Arti Kata Hulu Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Dirangkum pada hari Senin 23 September 2019 oleh Staf


Hulu memiliki 6 arti. Hulu adalah sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda. Hulu memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga hulu dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan. Hulu termasuk dalam ragam bahasa klasik.

Arti hulu

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: nomina
Ragam: klasik
Lain: -
Arti: Hulu berarti bagian tubuh dari leher ke atas. Hulu juga berarti kepala
Contoh: Gering hulu, sakit kepala, kalang hulu, bantal, alas kepala pada waktu tidur

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: nomina
Ragam: klasik
Lain: -
Arti: Hulu berarti bagian atas (sungai dan sebagainya). Hulu juga berarti udik. Hulu juga berarti ujung
Contoh: Ia pernah berlayar ke hulu sungai musi

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: nomina
Ragam: klasik
Lain: -
Arti: Hulu berarti desa. Hulu juga berarti udik
Contoh: Orang hulu

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: nomina
Ragam: klasik
Lain: -
Arti: Hulu berarti pegangan (pada pisau, keris)
Contoh: Hulu pisau, hulu keris

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: nomina
Ragam: klasik
Lain: -
Arti: Hulu berarti permulaan. Hulu juga berarti pangkal. Hulu juga berarti awal
Contoh: Hulu musim, hulu malang

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: nomina
Ragam: klasik
Lain: -
Arti: Hulu berarti teks berupa tanggal, nomor halaman, dan judul dokumen yang diletakkan di bagian atas halaman dokumen

Kata dengan kata dasar hulu

Penghulu berarti orang yang memimpin

Penghulu berarti kepala. Penghulu juga berarti ketua
Contoh: Penghulu kampung, penghulu negeri, penghulu kawal

Penghulu berarti kepala adat

Penghulu berarti kepala urusan agama islam di kabupaten atau kota madya

Penghulu berarti penasihat urusan agama islam di pengadilan negeri. Penghulu juga berarti kadi

Penghulu berarti suku bangsa di provinsi jambi

Penghulu berarti bahasa yang dituturkan oleh suku penghulu

Berhulu berarti memakai pegangan atau hulu (tentang pedang, keris, pisau)
Contoh: Keris berhulu gading

Berhulu berarti bermata air
Contoh: Sungai itu berhulu di gunung semeru

Berhulukan berarti berhulu

Menghulu berarti pergi (berlayar) ke hulu sungai. Menghulu juga berarti mudik

Menghulukan berarti mendahului. Menghulukan juga berarti memimpin. Menghulukan juga berarti mengepalai

Penghuluan berarti daerah hulu sungai. Penghuluan juga berarti daerah pedalaman
Contoh: Ia bertugas di penghuluan kalimantan selama sepuluh tahun

Istilah dengan kata dasar hulu

Hulu hati berarti lekuk di antara perut dan tulang dada

Hulu hilir berarti hulu dan hilir

Hulu hilir berarti ujung pangkal

Hulu kepala berarti ubun-ubun

Hulu kerongkongan berarti faring

Hulu ledak eksplosif berarti hulu ledak yang digunakan untuk memecah dan merusak area dengan gelombang kejut

Hulu ledak konvensional berarti hulu ledak yang isinya berupa bubuk mesiu dan energi ledakan dilontarkan dengan sebuah pemicu

Hulu ledak berarti peranti eksplosif yang biasa dipakai dalam konflik militer untuk menghancurkan kendaraan atau gedung musuh, biasanya ditempelkan pada sebuah rudal, roket, atau torpedo

Hulu sungai berarti sungai sebelah atas. Hulu sungai juga berarti udik

Penghulu andika berarti pemimpin yang memerintah

Penghulu bendahari berarti kepala bendahari

Penghulu sambang berarti kepala ronda

Peribahasa dengan kata hulu

Bak menanti orang dahulu, bak pelalah orang kudian berarti melakukan sesuatu yang sia-sia

Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian berarti bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian

Berguru dahulu sebelum bergurau berarti belajar dahulu sebelum bersenang-senang

Dahulu bajak daripada jawi berarti sesuatu yang patut didahulukan dikemudiankan dan sebaliknya. Dahulu bajak daripada jawi juga berarti tidak menurut aturan yang biasa

Dahulu timah, sekarang besi berarti dikatakan tentang seseorang yang turun martabatnya (gengsinya atau kedudukannya). Dahulu timah, sekarang besi juga berarti orang kaya yang telah habis harta bendanya

Hulu malang pangkal celaka berarti asal suatu kecelakaan

Hulu mujur pandai bertenggang bertengkar, hulu baik pandai memakai berarti pandai hidup dan pandai bergaul

Ikan di hulu, tuba di hilir berarti perbuatan yang sia-sia

Jelatang di hulu air berarti sesuatu yang selalu menyusahkan

Jikalau di hulu airnya keruh, tak dapat tidak di hilirnya keruh juga berarti jika seseorang jahat asalnya, jahat juga kelakuannya

Kalau sorok lebih dahulu daripada tokok, tidak mati babi berarti kalau lagak atau bual yang didahulukan, maksud tidak akan tercapai

Kata dahulu bertepati, kata kemudian kata bercari berarti sesuatu yang telah dijanjikan (ditentukan) dahulu harus ditepati, sedangkan hal yang timbul kemudian (belakangan) harus dimufakatkan lagi

Kata dahulu bertepati, kata kemudian kata bercari berarti janji harus ditepati dan hanya boleh diubah setelah diperoleh kebulatan kata pula

Ke hulu kena bubu, ke hilir kena tengkalak berarti tidak dapat terhindar dari bahaya

Ke hulu menongkah surut, ke hilir menongkah pasang berarti orang yang selalu sial

Ke hulu menongkah surut, ke hilir menongkah pasang berarti selalu sial

Ke mudik tentu hulunya, ke hilir tentu muaranya berarti suatu maksud atau niat hendaklah tentu wujud atau tujuannya. Ke mudik tentu hulunya, ke hilir tentu muaranya juga berarti kokoh, baik dalam soal yang kecil-kecil maupun dalam soal yang besar-besar

Orang terpegang pada hulunya, awak terpegang pada matanya berarti dalam perjanjian atau perkara orang lebih kuat pendiriannya daripada kita

Pahit dahulu, manis kemudian berarti hendaklah ditentukan syarat-syarat yang nyata dahulu supaya tidak timbul perselisihan di belakang (dalam membuat perjanjian)

Pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna berarti apabila hendak melakukan atau mengerjakan sesuatu, hendaknya dipertimbangkan lebih dahulu baik buruknya

Sedap dahulu pahit kemudian berarti bersenang-senang dahulu, akhirnya mendapat kesusahan

Sesal pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna berarti pikir dulu masak-masak (baik-baik) sebelum berbuat sesuatu (agar tidak menyesal kelak)

Sesal dahulu yang bertuah, sesal kemudian yang celaka berarti setiap perbuatan hendaklah ditimbang masak-masak agar tidak menyesal

Seperti batang mengkudu, dahulu buah daripada bunga berarti perihal orang yang mau lekas marah sebelum diketahui benar kesalahan orang yang hendak dimarahinya

Seperti menanti orang dahulu, mengejar orang kemudian berarti perbuatan yang sia-sia

Tak tentu hilirnya, tidak berketentuan hulu hilirnya berarti tidak tentu maksud dan tujuannya

Tampak gabak di hulu gabak di hulu tanda akan hujan berarti ada tanda-tanda akan terjadi sesuatu

Tiada berketentuan hulu hilirnya berarti tidak tentu maksud dan tujuannya

Tiada mengetahui hulu hilirnya berarti tidak mengetahui ujung pangkalnya (tidak tahu apa-apa dalam suatu urusan)

Demikian arti, makna, pengertian dan definisi dari kata hulu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan juga rangkuman dari berbagai sumber lainnya.

Semoga dapat bermanfaat. Anda dapat memberikan kritik dan saran melalui halaman Hubungi Kami.

Terima kasih