Arti Kata Mengerti Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Dirangkum pada hari Sabtu 21 September 2019 oleh Staf


Mengerti memiliki 2 arti. Mengerti berasal dari kata dasar erti. Mengerti memiliki arti dalam kelas verba atau kata kerja sehingga mengerti dapat menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya.

Arti mengerti

Dasar: erti
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: verba
Ragam: -
Lain: -
Arti: Mengerti berarti (telah dapat) menangkap (memahami, tahu) apa yang dimaksud oleh sesuatu. Mengerti juga berarti paham
Contoh: Rupanya ia tidak mengerti maksud perkataan itu, berkali-kali diajar, belum mengerti juga

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: -
Ragam: -
Lain: -
Arti: Mengerti berarti bentuk tidak baku dari erti

Arti kata erti

Erti berarti arti

Kata dengan kata dasar erti

Mengerti berarti (telah dapat) menangkap (memahami, tahu) apa yang dimaksud oleh sesuatu. Mengerti juga berarti paham
Contoh: Rupanya ia tidak mengerti maksud perkataan itu, berkali-kali diajar, belum mengerti juga


Mengerti berarti bentuk tidak baku dari erti

Mengertikan berarti menjadikan (membuat) mengerti
Contoh: Memang sukar mengertikan orang setolol dia


Pengertian berarti gambaran atau pengetahuan tentang sesuatu di dalam pikiran. Pengertian juga berarti pemahaman
Contoh: Ia memberi pengertian luas


Pengertian berarti kesanggupan inteligensi untuk menangkap makna suatu situasi atau perbuatan

Peribahasa dengan kata erti

Seperti abu di atas tanggul berarti tidak tetap kedudukannya (sewaktu-waktu dapat dipecat dan sebagainya)


Seperti anjing terpanggang ekor berarti mendapat kesusahan yang amat sangat sehingga tidak keruan tingkah lakunya


Seperti disalak anjing bertuah berarti tidak dapat bertangguh lagi


Bagai kapal tidak bertiang berarti perihal negeri atau perkumpulan (perhimpunan) yang tidak mempunyai pemimpin


Bagai serangkak tertimbakan berarti berjalan miring karena cacat pada tubuhnya


Beroleh badar tertimbakan berarti mendapat keuntungan yang tidak disangka-sangka


Bersukat darah, bertimbang daging dengan berarti berperang mati-matian (dengan)


Bertanjak baru bertinjau berarti melakukan sesuatu sebagaimana mestinya


Bertiraikan banir berarti tidak mempunyai rumah


Bertitah lalu sembah berlaku berarti jika kehendak orang lain kita turut, kehendak kita pun akan diturut juga


Biar singit jangan tertiarap berarti jika mendapat kerugian (kesusahan dan sebagainya), hendaklah diikhtiarkan agar tidak terlalu rugi dan sebagainya. Biar singit jangan tertiarap juga berarti tidak apa-apa rugi sedikit, asal jangan habis sama sekali (hartanya)


Dianjungkan seperti payung, ditambak seperti kasur berarti sangat. Dianjungkan seperti payung, ditambak seperti kasur juga berarti dimuliakan


Daripada hidup bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup berlumur tahi, lebih baik mati bertimbun bunga berarti daripada hidup menanggung malu, lebih baik mati


Gamak-gamak seperti menyambal berarti hanya dengan coba-coba atau kira-kira saja


Geleng seperti patung kenyang berarti berjalan dengan sombong. Geleng seperti patung kenyang juga berarti cong-kak


Hidung laksana kuntum seroja, dada seperti mawar merekah berarti perihal menyatakan keelokan bentuk hidung dan dada perempuan


Hidung seperti dasun tunggal berarti bentuk hidung yang bagus, bulat di muka dan lancip ke belakang. Hidung seperti dasun tunggal juga berarti mancung


Hidup bertimba uang berarti hidup boros (serba mewah, banyak membelanjakan uang)


Hidup seperti musang berarti tentang orang jahat (pencuri) yang pada siang hari tidak kelihatan tetapi pada malam hari merayap mencari mangsanya


Hitam seperti dawat berarti hitam berkilat-kilat


Laba tertinggal, harta lingkap berarti tidak beroleh laba sama sekali, bahkan modalnya ikut habis


Lengan seperti sulur bakung berarti lengan yang halus di ujung, besar di tengah, dan bulat di pangkalnya


Manis mulutnya bercakap seperti sautan manisan, di dalam bagai empedu berarti mulut manis (perkataan yang manis-manis) biasanya berisi tipu semu di dalamnya


Manis seperti gula derawa, manis bagai gula jawa berarti berpatutan, ibarat dua orang suami-istri yang sama elok rupanya


Mempertinggi semangat anjing berarti memperbaiki nama orang jahat (tentu sia-sia)


Mempertinggi tempat jatuh, memperdalam tempat kena berarti sengaja membesar-besarkan kesalahan sendiri sehingga mendapat hukuman (kerugian) yang berat


Mendapat badai tertimbakan berarti mendapat untung yang tidak disangka-sangka


Mengail berumpan, berkata bertipuan berarti kalau menghendaki sesuatu dari orang lain, harus pandai mengambil hatinya


Merayap-rayap seperti kangkung di ulak jamban berarti cepat berkembang biak


Orang mandi bersiselam, awak mandi bertimba berarti orang mendapat keuntungan besar berlimpah-limpah, kita mendapat keuntungan kecil saja


Padi sekepuk hampa, emas seperti loyang, kerbau sekandang jalang berarti seseorang yang tampak kaya, tetapi sebenarnya miskin


Pengaduan berdengar, salah bertimbang berarti keluh kesah mendapat perhatian dari orang yang berkuasa


Pepat kuku seperti bulan tiga hari berarti amat elok bentuk atau tokohnya


Pucat seperti mayat berarti sangat pucat, pucat pasi


Seperti katak di bawah tempurung berarti sangat picik pengetahuannya. Seperti katak di bawah tempurung juga berarti kurang luas pandangannya


Seperti belanda kesiangan berarti orang yang meniru-niru sikap belanda (pada zaman penjajahan)


Seperti belanda minta tanah, diberi kuku hendak menggarut berarti apabila seseorang diberi sedikit, ia meminta lebih banyak lagi


Seperti belanda minta tanah berarti perihal orang yang tamak, diberi sedikit hendak banyak, diberi banyak hendak semuanya


Seperti cina karam berarti riuh rendah. Seperti cina karam juga berarti hiruk-pikuk


Seperti air basuh tangan berarti sesuatu yang mudah didapat


Seperti anjing bercawat ekor berarti pergi atau menghindar karena malu dan sebagainya


Seperti antan pencungkil duri berarti pekerjaan atau usaha yang sia-sia


Seperti api dalam sekam berarti hal-hal tidak baik yang tidak tampak


Seperti api makan di dalam sekam berarti perasaan cinta kasih (dendam dan sebagainya) yang tersembunyi


Seperti ayam pulang ke pautan berarti sudah pada tempatnya


Seperti batang mengkudu, dahulu buah daripada bunga berarti perihal orang yang mau lekas marah sebelum diketahui benar kesalahan orang yang hendak dimarahinya


Seperti baung dipukul berarti menjerit-jerit


Seperti belut pulang ke lumpur berarti kembali ke tempat yang diinginkan (disenangi)


Seperti beranak besar hidung berarti perihal seseorang yang sebentar-sebentar menengok atau memperlihatkan barang yang baru diperolehnya


Seperti bertih direndang berarti berdetusan tidak henti-hentinya (bunyi senapan dan sebagainya)


Seperti biji saga rambat di atas talam berarti tidak berpendirian tetap. Seperti biji saga rambat di atas talam juga berarti selalu berubah


Seperti birah dengan keladi berarti hampir sama


Seperti birah tidak berurat berarti sangat malas (sebentar-sebentar berbaring dan sebagainya)


Seperti birah tumbuh di tepi lesung berarti lekas subur (besar)


Seperti bisai makan sepinggan berarti berpatutan (sesuai) benar


Seperti buah kedempung, di luar berisi di dalam kosong berarti orang yang sombong (banyak cakap), padahal tidak ada kelebihannya


Seperti bujuk lepas dari bubu berarti menghilang cepat setelah lepas dari bahaya


Seperti buku gaharu berarti baru memperlihatkan keunggulannya apa-bila perlu


Seperti bulan kesiangan berarti muka yang sangat pucat


Seperti burung gagak pulang ke benua berarti keadaan dan sifatnya tetap saja meskipun telah jauh merantau


Seperti cacing kepanasan berarti tidak tenang, selalu gelisah (karena susah, malu)


Seperti cembul dengan tutupnya dapat tutupnya berarti cocok sekali. Seperti cembul dengan tutupnya dapat tutupnya juga berarti sesuai benar


Seperti cincin dengan permata berarti sesuai benar


Seperti ditempuh gajah lalu berarti suatu hal yang tidak dapat ditutup-tutupi (disembunyikan)


Seperti durian dengan mentimun berarti orang yang lemah (miskin, bodoh) melawan orang yang kuat (kaya, pandai)


Seperti elang menyongsong angin berarti tidak gentar menghadapi musuh


Seperti embun di atas daun berarti selalu berubah (tentang niat, maksud)


Seperti embun di ujung rumput berarti lekas hilang (tentang cinta kasih dan sebagainya)


Seperti gadis jolong bersubang, bujang jolong bekerja berarti sangat berlagak (sombong)


Seperti gadis sudah berlaki berarti anak perawan yang tingkah lakunya kurang baik (pemalas, pengotor, dan sebagainya)


Seperti gajah dengan sengkelanya berarti sesuatu yang menyusahkan


Seperti gajah masuk kampung berarti orang yang berkuasa dapat berbuat sekehendak hati di dalam lingkungan orang yang lemah


Seperti gergaji dua mata berarti memperoleh keuntungan dari dua belah pihak


Seperti gerundang yang kekeringan berarti orang yang mendapat kesukaran dan tidak ada yang menolongnya


Seperti gerup dengan sisir berarti menunjukkan hubungan yang rapat sekali, seolah-olah tidak dapat bercerai


Seperti gula dalam mulut berarti pekerjaan yang sangat mudah. Seperti gula dalam mulut juga berarti sesuatu yang sudah dikuasai


Seperti gunting makan di ujung berarti perlahan-lahan (diam-diam tidak kentara), tetapi mengena atau tercapai apa yang dimaksudkan


Seperti harimau menyembunyikan kuku berarti (ungkapan untuk) orang yang menyembunyikan kepandaiannya dan sebagainya


Seperti ikan baung dekat pemandian berarti amat rakus (segala sesuatu yang ada dimakan)


Seperti ikan dalam air berarti senang sekali


Seperti ikan dalam belat berarti tidak dapat melepaskan diri lagi (dari tangan musuh)


Seperti ikan dalam tebat berarti rezeki yang sudah hampir dalam tangan


Seperti ikan kena tuba berarti bingung tidak keruan atau sudah tidak berdaya lagi


Seperti itik mendengar guntur berarti mengharapkan peruntungan dan sebagainya yang tidak tentu datangnya


Seperti janggut pulang ke dagu berarti sudah pada tempatnya


Seperti kambing dikupas hidup-hidup berarti menderita takut (sakit dan sebagainya) yang amat sangat


Seperti kambing putus tali berarti lekas atau cepat pergi dan sebagainya


Seperti kancah dibayar berarti ternganga dan terdiam saja (dalam percakapan, soal jawab, dan sebagainya)


Seperti kapak naik pemidangan peminangan berarti tidak pada tempatnya


Seperti kapak naik pemidangan peminangan berarti kurang cukup alat atau kepandaiannya dalam mengerjakan sesuatu

Seperti katak ditimpa kemarau berarti berkeluh kesah tidak keruan (hiruk-pikuk dan sebagainya). Seperti katak ditimpa kemarau juga berarti sangat gaduh


Seperti kedangkan dengan caping berarti orang-orang yang akrab dan suka tolong-menolong


Seperti kelekatu masuk api berarti tidak memedulikan bahaya maut


Seperti kepiting tidak tahu bungkuknya sebagai udang tak tahu bungkuknya berarti orang yang tidak tahu akan cacatnya, tidak sadar akan kebodohan dan kekurangannya


Seperti kera dapat bunga berarti tiada dapat menghargai keindahan (jasa, nilai, dan sebagainya)


Seperti kera dengan monyet berarti setali tiga uang. Seperti kera dengan monyet juga berarti sama saja


Seperti kera mendapat bunga seperti kera diberi kaca berarti mendapat sesuatu yang tidak dapat dipergunakan


Seperti kerbau dicocok hidung berarti menurut saja


Seperti keroncor dengan belangkas berarti sangat karib (tentang persahabatan)


Seperti ketiak ular, panjang lanjut tidak putus-putusnya berarti tidak berketentuan (baik buruknya)


Seperti kodok ditimpa kemarau berarti berkeluh kesah tidak keruan


Seperti kucing dibawakan lidi berarti sangat takut


Seperti kuda lepas dari pingitan berarti seseorang yang merasa gembira sekali karena bebas dari larangan, kungkungan, dan sebagainya


Seperti lampu kekurangan minyak berarti perihal seseorang yang hidup nya sangat melarat. Seperti lampu kekurangan minyak juga berarti perihal seseorang yang penyakitnya sudah sangat parah (sudah hampir mati)


Seperti lebah, mulut membawa madu, pantat membawa sengat berarti orang yang manis tutur katanya, tetapi berbahaya (jahat)


Seperti lepat dengan daun berarti tidak dapat berpisah antara satu dan yang lain


Seperti limau masak seulas berarti (orang) yang menonjol di antara saudara-saudaranya (lebih pandai, kaya, dan sebagainya)


Seperti lipas kudung berarti selalu bergerak (tentang tangan dan sebagainya)


Seperti lipas kudung berarti selalu dalam keadaan sibuk

Seperti lonjak alu penumbuk padi berarti berjalan dengan langkah yang gagah, tetapi sombong


Seperti mayat ditegakkan berarti berbadan kurus dan bermuka pucat


Seperti melukut di tepi gantang berarti tidak dapat berbuat apa-apa


Seperti memegang tali layang-layang berarti orang berkuasa (kaya) yang dapat berbuat sekehendak hatinya terhadap orang lemah


Seperti menangkap ikan dalam belanga berarti sesuatu yang sudah pasti akan didapat


Seperti menanti orang dahulu, mengejar orang kemudian berarti perbuatan yang sia-sia


Seperti menating minyak penuh berarti memperlakukan dengan sangat hati-hati (penuh kesayangan dan sebagainya)


Seperti menating minyak penuh berarti diperlakukan dengan penuh kasih sayang (hati-hati dan sebagainya)

Seperti menepung tiada berberas berarti banyak cakap, tidak berisi


Seperti mengilang manau berarti perbuatan yang sukar dilaksanakan. Seperti mengilang manau juga berarti sukar sekali


Seperti mentimun dengan durian berarti perlawanan yang tidak sebanding (antara orang lemah dan orang kuat, orang bodoh dan orang pandai)


Seperti misai pulang ke bibir berarti pulang ke asalnya. Seperti misai pulang ke bibir juga berarti sudah pada tempatnya


Seperti orang kecabaian berarti sangat gelisah (tidak tenang duduknya dan sebagainya)


Seperti orang mati jika tiada orang mengangkat bila akan bergerak berarti seseorang yang daif yang tidak mempunyai daya upaya, jika tiada orang menolongnya niscaya akan makin susah


Seperti panji, ditiup angin berkibar-kibaran berarti tidak tetap pendirian, ikut pihak yang kuat


Seperti parang bermata dua berarti mendapat keuntungan dari kedua belah pihak


Seperti pikat kehilangan mata berarti bingung tidak keruan. Seperti pikat kehilangan mata juga berarti kehilangan akal


Seperti pinang dibelah dua berarti (dua orang yang) serupa benar


Seperti pinang pulang ke tampuknya berarti sudah pada tempatnya. Seperti pinang pulang ke tampuknya juga berarti sudah cocok


Seperti pinggan dengan mangkuk salah sedikit hendak berantuk berarti perselisihan antara suami istri atau kaum keluarga merupakan hal yang biasa


Seperti pipit menelan jagung berarti hendak menyama-nyamai orang yang tinggi pangkatnya (martabatnya dan sebagainya)


Seperti polong kena sembur berarti berlari cepat-cepat karena ketakutan dan sebagainya


Seperti pungguk merindukan bulan berarti seseorang yang merindukan kekasihnya, tetapi cintanya tidak terbalas


Seperti rabuk dengan api berarti mudah terbakar


Seperti rabuk dengan api berarti mudah terjadi hal yang kurang baik kalau didekatkan (seperti gadis berdekatan dengan bujang)

Seperti rusa kena tambat berarti selalu gelisah (tidak tetap kedudukannya)


Seperti rusa masuk kampung berarti tercengang-cengang keheranan


Seperti santan dengan tengguli berarti cocok benar. Seperti santan dengan tengguli juga berarti kena benar


Seperti sayur dengan rumput berarti banyak bedanya. Seperti sayur dengan rumput juga berarti berlainan benar


Seperti sebuah biji tersesat dalam rumput berarti orang yang hina tidak kelihatan oleh orang


Seperti sebuah biji tersesat dalam rumput berarti sesuatu yang kecil

Seperti sengkalan tak sudah berarti buruk sekali (rupa dll)


Seperti siang dengan malam berarti jauh (banyak) bedanya


Seperti tikus jatuh di beras berarti ibarat orang yang mendapat pekerjaan yang menguntungkan dan tidak ingin meninggalkan pekerjaan itu lagi


Seperti tikus masuk perangkap berarti orang yang sudah kehilangan akal. Seperti tikus masuk perangkap juga berarti amat gelisah


Seperti tikus masuk rumah berarti orang yang kecewa karena tidak terpenuhi harapannya


Seperti toman makan anak berarti orang yang berbuat cabul (sumbang)


Seperti ular kena bedal palu, pukul berarti tidak tenang (karena marah dan sebagainya)


Seperti ular mengutik-ngutik ekor berarti bergerak terus dengan gelisah (karena marah dan sebagainya)


Suaranya seperti membelah betung berarti suaranya tidak enak pada pendengaran (karena terlalu kuat dan sebagainya)


Telah karam maka bertimba berarti baru ingat atau menyesal sesudah menderita kemalangan


Tempayan tertiarap dalam air berarti orang yang tidak mau mendengarkan nasihat (pengajaran)


Tercacak seperti lembing tergadai berarti tertegak dan terdiam tercengang-cengang


Tertelentang berisi air, tertiarap berisi tanah berarti perihal orang yang terlalu miskin (lemah), tiada berdaya


Tertimbun dikais, terbenam diselam berarti suatu hal (perkara) yang tersembunyi, diperiksa dan diselidiki dengan cermat


Tidur bertilam air mata berarti sangat sedih karena merindukan kekasih


Tidur bertilam pasir berarti tidur di mana saja (karena tidak bertempat tinggal)


Demikian arti, makna, pengertian dan definisi dari kata mengerti menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan juga rangkuman dari berbagai sumber lainnya.

Semoga dapat bermanfaat. Anda dapat memberikan kritik dan saran melalui halaman Hubungi Kami.

Terima kasih