Arti Kata Wa Menurut KBBI

Dirangkum pada hari Rabu 21 Agustus 2019 oleh Staf


gambar ilustrasi arti wa

Wa memiliki 2 arti. Wa adalah sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda. Wa memiliki arti dalam kelas partikel yaitu kata yang tidak tertakluk pada perubahan bentuk dan hanya berfungsi menampilkan unsur yang diiringinya. Wa masuk ke dalam bahasa gaul atau bahasa ABG yaitu ragam bahasa Indonesia nonstandar yang lazim digunakan oleh anak muda. Sintaksis dan morfologi ragam ini memanfaatkan sintaksis dan morfologi bahasa Indonesia.

Berikut adalah arti dari "wa":

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: partikel
Ragam: -
Lain: -
Arti: Wa berarti dan (dalam beberapa ungkapan arab)
Contoh: Wallahu alam, dan hanya allah yang paling mengetahui

Dasar: -
Bidang: -
Jenis: -
Kelas: partikel
Ragam: -
Lain: -
Arti: Wa berarti demi (diucapkan untuk bersumpah dalam ungkapan arab)
Contoh: Wallahi, demi allah

Arti: WA adalah akronim dari Wang Ampung.  

Contoh:
A: Wow kece banget nih baju
B: Dasar WA banget si loh kayak kagak pernah lihat nih baju aja-_-
A: apa tuh WA?
B: kepo banget sih lu!

 Arti: WA adalah akronim dari whatsapp, apps untuk kirim pesan instan dari ponsel.

Contoh: BBM udah gak jaman, WA aja

Peribahasa dengan kata wa

Ada nyawa umur ada rezeki berarti selama masih hidup kita tentu masih sanggup berusaha


Ada nyawa, ada ikan berarti masih hidup, tetapi sudah hampir mati (dalam keadaan hampir mati)


Adat dagang tahan tawar berarti sudah biasa bahwa barang dagangan boleh ditawar


Alang berjawab, tepuk berbalas berarti baik dibalas dengan baik, jahat dibalas dengan jahat


Alang-alang berdawat biarlah hitam berarti jika mengerjakan sesuatu janganlah tanggung-tanggung


Angan-angan menerawang langit berarti mencita-citakan segala sesuatu yang tinggi-tinggi


Angkuh terbawa, tampan tinggal berarti baik rupanya, tetapi tidak baik sikapnya (olok-olok kepada orang yang pesolek)


Arang itu jikalau dibasuh dengan air mawar sekalipun, tiada akan putih berarti tabiat orang yang dasarnya sudah buruk, tidak akan dapat diperbaiki lagi


Awak tikus hendak menampar kepala kucing berarti menghendaki sesuatu yang tidak mungkin diperoleh atau terjadi


Awak yang payah membelah ruyung, orang lain yang beroleh sagunya berarti kita yang berusaha dan bersusah payah, tetapi orang lain yang mendapat faedahnya


Bagai ayam dibawa kelampok berarti keheranan melihat sesuatu


Bagai dawat dengan kertas berarti tidak pernah bercerai. Bagai dawat dengan kertas juga berarti tidak dapat dipisahkan


Bagai dekan di bawah pangkal buluh berarti seseorang yang pandai menyimpan rahasia


Bagai getah dibawa ke semak berarti makin kusut (tentang perkara)


Bagai kambing dibawa ke air berarti enggan sekali mengerjakan suatu pekerjaan


Bagai kucing dibawakan lidi berarti sangat ketakutan


Bala lalu dibawa singgah berarti sengaja mencari kesusahan (kecelakaan)


Berbuat jahat jangan sekali, terbawa cemar segala ahli berarti jangan sekali-kali berbuat jahat karena nama baik keluarga akan terbawa-bawa menjadi buruk


Berhati baja, berurat kawat berarti tabah dan keras hati


Bermalam di bawah nyiur pinang orang, kata orang diturut berarti hendaklah kita mengikuti adat-istiadat negeri yang kita tempati


Bersawah seperempat piring, ke sawah sama dengan orang berarti orang miskin yang bertingkah laku sebagai orang kaya


Bertandang membawa lapik berarti tamu yang berkunjung membawa bekal atau makanan sendiri ke tempat ia datang atau menumpang


Berteduh di bawah betung berarti mendapat pertolongan yang tidak mencukupi


Biar miskin asal cerdik, terlawan jua orang kaya berarti kebijaksanaan itu lebih utama daripada kekayaan


Di mana tembilang terentak, di situlah cendawan tumbuh berarti di mana perkara atau perselisihan tumbuh, di situlah diselesaikan


Dibujuk ia menangis, ditendang ia tertawa berarti orang baru bekerja dengan baik dan sempurna sesudah ia dimarahi


Diserakkan padi awak diimbaukan orang lain berarti orang lain dipelihara, keluarga sendiri disia-siakan


Gayung bersambut, kata berjawab berarti menangkis serangan orang. Gayung bersambut, kata berjawab juga berarti menjawab (melayani) perkataan orang


Gemuk membuang lemak, cerdik membuang kawan berarti tidak mau menolong atau bergaul dengan keluarganya


Gigi tanggal rawan murah berarti keinginan timbul setelah tidak ada kesempatan lagi


Hawa pantang kerendahan, nafsu pantang kekurangan berarti tidak mau kalah dengan orang lain


Hendak megah, berlawan lebih berarti makin banyak musuh makin besar kemasyhurannya


Hidung laksana kuntum seroja, dada seperti mawar merekah berarti perihal menyatakan keelokan bentuk hidung dan dada perempuan


Hitam seperti dawat berarti hitam berkilat-kilat


Hitam, hitam gula jawa berarti hitam tetapi manis


Jiwa bergantung di ujung rambut berarti selalu gelisah karena tidak tentu nasibnya


Kalau di bawah melompat, lalu di atas menyusup berarti menyesuaikan diri dengan adat kebiasaan penduduk tempat tinggalnya


Kata berjawab, gayung bersambut berarti membalas kecaman dengan cepat dan tepat


Kawan gelak banyak, kawan menangis jarang bersua berarti sahabat di waktu senang banyak, sahabat di waktu susah (melarat) sedikit


Ke sawah berlumpur ke ladang berarang berarti tiap pekerjaan ada kesukarannya


Ke sawah tidak berlubuk, ke ladang tidak berarang berarti mendapat untung dan sebagainya tidak dengan bersusah payah. Ke sawah tidak berlubuk, ke ladang tidak berarang juga berarti tercapai maksudnya


Ke sawah tidak berluluk, ke ladang tidak berarang berarti tidak mau bekerja. Ke sawah tidak berluluk, ke ladang tidak berarang juga berarti pemalas


Kecil teranja-anja, besar terbawa-bawa sudah tua terubah tidak berarti segala sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dari kecil sukar untuk mengubahnya


Keperagawatian santan di kuku berarti mencari keuntungan dengan jalan yang sukar sekali


Kerbau seratus dapat digembalakan, manusia seorang tiada terkawal berarti menjaga seorang perempuan lebih sukar daripada menjaga binatang yang banyak


Kita di pangkal merawal dia di ujung merawal berarti tanggungan kita lebih berat daripada tanggungannya


Lagi murah, lagi menawar makin murah, makin menawar berarti makin diberi, makin banyak lagi yang diminta


Lewat dari manis, masam, lewat dari harum, busuk berarti perihal orang yang mula-mula berkasih-kasihan sangat mesra, tetapi kemudian, selalu berselisih dan bertengkar


Malam berselimut embun, siang bertudung awan berarti tidak berumah karena miskin sekali


Manis seperti gula derawa, manis bagai gula jawa berarti berpatutan, ibarat dua orang suami-istri yang sama elok rupanya


Masuk dari kuping kiri keluar lewat kuping kanan berarti tidak mendengarkan nasihat


Mati-mati berdawat biar hitam mati-mati mandi biar basah berarti tiap-tiap pekerjaan janganlah dilakukan kepalang tanggung, janganlah diusahakan separuh jalan melainkan dikerjakan sampai pada kesudahannya


Membawakan cupak ke negeri orang berarti memakai adat-istiadat sendiri di negeri orang


Mendukung biawak hidup berarti melakukan sesuatu atau mempunyai anak (istri dan sebagainya) yang sangat menyusahkan


Mengairi sawah orang berarti menguntungkan orang lain


Mengata dulang paku serpih, mengata orang awak yang lebih berarti mencela orang, tetapi diri sendiri ternyata lebih buruk daripada yang dicela


Menjual bedil kependekand lawan berarti mencelakakan diri sendiri


Menohok kawan seiring, menggunting dalam lipatan berarti mencelakakan teman sendiri


Menohok kawan seiring berarti mencelakakan kawan sendiri


Merawal memulang bukit, cerana menengah kota berarti sudah nyata sekali ingin mengajukan suatu permintaan


Mulut bau madu, pantat bawa sengat berarti mulut manis, tetapi hati busuk


Neraca yang palingan, bungkal yang piawai berarti sangat adil dalam memberikan hukuman atau putusan (hakim)


Nyawa bergantung di ujung kuku berarti dalam keadaan yang sulit dan berbahaya


Orang mandi bersiselam, awak mandi bertimba berarti orang mendapat keuntungan besar berlimpah-limpah, kita mendapat keuntungan kecil saja


Orang terpegang pada hulunya, awak terpegang pada matanya berarti dalam perjanjian atau perkara orang lebih kuat pendiriannya daripada kita


Pejatian awak, kepantangan orang berarti berselisih pendapat dengan orang banyak


Pelepah bawah luruh, pelepah atas jangan gelak berarti ingatlah bahwa sekalian yang hidup akan mati


Rupa boleh diubah, tabiat dibawa mati berarti terlalu susah mengubah perangai yang sudah menjadi tabiat


Satu nyawa, dua badan berarti sehidup semati


Sawah berpematang berpiring ladang berbintalak berarti segala sesuatu ada batasnya


Sebagai dawat dengan kertas berarti pasangan yang sesuai benar


Sejengkal menjadi sehasta cakapan sejengkal dibawa sehasta berarti melebih-lebihkan hal yang sebenarnya


Sepandai-pandai tupai melompat, sekali gawal juga berarti sepandai-pandai orang, ada kalanya ia salah (keliru) juga


Sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu gawal juga berarti sepandai-pandai orang, sekali-sekali keliru juga


Sepandai-pandai tupai meloncat, sekali gawal terjatuh juga berarti sepandai-pandai seseorang, ada kalanya berbuat salah (keliru) juga


Seperti katak di bawah tempurung berarti sangat picik pengetahuannya. Seperti katak di bawah tempurung juga berarti kurang luas pandangannya


Siang bernapas, malam berembun malam berselimut embun, siang bertudung awan berarti sangat miskin (tidak punya rumah)


Sokong membawa rebah berarti orang kepercayaan yang merusakkan sesuatu yang dipercayakan (diamanatkan) kepadanya


Seperti anjing bercawat ekor berarti pergi atau menghindar karena malu dan sebagainya


Seperti kucing dibawakan lidi berarti sangat takut


Seperti lebah, mulut membawa madu, pantat membawa sengat berarti orang yang manis tutur katanya, tetapi berbahaya (jahat)


Sungguhpun kawat yang dibentuk, ikan di laut yang diadang berarti sungguhpun tampaknya tidak ada suatu maksud, tetapi ada juga yang dituju


Tak akan terlawan buaya menyelam berarti orang pandai (kaya, berkuasa) tidak mungkin dapat dilawan


Telaga di bawah gunung berarti perempuan yang mendatangkan untung kepada suaminya


Tepuk berbalas, alang berjawat berarti perbuatan jahat dibalas dengan kejahatan, kebaikan dibalas dengan kebaikan


Tersendeng-sendeng bagai sepat di bawah mengkuang berarti orang yang kecil dan hina hendak mendekat kepada orang besar dan mulia, nyatanya kelihatan takut dan malu


Tersingit-singit bagai katung di bawah reba berarti sangat merendahkan diri seperti orang kecil (orang bawahan) yang takut dan malu hendak mendekati orang besar atau berkedudukan tinggi


Tiada terbawa sekam segantang berarti sangat lemah (tidak berkekuatan)


Tidak dibawa orang sehilir semudik berarti tidak dibawa orang bergaul (tersisih) dalam masyarakat karena suatu sebab atau karena tingkah lakunya tidak disetujui masyarakat


Tinggi terbawa oleh ruasnya berarti seseorang yang masih bodoh walaupun sudah besar


Tohok tunggang ke buruh ke bawah berarti mudah mencelakakan orang yang di bawah perintahnya


Tongkat membawa rebah berarti orang yang disuruh menjaga sesuatu, tetapi dia sendiri yang merusaknya (mencuri dan sebagainya)


Umpama ayakan dawai berarti pekerjaan yang dilakukan dengan tidak cermat


Utang emas boleh dibayar utang budi dibawa mati berarti budi baik orang hanya dapat dibalas dengan kebaikan pula


Utang emas dapat dibayar, utang budi dibawa mati berarti kebaikan hati orang akan diingat selama-lamanya


Wau melawan angin berarti perbuatan yang sia-sia


Demikian arti, makna, pengertian dan definisi dari kata wa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan juga rangkuman dari berbagai sumber lainnya.

Semoga dapat bermanfaat. Anda dapat memberikan kritik dan saran melalui halaman Hubungi Kami.

Terima kasih

Pencarian


Arti Antonim Sinonim
Rima

Daftar Isi

Rima
Antonim
Sinonim
Arti Kata
Arti Istilah
Arti Peribahasa
Arti Tanggal


Terkait

Rima Kata Wa


Instal Aplikasi Apaarti

Untuk akses lebih cepat dan mudah