarti sudah sepakat benar. Bulat boleh digulingkan, pipih boleh dilayangkan juga berarti sudah putus mufakat


Bulu mata bagai seraut jatuh berarti alis yang melengkung, runcing bentuknya dan bagus


Bumi mana yang tak kena hujan berarti manusia mana yang tidak khilaf dan berbuat salah


Bunga dipetik perdu ditendang bunganya dipersunting, pangkalnya diberaki berarti hanya mau mengambil keuntungan saja (misalnya istri dikasihi, mertua dibenci)


Bunga yang layu balik kembang berarti orang yang sudah tua, tetapi suka bersolek seperti orang muda


Bunga yang layu balik kembang berarti mula-mula dicela akhirnya dipuji

Bungkuk baru betul, buta baru celik berarti orang hina (miskin) yang menjadi mulia (kaya) sehingga berbuat yang bukan-bukan


Bungkuk kail hendak mengena berarti tipu muslihat untuk mencari keuntungan


Bungkuk sejengkal tidak terkedang berarti tidak mau mendengar kata orang. Bungkuk sejengkal tidak terkedang juga berarti keras kepala


Buruk perahu, buruk pangkalan berarti tidak sudi lagi menginjak rumah bekas istrinya atau tempat bekerja yang telah ditinggalkan


Burung terbang dipipiskan lada berarti sudah bersiap untuk bersenang-senang dengan sesuatu yang belum lagi diperoleh


Busuk-busuk embacang embacang buruk kulit berarti kelihatannya tidak baik (bodoh dan sebagainya), tetapi sebenarnya baik sekali (pandai)


Busut juga yang ditimbun anai-anai berarti yang biasa bersalah juga yang dituduh orang dalam suatu kejahatan


Busut juga yang ditimbun anai-anai berarti orang yang kaya juga yang bertambah kekayaannya

Buta kehilangan berarti dalam keadaan yang sangat sulit


Cacing hendak menjadi naga berarti orang hina hendak menyamai orang besar


Cacing menjadi ular naga berarti orang hina (miskin) menjadi orang besar (kaya)


Cakap berdegar-degar, tumit diketing berarti banyak mulut, tetapi penakut


Cakap berlauk-lauk, makan dengan sambal lada berarti cakapnya seperti orang berada, padahal sesungguhnya hidupnya serba kekurangan


Calak ganti asah menanti tukang belum datang berarti sesuatu yang dipakai untuk sementara waktu sebelum ada yang lebih baik (hanya sekadar untuk mencukupi kebuTuhan)


Campak bunga dibalas dengan campak tahi berarti memberi kebaikan dibalas dengan kejahatan


Cangkat sama didaki, lurah sama dituruni berarti sama-sama merasakan kesusahan atau kesenangan


Carik-carik bulu ayam lama-lama bercantum juga berarti perkelahian sesama saudara akhirnya berbaik juga


Cekarau besar liang berarti orang yang suka menyombong atau membual


Cekarau besar liang berarti orang yang suka mencampuri urusan orang lain

Cekur jerangau, ada lagi di ubun-ubun berarti masih sangat muda (belum berpengalaman)


Cencang dua segerai berarti sekali jalan dua pekerjaan selesai


Cencang putus tiang tumbuk berarti putusan yang mengikat


Coba-coba menanam mumbang, kalau tumbuh sunting negeri berarti kerjakan terus, barangkali ada hasilnya kelak


Condong ditumpil, lemah diaduk berarti orang yang dalam kesulitan uang dan sebagainya diberi pertolongan


Condong yang akan menimpa berarti perbuatan yang mendatangkan celaka


Condong yang akan menongkat, rebah yang akan menegakkan berarti pemimpin yang akan membantu anak buahnya kalau mereka dalam kesusahan


Daging gajah sama dilapah, daging tuma sama dicecah berarti banyak sama banyak, sedikit sama sedikit. Daging gajah sama dilapah, daging tuma sama dicecah juga berarti adil


Dagunya lebah bergantung berarti dagu yang bagus


Dahan pembaji batang berarti (orang kepercayaan yang) menyalahgunakan harta benda tuannya


Dahulu timah, sekarang besi berarti dikatakan tentang seseorang yang turun martabatnya (gengsinya atau kedudukannya). Dahulu timah, sekarang besi juga berarti orang kaya yang telah habis harta bendanya


Dangkal telah keseberangan, dalam telah keajukan berarti telah diketahui benar bagaimana isi hatinya (perangainya)


Dapat kijang teruit berarti mendapat keuntungan tanpa harus bersusah payah


Darah baru setampuk pinang berarti masih muda sekali (belum banyak pengalaman)


Darah setampuk pinang berarti masih muda benar (belum berpengalaman, kurang akal)


Datang tak berjemput, pulang tak berhantar berarti perihal orang yang tidak diindahkan


Datang tampak muka, pulang tampak punggung berarti datang dan pergi hendaklah memberi tahu


Datang tidak berjemput, pulang tidak berantar berarti tidak diperlakukan sebagaimana mestinya (tentang tamu)


Degar degar merpati berarti perselisihan (antara suami istri) yang tidak menyebabkan renggang, melainkan justru merapatkan


Delapan tapak bayang-bayang berarti alamat waktu kira-kira pukul 08.00


Di luar bagai madu, di dalam bagai empedu berarti kelihatan bagus, tetapi sebenarnya tidak demikian halnya


Di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung berarti harus menyesuaikan diri dengan adat dan keadaan tempat tinggal


Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung berarti menurutkan adat kebiasaan tempat yang didiami


Di mana kayu bengkok, di sanalah musang meniti berarti di tempat yang tidak terjaga, di situlah pencuri datang


Di mana pinggan pecah, di sana tembikar tinggal berarti di mana orang meninggal di situ dikuburkan


Di mana ranting dipatah, di situ air disauk berarti setiap orang hendaklah menurut adat kebiasaan di negeri tempat tinggalnya


Di mana tanah dipijak, di situ langit dijunjung berarti hendaklah mengikuti adat negeri yang didiami


Di mana tembilang terentak, di situlah cendawan tumbuh berarti di mana perkara atau perselisihan tumbuh, di situlah diselesaikan


Di manakah berteras kayu mahang berarti jangan mengharapkan sesuatu yang mustahil


Di muka di puncak hidung berarti dekat sekali di depan orang


Di padang orang berlari, di padang sendiri berjingkat berarti tabiat orang tamak, mau menerima pemberian orang, tetapi tidak mau memberi


Dialas bagai memengat berarti (kalau) berkata hendaknya jangan asal berkata saja


Diam penggali berkarat, diam ubi berisi berarti pengetahuan dan sebagainya yang tidak dipakai lama-kelamaan akan hilang


Dianjak layu, dianggur mati berarti seseorang yang telah menetapkan katanya, tidak akan mengubah lagi ketetapan itu karena sudah menjadi adat rasam


Dianjungkan seperti payung, ditambak seperti kasur berarti sangat. Dianjungkan seperti payung, ditambak seperti kasur juga berarti dimuliakan


Dibakar tak hangus direndam tak basah berarti sangat kikir


Dibakar tak hangus direndam tak basah berarti sangat kuasa

Diberi bertali panjang berarti diberi kebebasan yang seluas-luasnya. Diberi bertali panjang juga berarti dibiarkan berbuat sesuka hatinya


Diberi kuku hendak mencengkam berarti baru diberi kekuasaan sedikit sudah hendak menindas orang lain


Diberi sejengkal hendak sehasta diberi sehasta hendak sedepa berarti diberi sedikit lalu hendak minta lebih banyak lagi


Dibilang genap, dipagar ganjil berarti keli-hatannya beruntung, tetapi sebenarnya merugi


Dibujuk ia menangis, ditendang ia tertawa berarti orang baru bekerja dengan baik dan sempurna sesudah ia dimarahi


Dicoba-coba bertanam mumbang, moga-moga tumbuh kelapa berarti dicoba-coba mengusahakan sesuatu yang moga-moga menjadi besar dan mendatangkan hasil


Dientak alu luncung berarti dikalahkan oleh orang bodoh


Digenggam takut mati, dilepaskan takut terbang berarti rasa gelisah, khawatir. Digenggam takut mati, dilepaskan takut terbang juga berarti kacau-balau


Diindang ditampi beras, dipilih antah satu-satu berarti jika hendak mencari istri atau menantu hendaklah diselidiki betul-betul sebelumnya


Diiringi menyepak, dikemudiankan menanduk berarti serba menyusahkan orang (misalnya tidak diajak berunding marah, diajak berunding pendiriannya tidak tegas)


Dijual sayak, dibeli tempurung berarti sama saja halnya, pekerjaan baru, tetapi tidak berbeda dari pekerjaan lama


Dikerkah dia menampar pipi, dibakar dia melilit puntung berarti selalu hendak membalas kepada orang yang berbuat jahat


Dilengah dimabuk beruk berayun berarti merasa senang (asyik) akan sesuatu yang tidak ada gunanya


Dinding teretas, tangga terpasang berarti sudah nyata (terbukti) bahwa seseorang kecurian


Dinding teretas, tangga terpasang berarti sesuatu yang telah cukup buktinya

Diraih siku ngilu, direngkuh lutut sakit berarti serba salah dalam suatu pekerjaan yang sangat sulit, dikerjakan berbahaya tidak dikerjakan berbahaya pula


Dirintang siamang berbual berarti asyik melihat sesuatu yang tidak berguna untuk menghabiskan waktu


Disangka panas sampai petang, kiranya hujan tengah hari berarti disangka akan senang atau mulia selamanya, tetapi tiba-tiba ditimpa musibah sehingga jatuh melarat


Disangka tiada akan mengaram, ombak yang kecil diabaikan berarti tiada mengindahkan bahaya yang kecil, akhirnya tertimpa bencana besar


Diserakkan padi awak diimbaukan orang lain berarti orang lain dipelihara, keluarga sendiri disia-siakan


Disigai sampai ke langit tinggi disigai, besar ditebang berarti suatu perkara diselidiki secara tuntas. Disigai sampai ke langit tinggi disigai, besar ditebang juga berarti diselidiki (diusut) sebaik-baiknya


Disisih bagai antah berarti diasingkan dari yang lain. Disisih bagai antah juga berarti tidak disukai


Ditetak belah, dipalu belah, tembikar juga akan jadinya berarti walau bagaimanapun disiksa dan disakiti akhirnya kalau mati tetap jadi mayat


Ditindih yang berat, dililit yang panjang berarti tidak dapat melepaskan diri dari kekuasaan orang (kemalangan dan sebagainya)


Dengan sesendok madu dapat lebih banyak ditangkap serangga daripada dengan cuka sesendok berarti dengan mulut manis serta ramah-tamah lebih banyak diperoleh sahabat (kawan) daripada dengan perkataan yang tajam dan muka yang masam


Daripada cempedak lebih baik nangka, daripada tidak, lebih baik ada berarti benda yang sedikit (kurang baik) pun jadilah daripada tidak sama sekali


Daripada hidup bercermin bangkai lebih baik mati berkalang tanah berarti daripada menanggung malu lebih baik mati


Daripada hidup bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup berlumur tahi, lebih baik mati bertimbun bunga berarti daripada hidup menanggung malu, lebih baik mati


Dari jung turun ke sampan berarti turun pangkat. Dari jung turun ke sampan juga berarti turun martabat


Duduk berkisar, tegak berpaling berarti memungkiri janji (perkataan dan sebagainya yang pernah diucapkan atau dijanjikan)


Duduk bersama lapang-lapang, duduk seorang sempit-sempit berarti masalah jika dibicarakan dengan banyak orang, akan ada jalan keluarnya atau akan menjadi mudah, sedangkan jika dipendam dan dipikir sendiri akan menemukan jalan buntu


Duduk di ambung-ambung taji berarti selalu merasa khawatir (gelisah)


Duduk dengan sukatan berarti kaya. Duduk dengan sukatan juga berarti berada


Duduk meraut ranjau, tegak meninjau jarak duduk meraut ranjau, berdiri melihat musuh berarti selalu bekerja dengan waspada


Duduk meraut ranjau, tegak meninjau jarak berarti selalu bekerja (tidak membuang-buang waktu)


Duduk sama rendah, tegak berdiri sama tinggi berarti sejajar kedudukannya (tingkatnya atau martabatnya)


Duduk seorang bersempit-sempit, duduk bersama berlapang-lapang berarti dengan musyawarah atau secara gotong royong segala sesuatunya mudah dilaksanakan


Elok lenggang di tempat datar berarti bersuka hati harus pada tempat atau pada waktu yang layak


Elok palut, pengebat kurang berarti tampaknya sudah baik, tetapi sebenarnya belum


Emas berpeti, kerbau berkandang berarti harta benda harus di simpan baik-baik di tempatnya masing-masing


Embun di ujung rumput berarti sesuatu yang lekas hilang (bersifat tidak tetap)


Empang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit berarti sudah tidak dapat didamaikan lagi (tentang perselisihan). Empang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit juga berarti tidak dapat dikurangi sedikit juga (tentang aturan)


Emping berantah berarti orang yang kebal, tidak mempan benda tajam (besi dan sebagainya)


Emping terserak hari hujan berarti sangat sial. Emping terserak hari hujan juga berarti bernasib buruk


Enau mencari memanjat sigai berarti perempuan mencari laki-laki


Enggan seribu daya, mau sepatah kata berarti kalau tidak suka (tidak mau) terhadap sesuatu biasanya banyak jawab dan alasannya


Epigram berarti peribahasa yang padat dan penuh kearifan, sering mengandung paradoks


Esa hilang, dua terbilang berarti berusaha terus dengan keras hati hingga maksud tercapai


Gadai terdorong kependekand cina berarti terlanjur sehingga tidak boleh dicabut kembali


Gaharu dibakar kemenyan berbau berarti memperlihatkan kelebihannya supaya dipercaya orang


Gajah berjuang sama gajah, pelanduk kancil mati di tengah-tengah berarti jika terjadi pertengkaran (peperangan) antara orang (negara) besar, orang kecil (negara kecil) yang celaka


Gajah lalu dibeli, rusa tidak terbeli berarti mengerjakan sesuatu yang penting dengan melupakan hal-hal yang kecil yang sebenarnya sangat perlu untuk menyelesaikan sesuatu yang penting itu


Gajah mati karena gadingnya berarti orang yang mendapat kecelakaan atau binasa karena keunggulannya (tabiatnya atau perbuatannya)


Gajah mati tulang setimbun berarti orang kaya (besar dan sebagainya) mati, banyak peninggalannya


Gajah seekor gembala dua berarti pekerjaan yang dikepalai (dipimpin) oleh dua orang


Galas terdorong kependekand cina berarti sesuatu yang sudah terlanjur (ti-dak dapat dicabut kembali)


Gali lubang tutup lubang berarti berutang untuk membayar utang yang lain


Gamak-gamak seperti menyambal berarti hanya dengan coba-coba atau kira-kira saja


Ganti menggantikan tikar lepas bantal berganti tikar berarti mengawini istri kakak atau adik yang meninggal atau menikahi suami kakak atau adik yang meninggal


Garam di kulumnya tak hancur berarti orang yang pandai menyimpan rahasia


Garam di laut, asam di gunung bertemu dalam belanga juga berarti laki-laki dan perempuan kalau jodoh bertemu juga akhirnya


Garam kami tak masin padanya berarti perkataan kami tidak diindahkannya


Gayung bersambut, kata berjawab berarti menangkis serangan orang. Gayung bersambut, kata berjawab juga berarti menjawab (melayani) perkataan orang


Gayung tua, gayung memutus berarti perkataan orang tua-tua biasanya benar


Gedang sebagai dilambuk-lambuk, tinggi sebagai dijunjung berarti sangat dimuliakan


Gelegar buluh berarti besar cakap, tidak berisi


Geleng seperti patung kenyang berarti berjalan dengan sombong. Geleng seperti patung kenyang juga berarti cong-kak


Gemuk membuang lemak, cerdik membuang kawan berarti tidak mau menolong atau bergaul dengan keluarganya


Genggam cengkam kera berarti genggam yang kuat (tak akan lepas lagi)


Genting menanti putus, biang menanti tembuk berarti perkara yang hampir putus (selesai)


Genting putus, biang menanti tembuk berarti perkara yang sudah putus (tidak boleh diubah lagi)


Geruh tak mencium bau berarti kecelakaan datang tanpa memberitahu (kecelakaan tidak dapat diketahui lebih dahulu)


Getah terbangkit kuaran tiba berarti salah perhitungan atau ran-cangan


Gigi dengan lidah adakalanya bergigit juga berarti suami istri (sanak saudara, sahabat karib, dan sebagainya) adakalanya bertengkar juga


Gigi tanggal rawan murah berarti keinginan timbul setelah tidak ada kesempatan lagi


Gila di abun-abun berarti mengharapkan sesuatu yang mustahil


Gombang di lebuh berarti congkak


Gombang di lebuh berarti elok di luar di dalamnya tidak

Gula di mulut, ikan dalam belanga berarti sudah dalam kekuasaan kita


Gunung juga yang dilejang panas berarti biasanya orang yang sudah kaya yang mendapat untung atau bertambah kaya


Gunung juga yang dilejang panas berarti orang yang telah berbuat kejahatan

Guru kencing berdiri, murid kencing berlari berarti kelakuan murid (orang bawahan) selalu mencontoh guru (orang atas-annya)


Habis geli oleh gelitik, habis bisa oleh biasa berarti (barang) yang kurang menyenangkan dan sebagainya akan hilang apabila telah biasa atau telah menjadi kebiasaan


Habis kapak berganti beliung berarti sangat rajin bekerja


Habis manis sepah dibuang berarti sesudah tidak berguna lagi, lalu dibuang (tidak dipedulikan lagi dan sebagainya)


Habis manis sepah dibuang berarti mengabaikan (menyia-nyiakan) seseorang yang sudah tidak diharapkan apa-apa lagi dari dirinya

Habis miang karena bergeser berarti segala kesukaran (ketakutan, malu, dan sebagainya) akan hilang sesudah menjadi kebiasaan


Habis pati ampas dibuang berarti sesudah tidak berguna lagi lalu dibuang (tidak dipedulikan lagi)


Habis umpan kerong tak dapat berarti usaha yang mendatangkan kerugian


Hancur badan dikandung tanah, budi baik terkenang jua berarti budi bahasa yang baik tidak akan dilupakan orang


Hangat hangat tahi ayam berarti kemauan yang tidak tetap atau tidak kuat


Hangat-hangat suam-suam kuku berarti hangat (tentang air)


Hangus tiada berapi, karam tiada berair berarti menderita kesusahan yang amat sangat


Hanyut dipintasi, lulus diselami, hilang dicari berarti menolong orang pada waktu kesusahan


Harapkan guruh guntur di langit, air di tempayan ditumpahkan berarti mengharapkan sesuatu yang belum tentu, barang yang telah ada dilepaskan


Harimau ditakuti karena giginya berarti orang besar dan berpangkat hanya ditakuti orang karena kekuasaan dan pangkatnya


Harimau mati karena belangnya berarti mendapat kecelakaan karena memperlihatkan keunggulannya


Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, orang mati meninggalkan nama berarti orang baik akan selalu meninggalkan nama baik, sedangkan orang jahat akan meninggalkan nama buruk


Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading berarti orang yang berjasa akan selalu disebut-sebut orang walaupun telah mati


Harimau mengaum takkan menangkap berarti orang yang mengancam dan sebagainya dengan perkataan keras, biasanya tidak sampai berbuat apa-apa


Harimau menunjukkan belangnya berarti orang yang memperlihatkan kekuasaannya


Harum menghilangkan bau berarti keburukan tidak kelihatan karena tertutup oleh nama (perbuatan) yang baik


Harum semerbak mengandung mala berarti perbuatan (jasa dan sebagainya) yang dipuji-puji, tetapi jasa tersebut diperbuat dengan jalan yang tidak baik


Hati sebagai baling-baling berarti tidak tetap pendirian


Hati bagai baling-baling baling-baling di atas bukit berarti tidak tetap hatinya (pendiriannya)


Hati bak serangkak dibungkus berarti orang yang sangat berharap akan mendapat sesuatu yang diingininya


Hati gajah sama dilapah, hati kuman tungau sama dicecah dicecap berarti perolehan (laba) yang banyak dibagi sama banyak, perolehan (laba) yang sedikit dibagi juga sama sedikit


Hati gajah sama dilapah, hati tuma tungau sama dicecah berarti laba atau rugi sama-sama dirasakan (dibagi secara adil)


Hati gatal mata digaruk berarti sangat ingin, tetapi tidak kuasa menyampaikan keinginannya itu. Hati gatal mata digaruk juga berarti menyalahkan orang yang tidak bersalah


Hawa pantang kerendahan, nafsu pantang kekurangan berarti tidak mau kalah dengan orang lain


Hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai berarti orang yang hidup hemat akan menjadi kaya, orang rajin belajar akan menjadi pandai


Hendak megah, berlawan lebih berarti makin banyak musuh makin besar kemasyhurannya


Hendak menangguk ikan, tertangguk batang berarti mengharapkan untung, tetapi yang diperoleh kerugian


Hendak menggaruk tidak berkuku berarti hendak berbuat sesuatu, tetapi tidak berkemampuan


Hendak panjang terlalu patah berarti yang suka meninggikan diri akan cepat jatuh


Hendak terbang tiada bersayap berarti hendak berbuat sesuatu, tetapi tidak ada sarana


Hidung dicium pipi digigit berarti kasih sayang yang semu, pura-pura saja


Hidung laksana kuntum seroja, dada seperti mawar merekah berarti perihal menyatakan keelokan bentuk hidung dan dada perempuan


Hidung seperti dasun tunggal berarti bentuk hidung yang bagus, bulat di muka dan lancip ke belakang. Hidung seperti dasun tunggal juga berarti mancung


Hidung tak mancung, pipi tersorong-sorong berarti orang yang tidak turut campur dalam suatu pekerjaan menjadi susah dan yang patut susah berdiam diri


Hidup bertimba uang berarti hidup boros (serba mewah, banyak membelanjakan uang)


Hidup di ujung gurung orang berarti orang yang hidup melarat


Hidup dikandung adat, mati dikandung tanah berarti selama hidup orang harus taat pada adat kebiasaan dalam masyarakat


Hidup sandar-menyandar umpama aur dengan tebing berarti perihal orang berlaki istri yang berkasih-kasihan. Hidup sandar-menyandar umpama aur dengan tebing juga berarti perihal orang bersahabat yang setia dan saling menolong


Hidup segan mati tak hendak berarti hidup yang merana (karena sakit terus-menerus, melarat, sengsara, dan sebagainya)


Hidup segan, mati tak embuh berarti hidup merana, selalu sakit-sakit saja


Hidup seperti musang berarti tentang orang jahat (pencuri) yang pada siang hari tidak kelihatan tetapi pada malam hari merayap mencari mangsanya


Hilang bini boleh dicari, hilang budi badan celaka berarti apabila kutukan orang tuanya belum dicabut, celakalah hidupnya nanti


Hilang di mata di hati jangan berarti biarpun telah pergi jauh, jangan melupakan orang yang ditinggalkan


Hilang dicari, terapung direnangi, terbenam diselami berarti hal atau perkara yang tersembunyi, lalu diperiksa


Hilang geli karena gelitik berarti kecanggungan akan hilang apabila telah menjadi kebiasaan


Hilang kabus, teduh hujan berarti telah senang (aman dan sebagainya) kembali sehabis menderita kesusahan dan sebagainya


Hilang kilat dalam kilau berarti (kepandaian, kebesaran, dan sebagainya) tidak menonjol lagi sesudah berada bersama orang-orang pandai, orang-orang terkenal, dan sebagainya


Hilang rona karena penyakit, hilang bangsa tidak beruang berarti orang yang tidak berharta (beruang) kurang dihargai orang


Hilang satu sepuluh gantinya berarti sekali-kali janganlah putus asa


Hilang sepuh tampak senam berarti tampak kejahatannya sesudah terbuka kedoknya


Hilang tak bercari, lulus tak berselami berarti tidak dipedulikan lagi


Hilang tak tentu rimbanya, mati tak tentu kuburnya berarti hilang lenyap tanpa bekas. Hilang tak tentu rimbanya, mati tak tentu kuburnya juga berarti pergi tidak pernah kembali, bahkan tidak ada kabar beritanya lagi


Hilir malam mudik tak singgah, daun nipah dikatakan daun abu berarti merasa malu, segan, dan sebagainya karena sudah berutang budi atau karena perkariban


Hinggap bak langau, titik bak hujan berarti suatu hal yang tiba-tiba saja terjadi, tanpa diketahui lebih dahulu


Hitam bagai pantat belanga berarti sangat buruk (tentang tabiat seseorang)


Hitam mata itu mana boleh bercerai dengan putihnya berarti orang yang sedang bercinta tidak mudah dipisahkan


Hitam sebagai kuali berarti sangat hitam


Hitam, hitam gagak, putih, putih udang kapai hitam, hitam bendi, putih, putih sadah berarti yang hina tetap hina meskipun cantik rupanya dan yang mulia tetap mulia meskipun buruk rupanya


Hitam, hitam gula jawa berarti hitam tetapi manis


Hitam, hitam tahi minyak dimakan juga, putih-putih ampas kelapa dibuang berarti barang yang buruk tetapi berguna disimpan, barang yang bagus tetapi tidak berguna dibuang


Hujan berbalik ke langit berarti orang berkuasa (pandai, kaya, dan sebagainya) minta tolong kepada orang yang lemah (bodoh, miskin, dan sebagainya)


Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, baik jua di negeri sendiri hujan keris lembing di negeri kita, hujan emas perak di negeri orang, baik berarti sebaik-baik negeri orang tidak sebaik negeri sendiri


Hujan panas permainan hari, senang susah permainan hidup berarti telah biasa bahwa kehidupan manusia ada kalanya susah, ada kalanya senang


Hujan tempat berteduh, panas tempat berlindung berarti orang yang selalu memberi pertolongan kepada orang banyak


Hulu malang pangkal celaka berarti asal suatu kecelakaan


Hulu mujur pandai bertenggang bertengkar, hulu baik pandai memakai berarti pandai hidup dan pandai bergaul


Hutan sudah terambah, teratak sudah tertegak berarti pekerjaan sudah sempurna dikerjakan


Iba akan kacang sebuah, tak jadi memengat berarti karena sayang akan barang yang sedikit, tidak jadi mengerjakan hal yang diinginkan dan menyenangkan hati


Ibarat menegakkan benang basah berarti melakukan sesuatu yang tidak akan berhasil. Ibarat menegakkan benang basah juga berarti melakukan sesuatu yang tidak mungkin dapat dikerjakan


Ijuk tak bersagar lurah tak berbatu berarti seseorang yang tidakada sanak saudaranya yang dimalui (ditakuti) orang


Ijuk tidak bersagar berarti keluarga yang tidak mempunyai laki-laki yang disegani orang


Ikan biar dapat, serampang jangan pokah berarti maksud sampai, perkakas tidak rusak


Ikan biar dapat, serampang jangan pukah berarti biar tercapai maksudnya, tetapi jangan ada sesuatu yang merugikan


Ikan di laut, asam di gunung, bertemu dalam belanga berarti biarpun tinggal berjauhan, kalau sudah jodoh akan menjadi suami istri juga


Ikan gantung, kucing tunggu berarti kesal melihat barang yang diingini, tetapi tidak mungkin didapat


Ikan lagi di laut, lada garam sudah dalam sengkalan berarti bersiap-siap mengecap hasil pekerjaan yang belum pasti berhasil


Ikan pulang ke lubuk berarti telah kembali ke tempat (asalnya) yang dicintainya
Contoh: Ikan pulang ke lubuk setajau


Ikhtiar menjalani untung menyudahi berarti orang harus berusaha, jika ingin mencapai suatu maksud (tercapai atau tidaknya bergantung kepada nasib)


Inai tertepung, kuku tanggal berarti sesuatu yang sudah selesai dikerjakan, tetapi akhirnya ada kesukaran (kesusahan dan sebagainya)


Ingat sebelum kena, berhemat sebelum habis berarti ikhtiar harus dijalankan sebelum terlambat


Ingin buah manggis hutan, masak ranum tergantung tinggi berarti ingin akan sesuatu, tetapi amat susah diperoleh


Intan disangka batu kelikir berarti tidak pandai menghargai sesuatu. Intan disangka batu kelikir juga berarti tidak mengetahui harga (nilai) sesuatu dengan sebenarnya


Isi lemak dapat ke orang, tulang bulu pulang ke kita berarti orang lain mendapat senangnya, kita mendapat susahnya saja


Itik berenang di laut air, mati kehausan berarti menderita kesusahan karena tidak dapat (atau tidak mendapat kesempatan memanfaatkan kekayaan yang ada


Jadi abu arang berarti sudah usang atau basi (tentang pembicaraan dan sebagainya)


Jadi bumi langit berarti menjadi orang tempat menggantungkan nasib dan harapan


Jadi mata telinga jadi kaki tangan berarti seseorang yang menjadi harapan atau kepercayaan, yang selalu memberi pertolongan


Jangan dilepaskan tangan kanan, sebelum tangan kiri berpegang berarti jangan melepaskan pekerjaan yang ada sebelum mendapat pekerjaan (pencaharian) yang baru


Jangan diperlebar timba ke perigi, kalau tak putus, genting berarti jangan diulang-ulang perbuatan yang jahat, lambat laun akan mendapat bencana jua


Jangan diperlelarkan timba perigi, kalau tak putus genting berarti kejahatan itu jika diulang-ulang akhirnya mencelakakan juga


Jangan ditentang matahari condong, takut terturut jalan tak berintis berarti hendaklah kita selalu ingat dan cermat, jangan teperdaya atau tergoda akan sesuatu yang elok, tetapi mungkin mendatangkan bahaya


Jangat liat kurang panggang berarti tidak dapat diajar


Jaras dikatakan raga jarang berarti mencela orang lain, padahal diri sendiri ada celanya juga


Jatuh diimpit tangga berarti ditimpa kesukaran berturut-turut


Jauh bau bunga, dekat bau tahi berarti sanak saudara yang apabila jauh selalu terkenang, apabila dekat selalu bertengkar


Jauh di mata di hati jangan berarti biarpun tempat berjauhan, jangan lupa-melupakan


Jauh panggang dari api berarti tidak kena. Jauh panggang dari api juga berarti tidak benar (tentang jawaban, sindiran). Jauh panggang dari api juga berarti banyak bedanya


Jauh panggang dari api berarti tindakan yang tidak sesuai dengan maksudnya. Jauh panggang dari api juga berarti tawaran yang jauh di bawah harga

Jelatang di hulu air berarti sesuatu yang selalu menyusahkan


Jerat semata bunda kandung berarti anak tunggal yang menjadi buah hati


Jerih menentang boleh, rugi menentang laba berarti suka menolong (mengeluarkan uang) karena ingin mendapat pertolongan (keuntungan)


Jika belalang ada seekor, jika emas ada miang berarti segalanya ada aturannya sendiri


Jika benih yang baik jatuh ke laut, menjadi pulau berarti orang yang berketurunan baik, ke mana pun perginya akan bersifat baik juga


Jika kasih akan padi, buanglah rumput berarti jika kasih kepada anak istri, berhentilah mengasihi perempuan lain


Jika langkah sudah terlangkahkan, berpantang dihela surut berarti suatu pekerjaan yang telah dimulai dengan saksama, sekali-kali jangan dihentikan sebelum tujuan tercapai


Jika tak lalu dandang di air, di gurun dirangkakkan ditanjakkan berarti menggunakan segala daya upaya untuk mencapai maksud


Jika takut dilimbur pasang, jangan berumah di tepi pantai berarti kalau takut mendapat kesusahan, jangan mengerjakan hal-hal yang berbahaya


Jika tidak pecah ruyung, di mana boleh mendapat sagu berarti tidak akan tercapai maksud kalau tidak mau berusaha


Jikalau di hulu airnya keruh, tak dapat tidak di hilirnya keruh juga berarti jika seseorang jahat asalnya, jahat juga kelakuannya


Jikalau tidak berada-ada ada berada, ada mengada, masakan tempua bersarang rendah berarti jika tidak ada sebab-sebabnya (sesuatu yang tersembunyi), tentu tidak akan terjadi yang luar biasa


Jiwa bergantung di ujung rambut berarti selalu gelisah karena tidak tentu nasibnya


Jung pecah yu yang kenyang berarti jika negeri tidak berpemerintahan atau terjadi huru-hara, orang-orang jahatlah yang akan beruntung


Jung satu, nakhoda dua berarti dua pemimpin dalam satu jabatan


Kacang lupa akan kulitnya berarti tidak tahu diri. Kacang lupa akan kulitnya juga berarti lupa akan asalnya


Kadok naik junjung berarti orang hina (miskin dan sebagainya) merasa mulia (kaya)


Kain basah kering di pinggang berarti miskin sekali


Kain lama dicampak buang, kain baru pula dicari berarti menceraikan istri tua dan mencari istri muda


Kain pendindingmiang, uang pendindingmalu berarti segala sesuatu hendaknya digunakan sebagaimana mestinya, jangan kikir


Kain sehelai berganti-ganti berarti perihal sangat miskin suami istri


Kaki terdorongbadan merasa, lidah terdorongemas padahannya berarti segala janji harus ditepati


Kaki terdorongbadan merasa, lidah terdorongemas padahannya berarti apa yang telah dikatakan harus dilaksanakan

Kaki terdorongbadan merasa, lidah terdorongemas padahannya berarti jika berbuat sesuatu harus berani menanggung akibatnya

Kaki tertarung, inai padahannya mulut terdorong, emas padahannya berarti harus berani menanggung akibat perbuatan atau janji sendiri


Kaki untut dipakaikan gelang berarti memakai sesuatu untuk memperelok diri, tetapi malah bertambah buruk


Kalah jadi abu, menang jadi arang berarti pertengkaran tidak akan menguntungkan pihak mana pun


Kalau bangkai galikan kuburnya, kalau hidup sediakan buaiannya berarti lebih baik menunggu dengan tenang apa yang akan terjadi, lalu mempertimbangkan langkah apa yang akan diambil


Kalau getah meleleh, kalau daun melayang berarti dalam keadaan sulit hanya sanak saudara kitalah yang selalu dekat pada kita, sedangkan orang lain akan menjauh


Kalau guru makan berdiri, maka murid makan berlari berarti kelakuan murid mencontoh kelakuan guru, biasanya dalam hal yang tidak baik


Kalau kena tampar, biar dengan tangan yang pakai cincin, kalau kena tendang, biar dengan kaki yang pakai kasut berarti jika diberi malu oleh perempuan, lebih baik oleh perempuan baik-baik daripada oleh perempuan jalang


Kalau laba bercikun-cikun, buruk diberi tahu orang berarti apabila beroleh kesenangan diam saja, tetapi apabila menderita kesusahan berkeluh kesah atau minta tolong kepada orang lain


Kalau menampi jangan tumpah padinya berarti mengerjakan sesuatu dengan sebaik-baiknya


Kalau pandai menggulai badar pun menjadi tenggiri berarti orang yang pandai, meskipun kurang alat syaratnya, dapat juga mengerjakan sesuatu dengan baik


Kalau pandai menggulai, badar jadi tenggiri berarti kalau pandai mengatur (menyusun dan sebagainya), barang yang kurang baik pun akan menjadi baik juga. Kalau pandai menggulai, badar jadi tenggiri juga berarti ikan sia. Kalau pandai menggulai, badar jadi tenggiri juga berarti ikan sia-sia


Kalau pandai meniti buih, selamat badan sampai ke seberang berarti jika dapat mengatasi kesukaran tentu maksud dapat dicapai


Kalau tak ada angin, takkan pokok bergoyang berarti jika tak ada sebab, tidak akan sesuatu terjadi


Kalau takut dilimbur pasang, jangan berumah di tepi pantai berarti kalau takut akan akibatnya, jangan melakukan pekerjaan itu


Kapak menelan beliung berarti yang baik ditukar dengan yang buruk


Kapal besar ditunda jongkong berarti orang berkuasa yang menurut perintah orang kecil


Karam berdua, basah seorang berarti dua orang berbuat salah, seorang saja yang kena hukum


Karam berduabasah seorang berarti dua orang berbuat salah, tetapi hanya seorang yang kena hukum


Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang penggalan berarti cinta kasih anak kepada ibu tidak sebanyak cinta kasih ibu kepada anak


Kasihkan anak tangan-tangankan, kasihkan bini tinggal-tinggalkan sayang di anak dibenci, sayang di negeri ditinggalkan berarti yang disayangi itu hendaknya jangan terlalu dimanjakan;


Kata berjawab, gayung bersambut berarti membalas kecaman dengan cepat dan tepat


Kawan gelak banyak, kawan menangis jarang bersua berarti sahabat di waktu senang banyak, sahabat di waktu susah (melarat) sedikit


Ke gunung tak dapat angin berarti akan mendapat keuntungan tetapi gagal


Ke hulu kena bubu, ke hilir kena tengkalak berarti tidak dapat terhindar dari bahaya


Ke hulu menongkah surut, ke hilir menongkah pasang berarti selalu sial


Ke langit tak sampai, ke bumi tak nyata berarti setengah-setengah, kepalang tanggung di dalam menyelesaikan pekerjaan atau mempelajari ilmu


Ke mana angin yang deras ke situ condongnya berarti tidak teguh pendirian


Ke mana condong, ke mana rebah berarti pekerjaan yang sudah dilakukan menurut adat atau kebiasaan


Ke mana dialih, lesung berdedak juga berarti sesuatu yang memang merugikan (menyusahkan), di mana pun akan merugikan juga


Ke mana kelok lilin, ke sana kelok loyang berarti tidak punya pendirian, selalu mengikut kata orang lain


Ke mana tumpah hujan dari bubungan, kalau tidak ke cucuran atap berarti anak akan menurut sifat atau teladan orang tuanya


Ke sawah berlumpur ke ladang berarang berarti tiap pekerjaan ada kesukarannya


Ke sawah tidak berlubuk, ke ladang tidak berarang berarti mendapat untung dan sebagainya tidak dengan bersusah payah. Ke sawah tidak berlubuk, ke ladang tidak berarang juga berarti tercapai maksudnya


Ke sawah tidak berluluk, ke ladang tidak berarang berarti tidak mau bekerja. Ke sawah tidak berluluk, ke ladang tidak berarang juga berarti pemalas


Ke sungai sambil mandi berarti sekali bekerja dua tiga pekerjaan terselesaikan


Kecil dikandung ibu, besar dikandung adat, mati dikandung tanah berarti manusia itu selalu terikat oleh tata tertib masyarakat, tidak pernah bebas sama sekali


Kecil tapak tangan, nyiru ditadahkan berarti ingin mendapat sebanyak-banyaknya


Kelam bagai malam dua puluh tujuh berarti suatu hal atau perkara yang sangat gelap, tidak ada bayangan sedikit pun bagaimana akan memeriksa dan menyelidikinya


Kelam disigi lekung ditinjau berarti segala hal yang kurang terang harus diselidiki baik-baik


Kelekatu hendak terbang ke langit berarti hendak mencapai sesuatu yang tidak mungkin


Keluar tak mengganjilkan, masuk tak menggenapkan masuk tidak genap, keluar tidak ganjil berarti hal (orang) yang tidak terpandang atau tidak diperhitungkan sedikit juga dalam masyarakat


Kemiri jatuh ke pangkalnya berarti beroleh tempat yang pantas. Kemiri jatuh ke pangkalnya juga berarti kembali ke tempat asalnya


Kena kecipak orang berbelut berarti terlibat dalam perkara orang lain. Kena kecipak orang berbelut juga berarti turut menderita akibat kesalahan orang lain


Kena pedang bermata dua berarti amat sakit hatinya


Kena sepak belakang berarti tertipu oleh perbuatan orang yang tidak mau berterus terang atau yang tidak jujur


Kendur menyusut, tegang memutus berarti dikatakan tentang cara memerintah atau mengurus sesuatu yang kurang baik, yaitu kelemahan yang menyebabkan kekacauan dan kekerasan yang menimbulkan kerusuhan


Kenyang banyak makan garam berarti sudah berpengalaman dalam hidup


Kepak singkat, terbang hendak tinggi berarti kemampuan sedikit, cita-cita tinggi


Keperagawatian santan di kuku berarti mencari keuntungan dengan jalan yang sukar sekali


Kera menegurkan tahinya berarti membukakan kehinaan sendiri


Kerajinan kependekand yang kasih sayang berarti sesuatu yang tidak mungkin terjadi


Keras bagai batu, tinggi bagai bukit berarti tidak mau menurut perintah


Kerat rotan, patah arang berarti telah putus sama sekali. Kerat rotan, patah arang juga berarti tidak dapat didamaikan lagi


Kerbau runcing tanduk berarti orang yang telah terkenal kejahatannya


Kerbau seratus dapat digembalakan, manusia seorang tiada terkawal berarti menjaga seorang perempuan lebih sukar daripada menjaga binatang yang banyak


Kesat daun pimping berarti dikatakan kepada orang yang tidak selamanya lemah saja (kalau perlu dapat bertindak keras juga)


Ketika gagak putih, bangau hitam berarti zaman dahulu sekali


Kicang-kecoh ciak berarti perkara yang akan diperiksa hendaklah ada buktinya


Kini gatal besok digaruk berarti pertolongan yang datangnya terlambat


Kita di pangkal merawal dia di ujung merawal berarti tanggungan kita lebih berat daripada tanggungannya


Kita semua mati, tetapi kubur masing-masing berarti lain orang lain pikirannya


Kodok dapat bunga sekuntum berarti sia-sia saja (tidak dapat mempergunakan sesuatu yang baik)


Karena nila setitik, rusak susu sebelanga berarti hanya karena keburukan yang sedikit, semuanya menjadi buruk


Kuah tumpah tertuang ke nasi berarti dikatakan kepada anak yang dikawinkan dengan kemenakan


Kuah tumpah tertuang ke nasi berarti sudah sewajarnya

Kuat burung karena sayap berarti tiap-tiap orang memiliki kekuatannya (kemampuannya)


Kuat ikan karena radai kuat burung karena sayap, kuat ketam karena sepit berarti tiap-tiap orang ada kekuatannya (kelebihannya) sendiri


Kuat ketam karena sepit, kuat burung karena sayap, kuat ikan karena radai berarti merasa kuat (berkuasa) karena ada keunggulan atau kelebihan


Kuat ketam karena sepit, kuat burung karena sayap, kuat ikan karena radai berarti tiap-tiap orang sedikit banyak ada kuasanya

Kucing pergi tikus menari berarti jika kepala (kantor, perusahaan, dan sebagainya) pergi bawahannya bersuka ria


Kuda pelejang bukit berarti orang yang menjadi kaki tangan (alat, perkakas) orang lain


Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak berarti kesalahan (kekurangan) orang lain walaupun kecil sekali akan kelihatan, tetapi kesalahan (kekurangan) sendiri (meskipun besar) tidak kelihatan


Kumbang tidak seekor bunga tidak sekaki berarti masih banyak pria (wanita) lain tempat menambatkan hati


Kundur tidak melata pergi, labu tidak melata mari berarti persetujuan atau persahabatan harus datang dari kedua belah pihak


Kuning oleh kunyit, hitam oleh arang berarti mudah dihasut atau dipuji


Kurang taksir, hilang laba berarti kurang hati-hati mungkin akan mendatangkan kerugian (kesusahan dan sebagainya)


Kurang-kurang bubur, lebih-lebih sudu sudu yang lebih berarti perkara kecil yang dibesar-besarkan karena menjadi buah bibir orang. Kurang-kurang bubur, lebih-lebih sudu sudu yang lebih juga berarti sedikit pengetahuan, tetapi cakap besar


Laba sama dibagi, rugi sama diterjuni berarti bersahabat sehidup semati


Laba tertinggal, harta lingkap berarti tidak beroleh laba sama sekali, bahkan modalnya ikut habis


Ladang yang berpunya berarti perempuan yang sudah kawin


Lading tajam sebelah berarti selalu mau menerima pemberian, tetapi segan memberi


Lagi ada jangan dimakan, sudah habis baru dimakan berarti sewaktu ada pencaharian, jangan diganggu harta simpanannya, tetapi apabila tiada pencaharian lagi, barulah dipergunakan harta simpanan itu


Lagi lauk lagi nasi berarti makin kaya, makin banyak kenalan (sahabat)


Lagi murah, lagi menawar makin murah, makin menawar berarti makin diberi, makin banyak lagi yang diminta


Lain bengkak, lain bernanah berarti seseorang yang bersalah, orang lain yang menanggung atau menderita akibatnya


Lain bengkak, lain menanah berarti lain orang yang bersalah, lain pula orang yang menerima hukuman


Lain biduk, lain di galang berarti jawaban yang bersalahan dengan pertanyaan (tidak menjawab barang apa yang ditanyakan)


Lain dulang lain kaki, lain orang lain hati berarti tiap-tiap orang berlainan kesukaannya


Lain gatal lain digaruk berarti lain yang ditanya lain yang dijawab


Laki pulang kelaparan, dagang lalu ditanakkan berarti lebih banyak mengindahkan urusan orang lain daripada urusan sendiri


Laksana bunga dadap, sungguh merah berbau tidak berarti orang yang rupanya elok, tetapi tidak berbudi bahasa


Laksana mengaprit di tengah laut, dipukul ombak jatuh ke tepi berarti orang yang belum mantap kedudukannya atau belum bernasib baik dalam mengadu untung


Laksana mestika gamat berarti perihal kelakuan, atau tabiat, atau perkataan yang baik


Lalu lulus ujung, lalu lulus kelindan berarti jika maksud yang utama sudah tercapai, maksud yang lain akan tercapai juga


Lancar kaji karena diulang, pasar jalan karena diturut berarti kepandaian atau kemahiran didapat karena rajin berlatih


Langkas buah pepaya berarti hal yang tidak mungkin. Langkas buah pepaya juga berarti mustahil


Laut ditimba akan kering berarti betapa pun banyaknya harta, jika selalu dibelanjakan, akhirnya akan habis juga


Laut madu berpantaikan sakar gula berarti perkataan yang manis keluar dari mulut orang yang baik rupanya


Laut mana yang tak berombak, bumi mana yang tak ditimpa hujan berarti bagaimanapun manusia tidak akan luput dari kekhilafan (kesalahan)


Layang-layang putus talinya berarti seseorang yang sudah putus harapan, sudah tidak berdaya lagi, hanya terserah kepada nasib


Layar menimpa tiang berarti kawan menjadi lawan


Lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup bercermin bangkai berarti lebih baik mati daripada menanggung malu


Lebih berharga mutiara sebutir daripada pasir sepantai berarti seseorang yang baik, meskipun ia tidak kaya, jauh lebih berharga dan mulia daripada orang kaya yang jahat dan jahil


Lemak manis jangan ditelan, pahit jangan dimuntahkan berarti suatu perundingan, jikalau baik sekalipun jangan terus diterima dan jika kurang baik jangan pula terus ditolak, hendaklah dipikirkan dalam-dalam dan ditimbang baik-baik dahulu baik jeleknya


Lemak penyelar daging berarti memboroskan harta benda tuannya


Lempar batu sembunyi tangan berarti melakukan sesuatu (kegiatan dan sebagainya), tetapi kemudian berdiam diri seolah-olah tidak tahu-menahu


Lempar batu sembunyi tangan berarti berbuat kurang baik kepada orang, lalu berpura-pura tidak tahu

Lengan bagai lilin dituang berarti lengan yang indah bentuknya


Lengan seperti sulur bakung berarti lengan yang halus di ujung, besar di tengah, dan bulat di pangkalnya


Lepas bantal berganti tikar berarti seorang laki-laki kawin dengan saudara perempuan atau keluarga istrinya yang meninggal


Lesung mencari alu berarti perempuan mencari laki-laki


Licin bagai belut berarti cerdik dan licik sehingga susah menghadapinya (menangkapnya)


Licin karena minyak berminta, elok karena kain berselang berarti sindiran untuk merendahkan orang yang angkuh karena harta atau barang yang dipinjam


Lidah tak bertulang berarti mudah saja mengatakan (menjanjikan) sesuatu, yang berat adalah melaksanakannya


Lidah tidak bertulang berarti asal berkata, mudah berjanji mudah pula mengingkarinya


Lihat anak pandang menantu berarti segala urusan anak hendaklah ditimbang-timbang dahulu apakah hal itu akan menimbulkan keadaan yang tidak baik pada menantu sekalipun hal itu akan menguntungkan anak sendiri. Lihat anak pandang menantu juga berarti setiap pekerjaan hendaklah ditimbang-timbang, jika baik bagi diri sendiri dan baik pula bagi orang lain, pekerjaan itu baru dilakukan


Lihat anak, pandang menantu berarti pekerjaan (hal dan sebagainya) hendaklah ditimbang, di samping baik bagi diri sendiri hendaknya baik juga bagi orang lain

Lonjak bagai labu dibenam berarti orang yang sombong


Lopak jadi perigi berarti naik derajat (orang miskin menjadi kaya dan sebagainya)


Lubuk dalam, si kitang yang empunya berarti setiap orang berkuasa di lingkungan sendiri


Lulus tidak berselam, hilang tidak bercari berarti orang yang menderita sengsara, tetapi tidak ada yang mau menolong


Lunak gigi dari lidah berarti sangat lemah lembut (merendahkan diri dan sebagainya)


Lunak gigi dari lidah berarti lemah lembut

Lupa kacang akan kulitnya berarti tidak tahu diri. Lupa kacang akan kulitnya juga berarti lupa akan asalnya


Lupak jadi perigi berarti naik derajat (kedudukan) seperti orang miskin menjadi kaya


Lurus bagai piarit berarti orang yang tampak baik, tetapi berhati jahat


Mabuk agak-agak kira-kira berarti tidak berbuat apa-apa, hanya melamun, asyik berangan-angan


Mabuk di enggang lalu berarti sangat tertarik hatinya kepada orang yang belum dikenal


Madu satu tong, jika rembes, rembesnya pun madu jua berarti jika baik asalnya, turunannya pun baik juga:


Makan hati berulam jantung berarti bersusah hati karena perbuatan salah seorang teman karib


Makan sudah terhidang, jamu belum jua datang berarti gadis yang telah besar, sudah patut bersuami, tetapi orang belum ada yang datang meminangnya


Makanan enggang akan dimakan pipit berarti hendak melakukan sesuatu yang tidak sepadan dengan tarafnya (kesanggupan dan sebagainya)


Maksud bagai maksud manau berarti menghendaki sesuatu yang tidak mungkin tercapai


Malam berselimut embun, siang bertudung awan berarti tidak berumah karena miskin sekali


Malang celaka raja genggang, anak terbeli tunjang hilang berarti hal orang yang malang, waktu diperoleh maksud yang kedua, yang sudah di tangan hilang pula


Malang tak berbau berarti kecelakaan tidak dapat diketahui sebelumnya


Malang tak boleh ditolak, mujur tak boleh diraih berarti nasib buruk tidak dapat dicari-cari


Maling berteriak maling berarti mendahului orang menyorakkan suatu kesalahan (kejahatan) supaya tidak dituduh orang


Malu kalau anak harimau menjadi anak kucing kambing berarti tidak sepatutnya kalau anak orang baik-baik atau pandai menjadi jahat atau bodoh


Malu tercoreng di kening dahi berarti mendapat malu besar


Malu tercoreng pada kening berarti malu yang tidak dapat dihilangkan lagi karena sudah diketahui orang banyak


Mamang berarti kabur matanya (karena hendak pingsan dan sebagainya)


Mamang berarti bingung. Mamang juga berarti ketakutan

Mamang berarti tumbuhan terna suku capparidaceae, daunnya dibuat asinan dan sebagai pewangi nasi, air remasan daun dipakai untuk obat masuk angin. Mamang juga berarti cleome gynandra

Mamang berarti peribahasa yang mengandung nasihat

Mamang berarti paman

Mana busuk yang tidak berbau berarti kejahatan (kesalahan) akhirnya akan ketahuan juga


Mandi berlenggang perut berarti upacara selamatan dan mandi pada waktu hamil tujuh bulan


Manis daging berarti orang yang biasa dituduh melakukan salah satu kejahatan, padahal ia tidak bersalah


Manis jangan lekas ditelan, pahit jangan lekas dimuntahkan berarti segala sesuatu hendaknya ditimbang baik-baik dahulu sebelum diterima atau ditolak


Manis mulutnya bercakap seperti sautan manisan, di dalam bagai empedu berarti mulut manis (perkataan yang manis-manis) biasanya berisi tipu semu di dalamnya


Manis seperti gula derawa, manis bagai gula jawa berarti berpatutan, ibarat dua orang suami-istri yang sama elok rupanya


Manusia mati meninggalkan nama harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading berarti orang terkenal walaupun sudah meninggal, ia masih tetap dikenang


Manusia mengikhtiarkan, allah menakdirkan berarti ikhtiar atau akal budi ada di tangan manusia, jadi orang harus bekerja sekeras-kerasnya untuk mencapai tujuannya, tetapi berhasil tidaknya usaha itu bergantung pada takdir Tuhan


Manusia tahan kias, binatang tahan palu berarti mengajar manusia dengan sindiran sudah cukup, tetapi mengajar binatang harus dengan pukulan


Manusia tertarik oleh tanah airnya, anjing tertarik oleh piringnya berarti orang yang berakal itu jauh pemandangannya, tetapi orang yang bodoh hanya memikirkan keperluan perutnya, kalau ia telah kenyang sudah tidak menghendaki apa-apa lagi


Mara hinggap mara terbang, enggang lalu ranting patah berarti seseorang yang tidak berbuat suatu kesalahan, tetapi pada waktu terjadi suatu kejahatan ia yang dituduh berbuat kesalahan itu


Mara jangan dipukat, rezeki jangan ditolak berarti jangan mencari-cari bahaya atau kecelakaan


Marah akan tikus rengkiang dibakar berarti karena takut (tidak suka dan sebagainya) pada sesuatu yang kecil, dibuangnya (dirusakkannya) sesuatu yang lebih besar dan berharga, yang melibatkan sesuatu yang kecil tersebut


Masak malam, mentah pagi siang berarti suatu hal yang telah putus (sudah jadi), tetapi tidak lama kemudian berubah


Masih berbau pupuk jeringau berarti masih muda sekali (belum berpengalaman)


Masuk dari kuping kiri keluar lewat kuping kanan berarti tidak mendengarkan nasihat


Masuk kandang kambing mengembik, masuk kandang kerbau menguak berarti menyesuaikan diri dengan tempat dan keadaan


Masuk ke telinga kanan, keluar ke telinga kiri berarti tidak dimasukkan ke dalam ingatan (tentang nasihat, pelajaran)


Masuk sarang harimau berarti terperangkap ke dalam suatu bahaya besar


Masuk tak genap, keluar tak ganjil berarti orang yang tidak berharga dalam masyarakat


Masuk tiga, keluar empat berarti pengeluaran lebih besar daripada pendapatan


Mata memandang apa hendak sakit, bahu memikul timpa perasaan seberapa berat mata menentang, berat jua bahu memikul berarti berapa jua susah orang melihat suatu penderitaan yang ditanggung oleh orang lain, terlebih susah jua orang yang menanggungnya


Mata tidur, bantal terjaga berarti seorang istri yang berlaku serong ketika suaminya sangat percaya akan kelurusannya


Matahari itu bolehkah ditutup dengan nyiru berarti suatu kebenaran yang nyata itu dapatkah dilindungkan atau disembunyikan


Mati anak berkalang bapak, mati bapak berkalang anak berarti anak dan bapak wajib tolong-menolong


Mati ayam, mati tungaunya berarti jika tuannya celaka, anak buahnya ikut merasakan celaka juga


Mati dikandung tanah berarti mati (dipendam di dalam tanah)


Mati enau tinggal di rimba berarti orang kecil jika sudah mati namanya tidak akan disebut-sebut lagi


Mati gajah tidak dapat belalainya, mati harimau tidak dapat belangnya berarti tahu melakukan perbuatan jahat dan tahu pula menyembunyikan dan menghilangkannya


Mati kuang karena bunyi berarti mendapat bencana karena kesombongan (perbuatan) sendiri


Mati seladang berarti saling setia sampai tua. Mati seladang juga berarti sehidup semati (tentang suami istri)


Mati semut karena gula manisan berarti orang yang mendapat bencana (tertipu dan sebagainya) karena bujuk dan rayuan yang menyenangkan


Mayang menolak seludang berarti melupakan orang yang telah memelihara sejak kecil


Melakabkan kucing di dapur berarti berbuat aniaya dengan cara yang mudah


Melanggar benang hitam berarti melanggar pantangan. Melanggar benang hitam juga berarti melanggar adat resam


Melangkahi ular berarti melakukan sesuatu yang berbahaya


Melanting menuju tampuk, berkata menuju benar berarti dalam rapat (perundingan), kita harus menggunakan dasar kebenaran dan kejujuran


Melanting menuju tampuk berarti setiap usaha ada maksudnya


Melarat panjang berarti selalu dalam kesengsaraan


Melepaskan anjing terjepit berarti menolong orang yang tidak tahu membalas budi


Meletakkan api di bubungan berarti sengaja mencari bahaya


Melonjak badar, melonjak gerundang berarti meniru-niru lagak (cara hidup) orang besar atau orang kaya


Meludah ke langit, muka juga yang basah berarti melawan atau membantah orang yang berkuasa, akhirnya diri sendiri yang mendapat kesusahan atau kesulitan


Melukut di tepi gantang berarti perkara kecil yang tidak mendapat perhatian


Melukut tinggal sekam melayang berarti yang baik tetap, yang buruk akan hilang


Melulur bersetungging berarti mengerjakan sesuatu karena terpaksa (malu, takut, dan sebagainya)


Memagar diri bagai aur berarti hanya memikirkan diri sendiri


Memakan habis-habisan, menyuruh hilang-hilang berarti jika merahasiakan sesuatu, hendaklah dilakukan dengan sebaik-baiknya


Memakuk dengan punggung lading berarti sangat menyakiti hati orang


Memalit rembes menampung titik berarti biar sedikit diterima juga


Memancing di air keruh berarti mencari keuntungan dalam keadaan yang kacau


Memancing dalam belanga berarti mencari keuntungan dalam lingkungan keluarga (kawan sendiri)


Memanggang tiada angus berarti beberapa kali menempuh bahaya, tetapi selalu selamat


Memanjat bersengkelit berarti belum berpengalaman


Memasang pelita tengah hari berarti menerangkan apa-apa yang sudah tidak perlu diterangkan lagi


Membangkit batang terendam berarti mengangkat kembali nama orang yang sudah lama hilang dari ingatan. Membangkit batang terendam juga berarti mengulangi perkara yang sudah lama dilupakan


Membangkit batang terendam berarti mengadakan (memunculkan) sesuatu yang telah lama hilang (seperti mengangkat penghulu yang telah lama tidak ada)

Membasuh najis dengan malu berarti membuang malu dengan jalan yang lebih hina


Membawakan cupak ke negeri orang berarti memakai adat-istiadat sendiri di negeri orang


Membeli kerbau di padang berarti membeli sesuatu dengan tidak melihat barang yang akan dibelinya


Membeli kucing dalam karung berarti membeli sesuatu tidak dengan melihat barangnya


Memberi lauk kependekand orang membantai berarti memberi pertolongan kepada orang yang tidak perlu ditolong (orang kaya dan sebagainya)


Membuang bunga ke jirat berarti membuang-buang tenaga (uang, waktu, dan sebagainya) dengan sia-sia


Membuang garam ke laut berarti melakukan suatu pekerjaan yang tidak ada gunanya (seperti memberi sesuatu kepada orang kaya)


Memegang besi panas berarti bekerja dengan diliputi rasa khawatir

Memepas dalam belanga berarti mencari keuntungan dalam lingkungan (keluarga, teman) sendiri


Memikul di bahu, menjunjung di kepala berarti mengerjakan sesuatu menurut aturan


Memilin kacang hendak mengebat, memilin jering hendak berisi berarti melakukan perbuatan atau tindakan dengan maksud tertentu


Memperlapang kandang musang, mempersempit kandang ayam berarti memberi kesempatan baik kepada orang yang bermaksud jahat


Mempertinggi semangat anjing berarti memperbaiki nama orang jahat (tentu sia-sia)


Mempertinggi tempat jatuh, memperdalam tempat kena berarti sengaja membesar-besarkan kesalahan sendiri sehingga mendapat hukuman (kerugian) yang berat


Menahan jerat di tempat genting berarti mengambil keuntungan dari kesusahan atau penderitaan orang lain


Menahan lukah di penggentingan berarti mencari untung pada waktu ada kerusuhan dan sebagainya


Menaikkan air ke gurun berarti melakukan pekerjaan yang sukar sekali


Menambak gunung menggarami laut berarti memberi pertolongan kepada orang yang sekali-kali tidak memerlukannya


Menambak gunung, menggarami air laut berarti memberi bantuan kepada orang yang sama sekali tidak perlu dibantu


Menanam mumbang berarti mengharapkan sesuatu yang mustahil. Menanam mumbang juga berarti melakukan sesuatu yang sia-sia


Menanam mumbang berarti mengharapkan sesuatu yang mustahil. Menanam mumbang juga berarti melakukan sesuatu yang sia-sia

Menangguk di air keruh berarti mencari keuntungan dan sebagainya ketika ada kekacauan (perselisihan dan sebagainya)


Menangis daun bangun-bangun hendak sama dengan hilir air berarti perbuatan yang sia-sia hendak menyamai orang lain yang melebihi dirinya


Menanti putih gagak hitam berarti mengharap sesuatu yang tidak mungkin didapat


Menantikan ara tak bergetah berarti mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin terpenuhi


Menantikan kucing bertanduk berarti mengharapkan sesuatu yang mustahil


Menantikan menguar-nguarkan bertelur berarti mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin diperoleh


Menari merentak di ladang orang berarti bersenang-senang memakai harta orang atau di rumah orang lain


Mencari belalang atas akar berarti pekerjaan yang sia-sia


Mencari lantai terjungkat berarti mencari-cari kesalahan orang


Mencari yang sehasta sejengkal berarti menyelidiki jauh dekatnya perhubungan kerabat


Mencencang berlandasan, melompat bersetumpu bertumpuan berarti jika hendak melakukan sesuatu, hendaknya menyediakan alat atau syaratnya dahulu


Mencencang berlandasan, melompat bersetumpu berarti jika hendak melakukan sesuatu, hendaknya menyediakan alat sebagai syaratnya


Mencencang lauk tengah helat berarti membukakan rahasia sendiri di hadapan orang banyak


Mencencangkan lading patah berarti membanggakan sesuatu yang tidak ada harganya sama sekali


Mencit seekor, penggada seratus berarti berhadapan dengan lawan yang banyak (lebih kuat dan sebagainya):


Menconteng arang di muka berarti memberi malu


Mencungkil kuman dengan alu berarti melakukan pekerjaan yang sia-sia


Mendabih menampung darah berarti sangat tamak


Mendapat beroleh hidung panjang berarti mendapat malu atau kecewa


Mendapat panjang hidung berarti mendapat malu


Mendapat pisang berkubak berarti mendapat keuntungan yang banyak dengan mudah


Mendapat sama berlaba, kehilangan sama merugi berarti suka duka sama-sama dipikul


Mendebik mata parang berarti menentang orang yang berkuasa


Mendengarkan cakap enggang berarti mendengarkan bujukan musuh


Mendukung biawak hidup berarti melakukan sesuatu atau mempunyai anak (istri dan sebagainya) yang sangat menyusahkan


Menebang menuju pangkal, melanting menuju tampuk berarti setiap tindakan yang dilakukan harus ada maksud dan tujuannya


Menegakkan benang basah berarti melakukan pekerjaan yang mustahil dapat dilaksanakan


Menegakkan juek-juek sesudah menyabit berarti sesudah perkara (pekerjaan) selesai, baru teringat akan cara yang terbaik untuk menyelesaikannya


Menegakkan sumpit tak berisi berarti perbuatan yang sia-sia belaka


Menempong menuju jih berarti langsung mengenai sasarannya (maksudnya)


Menengadah ke langit hijau berarti tidak ada harapan akan mendapat pertolongan


Menengadah membilang layar, menangkup membilang lantai berarti pikirkan baik-baik sebelum melakukan pekerjaan


Menepik mata pedang berarti melawan orang yang berkuasa


Mengadu buku jari mengadu buku lima berarti bertinju. Mengadu buku jari mengadu buku lima juga berarti berkelahi


Mengadu buku lidah berarti berbantah. Mengadu buku lidah juga berarti bertengkar mulut


Mengail berumpan, berkata bertipuan berarti kalau menghendaki sesuatu dari orang lain, harus pandai mengambil hatinya


Mengail dalam belanga, menggunting dalam lipatan berarti mempergunakan kesempatan untuk keuntungan pribadi tanpa memikirkan nasib kawan akibat perbuatan itu


Mengairi sawah orang berarti menguntungkan orang lain


Mengajar orang tua makan dadih berarti mengajar orang yang lebih pandai


Mengalangkan leher, minta disembelih berarti mengharapkan kesusahan (kecelakaan)


Mengambil bungkal kurang berarti merasa tersinggung oleh perkataan orang lain


Menganggungkan bagai rumput tengah jalan berarti hidup yang serba susah (sakit, miskin, dan sebagainya)


Mengata dulang paku serpih, mengata orang awak yang lebih berarti mencela orang, tetapi diri sendiri ternyata lebih buruk daripada yang dicela


Mengaut laba dengan siku berarti selalu hendak mencari untung sebanyak-banyaknya


Mengebat erat-erat, membuhul mati-mati berarti membuat aturan (perjanjian) dengan sempurna


Mengegungkan gung pesuk berarti membanggakan kekayaan (kemuliaan) masa lampau


Mengembalikan manikam ke dalam cembulnya berarti memikirkan kembali apa-apa yang telah dikatakan


Mengembang ketiak amis berarti menceritakan keburukan kaum keluarga sendiri


Mengendap di balik lalang sehelai berarti menyembunyikan sesuatu atau bersembunyi di tempat yang mudah diketahui orang


Mengepit daun kunyit berarti memuji-muji diri sendiri


Mengepit kepala harimau berarti menakut-nakuti orang lain


Menggali lubang menutup lubang berarti meminjam uang untuk membayar utang


Menggantang anak ayam berarti melakukan pekerjaan yang sangat sulit


Menggaut laba dengan siku berarti selalu hendak mencari untung banyak, tidak peduli apakah orang lain akan menderita karena perbuatannya itu


Menggenggam erat membuhul mati berarti memegang janji (putusan, nasihat, dan sebagainya) erat-erat


Menggenggam tiada tiris berarti sangat menghemat


Menggeriak bagai anak nangui berarti orang yang beranak banyak, tetapi malas mencari nafkah


Menggolek batang terguling berarti melakukan pekerjaan yang mudah


Menggunting dalam lipatan berarti mencelakakan kawan (saudara dan sebagainya) sendiri


Menggunting dalam lipatan berarti mencelakakan kawan sendiri

Menghadapkan bedil pulang berarti merugikan (mencelakakan) keluarga sendiri


Menghambat kerbau berlabuh berarti mencegah sesuatu yang akan mendatangkan keuntungan atau kesenangan kepada orang


Menghapuskan arang di muka berarti menghilangkan malu


Menghasta kain sarung berarti perbuatan yang sia-sia


Menghendaki urat lesung berarti menghendaki sesuatu yang tidak mungkin


Mengilan di hati, terkalang di mata berarti terasa (terbayang) dalam hati dan sulit dihilangkan


Mengisap mencarak, mencucup benak berarti terlalu banyak mengambil keuntungan dari orang lain (mengisap darah)


Mengisi gantang pesuk berarti melakukan pekerjaan yang siasia


Mengisi perian bubus berarti pekerjaan yang sia-sia


Mengorek lubang ulat berarti sengaja mencari alasan untuk bertengkar


Menguak-nguak bagai hidung gajah berarti bernapas terengah-engah


Mengukir langit berarti mengerjakan sesuatu yang sia-sia


Mengukur baju di badan sendiri berarti menentukan baik buruknya sesuatu menurut perasaan diri sendiri


Mengungkit batu di bencah berarti melakukan pekerjaan yang sukar


Mengunyah orang bergigi berarti mengajar (memberitahu) orang yang sudah tahu


Mengusir asap, meninggalkan api berarti mencari sesuatu yang kurang penting dan meninggalkan yang lebih penting


Menimbang sama berat berarti menjatuhkan hukuman dengan adil, tidak berat sebelah


Menjangkau sehabis tangan berarti berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapai maksud


Menjaring angin berarti perbuatan yang sia-sia belaka


Menjemur bangkai ke atas bukit berarti memperlihatkan cela (aib, cacat) sendiri


Menjilat keluan bagai kerbau berarti sangat kecewa karena tak sampai maksudnya


Menjolok sarang tabuhan berarti sengaja mencari bahaya atau kesusahan


Menjunjung bersenggulung mencencang berlandasan berarti jika ingin melakukan suatu pekerjaan, sediakanlah lebih dahulu alat-alatnya dengan lengkap


Menjunjung sangkak ayam berarti mendapat malu besar


Menohok kawan seiring, menggunting dalam lipatan berarti mencelakakan teman sendiri


Menohok kawan seiring berarti mencelakakan kawan sendiri


Menumbuk di lesung, bertanak di periuk berarti adat itu berdasar pada kebiasaan yang sudah semestinya


Menumbuk di periuk, bertanak di lesung berarti melakukan sesuatu yang menyalahi kebiasaan


Menunggu angin lalu berarti menunggu dengan sia-sia


Menunggu laut kering berarti pekerjaan yang sia-sia


Menunjukkan ilmu kependekand orang menetak berarti nasihat yang baik itu tidak berguna bagi orang yang tidak mau menggunakannya


Menyandang lemang hangat orang berarti menderita akibat perbuatan orang lain


Menyandang lukah tiga berarti melakukan pekerjaan yang sulit meskipun tidak berat


Menyanyikan lagu lama kuno berarti mengutarakan pendapat yang telah usang atau sudah sering dikatakan orang


Menyauk kering-kering, membeli habis-habis berarti jika menyelidiki (menuntut ilmu dan sebagainya), hendaknya sedalam-dalamnya


Menyeladang bagai panas di padang berarti suatu kejadian yang terjadi secara merata di mana-mana


Menyelami air dalam tonggak berarti amat sukar mengajuk hati orang


Menyenduk kuah dalam pengat berarti pekerjaan yang sia-sia


Menyimpan embacang busuk berarti menyimpan rahasia yang sudah diketahui orang banyak (rahasia umum)


Menyinggung mata bisul orang berarti mengenai apa yang paling sakit (peka) bagi seseorang


Menyisip padi dengan ilalang berarti mencampurkan sesuatu yang buruk pada yang baik


Menyuruk di balik lalang sehelai menyuruk di balik lumbung berarti menyembunyikan sesuatu yang mudah atau sudah diketahui orang


Menyuruk hilang-hilang, memakan habis-habis berarti menyembunyikan suatu kehendak sesempurna-sempurnanya


Meragang gawe berarti memperkosa wanita


Meraih pangkur ke dada berarti insaf akan dirinya


Meraih pangkur ke dada berarti merasa tersinggung

Meraih pekung ke dada berarti sengaja mencari kesusahan (malu dan sebagainya)


Meraih pekung ke dada berarti sengaja mencari malu atau bencana

Merantau di sudut dapur, merantau ke ujung bendul berarti pergi mencari penghidupan ke tempat yang tidak berapa jauh


Merawal memulang bukit, cerana menengah kota berarti sudah nyata sekali ingin mengajukan suatu permintaan


Merayap-rayap seperti kangkung di ulak jamban berarti cepat berkembang biak


Merdesa di perut kenyang berarti adat yang halus hanya dapat dilakukan apabila orang berkecukupan atau kaya


Merebung tak empuk berarti tidak berubah pendirian. Merebung tak empuk juga berarti tetap hati (walaupun digoda dan sebagainya). Merebung tak empuk juga berarti mantap hati


Miang tergeser kena miang, terlanggar kena rabasnya berarti dikatakan kepada orang yang berkuasa, tidak dapat orang (rakyat) bersalah sedikit pun kepadanya


Minta dedak kependekand orang mengubik berarti minta pertolongan dan sebagainya kepada orang yang tidak punya


Minta pucuk pada alu = menghendaki pucuk alu minta-pucuk-pada-alu-=-menghendaki-pucuk-alu
Minta pucuk pada alu = menghendaki pucuk alu berarti menghendaki sesuatu yang tidak mungkin tercapai

Minta tulang kependekand lintah berarti menghendaki sesuatu yang tidak mungkin dapat dipenuhi


Minum darah orang berarti banyak merugikan orang dengan mengambil keuntungan yang berlebih-lebih darinya


Minyak dengan air adakah bolehkah bercampur? minyak dan air masa sama minyak-dengan-air-adakah-bolehkah-bercampur?-minyak-dan-air-masa-sama
Minyak dengan air adakah bolehkah bercampur? minyak dan air masa sama berarti orang yang bermusuhan atau yang tidak sehaluan mustahil dapat dicampurkan jadi satu

Minyak duyung perendang duyung minyak kita jua yang digorengkannya berarti seseorang yang telah menghabiskan harta tuannya


Misai bertaring bagai panglima, sebulan sekali tak membunuh orang berarti rupa saja yang hebat dan garang, tetapi berhati penakut


Monyet mendapat bunga, adakah ia tahu akan faedah bunga itu? monyet-mendapat-bunga,-adakah-ia-tahu-akan-faedah-bunga-itu?
Monyet mendapat bunga, adakah ia tahu akan faedah bunga itu? berarti tidak tahu menghargai suatu barang yang bagus

Mudah juga pada yang ada, sukar jua pada yang tidak berarti pada orang kaya adat apa pun juga mudah diisinya, sedangkan pada yang miskin segalanya susah


Mudik menyongsong arus, hilir menyongsong pasang berarti tentang usaha yang mendapat rintangan dari kiri dan kanan namun diteruskan juga


Mujur pak belang berarti untung-untungan. Mujur pak belang juga berarti jika hendak mujur, harus menunggu waktu lama


Mujur sepanjang hari malang sekejap mata berarti jika malang akan menimpa, dalam sesaat saja mungkin terjadi, tetapi jika hendak mujur harus menunggu lama


Mujur tidak boleh diraih, malang tidak boleh ditolak berarti tidak dapat berbuat apa-apa lagi kalau takdir sudah demikian


Muka bagai ditampar dengan kulit babi berarti hal orang yang tidak tahu malu. Muka bagai ditampar dengan kulit babi juga berarti seseorang yang kelihatannya senang dan kaya, tetapi yang sebenarnya hidup dengan utang


Mulut bagai ekor ayam diembus berarti seseorang yang mulutnya tidak berhenti-henti berkata (tidak pernah diam, selalu saja bergerak-gerak)


Mulut bau madu, pantat bawa sengat berarti mulut manis, tetapi hati busuk


Mulut disuapi pisang, pantat dikait dengan onak mulut manis hati berkait berarti manis perkataannya, tetapi jahat maksudnya


Mulut kapuk dapat ditutup, mulut orang tidak berarti rahasia jangan dipercayakan kepada orang lain


Mulut manis jangan percaya, lepas dari tangan jangan diharap berarti jangan percaya kepada orang yang manis perkataannya, barang atau uang yang dipinjamkan kepada orang yang bersifat demikian, tidak dapat diharapkan kembali lagi


Mulut manis mematahkan tulang berarti perkataan yang lemah lembut dapat menyebabkan orang lain tunduk (menurut)


Mulut satu lidah bertopang berarti perkataan berbeda dengan isi hati


Mulut telanjur terdorong emas tantangannya padahannya berarti perkataan (janji) yang sudah diucapkan harus ditepati


Mulut terdorong, emas padahannya berarti perkataan yang telah terucapkan, emaslah tentangannya (janji harus ditepati)


Mumbang ditebuk tupai berarti dikatakan kepada anak perempuan yang masih kecil, tetapi sudah rusak


Mumbang jatuh kelapa jatuh berarti semua yang hidup akan mati (tidak memandang umur dan sebagainya)


Murah di mulut, mahal di timbangan berarti banyak janji, tetapi janji itu tidak ditepati


Musang berbulu ayam berarti orang jahat berlaku sebagai orang baik


Musang terjun, lantai terjungkat berarti terdapat tanda-tanda kejahatan yang telah diperbuat


Musim kemarau menghilirkan baluk berarti melakukan usaha yang tidak sesuai dengan musimnya (waktunya)


Musuh jangan dicari-cari, bersua jangan dielakkan berarti jangan dicari-cari permusuhan itu, tetapi jika ia datang jangan pula berasa takut


Napas tidak sampai kehidung berarti sibuk sekali


Nasi sama ditanak, kerak dimakan seorang berarti pekerjaan dilakukan bersama-sama, tetapi keuntungannya diambil sendiri


Neraca palingan bungkal, hati palingan tuhan berarti pikiran atau pendirian orang mudah berubah-ubah


Neraca yang palingan, bungkal yang piawai berarti sangat adil dalam memberikan hukuman atau putusan (hakim)


Nibung bangsai bertaruk muda berarti orang tua yang bertingkah laku seperti anak muda


Nyamuk mati gatal tak lepas berarti menaruh dendam kepada orang yang berbuat jahat meskipun orang itu sudah dihukum


Nyawa bergantung di ujung kuku berarti dalam keadaan yang sulit dan berbahaya


Ombak yang kecil jangan diabaikan berarti perkara kecil yang mungkin mendatangkan bahaya perlu diperhatikan juga


Ombaknya kedengaran, pasirnya tidak kelihatan berarti telah kedengaran beritanya, tetapi belum ada buktinya


Orang beraja di hatinya berarti menurutkan rasa (sesuka) hati masing-masing


Orang berdendang di pentasnya berarti orang laki-laki berkuasa dalam rumah tangganya


Orang berdendangdi pentasnya berarti orang berkuasa di rumahnya masing-masing


Orang dahaga diberi air berarti menolong orang yang kesusahan. Orang dahaga diberi air juga berarti memberi pelajaran kepada orang yang sungguh-sungguh ingin menambah pengetahuannya


Orang haus diberi air, orang lapar diberi nasi berarti mendapat apa yang sangat diinginkan


Orang mandi bersiselam, awak mandi bertimba berarti orang mendapat keuntungan besar berlimpah-limpah, kita mendapat keuntungan kecil saja


Orang mengantuk disorongkan bantal berarti memperoleh apa yang diinginkannya


Orang muda selendang dunia, orang kaya suka dimakan berarti (untuk puji-pujian) orang muda perhiasan dunia, orang kaya yang pemurah


Orang pembuat periuk, bertanak di tembikar berarti yang membuatnya sendiri biasanya tidak memakai buatannya yang baik, melainkan memakai buatannya yang buruk-buruk


Orang penggamang mati jatuh berarti siapa yang tidak memiliki keberanian tidak akan sampai maksudnya


Orang terpegang pada hulunya, awak terpegang pada matanya berarti dalam perjanjian atau perkara orang lebih kuat pendiriannya daripada kita


Orang timpang jangan dicacat, ingat-ingat hari belakang berarti kecelakaan yang menimpa seseorang jangan terlalu dibicarakan karena boleh jadi kita mengalami hal yang sama di kemudian hari


Orang tua diajar makan pisang berarti orang yang sudah tahu (ahli, pandai) tidak usah diajari


Padang perahu di lautan, padang hati dipikirkan berarti demikian luas pikiran manusia, berapa banyak pikiran masuk di dalamnya tidak akan penuh


Padi dikebat dengan daunnya berarti mengusahakan sesuatu dengan modal sendiri


Padi masak, jagung mengupih berarti keuntungan yang diperoleh dengan berlipat ganda


Padi segenggam dengan senang hati lebih baik daripada padi selumbung dengan bersusah hati berarti kesenangan hati lebih berharga daripada kekayaan


Padi sekepuk hampa, emas seperti loyang, kerbau sekandang jalang berarti seseorang yang tampak kaya, tetapi sebenarnya miskin


Padi selumbung dimakan orang banyak berarti penghibur bagi istri yang suaminya beristri lebih daripada satu


Pagar makan padi berarti orang yang merusakkan barang yang diamanatkan kepadanya


Pagar makan tanaman berarti orang yang merusakkan barang yang diamanatkan (dititipkan) kepadanya


Pahit meninggal berarti orang yang kelihatannya baik, tetapi sebenarnya curang


Paksa tekukur, padi rebah, paksa tikus, lengkiang terbuka berarti sesuatu yang baik atau yang dikehendaki (diingini)


Panas tidak sampai petang berarti bertambah susah


Pandang jauh dilayangkan, pandang dekat ditukikkan berarti memeriksa dengan teliti


Panjang langkah singkat permintaan berarti sampai ajalnya


Pantang kutu dicukur, pantang manusia dihinakan berarti tiada orang yang mau dihinakan


Parang gabus menjadi besi berarti orang yang lemah menjadi orang yang kuat


Pasang masuk muara berarti lalu lalang saja (tentang perkataan)


Pasar jalan karena diturut, lancar kaji karena diulang berarti orang dapat mahir sesudah kerap kali mengerjakan sesuatu


Patah kemudi dengan bamnya berarti putus harapan. Patah kemudi dengan bamnya juga berarti tidak ada harapan sama sekali


Patah kemudi dengan ebamnya berarti sudah tidak ada harapan lagi


Patah sayap bertongkat paruh berarti tidak putus-putusnya berusaha menyampaikan maksudnya


Patah tongkat berjeremang bertelekan berarti terus berusaha (tidak pernah putus asa)


Patah tongkat berjeremang patah sayap bertongkat paruh; patah tongkat bertelekan patah-tongkat-berjeremang-patah-sayap-bertongkat-paruh;-patah-tongkat-bertelekan
Patah tongkat berjeremang patah sayap bertongkat paruh. Patah tongkat berjeremang patah sayap bertongkat paruh; patah tongkat bertelekan juga berarti patah tongkat bertelekan berarti terus berusaha (bekerja) dengan tidak putus asa

Patah tongkat berjermang berarti pada keadaan bagaimanapun harus terus berusaha dengan giat, jangan sekali-kali putus asa


Patah tumbuh hilang berganti berarti yang hilang (mati) selalu ada penggantinya


Patah tumbuh hilang berganti berarti seorang pemimpin apabila meninggal tentu akan ada penggantinya

Payah-payah dilamun ombak, tercapai juga tanah tepi berarti setelah beberapa lama menanggung susah, akhirnya tercapai juga cita-citanya


Pecah anak buyung, tempayan ada berarti tidak akan kekurangan perempuan untuk dijadikan istri


Pecak boleh dilayangkan, bulat boleh digulingkan, batu segiling pecak setepik berarti sudah mendapat kata sepakat untuk melaksanakan suatu pekerjaan


Pejatian awak, kepantangan orang berarti berselisih pendapat dengan orang banyak


Pelanduk di cerang rimba pelanduk di dalam cerang berarti sangat gelisah ketakutan


Pelanduk di dalam cerang di cerang rimba berarti kehilangan akal atau gelisah sekali (karena ketakutan, menghadapi bahaya, dan sebagainya)


Pelanduk membuang kujajing berarti sesuatu yang aneh dan tidak masuk akal


Pelegiran berarti dialog bersambut yang sering disisipi peribahasa, bangsalan, atau paparegan untuk bersenang-senang


Pelepah bawah luruh, pelepah atas jangan gelak berarti ingatlah bahwa sekalian yang hidup akan mati


Pelesit dua sejinjang berarti perempuan yang bersuami dua


Pencarak benak orang berarti orang yang suka mengambil milik orang lain dengan cara yang lalim


Pengaduan berdengar, salah bertimbang berarti keluh kesah mendapat perhatian dari orang yang berkuasa


Pengayuh sama di tangan, perahu sama di air berarti tidak perlu takut-takut (rendah diri) karena sama kekuatannya


Pepat di luar, rancung pancunya di dalam berarti baik (suci dan sebagainya) pada lahirnya, tetapi batinnya (hatinya) jahat


Pepat kuku seperti bulan tiga hari berarti amat elok bentuk atau tokohnya


Perahu bertambatan, dagang bertepatan berarti usaha dagang yang teratur dan sesuai tempatnya


Perahu sudah di tangan, perahu sudah di air berarti sudah siap sedia segala keperluan untuk melakukan suatu pekerjaan


Perang bermalaikat, sabung berjuara berarti Tuhanlah yang menentukan kalah menang


Pergi berempap, pulang eban berarti pulang pokok (tidak beruntung dan tidak merugi)


Pergi tempat bertanya, pulang tempat berberita berkenaan dengan orang cerdik pandai berarti jika akan berangkat, hendaklah meminta nasihatnya dahulu, dan jika pulang, hendaklah memberi laporan kepadanya


Permata lekat di pangkur berarti tidak pada tempatnya


Perut panjang sejengkal berarti merasa kecewa (tidak senang)


Pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna berarti apabila hendak melakukan atau mengerjakan sesuatu, hendaknya dipertimbangkan lebih dahulu baik buruknya


Pinang pulang ke tampuknya berarti sudah pada tempatnya. Pinang pulang ke tampuknya juga berarti sudah cocok benar


Pinggan tak retak nasi tak dingin berarti cermat dalam melakukan suatu pekerjaan


Pipinya sebagai pauh dilayang berarti pipinya amat elok


Pipit meminang anak enggang berarti orang miskin (berderajat rendah) meminang orang kaya (berderajat tinggi dan sebagainya)


Pipit menelan jagung berarti mendapat kesusahan karena hendak menyamai orang kaya (besar dan sebagainya)


Pisang tidak berbuah dua kali berarti nasib baik biasanya hanya ditemui satu kali


Potong hidung rusak muka berarti perbuatan kurang baik pada kaum keluarganya sendiri sehingga dia sendiri juga mendapat malu


Pucuk diremas dengan santan, urat direndam dengan tengguli, lamun peria pahit juga berarti orang yang tabiatnya jahat, sekalipun diberi kekayaan dan pangkat, sifatnya tidak akan berubah


Pulau sudah lenyap, daratan sudah tenggelam berarti sudah tidak ada harapan lagi (gagal sama sekali)


Punggung parang sekalipun jika selalu diasah, akan tajam juga berarti sebodoh-bodoh orang, apabila selalu belajar, akan pandai juga


Punggur rebah belatuk menumpang mati berarti jika orang yang menjadi pelindung (seperti majikan dan sebagainya) jatuh, anak buahnya pun akan menderita akibatnya


Punggur rebah, belatuk menumpang mati berarti bencana yang menimpa orang besar, orang bawahannya turut terkena akibat buruknya

Putus kelikir, rompong hidung berarti sesuatu yang hendak dikuasai menjadi terlepas sama sekali


Raja adil raja disembah, raja lalim raja disanggah berarti raja yang adil disayangi dan raja yang zalim dibenci


Rajin mengais tembolok berisi berarti kalau rajin bekerja (mencari nafkah), rezeki akan bertambah


Ramai beragam, rimbun menyelara berarti setiap orang mempunyai pendapat dan kegemaran masing-masing


Rambut sama hitam, hati masing-masing berarti setiap orang mempunyai pendapat (kemauan) masing-masing


Rasa tak mengapa hidung dikeluani berarti orang yang kurang pikir atas sesuatu yang terjadi pada dirinya sehingga mendapat susah juga


Rebung tak miang, bemban pula miang berarti orang yang tidak turut campur dalam suatu pekerjaan menjadi susah, tetapi yang patut susah malahan berdiam diri


Rebung tidak jauh dari rumpun berarti tabiat anak tidak jauh berbeda dari tabiat orang tuanya


Rendah bilang-bilang disuruki, tinggi kayu ara dilangkahi berarti berbuat sesuatu atau menghadapi seseorang hendaklah menurut patutnya


Rendah gunung tinggi harapan berarti harapan yang sangat besar


Rentak sedegam, langkah sepijak berarti seia sekata. Rentak sedegam, langkah sepijak juga berarti mufakat


Rezeki elang tak akan dapat dimakan oleh musang burung pipit berarti setiap orang ada keuntungannya masing-masing


Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul berarti persahabatan yang karib, baik dalam kesenangan maupun dalam kesusahan


Ringan tulang, berat perut berarti barang siapa yang rajin bekerja, tentu mendapat rezeki


Rongkong menghadap mudik berarti mudah mendapat rezeki


Rugi menentang laba, jerih menentang boleh berarti supaya maksud kita tercapai, kita harus mau berusaha (bersusah payah) dahulu


Rumah gedang ketirisan berarti istri yang tidak mampu mendatangkan kebahagiaan kepada suami


Runcing tanduk bengkak kening berarti sudah terkenal jahatnya


Runcing tanduk berarti sudah terkenal kejahatannya


Rusak bangsa oleh laku berarti biarpun orang berbangsa tinggi, kalau berkelakuan buruk, keturunannya yang tinggi itu tidak akan dihargai orang


Rusak tapai karena ragi berarti usaha yang gagal karena kurang hati-hati mengerjakannya


Sabung selepas hari petang berarti untung-untungan (usaha atau percobaan terakhir)


Sakit kepala panjang rambut, patah selera banyak makan berarti lahirnya tidak suka, tetapi sebenarnya suka sekali


Sakit kepala panjang rambut berarti pura-pura sakit kepala


Salah cotok melantingkan berarti jika berbuat salah, harus mau memperbaikinya


Sambil berdendangbiduk hilir berarti melakukan dua pekerjaan bersama-sama (sekaligus)


Sambil berdiangnasi masak berarti sekali menggarap suatu tugas, dua tiga maksud sekaligus tercapai


Sambil menyeruduk menyuruk galas lalu berarti sambil bersenang-senang, maksud atau keuntungan tercapai


Sampah itu di tepi juga berarti orang yang hina biasanya tidak diindahkan orang


Sampai titik darah yang penghabisan berarti sampai meninggal


Sampan ada pengayuh tidak berarti hendak melakukan sesuatu, tetapi tidak lengkap syarat-syaratnya


Sampan rompong, pengayuh sompek berarti perkara yang tidak dapat diharapkan lagi. Sampan rompong, pengayuh sompek juga berarti harapan hampir musnah


Samun sakar berdarah tangan berarti setiap perkara baru boleh diputuskan sesudah cukup bukti dan keterangan


Sarap sehelai dituilkan, batu sebuah digulingkan berarti sangat teliti (dalam pemeriksaan)


Satu juga gendang berbunyi berarti tidak berubah. Satu juga gendang berbunyi juga berarti selalu sama saja


Satu sangkar dua burung berarti dua orang perempuan sama-sama menghendaki seorang laki-laki


Sawah berpematang berpiring ladang berbintalak berarti segala sesuatu ada batasnya


Sayap singkat, terbang hendak jauh berarti hendak berbuat sesuatu yang melebihi kemampuan


Sebagai aur dengan tebing berarti sangat karib (tentang persahabatan). Sebagai aur dengan tebing juga berarti sangat berkasih-kasihan (tentang suami istri)


Sebagai ayam diasak malam berarti tidak berdaya lagi


Sebagai bisul hampir memecah berarti menghadapi suatu kesulitan yang hampir terhindar (hampir teratasi)


Sebagai dawat dengan kertas berarti pasangan yang sesuai benar


Sebagai di rumah induk bako berarti merasa senang dan aman


Sebagai duri landak berarti kecil dan runcing (tentang jari)


Sebagai garam dengan asam berarti sudah sesuai benar (tentang pria dan wanita) dan tentu menjadi jodoh


Sebagai kepiting batu berarti sangat kikir


Sebagai kera dapat canggung berarti merapatkan dirinya kepada orang yang telah memberi pertolongan


Sebagai kunyit dengan kapur berarti mudah dan lekas mesra (bercampur, berpadu, bersetuju)


Sebagai minyak dengan air berarti tidak dapat bersatu (karena bermusuhan dan sebagainya)


Sebagai orang mabuk gadung berarti rupa seseorang yang lemah dan pucat karena mengidap penyakit


Sebagai pancang diguncang arus berarti orang yang tidak tetap pendiriannya


Sebagai petai sisa pengait berarti tidak berguna sama sekali


Sebagai sadur menimbulkan senam berarti kelihatan keadaan (maksud, tabiat) yang sebenarnya


Sebelum ajal berpantang mati berarti sebelum tiba waktunya tidak akan mati


Sebuah lesung ada seekor ayam jantannya atau pemimpinnya berarti tiap-tiap kaum ada seorang penghulunya atau seorang cerdik pandainya yang akan melindungi kaum itu dari kejahatan orang lain


Sebusuk-busuk daging dikincah dimakan juga, seharum-harum tulang dibuang berarti jika keluarga berbuat ulah akan dimarahi, tetapi setelah itu diampuni, jika orang lain berbuat salah tidak dimaafkan sedikit pun juga


Seciap bak ayam, sedencing bak besi berarti seia sekata


Secupak tak jadi segantang berarti sesuatu yang tetap dan tidak dapat diubah lagi


Sedangkan bah kapal tak hanyut, ini pula kemarau panjang berarti sedangkan waktu berpencaharian tidak tercapai maksudnya, apalagi waktu menganggur


Sedatar saja lurah dengan bukit berarti menyamaratakan orang. Sedatar saja lurah dengan bukit juga berarti tidak membeda-bedakan kaya atau miskin dan sebagainya


Sedepa jalan ke muka, setelempap jalan ke belakang berarti maju terus untuk sampaikan maksud


Sedepa jalan ke muka, setelempap jalan ke belakang berarti segala apa pun harus selalu diperhitungkan untung ruginya

Sedia payung sebelum hujan berarti bersiap sedia sebelum terjadi yang kurang baik


Sedikit hujan banyak yang basah berarti kecelakaan yang kecil membawa akibat yang besar


Seekor kerbau berkubang, sekandang kena luluknya berarti seorang berbuat salah, semua terbawa-bawa (terkena akibatnya)


Segala senang hati berarti sangat senang


Segan malu mengayuh perahu hanyut berarti kalau segan berusaha, akan mendapat susah nantinya


Segan bergalah hanyut serantau berarti jika tidak mau berusaha, (kita) akan mendapat bencana


Segar dipakai, layu dibuang berarti sesuatu yang dihargai hanya pada waktu baik (bagus) saja


Segenggam digunungkan, setitik dilautkan berarti sangat dihargai


Sehabis kelahi teringat silat berarti sesudah persoalan (pekerjaan) selesai, teringat cara yang baik untuk menyelesaikannya


Sehari selembar benang, lama-lama jadi sehelai kain berarti hal perbuatan orang yang sabar dan tidak lekas putus asa, sedikit demi sedikit lama-lama berhasil juga


Sehari selembar benang, lama-lama menjadi sehelai kain berarti pekerjaan sulit yang dikerjakan dengan penuh kesabaran, lama-lama akan berhasil juga


Seidas bagai benang, sebentuk bagai cincin berarti dua orang yang sejodoh benar


Seikat bagai sirih, serumpun bagai serai berarti seia sekata. Seikat bagai sirih, serumpun bagai serai juga berarti sehina semalu. Seikat bagai sirih, serumpun bagai serai juga berarti bersama-sama menanggung untung dan rugi atau senang dan derita


Seiring bertukar jalan sekandang tidak sebau, seia bertukar sebut berarti berlainan pendapat (caranya) meskipun maksudnya sama


Seiring bertukar jalan, seia bertukar sebut berarti kedua pihak semaksud dan sepaham, tetapi berlain cara melaksanakannya


Sejengkal menjadi sehasta cakapan sejengkal dibawa sehasta berarti melebih-lebihkan hal yang sebenarnya


Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui berarti sekali melakukan suatu pekerjaan, beberapa maksud tercapai


Sekebat bagai sirih berarti sepakat dalam perkumpulan (rapat)


Sekepal menjadi gunung, setitik menjadi laut berarti dari sedikit menjadi banyak. Sekepal menjadi gunung, setitik menjadi laut juga berarti perkara yang kecil dibesar-besarkan


Sekudung limbat, sekudung lintah berarti tidak tetap pendiriannya


Selama hayat dikandung badan berarti selama (masih) hidup


Selama hayat dikandung badan berarti selama masih hidup

Selama sipatung mandi berarti sebentar sekali


Selangkas betik berbuah berarti waktu yang singkat


Seliang bagai tebu, serumpun bagai serai berarti seia sekata. Seliang bagai tebu, serumpun bagai serai juga berarti rukun


Seludang menolakkan mayang berarti memperlihatkan atau kelihatan kecantikannya (isi hatinya, kesombongannya, dan sebagainya)


Semanis manis gula ada pasir di dalamnya manis-manis gula berpasir jua, sepahit-pahit jadam menjadi obat berarti bujuk rayu yang lemah-lembut adalah berisi tipu dan perkataan yang keras itu kadang-kadang menjadi kebajikan diri


Semisal udang dalam tangguk berarti sedang dalam kesusahan (kesukaran)


Semut dipijak tidak mati, gajah diarung bergelimpangan semut terpijak tidak mati, alu tertarung patah tiga berarti perihal cara berjalan seorang perempuan yang baik lagi teratur (tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat)


Sendok berdengar-dengar, nasi habis budi dapat berarti karena pekerjaan dilakukan kurang hati-hati, akhirnya mendapat malu karena rahasia terbuka kepada orang lain


Sendok besar tak mengenyang berarti tidak ada buktinya


Sendok dan periuk lagi berantuk sendok dengan belanga lagi berlaga berarti sahabat baik (suami istri dan sebagainya) adakalanya berselisih juga


Seorang budi-budian, seorang tabung seruas berarti dua orang yang sangat berbeda tabiatnya (seorang banyak akal liciknya, seorang lagi lurus hati)


Seorang ke hilir seorang ke mudik berarti tidak ada persesuaian perasaan dan pikiran antara laki bini, sahabat, dan sebagainya


Seorang makan cempedak, semua kena getahnya berarti seorang berbuat salah, semua dianggap bersalah juga


Seorang makan cempedak, semuanya lumus oleh getahnya berarti seorang yang bersalah, semuanya mendapat nama yang tidak baik


Seorang makan nangka, semua kena getahnya berarti seorang yang berbuat kesalahan demi memenuhi kesenangannya, tetapi orang lain turut menanggung akibatnya


Sepandai-pandai membungkus yang busuk berbau juga berarti perbuatan yang salah, meskipun dirahasiakan, lama-lama akan ketahuan juga


Sepandai-pandai tupai melompat, sekali gawal juga berarti sepandai-pandai orang, ada kalanya ia salah (keliru) juga


Sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu gawal juga berarti sepandai-pandai orang, sekali-sekali keliru juga


Sepandai-pandai tupai meloncat, sekali gawal terjatuh juga berarti sepandai-pandai seseorang, ada kalanya berbuat salah (keliru) juga


Sepanjang tali beruk berarti terlalu panjang sehingga membosankan (tentang pidato, doa yang panjang)


Sepasin dapat bersiang berarti mendapat keuntungan tidak dengan sengaja


Sepenggalah matahari naik berarti kira-kira pukul 08.00 atau 09.00


Seperlunya maka hendak menutup lubang berarti sesudah mendapat celaka, baru ingat akan ikhtiar


Seperti katak di bawah tempurung berarti sangat picik pengetahuannya. Seperti katak di bawah tempurung juga berarti kurang luas pandangannya


Sepesan anak, anaknya beranak menggigit pula berarti cepat sekali berkembang biak (bertambah banyak)


Serigala berbulu domba berarti orang yang kelihatannya bodoh dan penurut, tetapi sebenarnya kejam, jahat, dan curang


Serigala dengan anggur berarti sikap seseorang yang mencela sesuatu yang sangat diingininya dan berusaha memperolehnya, tetapi gagal


Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih berarti seia sekata. Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih juga berarti rukun sekali


Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih berarti seia sekata. Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih juga berarti rukun sekali

Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu berarti bersatu hati dalam segala hal


Sesak berundur-undur, hendak lari malu, hendak menghambat tak lalu berarti sudah tidak dapat melawan, tetapi pura-pura masih sanggup bertahan


Sesal pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna berarti pikir dulu masak-masak (baik-baik) sebelum berbuat sesuatu (agar tidak menyesal kelak)


Sesal dahulu yang bertuah, sesal kemudian yang celaka berarti setiap perbuatan hendaklah ditimbang masak-masak agar tidak menyesal


Sesat surut, terlangkah kembali berarti memperbaiki kesalahan yang telah dibuat


Sesayat sebelanga juga berarti meskipun sedikit, dianggap sudah cukup juga


Setali tiga uang berarti sama saja. Setali tiga uang juga berarti tidak ada bedanya


Setali tiga uang berarti sama saja

Setapak jangan lalu, setapak jangan surut berarti pendirian harus kuat


Setempuh lalu, sebondong surut berarti tetap bersatu hati


Setinggi-tinggi bangau terbang, surutnya ke kubangan berarti sejauh-jauh orang merantau, akhirnya kembali ke tempat asalnya (kampung halamannya) juga


Setinggi-tinggi melambung, surutnya ke tanah juga berarti biar ke mana pun perginya, akhirnya pulang ke kampung halaman juga


Seukur mata dengan telinga berarti seturut penglihatan dan pendengaran


Si cebol hendak mencapai bulan bintang berarti menghendaki sesuatu yang mustahil tercapai


Sia-sia menjaring angin, terasa ada tertangkap tidak berarti jangan mengharapkan sesuatu yang bukan-bukan supaya tidak kecewa


Sia-sia negeri alah berarti pekerjaan yang dilakukan tidak hati-hati mendatangkan kerugian atau bahaya


Sia-sia utang tumbuh berarti jika berbuat dengan tidak hati-hati akan banyak utangnya


Siang bagai hari, terang bagai bulan berarti sudah nyata sekali (tentang kesalahan dan sebagainya). Siang bagai hari, terang bagai bulan juga berarti terang sekali


Siang bernapas, malam berembun malam berselimut embun, siang bertudung awan berarti sangat miskin (tidak punya rumah)


Siapa gatal, dialah menggaruk berarti siapa berkehendak dialah yang harus berbuat


Siapa lama tahan, menang berarti apabila bekerja dengan tekun dan rajin, tidak tergesa-gesa, lama-kelamaan kerja yang sulit sekali pun akan selesai juga dengan baik


Siapa melejang siap patah berarti siapa yang bersikeras hendak beroleh barang (pekerjaan), dialah yang harus menderita rugi (kesukaran dan sebagainya)


Siapa melejang, siapa patah siapa melalah, siapa patah; siapa menyuruk, siapa bungkuk siapa-melejang,-siapa-patah-siapa-melalah,-siapa-patah;-siapa-menyuruk,-siapa-bungkuk
Siapa melejang, siapa patah siapa melalah, siapa patah. Siapa melejang, siapa patah siapa melalah, siapa patah; siapa menyuruk, siapa bungkuk juga berarti siapa menyuruk, siapa bungkuk berarti orang yang berkeras hendak berbuat sesuatu, dialah yang harus menanggung kesukarannya (kerugiannya dan sebagainya). Siapa melejang, siapa patah siapa melalah, siapa patah; siapa menyuruk, siapa bungkuk juga berarti pekerjaan yang terburu-buru kelak akan merugikan juga

Siapa pun jadi raja, tanganku ke dahi juga berarti siapa pun berkuasa aku tetap menghormatinya


Siapa yang gatal, dialah yang menggaruk berarti orang yang berkehendak (ingin), dialah yang harus berbuat sendiri


Siapa yang makan cabai, dialah yang berasa pedas kepedasan berarti siapa yang berbuat kurang baik akan merasakan akibatnya


Siapa yang makan cabai, dialah yang berasa pedas kepedasan berarti siapa yang merasa tersindir berarti telah berbuat seperti yang disindirkan itu

Siar bakar berpuntung suluh berarti suatu perkara boleh diputuskan sesudah cukup bukti-bukti dan keterangannya


Sigai dua segeragai berarti suatu perkara yang bersangkut-paut dengan perkara yang lain


Singkap daun ambil isi buah berarti (berkata) dengan terus terang


Singkat diulas panjang dikerat berarti mana-mana yang kurang ditambah, sedangkan yang lebih dikurangi (yang kurang baik diperbaiki)


Singkat tidak terluas, panjang tidak terkerat berarti tiap-tiap orang akan mati apabila telah sampai ajalnya


Sirih naik junjungan patah berarti baru hendak naik derajat kehidupannya sudah mendapat kesusahan


Sirih pulang ke gagang berarti sudah pada tempatnya. Sirih pulang ke gagang juga berarti kembali seperti semula


Sokong membawa rebah berarti orang kepercayaan yang merusakkan sesuatu yang dipercayakan (diamanatkan) kepadanya


Seperti belanda kesiangan berarti orang yang meniru-niru sikap belanda (pada zaman penjajahan)


Seperti belanda minta tanah, diberi kuku hendak menggarut berarti apabila seseorang diberi sedikit, ia meminta lebih banyak lagi


Seperti air basuh tangan berarti sesuatu yang mudah didapat


Seperti anjing bercawat ekor berarti pergi atau menghindar karena malu dan sebagainya


Seperti antan pencungkil duri berarti pekerjaan atau usaha yang sia-sia


Seperti ayam pulang ke pautan berarti sudah pada tempatnya


Seperti batang mengkudu, dahulu buah daripada bunga berarti perihal orang yang mau lekas marah sebelum diketahui benar kesalahan orang yang hendak dimarahinya


Seperti baung dipukul berarti menjerit-jerit


Seperti belut pulang ke lumpur berarti kembali ke tempat yang diinginkan (disenangi)


Seperti beranak besar hidung berarti perihal seseorang yang sebentar-sebentar menengok atau memperlihatkan barang yang baru diperolehnya


Seperti bertih direndang berarti berdetusan tidak henti-hentinya (bunyi senapan dan sebagainya)


Seperti biji saga rambat di atas talam berarti tidak berpendirian tetap. Seperti biji saga rambat di atas talam juga berarti selalu berubah


Seperti birah dengan keladi berarti hampir sama


Seperti birah tumbuh di tepi lesung berarti lekas subur (besar)


Seperti bisai makan sepinggan berarti berpatutan (sesuai) benar


Seperti buah kedempung, di luar berisi di dalam kosong berarti orang yang sombong (banyak cakap), padahal tidak ada kelebihannya


Seperti buku gaharu berarti baru memperlihatkan keunggulannya apa-bila perlu


Seperti bulan kesiangan berarti muka yang sangat pucat


Seperti burung gagak pulang ke benua berarti keadaan dan sifatnya tetap saja meskipun telah jauh merantau


Seperti cacing kepanasan berarti tidak tenang, selalu gelisah (karena susah, malu)


Seperti cembul dengan tutupnya dapat tutupnya berarti cocok sekali. Seperti cembul dengan tutupnya dapat tutupnya juga berarti sesuai benar


Seperti cincin dengan permata berarti sesuai benar


Seperti ditempuh gajah lalu berarti suatu hal yang tidak dapat ditutup-tutupi (disembunyikan)


Seperti durian dengan mentimun berarti orang yang lemah (miskin, bodoh) melawan orang yang kuat (kaya, pandai)


Seperti elang menyongsong angin berarti tidak gentar menghadapi musuh


Seperti embun di ujung rumput berarti lekas hilang (tentang cinta kasih dan sebagainya)


Seperti gadis jolong bersubang, bujang jolong bekerja berarti sangat berlagak (sombong)


Seperti gadis sudah berlaki berarti anak perawan yang tingkah lakunya kurang baik (pemalas, pengotor, dan sebagainya)


Seperti gajah dengan sengkelanya berarti sesuatu yang menyusahkan


Seperti gajah masuk kampung berarti orang yang berkuasa dapat berbuat sekehendak hati di dalam lingkungan orang yang lemah


Seperti gergaji dua mata berarti memperoleh keuntungan dari dua belah pihak


Seperti gerundang yang kekeringan berarti orang yang mendapat kesukaran dan tidak ada yang menolongnya


Seperti gerup dengan sisir berarti menunjukkan hubungan yang rapat sekali, seolah-olah tidak dapat bercerai


Seperti gula dalam mulut berarti pekerjaan yang sangat mudah. Seperti gula dalam mulut juga berarti sesuatu yang sudah dikuasai


Seperti gunting makan di ujung berarti perlahan-lahan (diam-diam tidak kentara), tetapi mengena atau tercapai apa yang dimaksudkan


Seperti ikan baung dekat pemandian berarti amat rakus (segala sesuatu yang ada dimakan)


Seperti itik mendengar guntur berarti mengharapkan peruntungan dan sebagainya yang tidak tentu datangnya


Seperti janggut pulang ke dagu berarti sudah pada tempatnya


Seperti kambing dikupas hidup-hidup berarti menderita takut (sakit dan sebagainya) yang amat sangat


Seperti kambing putus tali berarti lekas atau cepat pergi dan sebagainya


Seperti kapak naik pemidangan peminangan berarti tidak pada tempatnya


Seperti kapak naik pemidangan peminangan berarti kurang cukup alat atau kepandaiannya dalam mengerjakan sesuatu

Seperti kedangkan dengan caping berarti orang-orang yang akrab dan suka tolong-menolong


Seperti kepiting tidak tahu bungkuknya sebagai udang tak tahu bungkuknya berarti orang yang tidak tahu akan cacatnya, tidak sadar akan kebodohan dan kekurangannya


Seperti kera dapat bunga berarti tiada dapat menghargai keindahan (jasa, nilai, dan sebagainya)


Seperti kera dengan monyet berarti setali tiga uang. Seperti kera dengan monyet juga berarti sama saja


Seperti kera mendapat bunga seperti kera diberi kaca berarti mendapat sesuatu yang tidak dapat dipergunakan


Seperti kerbau dicocok hidung berarti menurut saja


Seperti keroncor dengan belangkas berarti sangat karib (tentang persahabatan)


Seperti ketiak ular, panjang lanjut tidak putus-putusnya berarti tidak berketentuan (baik buruknya)


Seperti kucing dibawakan lidi berarti sangat takut


Seperti kuda lepas dari pingitan berarti seseorang yang merasa gembira sekali karena bebas dari larangan, kungkungan, dan sebagainya


Seperti lampu kekurangan minyak berarti perihal seseorang yang hidup nya sangat melarat. Seperti lampu kekurangan minyak juga berarti perihal seseorang yang penyakitnya sudah sangat parah (sudah hampir mati)


Seperti lebah, mulut membawa madu, pantat membawa sengat berarti orang yang manis tutur katanya, tetapi berbahaya (jahat)


Seperti lepat dengan daun berarti tidak dapat berpisah antara satu dan yang lain


Seperti lipas kudung berarti selalu bergerak (tentang tangan dan sebagainya)


Seperti lipas kudung berarti selalu dalam keadaan sibuk

Seperti mayat ditegakkan berarti berbadan kurus dan bermuka pucat


Seperti melukut di tepi gantang berarti tidak dapat berbuat apa-apa


Seperti memegang tali layang-layang berarti orang berkuasa (kaya) yang dapat berbuat sekehendak hatinya terhadap orang lemah


Seperti menangkap ikan dalam belanga berarti sesuatu yang sudah pasti akan didapat


Seperti menanti orang dahulu, mengejar orang kemudian berarti perbuatan yang sia-sia


Seperti menating minyak penuh berarti memperlakukan dengan sangat hati-hati (penuh kesayangan dan sebagainya)


Seperti menating minyak penuh berarti diperlakukan dengan penuh kasih sayang (hati-hati dan sebagainya)

Seperti menepung tiada berberas berarti banyak cakap, tidak berisi


Seperti mengilang manau berarti perbuatan yang sukar dilaksanakan. Seperti mengilang manau juga berarti sukar sekali


Seperti mentimun dengan durian berarti perlawanan yang tidak sebanding (antara orang lemah dan orang kuat, orang bodoh dan orang pandai)


Seperti misai pulang ke bibir berarti pulang ke asalnya. Seperti misai pulang ke bibir juga berarti sudah pada tempatnya


Seperti orang kecabaian berarti sangat gelisah (tidak tenang duduknya dan sebagainya)


Seperti orang mati jika tiada orang mengangkat bila akan bergerak berarti seseorang yang daif yang tidak mempunyai daya upaya, jika tiada orang menolongnya niscaya akan makin susah


Seperti panji, ditiup angin berkibar-kibaran berarti tidak tetap pendirian, ikut pihak yang kuat


Seperti parang bermata dua berarti mendapat keuntungan dari kedua belah pihak


Seperti pikat kehilangan mata berarti bingung tidak keruan. Seperti pikat kehilangan mata juga berarti kehilangan akal


Seperti pinang dibelah dua berarti (dua orang yang) serupa benar


Seperti pinang pulang ke tampuknya berarti sudah pada tempatnya. Seperti pinang pulang ke tampuknya juga berarti sudah cocok


Seperti pinggan dengan mangkuk salah sedikit hendak berantuk berarti perselisihan antara suami istri atau kaum keluarga merupakan hal yang biasa


Seperti pipit menelan jagung berarti hendak menyama-nyamai orang yang tinggi pangkatnya (martabatnya dan sebagainya)


Seperti polong kena sembur berarti berlari cepat-cepat karena ketakutan dan sebagainya


Seperti pungguk merindukan bulan berarti seseorang yang merindukan kekasihnya, tetapi cintanya tidak terbalas


Seperti rabuk dengan api berarti mudah terbakar


Seperti rabuk dengan api berarti mudah terjadi hal yang kurang baik kalau didekatkan (seperti gadis berdekatan dengan bujang)

Seperti rusa masuk kampung berarti tercengang-cengang keheranan


Seperti santan dengan tengguli berarti cocok benar. Seperti santan dengan tengguli juga berarti kena benar


Seperti sayur dengan rumput berarti banyak bedanya. Seperti sayur dengan rumput juga berarti berlainan benar


Seperti sengkalan tak sudah berarti buruk sekali (rupa dll)


Seperti siang dengan malam berarti jauh (banyak) bedanya


Seperti tikus masuk perangkap berarti orang yang sudah kehilangan akal. Seperti tikus masuk perangkap juga berarti amat gelisah


Seperti ular mengutik-ngutik ekor berarti bergerak terus dengan gelisah (karena marah dan sebagainya)


Suarang ditagih, sekutu dibelah berarti harta milik bersama atau persekutuan dibagi sebagaimana mestinya apabila suami istri atau orang berekanan bercerai atau berpisah


Suaranya seperti membelah betung berarti suaranya tidak enak pada pendengaran (karena terlalu kuat dan sebagainya)


Subur karena dipupuk, besar karena diambak; besar diambak, tinggi dianjung subur-karena-dipupuk,-besar-karena-diambak;-besar-diambak,-tinggi-dianjung
Subur karena dipupuk, besar karena diambak. Subur karena dipupuk, besar karena diambak; besar diambak, tinggi dianjung juga berarti besar diambak, tinggi dianjung berarti orang besar atau tinggi kedudukannya karena dimuliakan oleh anak buahnya atau pengikutnya

Sudah arang-arang hendak minyak pula berarti sesudah dicemarkan nama seseorang, hendak bermanis-manis pula kepada orang itu


Sudah bertarah berdongkol pula berarti sesudah perkara yang satu dibereskan, timbul lagi perkara yang lain


Sudah beruban baru berguam berarti dikatakan kepada orang tua yang tingkah lakunya seperti orang muda


Sudah biasa makan emping berarti sudah berpengalaman


Sudah dapat gading bertuah, tanduk tiada berguna lagi berarti setelah mendapatkan yang lebih baik, yang kurang baik ditinggalkan


Sudah dikecek, dikecong pula berarti dua kali tertipu


Sudah gaharu cendana pula sudah tahu bertanya pula berarti pura-pura tidak tahu


Sudah genap bilangannya berarti sudah sampai ajalnya


Sudah jatuh ditimpa tangga berarti mendapat kesusahan (kecelakaan) secara berturut-turut


Sudah kenyang makan kerak berarti sudah banyak pengalaman


Sudah masuk angin berarti perihal suatu perkara yang sudah dicampuri orang lain sehingga tidak benar lagi


Sudah mengilang membajak pula berarti tidak henti-hentinya bekerja (menderita kesusahan dan sebagainya)


Sudah panjang langkahnya berarti sudah meninggal


Sudah seasam segaramnya berarti sudah tidak ada celanya (tentang pekerjaan, perbuatan)


Sudah seasam segaramnya berarti sudah baik benar (tidak ada celanya)

Sudah terantuk baru tengadah berarti sesudah merugi (menderita kecelakaan) baru sadar


Sudah terantuk, baru tengadah berarti baru ingat sesudah merugi

Sudah terlalu hilir malam, apa hendak dikata lagi berarti perbuatan salah yang telanjur


Sudah tidak tersudu oleh angsa, baharu diberikan kependekand itik berarti orang kecil hanya beroleh apa-apa yang tidak dapat digunakan oleh orang besar


Sudu-sudu di tepi jalan dipanjat kena durinya, disinggung kena rabasnya, ditakik kena getahnya berarti orang yang tidak dapat dikalahkan


Sukar kaji pada orang alim, sukar uang pada orang kaya berarti orang pandai biasanya baru mau memutuskan suatu persoalan apabila sudah mempertimbangkan dalam-dalam. Sukar kaji pada orang alim, sukar uang pada orang kaya juga berarti orang kaya baru mau mengeluarkan uang kalau ada untungnya


Suku tak boleh dianjak, malu tak boleh diagih berarti orang yang sekaum harus sehina semalu (hina seorang hina semuanya, malu seorang malu semuanya)


Sumbing melukai, retak melampaui tara garis berarti kesalahan besar


Sumur digali air terbit berarti beroleh sesuatu lebih daripada yang diharapkan


Sungguhpun kawat yang dibentuk, ikan di laut yang diadang berarti sungguhpun tampaknya tidak ada suatu maksud, tetapi ada juga yang dituju


Tabuhan meminang anak labah-labah berarti tidak seimbang (tentang perjodohan)


Tahan jerat sorong kepala berarti hendak mencelakakan orang lain akhirnya dia sendiri yang mendapat celaka


Tahu asam garamnya berarti tahu seluk-beluknya (baik buruknya)


Tahu di angin berkisar berarti tahu akan perubahan hati (maksud, keinginan) seseorang


Tahu di angin turun naik berarti tahu akan gelagat sesuatu yang akan terjadi


Tahu di asin garam berarti banyak pengalaman


Tak ada beras yang akan ditanak berarti tidak ada kelebihan yang pantas dikemukakan


Tak ada gading yang tak retak berarti tidak ada sesuatu yang tidak ada cacatnya


Tak ada guruh bagi orang pekak, tak ada kilat bagi orang buta berarti bagi orang yang sangat bodoh pidato yang bagus dan dalam isinya tidak ada faedahnya


Tak ada kusut yang tak selesai berarti tidak ada perselisihan yang tidak dapat didamaikan


Tak ada laut yang tak berombak berarti setiap pekerjaan (usaha) selalu ada risiko dan kesukarannya


Tak ada padi yang bernas setangkai berarti tidak ada satu pun yang sempurna


Tak ada pendekar yang tak bulus berarti tidak ada orang yang tidak pernah membuat kesalahan


Tak ada pendekaryang tak bulus berarti tidak ada orang yang tidak pernah membuat kesalahan


Tak air talang dipancung berarti tidak segan melakukan apa saja untuk mencapai maksudnya


Tak akan takkan lari gunung dikejar, hilang kabut tampaklah dia berarti jangan tergesa-gesa dalam mengerjakan (mencapai) sesuatu yang telah pasti


Tak beban batu digalas tiada beban mencari beban berarti sudah senang mencari kesusahan (kesukaran)


Tak berasak lenggang dari ketiak berarti tidak berubah-ubah (itu-itu juga, dia-dia juga)


Tak berkain sehelai benang berarti serba kekurangan (miskin sekali)


Tak emas bungkal diasah berarti tidak peduli apa pun diperbuat, asal tercapai maksudnya


Tak jauh rebung dari rumpunnya berarti tabiat anak tidak akan berbeda jauh dengan orang tuanya


Tak kan lari gunung dikejar, hilang kabut tampaklah dia berarti sesuatu yang sudah pasti (diperoleh) sehingga tidak perlu tergopoh-gopoh (diburu-buru) benar dalam mengerjakannya


Tak lapuk di hujan, tak lekang di panas berarti tetap selamanya. Tak lapuk di hujan, tak lekang di panas juga berarti tidak mengalami perubahan


Tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan berarti tetap tidak berubah selamanya (tentang adat)


Tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan berarti tetap tidak berubah

Tak putus dirundung malang berarti tiada putusnya, tiada henti-hentinya mendapat celaka


Tak sungguh seluang melaut, akhirnya balik ke tepi juga berarti tidak betah tinggal di perantauan. Tak sungguh seluang melaut, akhirnya balik ke tepi juga juga berarti orang yang meninggalkan kaumnya (keluarganya), tetapi akhirnya kembali juga


Tak tanduk telinga dipulas berarti tindakan apa pun dilakukan asal dapat merugikan lawan (membalas dendam)


Tak terkayuhkan lagi biduk hilir berarti sudah lemah sekali (tak kuasa lagi melanjutkan usaha)


Takut di hantu, terpeluk ke bangkai berarti mendapat kesusahan (kecelakaan) karena takut akan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditakuti


Takutkan tuma, dibuangkan kain berarti sayang akan sesuatu yang tidak berharga, tetapi dapat kerugian besar


Tali busur tidak selamanya dapat diregang berarti orang tidak selamanya bekerja terus-menerus, tetapi mesti ada istirahatnya


Tali jangan putus, kaitan jangan rekah berarti perkara harus diputus seadil-adilnya agar kedua belah pihak yang beperkara sama-sama senang


Tali tiga lembar tak suang-suang putus berarti bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh


Tali yang tiga lembar itu tak suang-suang putus berarti bersatu teguh, bercerai runtuh


Tampak gabak di hulu gabak di hulu tanda akan hujan berarti ada tanda-tanda akan terjadi sesuatu


Tampak tembelangnya berarti kelihatan kebusukannya (kekurangannya, kejahatannya, dan sebagainya)


Tampuk bertangkai berarti ada bukti (keterangan, alasan, jaminan) yang kuat


Tampuknya masih bergetah berarti masih cukup penghidupannya


Tanah lembah kandungan air, kayu bengkok titian kera berarti kejahatan tidak terjadi kalau tidak disebabkan oleh keadaan lain


Tanam lalang tak akan tumbuh padi berarti melakukan kejahatan, kejahatan juga balasnya


Tanduk di kepala tak dapat digelengkan berarti tidak dapat mengelakkan diri dari kewajiban yang harus dikerjakan


Tangan kanan jangan percaya akan tangan kiri berarti jangan selamanya percaya begitu saja kepada sahabat karena kerap kali sahabat juga yang mencelakakan kita


Tangan mencencang memetik, menetak bahu memikul berarti siapa yang salah harus menanggung hukuman


Tangan mencencang bahu memikul berarti siapa yang bersalah harus dihukum. Tangan mencencang bahu memikul juga berarti perbuatan jahat harus diberi hukuman yang setimpal


Tangan mencencang bahu memikul berarti siapa bersalah harus berani menerima hukuman. Tangan mencencang bahu memikul juga berarti siapa yang berbuat harus berani bertanggung jawab

Tangan menetak mencencang bahu memikul berarti harus berani menanggung kesalahan yang telah diperbuat


Tangan menggenggam tangan berarti sangat kikir


Tangguk lerek dengan bingkainya berarti suami istri yang hidup rukun sampai tua


Tangguk rapat, keruntung bubus berarti suami pandai mencari uang, tetapi istrinya terlampau pemboros


Tebu masuk di mulut gajah berarti binasa sama sekali (sudah tidak tertolong lagi)


Tebu setuntung masuk geraham gajah berarti pemberian sedikit kepada orang kaya tidak ada harganya


Tegak pada yang datang berarti tetap pendiriannya. Tegak pada yang datang juga berarti tetap memegang keadilan (kebenaran)


Tegak sama tinggi, duduk sama rendah berarti sama tingkatnya (derajat kedudukannya)


Teguh berpaling, duduk berkisar berarti berlainan dengan apa yang telah dikatakan atau dijanjikan


Telaga di bawah gunung berarti perempuan yang mendatangkan untung kepada suaminya


Telaga mencari timba berarti perempuan mencari laki-laki


Telah berasap hidungnya berarti telah memperoleh keuntungan setelah lama menderita kekurangan


Telah dapat gading bertuah, terbuang tanduk kerbau mati berarti karena mendapat yang lebih baik, yang lama atau yang kurang baik dibuang


Telah mati yang bergading berarti telah meninggal orang yang berkuasa (disegani)


Telah mengguncang girik berarti sudah tua sekali


Telah penuh sebagai bersukat berarti habis kesabaran


Telur di ujung tanduk berarti dalam keadaan yang sangat sulit (berbahaya)


Telur sesangkak, pecah satu pecah semua berarti bersatu hati dalam segala hal


Tempat makan jangan dibenahi berarti kita jangan berbuat tidak senonoh di tempat kita menumpang. Tempat makan jangan dibenahi juga berarti jangan berbuat jahat kepada orang yang berlaku baik kepada kita


Tengah tapak bayang-bayang berarti tengah hari tepat (pukul 12.00)


Tentang mata dengan mata antara empat mata berarti berhadap-hadapan dua orang saja


Tepuk berbalas, alang berjawat berarti perbuatan jahat dibalas dengan kejahatan, kebaikan dibalas dengan kebaikan


Tepung kena ragi berarti sudah terjadi (berjalan baik-baik)


Terajar pada banting pincang berarti tidak ada gunanya mengajar orang yang keras kepala


Teralang-alang bagaikan sampah dalam mata berarti hinaan dan sebagainya yang selalu teringat dan terasa di dalam hati


Terang bagai bulan berarti sudah nyata sekali (tentang kesalahan). Terang bagai bulan juga berarti terang sekali


Terang kabut, teduh hujan berarti telah senang (aman dan sebagainya) kembali sehabis menderita kesusahan dan sebagainya


Terapung sama hanyut, terendam sama basah berarti sehidup semati. Terapung sama hanyut, terendam sama basah juga berarti senasib sepenanggungan


Terapung tak hanyut, terendam tak basah berarti belum tentu kesudahannya (tentang perkara dan sebagainya)


Terapung tak hanyut, terendam tak basah berarti belum ada keputusan atau ketentuan

Teras terunjam, gubal melayang berarti penduduk asli akan tetap tinggal di negerinya apabila orang asing pergi


Terbang bertumpu hinggap mencekam berarti jika merantau hendaklah menghubungi (mencari) kaum kerabat tempat menumpangkan diri


Terbayan disangka tubuh berarti mengharapkan sesuatu yang belum pasti


Terbayan sepanjang badan berarti tepat benar menurut keadaannya (harapannya, kemampuannya, dan sebagainya)


Terbayan tidak sepanjang badan berarti berbuat sesuatu yang melebihi dari (tidak sesuai dengan) kemampuannya


Terbulang ayam betina berarti orang yang disangka berani dan sebagainya, ternyata tidak


Tercacak seperti lembing tergadai berarti tertegak dan terdiam tercengang-cengang


Tercincang puar bergerak andilau berarti jika seseorang dihina, tentu keluarga atau kaumnya akan turut tersinggung juga


Terconteng arang di muka berarti mendapat malu


Tercoreng arang di dahi kening, muka berarti mendapat malu


Terdesak padang ke rimba berarti hilang akal


Terdorong gajah karena besarnya berarti berbuat sesuatu yang kurang baik karena kekuasaannya


Tergantung tidak bertali berarti perempuan yang tidak diurus lagi oleh suaminya, tetapi tidak dapat meminta cerai


Tergerenyeng-gerenyeng bagai anjing disua antan berarti seorang penakut yang menepi-nepi karena ingin lari


Terikat kaki tangan berarti tidak bebas (berkuasa) lagi


Terkalang di mata, terasa di hati berarti ada sesuatu yang akan dikemukakan, tetapi belum tersampaikan (terkatakan)


Terlampau dikadang mentah berarti karena terlampau diperbagus, sebaliknya malahan menjadi buruk


Terlampau panggang angus berarti kalau terlampau meninggi-ninggikan diri, akhirnya akan jatuh juga


Terlindung oleh sanggul berarti laki-laki yang serba kalah oleh istrinya


Terlongsong perahu boleh balik, terlongsong cakap tak boleh balik berarti perkataan yang tajam kerap kali menjadikan celaka diri dan tidak dapat ditarik kembali, sebab itu jika orang hendak berucap, hendaklah dipikirkan lebih dahulu


Termakan di cirit berendang berarti termakan guna-guna sehingga dikuasai benar oleh orang lain


Terpasang jerat halus berarti terkena muslihat


Terpegang di abu hangat berarti mendapat atau mencampuri sesuatu yang menyusahkan saja


Terpeluk di batang dedap berarti malang. Terpeluk di batang dedap juga berarti sial


Terpijak bara hangat berarti sangat gelisah. Terpijak bara hangat juga berarti tidak dapat tenang


Terpijak bayang-bayang berarti waktu tengah hari kira-kira pukul 12.00


Terpijak benang arang hitam tampak berarti berbuat sesuatu harus berani menanggung akibat


Tersabung akan induk ayam tersabung akan itik berarti sangat kecewa (tidak sesuai dengan dugaan semula)


Tersendeng-sendeng bagai sepat di bawah mengkuang berarti orang yang kecil dan hina hendak mendekat kepada orang besar dan mulia, nyatanya kelihatan takut dan malu


Tersesak padang ke rimba ke tebing berarti sudah habis akal (tidak berdaya lagi)


Tersesak undang kependekand yang runcing tiada dapat bertenggang lagi berarti habis akal budi (bicara). Tersesak undang kependekand yang runcing tiada dapat bertenggang lagi juga berarti habis ikhtiar sehingga tidak dapat berupaya lagi


Tersingit-singit bagai katung di bawah reba berarti sangat merendahkan diri seperti orang kecil (orang bawahan) yang takut dan malu hendak mendekati orang besar atau berkedudukan tinggi


Tertambat hati terpaut sayang berarti sangat cinta


Tertangkap basah berarti tertangkap ketika sedang berbuat kejahatan. Tertangkap basah juga berarti tertangkap tangan


Tertangkap di ikan kalang berarti berhadapan dengan orang pandai, kaya, berani, dan sebagainya


Tertangkup sama termakan tanah, telentang sama terminum air berarti sama-sama dalam suka dan duka


Tertelentang berisi air, tertiarap berisi tanah berarti perihal orang yang terlalu miskin (lemah), tiada berdaya


Tertelentang sama terminum air, tertelungkup sama termakan tanah berarti seia sekata. Tertelentang sama terminum air, tertelungkup sama termakan tanah juga berarti sama-sama merasakan keberuntungan atau kerugian


Tiada beban batu digalas berarti mencari kesukaran (kesusahan)


Tiada berkubak yang tiada berkodok berarti tidak ada negeri yang tidak ada keburukannya


Tiada kayu janjang dikeping berarti suatu hal yang tidak dapat ditangguhkan, kalau tidak, akan mendatangkan malu


Tiada mengetahui hulu hilirnya berarti tidak mengetahui ujung pangkalnya (tidak tahu apa-apa dalam suatu urusan)


Tiada rotan akar pun berguna jadi berarti kalau tidak ada yang baik, yang kurang baik pun boleh juga (meskipun kurang baik dapat dipakai juga)


Tiada terbawa sekam segantang berarti sangat lemah (tidak berkekuatan)


Tiada terempang peluru oleh lalang berarti kehendak orang yang berkuasa tidak tertahan oleh orang yang lemah


Tiang pandak hendak menyamai tiang panjang berarti hendak meniru-niru perbuatan orang besar atau kaya, akhirnya diri binasa


Tiba di perut dikempiskan, tiba di mata dipicingkan, tiba di dada dibusungkan berarti perbuatan tidak adil (seperti terhadap a bersikap keras, terhadap b bersikap lembut)


Tidak ada orang menggaruk ke luar badan berarti biasanya orang berpihak kepada kaum keluarganya (golongannya) apabila ada perselisihan


Tidak berluluk mengambil cekarau berarti mendapat untung tidak dengan bersusah payah


Tidak dibawa orang sehilir semudik berarti tidak dibawa orang bergaul (tersisih) dalam masyarakat karena suatu sebab atau karena tingkah lakunya tidak disetujui masyarakat


Tidak hujan lagi becek, ini pula hujan berarti sedangkan kita tidak berbuat saja disangka orang, terlebih pula kalau kita benar-benar berbuat


Tidak kekal bunga karang berarti hal kekayaan (kemuliaan, hasil, dan sebagainya) yang tidak berlangsung lama


Tidak kelih mau tengok berarti ingin mendapat sesuatu, tetapi segan berusaha


Tidak makan benang berarti tidak masuk akal. Tidak makan benang juga berarti tidak benar


Tidak terindang dedak basah berarti perkara (perselisihan dan sebagainya) yang sangat sulit penyelesaiannya


Tidur di atas miang enjelai berarti tidak dapat tenang (selalu gelisah)


Tidur tak lelap, makan tak kenyang berarti sangat gelisah (karena bersusah hati, banyak pikiran, dan sebagainya)


Tinggal kelopak salak berarti sangat papa. Tinggal kelopak salak juga berarti sangat miskin


Tinggal sehelai sepinggang berarti tinggal pakaian yang melekat pada tubuhnya. Tinggal sehelai sepinggang juga berarti menjadi miskin


Tinggi banir tempat berlindung berarti setiap hal yang istimewa ada faedahnya asal tahu menggunakannya


Tinggi gelepur rendah laga berarti banyak cakapnya, tetapi tidak ada isinya (hasilnya, pekerjaannya). Tinggi gelepur rendah laga juga berarti sombong


Tinggi terbawa oleh ruasnya berarti seseorang yang masih bodoh walaupun sudah besar


Tingkalak menghadap mudik, lukah menghadap hilir berarti segala sesuatu menurut adatnya (sifatnya, kelazimannya)


Tohok lembing ke semak berarti (perbuatan yang) sia-sia


Tohok tunggang ke buruh ke bawah berarti mudah mencelakakan orang yang di bawah perintahnya


Tolak tangga berayun kaki berarti membuang kehidupan yang sudah enak


Tong kosong nyaring bunyinya berarti orang yang bodoh biasanya banyak bualnya (cakapnya)


Tongkat membawa rebah berarti orang yang disuruh menjaga sesuatu, tetapi dia sendiri yang merusaknya (mencuri dan sebagainya)


Tuah anjing, celaka kuda berarti nasib manusia tidak sama, ada yang beruntung dan ada pula yang celaka (tidak beruntung)


Tuah melambung tinggi, celaka menimpa, celaka sebesar gunung berarti berilmu tinggi, tetapi tidak mempunyai pekerjaan yang tetap sehingga hidupnya selalu susah juga


Tuak terbeli, tunjang hilang berarti mendapat celaka (kekecewaan dan sebagainya)


Tuak terbeli, tunjang hilang berarti mendapat celaka (kekecewaan dan sebagainya)

Tunggang hilang berani mati berarti tidak takut apa pun


Tunjuk lurus, kelingking berkait berarti lahirnya tampak baik, tetapi hatinya jahat


Udang dalam tangguk berarti sangat gelisah (susah dan sebagainya)


Udang hendak mengatai ikan berarti tidak insaf akan aibnya sendiri


Udang tak tahu bungkuknya berarti tidak tahu akan kekurangan dirinya


Udang tak tahu di bungkuknya berarti tidak tahu akan cacat dan celanya sendiri


Uir-uir minta getah berarti orang yang melakukan suatu perbuatan yang membahayakan diri sendiri


Ujung jarum halus kelindan sutra berarti tipu muslihat yang sangat halus


Umpama air digenggam tiada tiris berarti hal orang yang sangat kikir, tidak sedikit pun terbuka tangannya untuk menolong orang yang sengsara


Umpat tidak membunuh, puji tidak mengenyang berarti baik celaan maupun pujian tidak perlu dihiraukan


Umur setahun jagung darah setampuk pinang berarti masih sangat muda. Umur setahun jagung darah setampuk pinang juga berarti belum berpengalaman


Unjuk yang tidak diberikan berarti berjanji akan memberi sesuatu, tetapi hanya kata-kata (tidak dipenuhi)


Untung ada tuah tiada berarti ada kekayaan, tetapi tidak bahagia hidupnya. Untung ada tuah tiada juga berarti murah rezekinya, tetapi selalu habis saja


Untung sabut timbul, untung batu tenggelam berarti tidak seorang pun yang dapat menghindari nasibnya


Usang dibarui, lapuk dikajangi berarti mana-mana yang kurang baik diperbaiki


Utang pinjam kayu ara berarti (utang yang akan dibayar apabila kayu ara tidak bergetah) utang yang tidak akan dibayar


Utang emas boleh dibayar utang budi dibawa mati berarti budi baik orang hanya dapat dibalas dengan kebaikan pula


Utang emas dapat dibayar, utang budi dibawa mati berarti kebaikan hati orang akan diingat selama-lamanya


Utang selilit sebelit pinggang utang tiap helai bulu berarti utangnya banyak sekali


Wau melawan angin berarti perbuatan yang sia-sia


Yang berbaris yang berpahat, yang bertakuk yang bertebang berarti dikerjakan sebagaimana biasanya


Yang bertakuk yang ditebang, yang bergaris yang dipahat berarti sudah menurut aturan (adat) yang biasa


Yang bulat datang bergolek, yang pipih datang melayang berarti keun-tungan (kesenangan dan sebagainya) datang dari mana-mana


Yang dikandung berceceran, yang dikejar tiada dapat berarti barang yang sudah dimiliki hilang atau habis, sedangkan yang dicari tidak didapat


Yang dikejar tiada dapat, yang dikandung berceceran berarti karena mengharapkan keuntungan yang lain, yang sudah ada binasa dan habis


Yang dikejar tidak dapat, yang dikandung berceceran berarti yang diharapkan tidak diperoleh, bahkan yang telah ada menjadi hilang


Yang enggang sama enggang juga, yang pipit sama pipit juga berarti lebih baik berkumpul (berjodoh dan sebagainya) dengan orang yang sama derajatnya (tingkatannya)


Yang lahir menunjukkan yang batin berarti kelakuan orang menunjukkan tabiatnya atau perasaan hatinya


Yang merah saga, yang kurik kundi berarti yang indah dan yang baik ialah budi bahasa, bukan rupa atau wajah


Yang pipit sama pipit, yang enggang sama enggang berarti bergolong-golong menurut derajat atau pangkat masing-masing. Yang pipit sama pipit, yang enggang sama enggang juga berarti persahabatan (perjodohan) baru sempurna kalau sama tingkat derajatnya


Yang rebah ditindih berarti yang sudah celaka (miskin) bertambah celaka (miskin)


Yang secupak takkan jadi segantang berarti sesuatu yang sudah pasti (tidak dapat diubah lagi)


Yang sesukat tak akan jadi segantang berarti nasib orang tidak dapat diubah


Yang teguh disokong, yang rebah ditindih berarti yang sudah kuat (kaya dan sebagainya) dibantu, sedang yang lemah (miskin dan sebagainya) ditindas


Yang terbujur lalu, yang terlintang patah berarti siapa yang tidak melawan akan selamat, yang menentang akan binasa (sesuatu yang harus diturut)


Adage berarti (Kata benda) artinya pepatah, peribahasa.

Demikian arti, makna, pengertian dan definisi dari kata g menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan juga rangkuman dari berbagai sumber lainnya.

Semoga dapat bermanfaat. Anda dapat memberikan kritik dan saran melalui halaman Hubungi Kami.

Terima kasih

Pencarian


Arti Antonim Sinonim
Rima

Daftar Isi

Rima
Antonim
Sinonim
Arti Kata
Arti Istilah
Arti Peribahasa
Arti Tanggal


Terkait

Rima Kata G


Instal Aplikasi Apaarti

Untuk akses lebih cepat dan mudah