Arti Kata Ra Menurut KBBI

Dirangkum pada hari Kamis 22 Agustus 2019 oleh Staf


gambar ilustrasi arti ra

Ra memiliki 1 arti. Ra memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga ra dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.

Berikut adalah arti dari "ra":

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: nomina
Ragam: -
Lain: -
Arti: Ra berarti nama huruf ke-10 abjad arab

Peribahasa dengan kata ra

Ada angin ada pohonnya hujan berpohon, panas berasal berarti segala hal ada asal mulanya (sebab-sebabnya)


Ada beras, taruh dalam padi berarti rahasia hendaklah disimpan baik-baik


Ada uang ada barang berarti jika sanggup membayar banyak akan mendapat barang yang lebih baik


Adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah berarti pekerjaan (perbuatan) hendaklah selalu mengingat aturan adat dan agama (jangan bertentangan satu dengan yang lain)


Adat periuk berkerak, adat lesung berdedak berarti jika seseorang ingin beroleh keuntungan dalam suatu pekerjaan, hendaklah ia dapat menanggung kesusahan


Air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga berarti biasanya sifat anak menurut teladan orang tuanya


Air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam berarti tidak enak makan dan minum (karena terlalu sedih dan sebagainya)


Alah main, menang sarak berarti biarpun kalah main asal kehormatan diri terpelihara


Alah menang tak tahu, bersorak boleh berarti perihal seseorang yang tidak ikut campur dalam dua pihak yang sedang berbantah, tetapi hanya ikut mengejek pihak yang telah tentu kalah


Alah sabung menang sorak berarti biarpun kalah, masih tinggi juga cakapnya


Ampang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit berarti sudah tidak dapat didamaikan lagi (tentang perselisihan). Ampang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit juga berarti tidak mau berbalik. Ampang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit juga berarti tidak dapat ditawar lagi (tentang aturan)


Amra disangka kedondong berarti sesuatu yang baik disangka buruk


Anak orang, anak orang juga berarti seseorang yang asing bagi kita akan tetap asing juga


Angan-angan menerawang langit berarti mencita-citakan segala sesuatu yang tinggi-tinggi


Antah berkumpul sama antah, beras bersama beras berarti setiap orang selalu mencari orang yang setingkat atau sederajat


Api padam puntung berasap berarti perkara yang sudah putus, tetapi timbul lagi


Arang habis besi binasa berarti pekerjaan yang telah banyak menghabiskan tenaga dan biaya, tetapi hasilnya tidak ada


Arang itu jikalau dibasuh dengan air mawar sekalipun, tiada akan putih berarti tabiat orang yang dasarnya sudah buruk, tidak akan dapat diperbaiki lagi


Asal ada sama di hati, gajah terantai boleh dilepaskan berarti kalau sudah ada persetujuan, apa pun halangannya dapat diatasi


Asam di darat, ikan di laut garam di laut asam di gunung bertemu dalam belanga berarti laki-laki dan perempuan kalau jodoh bertemu juga akhirnya


Atap rumbia ijuk perabung upih berarti barang yang baik bercampur dengan barang yang buruk


Awak yang payah membelah ruyung, orang lain yang beroleh sagunya berarti kita yang berusaha dan bersusah payah, tetapi orang lain yang mendapat faedahnya


Ayam itik raja pada tempatnya berarti setiap orang berkuasa di tempatnya atau di lingkungannya


Babi merasa gulai berarti menyama-nyamai orang besar (kaya)


Bagai anak sepat ketohoran berarti berbaring bermalas-malasan


Bagai anjing beranak enam berarti kurus sekali


Bagai belut kena ranjau getah berarti seseorang yang licik dan cerdik dapat juga tertangkap atau tertipu


Bagai garam jatuh ke air berarti nasihat dan sebagainya yang mudah diterima


Bagai ilak bercerai dengan benang berarti bercerai untuk selama-lamanya (tidak akan bertemu lagi)


Bagai kerakap tumbuh di di atas batu, hidup enggan mati tak mau berarti hidup dalam kesukaran (kemelaratan) terus-menerus


Bagai manik putus talinya pengarang berarti perihal air mata yang bercucuran


Bagai melulusi baju sempit bagai terbuang ke sisiran berarti seseorang yang merasa senang karena terlepas dari kesusahan


Bagai menakik darah mati dari alu bagai menakik darah mati dari batu berarti bekerja keras tetapi sedikit hasilnya


Bagai menggenggam bara, terasa hangat dilepaskan berarti melakukan suatu pekerjaan setelah mendapatkan kesukaran, pekerjaan itu ditinggalkan


Bagai menghela rambut dalam tepung berarti pekerjaan yang sulit atau pekerjaan yang harus dikerjakan dengan hati-hati sekali


Bagai orang kena miang berarti gelisah sekali karena mendapat malu


Bagai pintu tak berpasak, bagai perahu tak berkemudi berarti sesuatu yang membahayakan


Bagai rambut dibelah tujuh seribu berarti sedikit (kecil) sekali


Bagai rupa orang terkena beragih berarti bermuka masam karena rugi dan sebagainya (dalam perdagangan)


Bagai serangkak tertimbakan berarti berjalan miring karena cacat pada tubuhnya


Bagai si bisu berasian bermimpi, terasa ada terkatakan tidak berarti tidak dapat mengatakan meskipun tahu (mengerti)


Bagai si lumpuh hendak merantau berarti tidak mungkin dikerjakan


Bagai siamang kurang kayu berarti sangat bersedih hati karena menderita kekurangan


Bagai unta menyerahkan diri berarti amat patuh menurut perintah. Bagai unta menyerahkan diri juga berarti mengaku salah dan bertobat. Bagai unta menyerahkan diri juga berarti menyerah dan menurut


Bagaikan rama-rama masuk api berarti musnah dengan cepat


Baik berjagung-jagung sementara padi belum masak berarti lebih baik dipakai dulu yang ada sementara yang baru belum didapatkan


Baik rupa sepemandangan, baik bunyi sependengaran berarti cocok. Baik rupa sepemandangan, baik bunyi sependengaran juga berarti seia sekata


Bajak patah banting terambau berarti menderita kecelakaan bertimpa-timpa


Bak menanti orang dahulu, bak pelalah orang kudian berarti melakukan sesuatu yang sia-sia


Banyak menelan garam hidup berarti banyak pengalaman hidup


Banyak orang banyak ragamnya berarti tiap-tiap orang mempunyai pendapat (kemauan) sendiri-sendiri


Barang siapa menggali lubang, ia akan terperosok ke dalamnya berarti siapa yang berniat (berbuat) jahat terhadap orang lain akan mendapat kecelakaan sendiri


Barang siapa yang berketuk ialah yang bertelur berarti siapa yang merasa tersindir, dialah yang berbuat seperti yang disindirkan itu


Barang tergenggam jatuh terlepas berarti sesuatu yang sudah dikuasai (dimiliki), terlepas lagi (menderita kemalangan)


Baru belum beranjur sudah tertarung berarti baru akan dimulai sudah mendapat rintangan


Baunya setahun pelayaran berarti berbau busuk sekali


Beban berat senggulung batu berarti melakukan pekerjaan yang berat dan sukar, sedangkan alat untuk melaksanakannya atau membantunya kurang baik


Belakang parang lagi jika diasah niscaya tajam berarti sebodoh bodohnya orang, jika berusaha dan belajar akan menjadi pandai


Belanak bermain di atas karang berarti ombak besar (sehingga ikan belanak yang biasanya senang diam dalam pasir laut, naik ke permukaan laut)


Belum beranak sudah ditimang, belum duduk sudah berlunjur berarti terlampau cepat gembira sebelum maksud tercapai


Belum beranak sudah ditimang berarti bersenang-senang sebelum maksudnya tercapai


Berair rongkong berarti mendapat rezeki (keuntungan)


Berair rongkong berarti ada rezeki

Beraja di hati, bersultan di mata, beraja di mata, bersultan di hati berarti menurutkan kemauan sendiri


Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian berarti bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian


Beranak tiada berbidan berarti mendapat kesusahan (kecelakaan dan sebagainya) karena salahnya sendiri


Berani hilang tak hilang, berani mati tak mati berarti melakukan pekerjaan hendaklah jangan tanggung-tanggung atau takut-takut


Berani malu, takut mati berarti berani melakukan pekerjaan terlarang, setelah ketahuan baru menyesal


Berani menjual, berani membeli berani pegang, berani tanggung berarti jika berani mengatakan (memerintahkan), hendaknya berani melakukan juga


Berani sendok pengedang, air hangat direnanginya berarti perihal orang berani, tetapi bodoh


Berapa berat mata memandang, berat juga bahu memikul berarti betapapun menderita orang melihat, lebih menderita orang yang mengalami (kesusahan dan sebagainya)


Berarak ke tebing berarti melakukan pekerjaan yang mendatangkan kecelakaan atau kerugian


Berarak tidak berlari berarti berbuat sebagaimana mestinya


Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing berarti bersama-sama dalam suka dan duka


Berat sepikul, ringan sejinjing berarti bersama-sama dalam suka dan duka


Bercerai sudah, talak tidak berarti sudah berpisah, tetapi belum sah diceraikan


Bercerai tidak bertalak berarti pertalian suami istri yang tidak sah (kalau bercerai tidak perlu menjatuhkan talak)


Bergantung pada rambut sehelai berarti berada dalam keadaan yang sangat sulit (bahaya)


Bergantung pada tali rapuh berarti menyandarkan hidupnya pada orang (jabatan, pekerjaan, dan sebagainya) yang lemah atau tidak tetap


Berguru dahulu sebelum bergurau berarti belajar dahulu sebelum bersenang-senang


Berhati baja, berurat kawat berarti tabah dan keras hati


Berjalan peliharakan kaki, berkata peliharakan lidah berarti ingat-ingat selalu dalam berbuat sesuatu


Berkata peliharakan lidah berarti hendaklah berhati-hati mengeluarkan perkataan


Berkeras tidak berkeris berarti bertindak keras, tetapi tidak mempunyai kekuatan untuk mempertahankan diri


Berkurai hendak memanjat kayu berarti sesuatu yang mustahil tercapai (terjadi dan sebagainya)


Berleleran bagai getah di lalang berarti tidak keruan (tentang percakapan atau pembicaraan)


Berlidah di lidah orang berarti hanya menurut perkataan orang


Berlurah di balik pendakian berarti maksud lain yang tersembunyi


Bermalam di bawah nyiur pinang orang, kata orang diturut berarti hendaklah kita mengikuti adat-istiadat negeri yang kita tempati


Bermulut di mulut orang berarti selalu meniru perkataan orang


Bersalai tidak berapi berarti mengandung (hamil), tetapi tidak bersuami


Bersarak serasa hilang, bercerai serasa mati berarti seseorang yang sangat rindu karena perceraian dengan kekasihnya


Bersawah seperempat piring, ke sawah sama dengan orang berarti orang miskin yang bertingkah laku sebagai orang kaya


Berserah perkabaran berarti sudah memercayakan sesuatu kepada orang, tetapi masih mengawasinya juga (jadi, tidak percaya sungguh-sungguh)


Bersukat darah, bertimbang daging dengan berarti berperang mati-matian (dengan)


Bersuluh tengah hari lagi terang lagi bersuluh berarti perkara yang sudah nyata (terang)


Bersuluh tengah hari lagi terang lagi bersuluh berarti menyia-nyiakan uang (tenaga dan sebagainya)

Bersutan di mata beraja di hati berarti orang yang suka berbuat sesuka hati dan sewenang-wenang


Bertandang ke surau berarti bertamu ke rumah orang dengan tidak mendapat jamuan apa-apa


Bertemu mura dengan tedung berarti sama-sama pandai (kuat dan sebagainya)


Bertemu teras dengan beliung berarti dua orang bertengkar yang sifatnya sama-sama keras


Bertiraikan banir berarti tidak mempunyai rumah


Bertunggul ditarah, kesat diampelas berarti sudah beres (tentang perselisihan)


Besar kayu besar bahannya besar periuk besar keraknya berarti banyak penghasilan banyak pula belanjanya


Besar periuk besar kerak berarti makin banyak pendapatan, makin banyak pula pengeluaran


Besi baik tiada berkarat budi baik tak dilupakan berarti perbuatan yang baik selamanya terpuji


Biar kalah sabung asalkan menang sorak berarti biar harta habis asal hati senang (puas)


Biar miskin asal cerdik, terlawan jua orang kaya berarti kebijaksanaan itu lebih utama daripada kekayaan


Biar singit jangan tertiarap berarti jika mendapat kerugian (kesusahan dan sebagainya), hendaklah diikhtiarkan agar tidak terlalu rugi dan sebagainya. Biar singit jangan tertiarap juga berarti tidak apa-apa rugi sedikit, asal jangan habis sama sekali (hartanya)


Biar telinga rabit, asal dapat bersubang berarti biar badan terasa sakit asal menjadi cantik


Biar tersengat, jangan tiarap berarti hendaklah diusahakan supaya jangan telanjur merugi dan sebagainya


Biduk tiris menanti karam berarti sudah tidak tertolong lagi


Bintang di langit boleh dibilang, tetapi arang di muka tak sadar berarti cela (kesalahan, keburukan, dan sebagainya) orang lain diketahui, tetapi cela sendiri tidak tahu


Bulu mata bagai seraut jatuh berarti alis yang melengkung, runcing bentuknya dan bagus


Bunga dipetik perdu ditendang bunganya dipersunting, pangkalnya diberaki berarti hanya mau mengambil keuntungan saja (misalnya istri dikasihi, mertua dibenci)


Buruk perahu, buruk pangkalan berarti tidak sudi lagi menginjak rumah bekas istrinya atau tempat bekerja yang telah ditinggalkan


Cangkat sama didaki, lurah sama dituruni berarti sama-sama merasakan kesusahan atau kesenangan


Cekarau besar liang berarti orang yang suka menyombong atau membual


Cekarau besar liang berarti orang yang suka mencampuri urusan orang lain

Cekur jerangau, ada lagi di ubun-ubun berarti masih sangat muda (belum berpengalaman)


Cencang dua segerai berarti sekali jalan dua pekerjaan selesai


Dahi kiliran taji berarti dahi yang licin


Dahulu timah, sekarang besi berarti dikatakan tentang seseorang yang turun martabatnya (gengsinya atau kedudukannya). Dahulu timah, sekarang besi juga berarti orang kaya yang telah habis harta bendanya


Dangkal telah keseberangan, dalam telah keajukan berarti telah diketahui benar bagaimana isi hatinya (perangainya)


Darah baru setampuk pinang berarti masih muda sekali (belum banyak pengalaman)


Darah setampuk pinang berarti masih muda benar (belum berpengalaman, kurang akal)


Datang tidak berjemput, pulang tidak berantar berarti tidak diperlakukan sebagaimana mestinya (tentang tamu)


Dekat tak tercapai jauh tak berantara berarti menginginkan sesuatu, tetapi tidak mampu untuk mendapatkannya


Dekat tak tercapai, jauh tak antara berarti sesuatu yang dekat dengan kita, tidak dapat kita ambil karena tiada upaya


Di luar merah di dalam pahit berarti kelihatan bagus, tetapi sebenarnya tidak demikian halnya


Di mana ranting dipatah, di situ air disauk berarti setiap orang hendaklah menurut adat kebiasaan di negeri tempat tinggalnya


Di manakah berteras kayu mahang berarti jangan mengharapkan sesuatu yang mustahil


Di padang orang berlari, di padang sendiri berjingkat berarti tabiat orang tamak, mau menerima pemberian orang, tetapi tidak mau memberi


Diam penggali berkarat, diam ubi berisi berarti pengetahuan dan sebagainya yang tidak dipakai lama-kelamaan akan hilang


Diindang ditampi beras, dipilih antah satu-satu berarti jika hendak mencari istri atau menantu hendaklah diselidiki betul-betul sebelumnya


Dikati sama berat, diuji sama merah berarti seimbang derajatnya (kedudukannya, pangkatnya, dan sebagainya)


Dilengah dimabuk beruk berayun berarti merasa senang (asyik) akan sesuatu yang tidak ada gunanya


Dilihat pulut, ditanak berderai berarti apa yang kelihatan di luar (pada lahirnya) berlainan dengan keadaan sebenarnya (seperti kelihatannya pandai, sebenarnya tidak tahu apa-apa)


Diminta tebu diberi teberau berarti diberi sesuatu yang berlainan dengan yang dijanjikan


Diraih siku ngilu, direngkuh lutut sakit berarti serba salah dalam suatu pekerjaan yang sangat sulit, dikerjakan berbahaya tidak dikerjakan berbahaya pula


Disangka panas sampai petang, kiranya hujan tengah hari berarti disangka akan senang atau mulia selamanya, tetapi tiba-tiba ditimpa musibah sehingga jatuh melarat


Disangka tiada akan mengaram, ombak yang kecil diabaikan berarti tiada mengindahkan bahaya yang kecil, akhirnya tertimpa bencana besar


Diserakkan padi awak diimbaukan orang lain berarti orang lain dipelihara, keluarga sendiri disia-siakan


Ditindih yang berat, dililit yang panjang berarti tidak dapat melepaskan diri dari kekuasaan orang (kemalangan dan sebagainya)


Diuji sama merah, dalam hati ditail sama berat berarti sudah cocok benar (tentang suami istri)


Dengan sesendok madu dapat lebih banyak ditangkap serangga daripada dengan cuka sesendok berarti dengan mulut manis serta ramah-tamah lebih banyak diperoleh sahabat (kawan) daripada dengan perkataan yang tajam dan muka yang masam


Duduk bersama lapang-lapang, duduk seorang sempit-sempit berarti masalah jika dibicarakan dengan banyak orang, akan ada jalan keluarnya atau akan menjadi mudah, sedangkan jika dipendam dan dipikir sendiri akan menemukan jalan buntu


Duduk meraut ranjau, tegak meninjau jarak duduk meraut ranjau, berdiri melihat musuh berarti selalu bekerja dengan waspada


Duduk meraut ranjau, tegak meninjau jarak berarti selalu bekerja (tidak membuang-buang waktu)


Duduk seorang bersempit-sempit, duduk bersama berlapang-lapang berarti dengan musyawarah atau secara gotong royong segala sesuatunya mudah dilaksanakan


Elok palut, pengebat kurang berarti tampaknya sudah baik, tetapi sebenarnya belum


Empang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit berarti sudah tidak dapat didamaikan lagi (tentang perselisihan). Empang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit juga berarti tidak dapat dikurangi sedikit juga (tentang aturan)


Emping berantah berarti orang yang kebal, tidak mempan benda tajam (besi dan sebagainya)


Emping terserak hari hujan berarti sangat sial. Emping terserak hari hujan juga berarti bernasib buruk


Epigram berarti peribahasa yang padat dan penuh kearifan, sering mengandung paradoks


Garam di kulumnya tak hancur berarti orang yang pandai menyimpan rahasia


Garam di laut, asam di gunung bertemu dalam belanga juga berarti laki-laki dan perempuan kalau jodoh bertemu juga akhirnya


Garam kami tak masin padanya berarti perkataan kami tidak diindahkannya


Genggam cengkam kera berarti genggam yang kuat (tak akan lepas lagi)


Getah terbangkit kuaran tiba berarti salah perhitungan atau ran-cangan


Gigi tanggal rawan murah berarti keinginan timbul setelah tidak ada kesempatan lagi


Habis beralur maka beralu-alu berarti jika dengan jalan musyawarah tidak dicapai kata sepakat, barulah dengan jalan kekerasan


Habis perkara,nasi sudah menjadi bubur berarti tidak ada gunanya dibicarakan lagi


Hangus tiada berapi, karam tiada berair berarti menderita kesusahan yang amat sangat


Harapan tak putus sampai jerat tersentak rantus berarti tidak mau berputus asa sampai saat terakhir


Harapkan guruh guntur di langit, air di tempayan ditumpahkan berarti mengharapkan sesuatu yang belum tentu, barang yang telah ada dilepaskan


Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, orang mati meninggalkan nama berarti orang baik akan selalu meninggalkan nama baik, sedangkan orang jahat akan meninggalkan nama buruk


Hati bak serangkak dibungkus berarti orang yang sangat berharap akan mendapat sesuatu yang diingininya


Hawa pantang kerendahan, nafsu pantang kekurangan berarti tidak mau kalah dengan orang lain


Hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai berarti orang yang hidup hemat akan menjadi kaya, orang rajin belajar akan menjadi pandai


Hendak mulia bertabur urai berarti jika orang ingin mendapatkan kemuliaan atau ingin mulia di mata orang lain, hendaklah berani mengeluarkan uang, jangan kikir


Hidup di ujung gurung orang berarti orang yang hidup melarat


Hidup dua muara berarti hidup dengan dua mata pencaharian


Hilang dicari, terapung direnangi, terbenam diselami berarti hal atau perkara yang tersembunyi, lalu diperiksa


Hitam mata itu mana boleh bercerai dengan putihnya berarti orang yang sedang bercinta tidak mudah dipisahkan


Hujan berpohon, panas berasal berarti segala hal tentu ada sebabnya


Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, baik jua di negeri sendiri hujan keris lembing di negeri kita, hujan emas perak di negeri orang, baik berarti sebaik-baik negeri orang tidak sebaik negeri sendiri


Hujan tak sekali jatuh, simpai tak sekali erat berarti suatu pekerjaan tidak dapat diselesaikan sekaligus. Hujan tak sekali jatuh, simpai tak sekali erat juga berarti keberuntungan dan kebahagiaan itu tidak sekali datang


Hutan sudah terambah, teratak sudah tertegak berarti pekerjaan sudah sempurna dikerjakan


Ibarat menegakkan benang basah berarti melakukan sesuatu yang tidak akan berhasil. Ibarat menegakkan benang basah juga berarti melakukan sesuatu yang tidak mungkin dapat dikerjakan


Ijuk tak bersagar lurah tak berbatu berarti seseorang yang tidakada sanak saudaranya yang dimalui (ditakuti) orang


Ikan biar dapat, serampang jangan pokah berarti maksud sampai, perkakas tidak rusak


Ikan biar dapat, serampang jangan pukah berarti biar tercapai maksudnya, tetapi jangan ada sesuatu yang merugikan


Ikan lagi di laut, lada garam sudah dalam sengkalan berarti bersiap-siap mengecap hasil pekerjaan yang belum pasti berhasil


Ikut hati mati, ikut rasa binasa berarti jika hanya menuruti hawa nafsu tentu akan celaka


Ingin buah manggis hutan, masak ranum tergantung tinggi berarti ingin akan sesuatu, tetapi amat susah diperoleh


Isi lemak dapat ke orang, tulang bulu pulang ke kita berarti orang lain mendapat senangnya, kita mendapat susahnya saja


Jadi abu arang berarti sudah usang atau basi (tentang pembicaraan dan sebagainya)


Jangat liat kurang panggang berarti tidak dapat diajar


Jaras dikatakan raga jarang berarti mencela orang lain, padahal diri sendiri ada celanya juga


Jauh berjalan banyak dilihat, lama hidup banyak dirasa berarti sudah berpengalaman banyak


Jerat halus kelindan sutra berarti tipu muslihat yang sangat halus


Jerat semata bunda kandung berarti anak tunggal yang menjadi buah hati


Jika tak lalu dandang di air, di gurun dirangkakkan ditanjakkan berarti menggunakan segala daya upaya untuk mencapai maksud


Jikalau tidak berada-ada ada berada, ada mengada, masakan tempua bersarang rendah berarti jika tidak ada sebab-sebabnya (sesuatu yang tersembunyi), tentu tidak akan terjadi yang luar biasa


Jiwa bergantung di ujung rambut berarti selalu gelisah karena tidak tentu nasibnya


Jual sutra beli mastuli berarti kehilangan sesuatu yang berharga mendapat pengganti yang lebih baik


Kaki terdorongbadan merasa, lidah terdorongemas padahannya berarti segala janji harus ditepati


Kaki terdorongbadan merasa, lidah terdorongemas padahannya berarti apa yang telah dikatakan harus dilaksanakan

Kaki terdorongbadan merasa, lidah terdorongemas padahannya berarti jika berbuat sesuatu harus berani menanggung akibatnya

Kalah jadi abu, menang jadi arang berarti pertengkaran tidak akan menguntungkan pihak mana pun


Kalau laba bercikun-cikun, buruk diberi tahu orang berarti apabila beroleh kesenangan diam saja, tetapi apabila menderita kesusahan berkeluh kesah atau minta tolong kepada orang lain


Kalau pandai meniti buih, selamat badan sampai ke seberang berarti jika dapat mengatasi kesukaran tentu maksud dapat dicapai


Karam berdua, basah seorang berarti dua orang berbuat salah, seorang saja yang kena hukum


Karam berduabasah seorang berarti dua orang berbuat salah, tetapi hanya seorang yang kena hukum


Karam sambal oleh belacan berarti mendapat kerugian karena perbuatan orang kepercayaan atau yang dikasihi


Karam tidak berair berarti mendapat bencana tanpa sebab


Kawan gelak banyak, kawan menangis jarang bersua berarti sahabat di waktu senang banyak, sahabat di waktu susah (melarat) sedikit


Ke bukit sama mendaki, ke lurah sama menurun berarti seia sekata


Ke mana angin yang deras ke situ condongnya berarti tidak teguh pendirian


Ke mana tumpah hujan dari bubungan, kalau tidak ke cucuran atap berarti anak akan menurut sifat atau teladan orang tuanya


Ke mudik tentu hulunya, ke hilir tentu muaranya berarti suatu maksud atau niat hendaklah tentu wujud atau tujuannya. Ke mudik tentu hulunya, ke hilir tentu muaranya juga berarti kokoh, baik dalam soal yang kecil-kecil maupun dalam soal yang besar-besar


Ke sawah berlumpur ke ladang berarang berarti tiap pekerjaan ada kesukarannya


Ke sawah tidak berlubuk, ke ladang tidak berarang berarti mendapat untung dan sebagainya tidak dengan bersusah payah. Ke sawah tidak berlubuk, ke ladang tidak berarang juga berarti tercapai maksudnya


Ke sawah tidak berluluk, ke ladang tidak berarang berarti tidak mau bekerja. Ke sawah tidak berluluk, ke ladang tidak berarang juga berarti pemalas


Kecil teranja-anja, besar terbawa-bawa sudah tua terubah tidak berarti segala sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dari kecil sukar untuk mengubahnya


Kecil-kecil cabai rawit berarti tampaknya kecil, tetapi cerdik (pemberani, membahayakan)


Kecil-kecil cabai rawit berarti kecil tetapi ampuh (berani)

Kena kecipak orang berbelut berarti terlibat dalam perkara orang lain. Kena kecipak orang berbelut juga berarti turut menderita akibat kesalahan orang lain


Kenyang banyak makan garam berarti sudah berpengalaman dalam hidup


Keperagawatian santan di kuku berarti mencari keuntungan dengan jalan yang sukar sekali


Kera kena belacan berarti sangat gelisah (kurang senang dan sebagainya)


Kera menegurkan tahinya berarti membukakan kehinaan sendiri


Kera menjadi monyet berarti sama saja halnya


Kerajinan kependekand yang kasih sayang berarti sesuatu yang tidak mungkin terjadi


Kerak nasi membusut jantan berarti banyak sekali sisanya (sesudah perayaan dan sebagainya)


Keras bagai batu, tinggi bagai bukit berarti tidak mau menurut perintah


Keras ditakik, lunak disudu berarti segala perintah hendaklah diberikan dengan penuh kebijaksanaan


Kerat rotan, patah arang berarti telah putus sama sekali. Kerat rotan, patah arang juga berarti tidak dapat didamaikan lagi


Kerbau seratus dapat digembalakan, manusia seorang tiada terkawal berarti menjaga seorang perempuan lebih sukar daripada menjaga binatang yang banyak


Kita di pangkal merawal dia di ujung merawal berarti tanggungan kita lebih berat daripada tanggungannya


Kuat ikan karena radai kuat burung karena sayap, kuat ketam karena sepit berarti tiap-tiap orang ada kekuatannya (kelebihannya) sendiri


Kuat ketam karena sepit, kuat burung karena sayap, kuat ikan karena radai berarti merasa kuat (berkuasa) karena ada keunggulan atau kelebihan


Kuat ketam karena sepit, kuat burung karena sayap, kuat ikan karena radai berarti tiap-tiap orang sedikit banyak ada kuasanya

Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak berarti kesalahan (kekurangan) orang lain walaupun kecil sekali akan kelihatan, tetapi kesalahan (kekurangan) sendiri (meskipun besar) tidak kelihatan


Kuning oleh kunyit, hitam oleh arang berarti mudah dihasut atau dipuji


Kurang taksir, hilang laba berarti kurang hati-hati mungkin akan mendatangkan kerugian (kesusahan dan sebagainya)


Kurang-kurang bubur, lebih-lebih sudu sudu yang lebih berarti perkara kecil yang dibesar-besarkan karena menjadi buah bibir orang. Kurang-kurang bubur, lebih-lebih sudu sudu yang lebih juga berarti sedikit pengetahuan, tetapi cakap besar


Lagi murah, lagi menawar makin murah, makin menawar berarti makin diberi, makin banyak lagi yang diminta


Lain dulang lain kaki, lain orang lain hati berarti tiap-tiap orang berlainan kesukaannya


Laki pulang kelaparan, dagang lalu ditanakkan berarti lebih banyak mengindahkan urusan orang lain daripada urusan sendiri


Laksana bunga dadap, sungguh merah berbau tidak berarti orang yang rupanya elok, tetapi tidak berbudi bahasa


Laksana manau, seribu kali embat haram tak patah berarti menunjukkan sesuatu yang teguh dan kuat


Laut ditembak, darat kena berarti lain yang diperoleh dari yang diharapkan


Lebih berharga mutiara sebutir daripada pasir sepantai berarti seseorang yang baik, meskipun ia tidak kaya, jauh lebih berharga dan mulia daripada orang kaya yang jahat dan jahil


Limau masak sebelah, perahu karam sekerat berarti aturan (hukum dan sebagainya) yang tidak adil, membeda-bedakan golongan, kedudukan, dan sebagainya, tidak sama rata


Lunak disudu, keras ditakik berarti yang penurut diperlakukan dengan lemah lembut, sedangkan yang melawan harus ditindak dengan tegas


Lunak disudu, keras tekik berarti waktu memberi perintah (menguasai), orang yang halus diperlakukan dengan cara halus, orang yang membantah diperlakukan dengan keras


Mabuk agak-agak kira-kira berarti tidak berbuat apa-apa, hanya melamun, asyik berangan-angan


Mahal dibeli, sukar dijual mahal tak dapat dibeli, murah tak dapat diminta berarti sesuatu yang sukar diperoleh


Makan upas berulam racun berarti orang yang dalam kesusahan dan duka cita karena diliputi marabahaya yang besar


Malang celaka raja genggang, anak terbeli tunjang hilang berarti hal orang yang malang, waktu diperoleh maksud yang kedua, yang sudah di tangan hilang pula


Malang tak boleh ditolak, mujur tak boleh diraih berarti nasib buruk tidak dapat dicari-cari


Malu berkayuh, perahu hanyut berarti kalau segan berusaha tidak akan mendapat kemajuan


Manis seperti gula derawa, manis bagai gula jawa berarti berpatutan, ibarat dua orang suami-istri yang sama elok rupanya


Mara hinggap mara terbang, enggang lalu ranting patah berarti seseorang yang tidak berbuat suatu kesalahan, tetapi pada waktu terjadi suatu kejahatan ia yang dituduh berbuat kesalahan itu


Mara jangan dipukat, rezeki jangan ditolak berarti jangan mencari-cari bahaya atau kecelakaan


Marah akan tikus rengkiang dibakar berarti karena takut (tidak suka dan sebagainya) pada sesuatu yang kecil, dibuangnya (dirusakkannya) sesuatu yang lebih besar dan berharga, yang melibatkan sesuatu yang kecil tersebut


Masuk sarang harimau berarti terperangkap ke dalam suatu bahaya besar


Mata memandang apa hendak sakit, bahu memikul timpa perasaan seberapa berat mata menentang, berat jua bahu memikul berarti berapa jua susah orang melihat suatu penderitaan yang ditanggung oleh orang lain, terlebih susah jua orang yang menanggungnya


Melarat panjang berarti selalu dalam kesengsaraan


Membawakan cupak ke negeri orang berarti memakai adat-istiadat sendiri di negeri orang


Memberi lauk kependekand orang membantai berarti memberi pertolongan kepada orang yang tidak perlu ditolong (orang kaya dan sebagainya)


Membesarkan kerak nasi berarti menambah-nambah belanja yang tidak perlu


Membuang bunga ke jirat berarti membuang-buang tenaga (uang, waktu, dan sebagainya) dengan sia-sia


Membuang garam ke laut berarti melakukan suatu pekerjaan yang tidak ada gunanya (seperti memberi sesuatu kepada orang kaya)


Membuat titian berakuk berarti memasang tipu muslihat untuk mencelakakan orang

Menahan jerat di tempat genting berarti mengambil keuntungan dari kesusahan atau penderitaan orang lain


Menambak gunung menggarami laut berarti memberi pertolongan kepada orang yang sekali-kali tidak memerlukannya


Menambak gunung, menggarami air laut berarti memberi bantuan kepada orang yang sama sekali tidak perlu dibantu


Menanak semua berasnya berarti memperlihatkan semua hartanya (kepandaian dan sebagainya)


Menantikan ara tak bergetah berarti mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin terpenuhi


Menari merentak di ladang orang berarti bersenang-senang memakai harta orang atau di rumah orang lain


Mencit seekor, penggada seratus berarti berhadapan dengan lawan yang banyak (lebih kuat dan sebagainya):


Menconteng arang di muka berarti memberi malu


Mendabih menampung darah berarti sangat tamak


Mendebik mata parang berarti menentang orang yang berkuasa


Menembak beralamat, berkata bertujuan berarti suatu perbuatan (pekerjaan) harus ada maksudnya


Mengairi sawah orang berarti menguntungkan orang lain


Mengajar orang tua makan dadih berarti mengajar orang yang lebih pandai


Mengambil bungkal kurang berarti merasa tersinggung oleh perkataan orang lain


Mengata dulang paku serpih, mengata orang awak yang lebih berarti mencela orang, tetapi diri sendiri ternyata lebih buruk daripada yang dicela


Mengebat erat-erat, membuhul mati-mati berarti membuat aturan (perjanjian) dengan sempurna


Menggenggam erat membuhul mati berarti memegang janji (putusan, nasihat, dan sebagainya) erat-erat


Menghapuskan arang di muka berarti menghilangkan malu


Menghendaki urat lesung berarti menghendaki sesuatu yang tidak mungkin


Mengisap mencarak, mencucup benak berarti terlalu banyak mengambil keuntungan dari orang lain (mengisap darah)


Mengunyah orang bergigi berarti mengajar (memberitahu) orang yang sudah tahu


Menimbang sama berat berarti menjatuhkan hukuman dengan adil, tidak berat sebelah


Menjolok sarang tabuhan berarti sengaja mencari bahaya atau kesusahan


Menunjukkan ilmu kependekand orang menetak berarti nasihat yang baik itu tidak berguna bagi orang yang tidak mau menggunakannya


Menyandang lemang hangat orang berarti menderita akibat perbuatan orang lain


Menyinggung mata bisul orang berarti mengenai apa yang paling sakit (peka) bagi seseorang


Menyurat di atas air berarti melakukan pekerjaan yang sia-sia


Meragang gawe berarti memperkosa wanita


Merah padam mukanya berarti marah sekali


Meraih pangkur ke dada berarti insaf akan dirinya


Meraih pangkur ke dada berarti merasa tersinggung

Meraih pekung ke dada berarti sengaja mencari kesusahan (malu dan sebagainya)


Meraih pekung ke dada berarti sengaja mencari malu atau bencana

Merantau di sudut dapur, merantau ke ujung bendul berarti pergi mencari penghidupan ke tempat yang tidak berapa jauh


Merapat sambil berlayar berlayar sambil memapan berarti sekali melakukan pekerjaan, dua tiga maksud tercapai


Merawal memulang bukit, cerana menengah kota berarti sudah nyata sekali ingin mengajukan suatu permintaan


Merayap-rayap seperti kangkung di ulak jamban berarti cepat berkembang biak


Miang tergeser kena miang, terlanggar kena rabasnya berarti dikatakan kepada orang yang berkuasa, tidak dapat orang (rakyat) bersalah sedikit pun kepadanya


Minta dedak kependekand orang mengubik berarti minta pertolongan dan sebagainya kepada orang yang tidak punya


Minum darah orang berarti banyak merugikan orang dengan mengambil keuntungan yang berlebih-lebih darinya


Minum serasa duri, makan serasa lilin, tidur tak lena, mandi tak basah berarti hal orang yang sangat bersusah hati sehingga segala sesuatunya tidak berasa enak


Misai bertaring bagai panglima, sebulan sekali tak membunuh orang berarti rupa saja yang hebat dan garang, tetapi berhati penakut


Mujur tidak boleh diraih, malang tidak boleh ditolak berarti tidak dapat berbuat apa-apa lagi kalau takdir sudah demikian


Mulut kapuk dapat ditutup, mulut orang tidak berarti rahasia jangan dipercayakan kepada orang lain


Mulut manis jangan percaya, lepas dari tangan jangan diharap berarti jangan percaya kepada orang yang manis perkataannya, barang atau uang yang dipinjamkan kepada orang yang bersifat demikian, tidak dapat diharapkan kembali lagi


Murah di mulut, mahal di timbangan berarti banyak janji, tetapi janji itu tidak ditepati


Musim kemarau menghilirkan baluk berarti melakukan usaha yang tidak sesuai dengan musimnya (waktunya)


Nafsu nafsi, raja di mata, sultan di hati berarti berbuat sekehendak hati sendiri


Nasi sama ditanak, kerak dimakan seorang berarti pekerjaan dilakukan bersama-sama, tetapi keuntungannya diambil sendiri


Neraca palingan bungkal, hati palingan tuhan berarti pikiran atau pendirian orang mudah berubah-ubah


Neraca yang palingan, bungkal yang piawai berarti sangat adil dalam memberikan hukuman atau putusan (hakim)


Ombaknya kedengaran, pasirnya tidak kelihatan berarti telah kedengaran beritanya, tetapi belum ada buktinya


Orang beraja di hatinya berarti menurutkan rasa (sesuka) hati masing-masing


Orang berdendang di pentasnya berarti orang laki-laki berkuasa dalam rumah tangganya


Orang berdendangdi pentasnya berarti orang berkuasa di rumahnya masing-masing


Orang dahaga diberi air berarti menolong orang yang kesusahan. Orang dahaga diberi air juga berarti memberi pelajaran kepada orang yang sungguh-sungguh ingin menambah pengetahuannya


Orang haus diberi air, orang lapar diberi nasi berarti mendapat apa yang sangat diinginkan


Orang mandi bersiselam, awak mandi bertimba berarti orang mendapat keuntungan besar berlimpah-limpah, kita mendapat keuntungan kecil saja


Orang mengantuk disorongkan bantal berarti memperoleh apa yang diinginkannya


Orang muda selendang dunia, orang kaya suka dimakan berarti (untuk puji-pujian) orang muda perhiasan dunia, orang kaya yang pemurah


Orang pembuat periuk, bertanak di tembikar berarti yang membuatnya sendiri biasanya tidak memakai buatannya yang baik, melainkan memakai buatannya yang buruk-buruk


Orang penggamang mati jatuh berarti siapa yang tidak memiliki keberanian tidak akan sampai maksudnya


Orang terpegang pada hulunya, awak terpegang pada matanya berarti dalam perjanjian atau perkara orang lebih kuat pendiriannya daripada kita


Orang timpang jangan dicacat, ingat-ingat hari belakang berarti kecelakaan yang menimpa seseorang jangan terlalu dibicarakan karena boleh jadi kita mengalami hal yang sama di kemudian hari


Orang tua diajar makan pisang berarti orang yang sudah tahu (ahli, pandai) tidak usah diajari


Padang perahu di lautan, padang hati dipikirkan berarti demikian luas pikiran manusia, berapa banyak pikiran masuk di dalamnya tidak akan penuh


Padi selumbung dimakan orang banyak berarti penghibur bagi istri yang suaminya beristri lebih daripada satu


Parang gabus menjadi besi berarti orang yang lemah menjadi orang yang kuat


Pasang masuk muara berarti lalu lalang saja (tentang perkataan)


Patah selera banyak makan berarti pura-pura tidak mau, sebenarnya suka sekali


Pejatian awak, kepantangan orang berarti berselisih pendapat dengan orang banyak


Pelanduk di cerang rimba pelanduk di dalam cerang berarti sangat gelisah ketakutan


Pelanduk di dalam cerang di cerang rimba berarti kehilangan akal atau gelisah sekali (karena ketakutan, menghadapi bahaya, dan sebagainya)


Pelanduk melupakan jerat, tetapi jerat tak melupakan pelanduk berarti orang yang berutang biasanya mudah lupa akan yang berpiutang, sebaliknya yang berpiutang tidak lupa akan orang yang berutang kepadanya


Pelanduk melupakan jerat, tetapi jerat tidak melupakan pelanduk berarti sudah lupa akan bahaya, tetapi sebenarnya bahaya masih tetap mengancam


Pelegiran berarti dialog bersambut yang sering disisipi peribahasa, bangsalan, atau paparegan untuk bersenang-senang


Pencarak benak orang berarti orang yang suka mengambil milik orang lain dengan cara yang lalim


Pengayuh sama di tangan, perahu sama di air berarti tidak perlu takut-takut (rendah diri) karena sama kekuatannya


Pepat di luar, rancung pancunya di dalam berarti baik (suci dan sebagainya) pada lahirnya, tetapi batinnya (hatinya) jahat


Perahu bertambatan, dagang bertepatan berarti usaha dagang yang teratur dan sesuai tempatnya


Perahu papan bermuat intan berarti sesuatu yang tidak layak diperjodohkan


Perahu sudah di tangan, perahu sudah di air berarti sudah siap sedia segala keperluan untuk melakukan suatu pekerjaan


Perang bermalaikat, sabung berjuara berarti Tuhanlah yang menentukan kalah menang


Pergi tempat bertanya, pulang tempat berberita berkenaan dengan orang cerdik pandai berarti jika akan berangkat, hendaklah meminta nasihatnya dahulu, dan jika pulang, hendaklah memberi laporan kepadanya


Pijatan menjadi kura-kura berarti orang hina (bodoh) yang menjadi orang besar


Pucuk diremas dengan santan, urat direndam dengan tengguli, lamun peria pahit juga berarti orang yang tabiatnya jahat, sekalipun diberi kekayaan dan pangkat, sifatnya tidak akan berubah


Pucuk layu disiram hujan berarti orang susah mendapat kesenangan


Pulau sudah lenyap, daratan sudah tenggelam berarti sudah tidak ada harapan lagi (gagal sama sekali)


Punggung parang sekalipun jika selalu diasah, akan tajam juga berarti sebodoh-bodoh orang, apabila selalu belajar, akan pandai juga


Raja adil raja disembah, raja lalim raja disanggah berarti raja yang adil disayangi dan raja yang zalim dibenci


Rajin mengais tembolok berisi berarti kalau rajin bekerja (mencari nafkah), rezeki akan bertambah


Ramai beragam, rimbun menyelara berarti setiap orang mempunyai pendapat dan kegemaran masing-masing


Rambut sama hitam, hati masing-masing berarti setiap orang mempunyai pendapat (kemauan) masing-masing


Rasa tak mengapa hidung dikeluani berarti orang yang kurang pikir atas sesuatu yang terjadi pada dirinya sehingga mendapat susah juga


Rasam minyak ke minyak, rasam air ke air berarti orang mencari (kembali kepada) golongannya masing-masing


Redup atau panas keras berarti hidup atau mati. Redup atau panas keras juga berarti untung-untungan


Rendah bilang-bilang disuruki, tinggi kayu ara dilangkahi berarti berbuat sesuatu atau menghadapi seseorang hendaklah menurut patutnya


Rendah gunung tinggi harapan berarti harapan yang sangat besar


Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul berarti persahabatan yang karib, baik dalam kesenangan maupun dalam kesusahan


Ringan tulang, berat perut berarti barang siapa yang rajin bekerja, tentu mendapat rezeki


Rusak tapai karena ragi berarti usaha yang gagal karena kurang hati-hati mengerjakannya


Sakit kepala panjang rambut, patah selera banyak makan berarti lahirnya tidak suka, tetapi sebenarnya suka sekali


Sakit kepala panjang rambut berarti pura-pura sakit kepala


Sampai titik darah yang penghabisan berarti sampai meninggal


Samun sakar berdarah tangan berarti setiap perkara baru boleh diputuskan sesudah cukup bukti dan keterangan


Sarap sehelai dituilkan, batu sebuah digulingkan berarti sangat teliti (dalam pemeriksaan)


Sastra rakyat berarti kategori sastra yang mencakupi lagu rakyat, balada, dongeng, ketoprak, peribahasa, teka-teki, legenda (banyak yang termasuk tradisi lisan)


Sebagai garam dengan asam berarti sudah sesuai benar (tentang pria dan wanita) dan tentu menjadi jodoh


Sebagai kera dapat canggung berarti merapatkan dirinya kepada orang yang telah memberi pertolongan


Sebagai orang mabuk gadung berarti rupa seseorang yang lemah dan pucat karena mengidap penyakit


Searah bertukar jalan berarti sama maksudnya, tetapi berlainan cara mencapainya


Sebaik-baiknya hidup teraniaya berarti sekali-kali jangan merugikan atau mencelakakan orang lain sekalipun kita dirugikan atau dicelakakannya


Sedangkan bah kapal tak hanyut, ini pula kemarau panjang berarti sedangkan waktu berpencaharian tidak tercapai maksudnya, apalagi waktu menganggur


Sedatar saja lurah dengan bukit berarti menyamaratakan orang. Sedatar saja lurah dengan bukit juga berarti tidak membeda-bedakan kaya atau miskin dan sebagainya


Segan malu mengayuh perahu hanyut berarti kalau segan berusaha, akan mendapat susah nantinya


Segan bergalah hanyut serantau berarti jika tidak mau berusaha, (kita) akan mendapat bencana


Seikat bagai sirih, serumpun bagai serai berarti seia sekata. Seikat bagai sirih, serumpun bagai serai juga berarti sehina semalu. Seikat bagai sirih, serumpun bagai serai juga berarti bersama-sama menanggung untung dan rugi atau senang dan derita


Sekam menjadi hampa berat berarti tidak akan merugikan sedikit jua


Sekerat ular sekerat belut berarti orang yang bermuka dua (ikut ke sana kemari)


Sekutuk beras basah berarti tidak ada gunanya


Selapik seketiduran berarti sangat akrab (tentang persahabatan)


Selapik seketiduran berarti (sahabat) karib sekali

Seliang bagai tebu, serumpun bagai serai berarti seia sekata. Seliang bagai tebu, serumpun bagai serai juga berarti rukun


Sendok dan periuk lagi berantuk sendok dengan belanga lagi berlaga berarti sahabat baik (suami istri dan sebagainya) adakalanya berselisih juga


Seorang budi-budian, seorang tabung seruas berarti dua orang yang sangat berbeda tabiatnya (seorang banyak akal liciknya, seorang lagi lurus hati)


Seorang ke hilir seorang ke mudik berarti tidak ada persesuaian perasaan dan pikiran antara laki bini, sahabat, dan sebagainya


Seorang makan cempedak, semua kena getahnya berarti seorang berbuat salah, semua dianggap bersalah juga


Seorang makan cempedak, semuanya lumus oleh getahnya berarti seorang yang bersalah, semuanya mendapat nama yang tidak baik


Seorang makan nangka, semua kena getahnya berarti seorang yang berbuat kesalahan demi memenuhi kesenangannya, tetapi orang lain turut menanggung akibatnya


Sepesan anak, anaknya beranak menggigit pula berarti cepat sekali berkembang biak (bertambah banyak)


Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih berarti seia sekata. Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih juga berarti rukun sekali


Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih berarti seia sekata. Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu serumpun bagai serai, seikat bagai sirih juga berarti rukun sekali

Serumpun bagai serai, selubang seliang bagai tebu berarti bersatu hati dalam segala hal


Sia-sia menjaring angin, terasa ada tertangkap tidak berarti jangan mengharapkan sesuatu yang bukan-bukan supaya tidak kecewa


Siang bagai hari, terang bagai bulan berarti sudah nyata sekali (tentang kesalahan dan sebagainya). Siang bagai hari, terang bagai bulan juga berarti terang sekali


Siapa makan lada, ialah berasa pedas berarti barang siapa yang bersalah akan merasa tersinggung (oleh sindiran dan sebagainya)


Siapa pun jadi raja, tanganku ke dahi juga berarti siapa pun berkuasa aku tetap menghormatinya


Siapa yang makan cabai, dialah yang berasa pedas kepedasan berarti siapa yang berbuat kurang baik akan merasakan akibatnya


Siapa yang makan cabai, dialah yang berasa pedas kepedasan berarti siapa yang merasa tersindir berarti telah berbuat seperti yang disindirkan itu

Sigai dua segeragai berarti suatu perkara yang bersangkut-paut dengan perkara yang lain


Singkat diulas panjang dikerat berarti mana-mana yang kurang ditambah, sedangkan yang lebih dikurangi (yang kurang baik diperbaiki)


Singkat tidak terluas, panjang tidak terkerat berarti tiap-tiap orang akan mati apabila telah sampai ajalnya


Seperti cina karam berarti riuh rendah. Seperti cina karam juga berarti hiruk-pikuk


Seperti beranak besar hidung berarti perihal seseorang yang sebentar-sebentar menengok atau memperlihatkan barang yang baru diperolehnya


Seperti biji saga rambat di atas talam berarti tidak berpendirian tetap. Seperti biji saga rambat di atas talam juga berarti selalu berubah


Seperti birah dengan keladi berarti hampir sama


Seperti birah tidak berurat berarti sangat malas (sebentar-sebentar berbaring dan sebagainya)


Seperti birah tumbuh di tepi lesung berarti lekas subur (besar)


Seperti katak ditimpa kemarau berarti berkeluh kesah tidak keruan (hiruk-pikuk dan sebagainya). Seperti katak ditimpa kemarau juga berarti sangat gaduh


Seperti kera dapat bunga berarti tiada dapat menghargai keindahan (jasa, nilai, dan sebagainya)


Seperti kera dengan monyet berarti setali tiga uang. Seperti kera dengan monyet juga berarti sama saja


Seperti kera mendapat bunga seperti kera diberi kaca berarti mendapat sesuatu yang tidak dapat dipergunakan


Seperti kodok ditimpa kemarau berarti berkeluh kesah tidak keruan


Seperti lampu kekurangan minyak berarti perihal seseorang yang hidup nya sangat melarat. Seperti lampu kekurangan minyak juga berarti perihal seseorang yang penyakitnya sudah sangat parah (sudah hampir mati)


Seperti menanti orang dahulu, mengejar orang kemudian berarti perbuatan yang sia-sia


Seperti menepung tiada berberas berarti banyak cakap, tidak berisi


Seperti orang kecabaian berarti sangat gelisah (tidak tenang duduknya dan sebagainya)


Seperti orang mati jika tiada orang mengangkat bila akan bergerak berarti seseorang yang daif yang tidak mempunyai daya upaya, jika tiada orang menolongnya niscaya akan makin susah


Seperti panji, ditiup angin berkibar-kibaran berarti tidak tetap pendirian, ikut pihak yang kuat


Seperti parang bermata dua berarti mendapat keuntungan dari kedua belah pihak


Seperti pinggan dengan mangkuk salah sedikit hendak berantuk berarti perselisihan antara suami istri atau kaum keluarga merupakan hal yang biasa


Seperti rabuk dengan api berarti mudah terbakar


Seperti rabuk dengan api berarti mudah terjadi hal yang kurang baik kalau didekatkan (seperti gadis berdekatan dengan bujang)

Seperti tikus jatuh di beras berarti ibarat orang yang mendapat pekerjaan yang menguntungkan dan tidak ingin meninggalkan pekerjaan itu lagi


Seperti tikus masuk perangkap berarti orang yang sudah kehilangan akal. Seperti tikus masuk perangkap juga berarti amat gelisah


Suarang ditagih, sekutu dibelah berarti harta milik bersama atau persekutuan dibagi sebagaimana mestinya apabila suami istri atau orang berekanan bercerai atau berpisah


Suaranya seperti membelah betung berarti suaranya tidak enak pada pendengaran (karena terlalu kuat dan sebagainya)


Sudah arang-arang hendak minyak pula berarti sesudah dicemarkan nama seseorang, hendak bermanis-manis pula kepada orang itu


Sudah bertarah berdongkol pula berarti sesudah perkara yang satu dibereskan, timbul lagi perkara yang lain


Sudah biasa makan kerak berarti sudah biasa mengalami kesukaran


Sudah kenyang makan kerak berarti sudah banyak pengalaman


Sudah seasam segaramnya berarti sudah tidak ada celanya (tentang pekerjaan, perbuatan)


Sudah seasam segaramnya berarti sudah baik benar (tidak ada celanya)

Sudah terantuk baru tengadah berarti sesudah merugi (menderita kecelakaan) baru sadar


Sudah terantuk, baru tengadah berarti baru ingat sesudah merugi

Sudu-sudu di tepi jalan dipanjat kena durinya, disinggung kena rabasnya, ditakik kena getahnya berarti orang yang tidak dapat dikalahkan


Sukar kaji pada orang alim, sukar uang pada orang kaya berarti orang pandai biasanya baru mau memutuskan suatu persoalan apabila sudah mempertimbangkan dalam-dalam. Sukar kaji pada orang alim, sukar uang pada orang kaya juga berarti orang kaya baru mau mengeluarkan uang kalau ada untungnya


Sumbing melukai, retak melampaui tara garis berarti kesalahan besar


Suratan atas batu berarti adat kebiasaan yang terpakai selamanya sekalipun adat kebiasaan baru banyak masuk


Tahan jerat sorong kepala berarti hendak mencelakakan orang lain akhirnya dia sendiri yang mendapat celaka


Tahu asam garamnya berarti tahu seluk-beluknya (baik buruknya)


Tahu di asin garam berarti banyak pengalaman


Tak ada beras yang akan ditanak berarti tidak ada kelebihan yang pantas dikemukakan


Tak ada guruh bagi orang pekak, tak ada kilat bagi orang buta berarti bagi orang yang sangat bodoh pidato yang bagus dan dalam isinya tidak ada faedahnya


Tak beras antah dikisik berarti melakukan segala sesuatu asal maksud tercapai


Tak berasak lenggang dari ketiak berarti tidak berubah-ubah (itu-itu juga, dia-dia juga)


Tanah lembah kandungan air, kayu bengkok titian kera berarti kejahatan tidak terjadi kalau tidak disebabkan oleh keadaan lain


Tangguk rapat, keruntung bubus berarti suami pandai mencari uang, tetapi istrinya terlampau pemboros


Taruh beras dalam padi berarti menyimpan rahasia baik-baik


Tebu setuntung masuk geraham gajah berarti pemberian sedikit kepada orang kaya tidak ada harganya


Telah berasap hidungnya berarti telah memperoleh keuntungan setelah lama menderita kekurangan


Telah karam maka bertimba berarti baru ingat atau menyesal sesudah menderita kemalangan


Telah meraba-raba tepi kain berarti sudah sakit payah. Telah meraba-raba tepi kain juga berarti sudah hampir meninggal


Telinga rabit dipasang subang berarti tidak pada tempatnya


Teluknya dalam, rantaunya sakti berarti tidak mudah dikalahkan


Tempayan tertiarap dalam air berarti orang yang tidak mau mendengarkan nasihat (pengajaran)


Tentang mata dengan mata antara empat mata berarti berhadap-hadapan dua orang saja


Tepuk perut tanya selera berarti bila hendak melakukan hal yang baru, sebaiknya bertanya dahulu kepada orang yang sudah berpengalaman


Tepung kena ragi berarti sudah terjadi (berjalan baik-baik)


Terajar pada banting pincang berarti tidak ada gunanya mengajar orang yang keras kepala


Teralang-alang bagaikan sampah dalam mata berarti hinaan dan sebagainya yang selalu teringat dan terasa di dalam hati


Terang bagai bulan berarti sudah nyata sekali (tentang kesalahan). Terang bagai bulan juga berarti terang sekali


Terang kabut, teduh hujan berarti telah senang (aman dan sebagainya) kembali sehabis menderita kesusahan dan sebagainya


Terapung sama hanyut, terendam sama basah berarti sehidup semati. Terapung sama hanyut, terendam sama basah juga berarti senasib sepenanggungan


Terapung tak hanyut, terendam tak basah berarti belum tentu kesudahannya (tentang perkara dan sebagainya)


Terapung tak hanyut, terendam tak basah berarti belum ada keputusan atau ketentuan

Teras terunjam, gubal melayang berarti penduduk asli akan tetap tinggal di negerinya apabila orang asing pergi


Tercincang puar bergerak andilau berarti jika seseorang dihina, tentu keluarga atau kaumnya akan turut tersinggung juga


Terconteng arang di muka berarti mendapat malu


Tercoreng arang di dahi kening, muka berarti mendapat malu


Tercubit paha kiri, paha kanan pun berasa sakit berarti jika salah seorang anggota keluarga menderita sesuatu, anggota yang lain pun turut merasakan


Terkalang di mata, terasa di hati berarti ada sesuatu yang akan dikemukakan, tetapi belum tersampaikan (terkatakan)


Terlongsong perahu boleh balik, terlongsong cakap tak boleh balik berarti perkataan yang tajam kerap kali menjadikan celaka diri dan tidak dapat ditarik kembali, sebab itu jika orang hendak berucap, hendaklah dipikirkan lebih dahulu


Termakan di rambut berarti amat susah


Terpasang jerat halus berarti terkena muslihat


Terpijak bara hangat berarti sangat gelisah. Terpijak bara hangat juga berarti tidak dapat tenang


Terpijak benang arang hitam tampak berarti berbuat sesuatu harus berani menanggung akibat


Tertelentang berisi air, tertiarap berisi tanah berarti perihal orang yang terlalu miskin (lemah), tiada berdaya


Tiada raja menolak sembah berarti tidak ada orang yang tidak suka dihormati


Tidak ada orang menggaruk ke luar badan berarti biasanya orang berpihak kepada kaum keluarganya (golongannya) apabila ada perselisihan


Tidak berluluk mengambil cekarau berarti mendapat untung tidak dengan bersusah payah


Tidak dibawa orang sehilir semudik berarti tidak dibawa orang bergaul (tersisih) dalam masyarakat karena suatu sebab atau karena tingkah lakunya tidak disetujui masyarakat


Tidak kekal bunga karang berarti hal kekayaan (kemuliaan, hasil, dan sebagainya) yang tidak berlangsung lama


Timur beralih ke sebelah barat berarti laki-laki yang menurut pada perintah istrinya


Tohok raja tidak dapat dielakkan berarti sukar menolak kehendak orang yang berkuasa


Tolak tangga berayun kaki berarti membuang kehidupan yang sudah enak


Tunggang hilang berani mati berarti tidak takut apa pun


Ujung jarum halus kelindan sutra berarti tipu muslihat yang sangat halus


Umur setahun jagung darah setampuk pinang berarti masih sangat muda. Umur setahun jagung darah setampuk pinang juga berarti belum berpengalaman


Utang pinjam kayu ara berarti (utang yang akan dibayar apabila kayu ara tidak bergetah) utang yang tidak akan dibayar


Yang dikandung berceceran, yang dikejar tiada dapat berarti barang yang sudah dimiliki hilang atau habis, sedangkan yang dicari tidak didapat


Yang dikejar tiada dapat, yang dikandung berceceran berarti karena mengharapkan keuntungan yang lain, yang sudah ada binasa dan habis


Yang dikejar tidak dapat, yang dikandung berceceran berarti yang diharapkan tidak diperoleh, bahkan yang telah ada menjadi hilang


Yang merah saga, yang kurik kundi berarti yang indah dan yang baik ialah budi bahasa, bukan rupa atau wajah


Zaman beralih musim bertukar berarti segala sesuatu hendaknya disesuaikan dengan keadaan zaman


Demikian arti, makna, pengertian dan definisi dari kata ra menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan juga rangkuman dari berbagai sumber lainnya.

Semoga dapat bermanfaat. Anda dapat memberikan kritik dan saran melalui halaman Hubungi Kami.

Terima kasih

Pencarian


Arti Antonim Sinonim
Rima

Daftar Isi

Rima
Antonim
Sinonim
Arti Kata
Arti Istilah
Arti Peribahasa
Arti Tanggal


Terkait

Rima Kata Ra


Instal Aplikasi Apaarti

Untuk akses lebih cepat dan mudah